PENDAHULUAN DAN PERCAKAPAN PERTAMA DAN KEDUA ANTARA NABI DAN TUHAN
Pembacaan Alkitab: Hab. 1:1–2:4
Dalam berita ini kita akan memperhatikan kitab Habakuk. Kita akan membahas pendahuluan, percakapan pertama antara nabi dan TUHAN, dan bagian pertama dari percakapan kedua antara nabi dan TUHAN. Seperti yang akan kita lihat, satu ayat emas dalam Habakuk adalah 2:4: “Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya (imannya).” Ayat ini berhubungan dengan keselamatan kekal Allah, sampai Dia menyelamatkan seluruh diri kita–roh, jiwa, dan tubuh. Segala sesuatu lainnya dalam Habakuk adalah latar belakang untuk melepaskan wahyu mengenai keselamatan kekal Allah terhadap orang dosa. Kita dapat membandingkan Kitab Habakuk kepada kenari dan kemudian mengatakan bahwa ayat ini adalah “biji” dari “kenari.” Maka, ketika kita membaca Habakuk, kita harus memfokurkan perhatian kita pada satu ayat ini.
I. PENDAHULUAN
Pendahuluan ditemukan dalam 1:1.
A. Arti Nama Habakuk
Nama Habakuk dalam bahasa Ibrani artinya memeluk atau melekat kepada melambangkan bahwa kita perlu mencari Allah dengan memeluk Dia atau melekat kepada Dia. Agar kita menerima keselamatan kekal Allah, kita perlu dipeluk Allah, dan kita perlu melekat kepada Dia.
Keselamatan kekal sebenarnya adalah diri Allah sendiri. Allah tidak menyelamatkan kita dengan tetap tinggal di surga dan memotong tangan-Nya untuk mencapai bumi. Supaya menyelamatkan kita, Allah menjadi seorang manusia di bumi ini dan datang kepada kita. Pokok pikiran dari empat Injil adalah penyelamatan Allah keluar dari kekekalan ke dalam waktu, keluar dari surga ke bumi, dan keluar dari keilahian ke dalam keinsanian menjadi seorang manusia. Dalam cara ini Dia dapat memeluk manusia dan manusia dapat melekat kepada Dia. Sementara Allah menyelamatkan kita, Dia tidak dalam penampakan, bentuk, Allah. Sebaliknya, Dia dalam bentuk seorang manusia bernama Yesus. Hosea 11:4 memberi tahu kita bahwa Allah menarik kita dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Tali kesetiaan yang menyelamatkan adalah keinsanian Kristus. Catatan Zakheus dalam Lukas 19:1-10 memperlihatkan kepada kita Allah menyelamatkan kita dengan datang kepada kita. Supaya diselamatkan oleh Allah, kita harus dipeluk oleh Allah dan kita harus melekat kepada Dia.
B. Waktu Ministri Habakuk
Waktu ministri Habakuk sekitar 626 SM. Dengan dengan waktu orang Babel menyerbu dan pembuangan ke Babel.
C. Tempat Ministrinya
Tempat ministrinya adalah Yehuda.
D. Sasaran Ministrinya
Sasaran ministrinya adalah kerajaan Yehuda di selatan.
E. Pokok
Pokok ministri Habakuk adalah penghakiman Allah yang pertama atas Israel oleh orang Kasdim dan kemudian atas orang Kasdim oleh bangsa-bangsa. Pertama, Allah menghakimi umat pilihan-Nya; penghakiman Allah dimulai dari rumah-Nya (1 Ptr. 4:17). Kemudian Allah memalingkan penghakiman-Nya kepada orang Kasdim, memakai bangsa-bangsa untuk menghakimi mereka. Kekaisaran Babel dikalahkan oleh Kekaisaran Media-Persia; Kekaisaranh Media-Persia dikalahkan oleh Kekaisaran Yunani; Kekaisaran Yunani dikalahkan oleh Kekaisaran Roma; dan Kekaisaran Roma, dipulihkan di bawah Antikristus, akan dikalahkan oleh Kristus pada kedatangan-Nya untuk menghancurkan seluruh pemerintahan manusia, seperti digambarkan Daniel 2:31-44.
F. Pikiran Utama
Pikiran utama Habakuk yaitu: kebenaran Allah akan menghakimi Israel yang jahat dan orang Kasdim yang bengis, dan hanya orang yang benar dapat hidup oleh imannya (2:4b), seluruh bumi dapat mengenal kemuliaan TUHAN (2:14) dan berdian diri di hadapa TUHAN, yang ada dalam bait-Nya yang kudus (2:20), dan pencari-Nya dapat menyanyi untuk Dia dalam doa, dalam pujian, dan dalam bersandar dalam Dia (ps. 3).
G. Bagian-bagian
Kitab Habakuk memiliki empat bagian: pendahuluan (1:1); percakapan pertama antara nabi dan TUHAN (1:2-11); percakapan kedua antara nabi dan TUHAN (1:12–2:20); dan nyanyian nabi kepada TUHAN dalam doa, pujian, dan bersandar dalam Dia (3:1-19).
II. PERCAKAPAN PERTAMA ANTARA NABI DAN TUHAN
Wahyu dalam Habakuk mengenai keselamatan kekal Allah kepada orang berdosa dihasilkan oleh percakapan antara nabi dan Allah.
A. Permohonan Nabi kepada TUHAN
Dalam percakapan pertama antara nabi dan TUHAN, nabi memohon kepada TUHAN mengenai kejahatan, kelaliman, aniaya, dan kekerasan yang dia lihat (ay. 2-4). Sehubungan penindasan, dia berkata, “Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, / Tetapi atidak Kaudengar, / Aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” / Tetapi tidak Kautolong?” (ay. 2). Menurut penglihatan nabi, penindasan meraja lela. Kemudian nabi selanjutnya bertanya, “Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, / Sehingga aku memandang kelaliman?” (ay. 3a).
