← Daftar isi Ezra · bab 3/5

KEMBALI DARI PENAWANAN DIPIMPIN ZERUBABEL YANG RAJANI

Pembacaan Alkitab: Ezra 1—6

Di dalam berita ini kita akan membicarakan kembalinya dari penawanan yang pertama kali, kembali dipimpin Zerubabel yang rajani.

I. PERNYATAAN KORESY RAJA PERSIA

Kembali dari penawanan dipimpin Zerubabel menurut pernyataan Koresy raja Persia (Ezra 1:1-4; 2Taw. 36:22-23).

A. Dalam Tahun Pertamanya

Koresy membuat pernyataan ini dalam tahun pertamanya (Ezra 1:1a).

B. Oleh Pengendalian Allah atas Rohnya

Koresy membuat pernyataan ini karena Allah mengen-dalikan rohnya (ay. 1b). Pengendalian ini adalah suatu pekerjaan Allah yang tersembunyi.

C. Penggenapan Firman Yehova

Melalui Mulut Yeremia

Pernyataan ini adalah suatu penggenapan firman Yehova melalui mulut Yeremia bahwa orang Israel akan kembali setelah tujuh-puluh tahun dari penawanan mereka di Babel (ay. 1b).

D. Mengatur Penawanan Orang Israel untuk Kembali ke Yerusalem dan Membangun Kembali Rumah Allah

Dalam pernyataannya Koresy mengatur orang-orang Israel yang tertawan untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali rumah Allah (ay. 2-4). Karena Koresy adalah seorang yang demikian, di dalam kitab Yesaya ia dianggap sebagai seorang hamba Allah untuk mengenapkan tujuan Allah (Yes. 45:1-4, 13).

II. RESPON DARI KEPALA-KEPALA KAUM KELUARGA ORANG YEHUDA DAN BENYAMIN, PARA IMAM,

DAN ORANG-ORANG LEWI

Di dalam ayat 5 dan 6 kita memiliki suatu firman mengenai respon dari kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda, Benyamin, para imam, dan orang-orang Lewi.

A. Oleh Penggerakan Allah atas Roh Mereka

Setiap orang yang rohnya digerakkan Allah bangkit untuk pergi membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem (ay. 5). Ini pasti adalah pergerakan Allah, karena Dia menggerakkan roh Koresy untuk membuat pernyataan dan kemudian mengerakkan roh semua pemimpin dari tiga suku Yehuda, Benyamin, dan Lewi.

B. Semua Bangsa Israel di sekeliling Mereka Menguatkan Tangan Mereka

Semua bangsa Israel di sekelilingnya menguatkan tangan mereka dengan persembahan bejana-bejana berharga mereka (ay. 6).

III. KERJASAMA RAJA KORESY

Di dalam ayat 7 sampai 11 kita melihat kerjasama Raja Koresy. Dia bekerjasama dengan mengembalikan 5,400 bejana dari emas dan perak dari rumah Yehova, yang ditawan oleh Nebukadnesar dari Yerusalem dan meletakkannya di rumah allah-allahnya (ay. 7, 11). Dia menyerahkan bejana-bejana itu, dengan menghitungnya satu persatu kepada Sesbazar (Zerubabel---2:2), pangeran Yehuda, untuk dibawa kembali ke Yerusalem bagi rumah Allah (1:8-11; 5:13-15).

IV. JUMLAH ORANG-ORANG TERTAWAN YANG KEMBALI DARI PENAWANAN

Di dalam 2:1-67 kita memiliki suatu catatan yang jelas dan akurat tentang jumlah orang-orang yang tertawan yang kembali dipimpin Zerubabel, pangeran Yehuda (1:8), gubernur pembentuk kerajaan Yehuda (2:2, 63). Dari suku Yehuda, suku Benyamin, imam-imam, suku Lewi, pelayan-pelayan bait, dan hamba-hamba anak-anak Salomo (ay. 3:-58), jumlah bilangannya adalah 42.360, orang di samping hamba-hamba laki-laki dan perempuan mereka dan penyanyi-penyanyi lali-laki dan perempuan (ay. 64-65). Lagi pula, 652 orang-orang biasa dan tiga keluarga imam yang tidak dapat memberikan bukti tentang nenek moyang mereka yang termasuk dengan orang-orang yang kembali dipimpin Zerubabel (ay. 59-63).

