MAKNA SECARA BERURUTAN DARI AYUB DAN MAZMUR
Pembacaan Alkitab: 1 Tim. 2:4; 1 Ptr. 2:2; 2 Ptr. 3:18; Ef. 4:13
Di dalam berita ini, kita akan melihat makna secara berurutan dari Ayub dan Mazmur.
I. URUTAN DARI AYUB DAN MAZMUR INI SECARA ROHANI SANGATLAH BERMAKNA
Urutan dari kedua kitab ini—Ayub dan Mazmur—secara rohani sangatlah bermakna. Karena kitab Mzmur menunjukkan kemajuan yang melampaui kitab Ayub mengenai wahyu ilahi dan mengenai penuntutan kita terhadap Allah, maka tidaklah cocok bila Mazmur mendahului kitab Ayub. Secara rohani, adalah bermakna bahwa, di dalam urutan kitab-kitab dalam Kitab Suci, Mazmur datang setelah Ayub.
II. SATU PERBANDINGAN DARI DUA KITAB
A. Kitab Ayub Adalah satu Catatan tentang Pandangan-pandangan Insani Berdasarkan kepada Konsep-konsep Insani
Kitab Ayub, yang mendahului Mazmur, adalah satu catatan tentang pandangan-pandangan insani berdasarkan konsep-konsep insani mengenai hubungan di antara Allah dan manusia.
1. Mengemban Wahyu Ilahi Hanya mengenai Kurban Bakaran, Penghakiman Allah, dan Beberapa dari Atribut-atribut Allah
Kitab Ayub tidak mengemban wahyu ilahi kecuali wahyu ilahi mengenai penebusan Allah melalui kurban bakaran (1:5), penghakiman Allah atas kejahatan manusia (9:19b), dan beberapa dari atribut-atribut Allah.
2. Tidak Menunjukkan Apakah Ayub atau Ketiga Temannya atau Elihu Menuntut untuk Mendapatkan Allah sebagai Pencapaian dan Kenikmatan Mereka
Kitab Ayub tidak menunjukkan apakah Ayub atau ketiga temannya atau Elihu menuntut untuk mendapatkan Allah sebagai pencapaian dan kenikmatan mereka. Sebaliknya, kitab ini hanya memberi tahu kita bahwa Ayub adalah seorang manusia yang sempurna dan tulus yang takut akan Allah (1:1).
3. Isinya Adalah Ekspresi-ekspresi dari Perasaan-perasaan Manusia di dalam Pandangan-pandangan dan Konsep-konsep yang Alamiah
Isi dari kitab Ayub adalah ekspresi-ekspresi dari perasaan-perasaan insani Ayub, ketiga temannya, dan Elihu di dalam pandangan-pandangan dan konsep-konsep alamiah mereka. Di dalam kitab ini tidak ada doa atau pujian yang dipersembahkan kepada Allah. Selain itu, tidak ada petunjuk bahwa Ayub, ketiga temannya, dan Elihu memiliki rasa haus terhadap Allah. Berkebalikan dengan pemazmur, mereka tidak mencari Allah, mengejar Allah, berdoa kepada Allah, atau menantikan Allah.
B. Mazmur Adalah satu Kitab yang Campur Aduk
Mazmur adalah satu kitab yang campur aduk. Beberapa dari doa-doa di dalam kitab ini tinggi, tetapi doa-doa lainnya sangat rendah.
Di dalam Mazmur 1, ada sejumlah penuntutan tertehtu terhadap Allah, tetapi penuntutan terhadap Allah di dalam hukum taurat-Nya. Sebaliknya, di dalam pasal 2, kita memiliki pujian terhadap Kristus, dan penyingkapan tentang Kristus. Di dalam pasal 1, pemazmur mencari Allah, namun ia tidak mencari Allah secara langsung, tetapi membuat hukum Allah sebagai sasaran dari pencariannya. Namun, di dalam Mazmur 2, 8, dan 16, pemazmur secara langsung mencari Allah itu sendiri. Di dalam Mazmur 36, pemazmur jelas bahwa obyek dari pencariannya seharusnya adalah Allah itu sendiri di dalam rumah-Nya. Pencarian yang demikian tidak bisa ditemukan di dalam kitab Ayub.
1. Sebagian Besar Bercampur dengan Ekspresi-ekspresi Pemazmur yaitu Perasaan-perasaan Mereka yang Campur Aduk
Sebagian besar, kitab Mazmur bercampur dengan ekspresi-ekspresi pemazmur yaitu perasaan-perasaan mereka yang campur aduk menurut konsep-konsep alamiah mereka mengenai hubungan antara pemazmur dengan Allah, dengan manusia, dan dengan musuh-musuh mereka. Bagian ini berhubungan dengan catatan Ayub dan bisa dianggap sebagai satu kelanjutan dari Ayub dengan gaya ekspresi-ekspresi insani dari perasaan-perasaan insani di dalam pandangan-pandangan dan konsep-konsep insani. Di dalam perkara ini, Ayub dan Mazmur itu seperti dua orang bersaudara yang sangat mirip satu sama lain.