B. Jawaban TUHAN kepada Nabi
Dalam jawaban-Nya kepada Nabi (ay. 5-11), TUHAN berkata bahwa Dia melakukan satu pekerja pada zaman nabi yang tidak akan dia percayai jika diberitahukan kepada dia (ay. 5; cf. Kis. 13:40-41). Kemudian TUHAN berkata bahwa Dia membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dab tangkas, yang, dahsyat dan menakutkan, akan datang untuk melakukan kekerasan dan kekejian di Yehuda (ay. 6-11).
III. PERCAKAPAN KEDUA ANTARA NABI DAN TUHAN
Dalam ayat 12 kita memiliki permulaan percakapan kedua antara nabi dan TUHAN.
A. Permohonan Nabi kepada TUHAN
Habakuk 1:12–2:1 adalah permohonan nabi kepada TUHAN.
1. Menayakan Kenapa TUHAN Berdiam Diri ketika Orang Kasdim Menghabisi Umat Pilihan-Nya
Dalam ayat 12a nabi berkata, “Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari adahulu / Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami..” Ketika dia berkata bahwa TUHAN, Gunung Batu, telah menentukan orang Kasdim untuk dihakimi. Namun, dia selanjutnya menanyakan kenapa Dia, yang tidak memandang kejahatan dan dan yang tidak melihat kelaliman, memandangi mereka yang berbuat khianat dan berdiam diri ketika orang Kasdim yang fasik menelan umat pilihan-Nya, yang lebih benar daripada mereka (ay. 12b-13). Menurut Habakuk, bangsa Israel lebih benar daripada orang Babel, namun mereka menderita penindasan orang Babel. Perkataan Habakkuk di sini menunjukkan bahwa dia marah terhadap Allah.
2. Mengatakan Bahwa TUHAN Membuat Manusia seperti Ikan di Laut
Dalam ayat 14 sampai 16 nabi berkata bahwa TUHAN membuat manusia seperti ikan di laut dan binatang melata; bahwa semuanya mereka ditarik dengan kail, ditangkap dengan pukatnya dan dikumpulkan dengan payangnya; dan mereka mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan dibakarnya korban untuk payangnya. Dia kemudian menutup permohonannya dengan berkata, “Sebab itukah ia selalu menghunus pedangnya / Dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal belas kasihan?” (ay. 17).
3. Standing and Watching to See What Jehovah Would Speak to Him
Setelah memanjatkan permohonannya kepada TUHAN, nabi berdiri dan mengamati untuk melihat apakah TUHAN mau berbicara kepada dia dan apakah Dia menjawab pengaduannya (2:1).
B. Jawaban TUHAN kepada Nabi
Dalam 2:2-20 kita memiliki jawaban TUHAN kepada nabi.
1. Memberi Tahu Dia untuk Menulis Penglihatan
Dalam jawaban-Nya kepada nabi, TUHAN memberi tahu dia untuk menulis penglihatan (mengenai penghakiman Allah terhadap orang Kasdim) dan mengukirkanya pada loh-loh batu, supaya dia yang sambil lalu dapat membacanya (ay. 2).
2. Penglihatan Masih menanti Saatnya
TUHAN selanjutnya berkata bahwa penglihatan (mengenai penanggulangan-Nya terhadap orang Kasdim) masih menanti saatnya dan bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nabi harus menantikan itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh (ay. 3).
3. Orang Kasdim Membusungkan Dada, Jiwanya tidak Jujur di dalam Mereka, tetapi Orang Yang Benar akan Hidup oleh Percayanya (Imannya)
Dalam ayat 4a TUHAN berkata bahwa orang Kasdim membusungkan dada, jiwanya tidak lurus di dalam mereka. Sesungguhnya akan menjadi adil dan benar TUHAN menghakimi mereka.
Dari kitab Nabi-nabi Kecil, hanya Habakuk yang memperlihatkan kepada kita keselamatan kekal Allah kepada orang berdosa. Perkara ini diwahyukan dalam 2:4b: “Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya (imannya).” Rasul Paulus mengutip perkataan tiga kali dalam Perjanjian Baru (Rm. 1:17; Gal. 3:11; Ibr. 10:38). Di sini, hidup berarti memiliki hayat dan hidup.
Menurut latar belakang Habakuk, Israel (umatb pilihan Allah) dan orang Kasdim (bangsa-bangsa) ada di bawah penghakiman Allah. Di bawah penghakiman Allah semua orang dosa, baik orang Yahudi maupun kafir, ditakdirkan untuk mati (Rm. 6:23). Dapatkah orang ebrdosa melarikan diri dari penghakiman Allah dan diselamatkan selamanya? Jalan unik untuk mendapatkan keselamatan kekal Allah adalah percaya kepada perwujudan Allah, Kristus, supaya mereka dapat menjadi benar dan adil untuk memiliki hayat dan hidup.
Keselamatan kekal Allah bukan hanya menyelamatkan tubuh kita dari penderitaan tetap menyelamatkan seluruh diri kita–roh, jiwa, dan tubuh–samia kekekalan (1 Tes. 5:23). Jalan untuk kita menerima keselamatan demikian adalah percaya kepada Kristus supaya kita dapat dibenarkan oleh Allah dan bersyarat memiliki hayat, hayat kekal, hayat ilahi, dan hidup oleh hayat ini (Rm. 3:24; 5:1-2; Ef. 2:8). Ini adalah Injil Perjanjian Baru dalam kitab nubuatan Perjanjian Lama.