V. PERSEMBAHAN SUKARELA DARI

BEBERAPA KEPALA KAUM KELUARGA

Ayat 68 dan 69 membicarakan tentang persembahan sukarela dari beberapa kepala kaum keluarga, setelah mereka tiba di rumah Yehova di Yerusalem, bagi rumah Yehova untuk memulihkan rumah ini di atas fondasinya. Ini berarti kepala kaum keluarga mempersembahkan dengan sukarela barang-barang berharga mereka kepada Allah bagi pembangunan kembali bait Allah.

VI. MEMBANGUN KEMBALI MEZBAH ALLAH

Ezra 3:1-6a adalah berkenaan dengan pembangunan kembali mezbah Allah.

A. Dalam Bulan yang Ketujuh

Mereka membangun kembali mezbah itu dalam bulan yang ketujuh dari tahun kembalinya mereka (ay. 1a).

B. Bangsa Israel Berkumpul ke Yerusalem

sebagai Satu Manusia

Bangsa Israel dikumpulkan dari kota-kota mereka ke Yerusalem sebagai satu manusia (ay. 1b). Bukan hanya kembali dari penawanan saja melainkan juga orang-orang Yahudi yang tidak ditawan datang ke Yerusalem untuk membangun kembali mezbah.

C. Mezbah Dibangun di atas Dasarnya

Imam besar Yosua dan saudara-saudaranya para imam dan gubernur Zerubabel dan saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel di atas dasarnya, seperti yang tertulis di dalam hukum Taurat Musa, abdi Allah. Kemudian, bagi kepuasan Allah, mereka mempersembahkan kurban bakaran di atasnya kepada Yehova, seperti yang tertulis di dalam hukum Taurat Musa (ay. 2-3). Di sini kita melihat bahwa mereka melakukan sesuatu menurut firman Allah.

D. Memelihara Hari Raya Tabernakel (Pondok Daun)

Mereka memelihara hari raya Tabernakel dan mem-persembahkan setiap hari kurban bakaran dan persembahan pada bulan baru dan semua yang dinyatakan sebagai hari raya Yehova (ay. 4-6a). Ini menunjukkan bahwa mereka memulihkan penyembahan terhadap Allah, yang telah hilang selama tujuhpuluh tahun.

VII. MEMBANGUN KEMBALI RUMAH ALLAH

Di dalam ayat 6b sampai 13 kita memiliki suatu catatan tentang pembangunan kembali rumah Allah.

A. Menyewa Tukang Batu dan Tukang Kayu

Mereka menyewa tukang batu dan tukang kayu, dan mereka menyuplai orang Sidon dan Tirus keperluan setiap hari untuk mereka agar mereka membawa kayu aras dari Libanon ke Yafo (ay. 7).

B. Pada Bulan yang kedua dari Tahun Kedua

setelah Mereka Kembali

Pada bulan yang kedua dari tahun kedua setelah mereka kembali, mereka memulai untuk membangun kembali rumah Allah dengan memuji kepada Yehova oleh para imam (ay. 8-13). Beberapa imam dan orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang-orang tua yang telah melihat rumah yang pertama, bait Allah yang semula, menangis dengan suara nyaring ketika peletakkan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak sorai dengan suara nyaring karena kegirangan (ay. 12). Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat (ay. 13).

VIII. KEGAGALAN

Pasal empat memberikan kepada kita suatu catatan tentang kegagalan untuk membangun kembali rumah Allah.

A. Musuh-musuh Yehuda

dan Benyamin Berpura-pura Membantu untuk Membangun Kembali Rumah Yehova

Musuh-musuh Yehuda dan Benyamin, orang-orang yang dibawa dari Babel dan Asyur oleh raja Asyur untuk menduduki Samaria (2Raj. 17:24), yang meniru orang Israel dalam hal mencari Allah dan mempersembahkan kurban kepada Allah, berpura-pura membantu untuk membangun kembali rumah Allah, tetapi mereka ditolak oleh Zerubabel, Yosua, dan kepala-kepala kaum keluarga yang tersisa. Musuh-musuh itu menyokong para penasihat untuk merusak pembangunan kembali selama hari-hari Koresy raja Persia sampai kekuasaan Darius raja Persia, dan pada permulaan pemerintahan Ahasyweros mereka menulis suatu tuduhan melawan penduduk Yehuda dan Yerusalem (Ezra 4:1-6). Ini adalah menggambarkan bahwa hari ini ketika kita kembali ke dalam pemulihan untuk membangun rumah Allah, beberapa orang terdekat akan membuat proposal yang terutama adalah berupa halangan-halangan. Ini adalah kelicikan Satan. Pada zamannya, Zerubabel proposal ini dan menolaknya.

B. Artahsasta Memutuskan untuk Menghentikan Pembangunan Rumah Allah

dengan Paksaan dan Kekuasaan

Pada pemerintahan Artahsasta, sekelompok penduduk Samaria dan sisa penduduk tanah di seberang Sungai (mungkin dari musuh yang sama di dalam ayat 1) menulis kepada Artahsasta melawan Yerusalem. Artahsasta memutuskan untuk menghentikan pembangunan kembali rumah Allah dengan paksaan dan kekuasaan; dan pekerjaan rumah Allah terhenti sampai tahun kedua pemerintahan Darius raja Persia (ay. 7-24).

IX. KELANJUTAN PEKERJAAN

PEMBANGUNAN KEMBALI

Pekerjaan pembangunan kembali dilanjutkan melalui dorongan dan pertolongan nubuat-nubuat dari nabi Hagai dan Zakharia (5:1-2).

X. PENEGASAN PERNYATAAN DARIUS RAJA PERSIA

Ezra 5:3---6:12 memberi tahu kita tentang penegasan pernyataan Darius raja Persia. Setelah orang-orang menghentikan dari pekerjaan itu, mereka didorong oleh nabi Hagai dan Zakharia untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan kembali. Pada waktu yang sama pekerjaan ini ditegaskan oleh pernyataan Darius raja Persia.

A. Pembangunan Kembali yang Dipertanyakan

dan Ditunjukkan kepada Darius

Pembangunan kembali dipertanyakan dan ditunjukkan kepada Darius raja Persia oleh Tatnai, bupati seberang Sungai (yaitu, sebelah barat sungai Yordan) dan kawan-kawannya (ay. 3-17).

B. Penyelidikan Darius terhadap

Surat Perintah Koresy

Di dalam 6:1-12 kita mempunyai catatan penyelidikan Darius terhadap surat perintah Koresy dan penegasannya untuk mendorong dan mempercepat pembangunan kembali. Setelah ada pertanyaan mengenai pembangunan kembali itu, Darius menyelidiki dan menegaskan surat perintah Koresy, menemukan bahwa Koresy telah mengeluarkan suatu surat perintah untuk membebaskan Israel dari penawanan sehingga mereka dapat kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali rumah Allah. Darius menegaskan bahwa ada suatu catatan yang demikian, dan penegasannya untuk mendorong dan mempercepat pembangunan kembali.

XI. PENYELESAIAN PEMBANGUNAN KEMBALI

RUMAH ALLAH

Ayat 13 sampai 15 menjelaskan tentang penyelesaian pembangunan kembali rumah Allah.

A. Dalam Kemakmuran

Pembangunan kembali diselesaikan dalam kemakmuran melalui nubuat dari nabi Hagai dan Zakharia (ay. 13-14).

B. Pada Hari Ketiga Bulan Adar

Pekerjaan pembangunan kembali rumah Yehova diselesaikan pada hari ketiga bulan Adar, pada tahun keenam pemerintahan raja Darius (ay. 15).

XII. PENTAHBISAN PEMBANGUNAN KEMBALI

RUMAH ALLAH

Ayat 16 sampai 18 membicarakan tentang pentahbisan pembangunan kembali rumah Allah.

A. Dengan Sukaria

Pentahbisan pembangunan kembali rumah Allah dirayakan dengan sukacita dari, para imam, orang-orang Lewi dan sisa bangsa Israel yang pulang dari pembuangan (ay. 15).

B. Dengan Persembahan-persembahan untuk Pentahbisan dan Kurban Penghapus Dosa

Pentahbisan ini juga dengan persembahan-persembahan untuk pentahbisan dan kurban penebus dosa bagi semua suku Israel (ay. 17). Ini mengindikasikan bahwa seperti mereka mempersembahkan kurban bakaran bagi kepuasan Allah, mereka juga tidak dapat mengampuni dosa mereka dan oleh karena itu mereka mempersembahkan kurban penebus dosa.

C. Dengan Menetapkan Pelayanan-pelayanan Para Imam dan Orang-orang Lewi

Akhirnya, pembangunan kembali rumah itu ditahbiskan dengan menetapkan pelayanan-pelayanan para imam pada bagian-bagiannya dan orang-orang Lewi pada rombongan-rombongannya, seperti tertulis di dalam hukum Taurat Musa (ay. 18).

XIII. MENTAHBISKAN PASKAH OLEH BANGSA ISRAEL

YANG KEMBALI DARI PENAWANAN

Catatan tentang kembalinya orang Israel dari penawanan dipimpin Zerubabel yang rajani dinyatakan dengan perayaan Paskah oleh bangsa Israel yang kembali dari penawanan (ay. 19-22). Paskah adalah suatu perkara yang paling penting.

A. Mentahirkan Para Imam

dan Orang-orang Lewinya yang Ditahirkan

Mereka memelihara Paskah dengan mentahirkan para imam dan orang-orang Lewinya dan diri mereka sendiri disisihkan dari pencemaran bangsa-bangsa di tanah permai itu (ay. 20-21).

B. Dilanjutkan dengan Hari Raya Roti tidak Beragi

Mereka melanjutkan dengan merayakan Hari Raya Roti tidak beragi dengan sukaria selama tujuh hari lamanya; karena Yehova telah membuat mereka bersukacita dan Dia telah memalingkan hati raja Asyur untuk menguatkan tangan-tangan mereka dalam pekerjaan pembangunan rumah Allah (ay. 22). Raja Asyur adalah Darius raja Persia, karena Asyur pada waktu itu adalah suatu bagian dari Persia.

Hari ini sedikit sekali kaum beriman yang memperhatikan pembangunan gereja lokal yang tepat di lokalitas mereka sebagai rumah Allah. Ini berarti bahwa Allah tetap tidak memiliki rumah. Dia hanya memiliki suatu rumah di surga bersama malaikat-malaikat, tetapi Dia perlu suatu rumah dengan keinsanian dari kedambaan hati-Nya. Allah ingin memiliki suatu rumah yang demikian.

Kita di dalam pemulihan Tuhan tidak suka melihat orang-orang kudus berserakan secara individual. Maksud khusus dari pemulihan adalah untuk memiliki semua orang kudus di dalam pemulihan datang bersama di lokalitas mereka terbangun bersama sebagai rumah Allah di dalam banyak kota. Melalui rumah yang demikian, Allah akan mendapatkan kerajaan-Nya.

Kita perlu memiliki suatu kedambaan dilepaskan dari ego dan hayat alamiahnya supaya terbangun dengan yang lainnya (lihat kuningKidung #606). Untuk dibangunkan kita perlu disesuaikan, didisiplinkan, dikoreksi, dan ditransformasi. Kemudian kita akan dapat datang bersama-sama terbangun sebagai rumah Allah di banyak lokalitas.