2. Di Dalam satu Bagian Bermakna yang Bercampur dengan Wahyu-wahyu Ilahi tentang Kristus dengan Allah di dalam Rumah-Nya dan di dalam Kota-Nya
Di dalam bagian yang bermaknanya, kitab Mazmur bercampur dengan wahyu-wahyu ilahi tentang Kristus dengan Allah di dalam rumah-Nya (bait) dan di dalam kota-Nya (Yerusalem). Bagian ini harus diambil sebagai wahyu ilahi yang paling tinggi di dalam Perjanjian Lama mengenai Kristus sebagai sentralitas dan universalitas dari ekonomi Allah, yang dengan tegas ditekankan oleh Kristus sendiri di dalam Lukas 24:44 dan oleh rasul Paulus di dalam Ibrani 1:5-13 dan 10:5-7.
III. FUNGSI KITAB AYUB DI DALAM KITAB SUCI
Meskipun kitab Ayub mengandung sangat sedikit wahyu ilahi, tetapi kitab ini memiliki satu fungsi khusus di dalam Kitab Suci. Fungsi ini memiliki beberapa aspek.
A. Untuk Meministrikan kepada Para Pembacanya satu Gambaran dari Konsep Manusia mengenai Penanggulangan Allah terhadap Umat Kudus-Nya
Pertama, kitab Ayub meministrikan kepada para pembacanya satu gambaran dari konsep manusia mengenai penanggulangan Allah terhadap umat kudus-Nya. Gambaran yang demikian ini disajikan dengan jelas.
B. Untuk Menyingkapkan Kekurangan akan Wahyu Ilahi pada Zaman Ayub
Kedua, fungsi kitab Ayub adalah untuk menyingkapkan kekurangan akan wahyu ilahi pada zaman Ayub, yang sangat primitif di dalam mengenal Allah. Ada beberapa wahyu ilahi, tetapi wahyu itu berada dalam tahap yang primitif.
C. Untuk Melayani Para Pembaca Alkitab dengan satu Latar Belakang yang Negatif supaya Mereka Mau Melangkah Lebih Jauh di dalam Penuntutan akan Kebenaran-kebenaran yang Ilahi dan Rohani
Ketiga, di dalam fungsinya dalam Kitab Suci, kitab Ayub melayani para pembaca Alkitab dengan satu latar belakang yang negatif, supaya mereka mau melangkah lebih jauh dari apa yang bisa mereka terima di dalam kitab Ayub dan menuntut kebenaran-kebenaran yang ilahi dan rohani seperti kemajuan wahyu ilahi yang ditunjukkan di dalam Mazmur. Misalnya, wahyu ilahi di dalam Mazmur 45 mengenai Kristus sebagai Raja itu sangatlah tinggi.
D. Untuk Merangsang Rasa Lapar dan Haus Para Pembaca Alkitab untuk Mengenal Kristus sebagai Sentralitas dan Universalitas dari Ekonomi Kekal Allah
Kitab Ayub juga berfungsi untuk merangsang rasa lapar dan haus para pembaca Alkitab untuk mengenal Kristus sebagai sentralitas dan universalitas ekonomi kekal Allah dan mendorong mereka untuk keluar dari rasa puas diri mereka di dalam pencapaian mereka sekarang ini di dalam hal mengenal Allah. Rasa puas diri kita dengan apa yang kita kenal tentang Allah ini adalah satu penghalang bagi kemajuan kita di dalam memahami wahyu ilahi.
E. Untuk Mengosongkan Roh Para Pembaca Alkitab Agar Mereka Bisa Memiliki Lebih Banyak Ruang di dalam Roh Mereka untuk Mendapatkan Allah Lebih Banyak Lagi di dalam Kekayaan-kekayaan-Nya
Selain itu, kitab Ayub berfungsi untuk mengosongkan roh para pembaca Alkitab agar mereka bisa memiliki lebih banyak ruang di dalam roh mereka untuk mendapatkan Allah lebih banyak lagi di dalam kekayaan-kekayaan-Nya, yaitu mendapatkan Allah lebih banyak daripada hal lainnya.
F. Untuk Melayani Para Pembaca Alkitab dengan satu Kapasitas untuk Memahami Rahasia-rahasia di dalam Mazmur
Terakhir, kitab Ayub berfungsi untuk melayani para pembaca Alkitab dengan satu kapasitas untuk memahami rahasia-rahasia dari kitab selanjutnya, yaitu Mazmur. Jika kita datang kepada Mazmur tanpa membaca kitab Ayub, maka kita akan kekurangan akan bagian latar belakang yang diperlukan untuk memahami rahasia-rahasia di dalam Mazmur.
Kita telah melihat bahwa prinsip kita di dalam pengkajian kitab Ayub ini adalah untuk mempelajari kitab ini menurut apa yang diwahyukan di dalam Alkitab secara menyeluruh. Jika kita datang kepada kitab Ayub tanpa pemahaman yang tepat akan wahyu ilahi di dalam seluruh Kitab Suci, maka kitab ini tidak akan banyak berarti bagi kita, dan kita tidak akan memahami sasaran dari penanggulangan Allah terhadap Ayub.
Ada beberapa pembaca kitab Ayub yang mengenal tentang kesabaran dan ketekunannya (Yak. 5:10-11), dan tentang berkat materi yang Ayub terima pada akhirnya, tetapi mereka tidak mengenal apa arti melihat Allah atau apa maksud Allah di dalam penampakkan-Nya kepada Ayub. Mengenai penanggulangan Allah terhadap Ayub, ada hal-hal misterius tertentu dan hal-hal ini sampai beberapa tingkat disingkapkan di dalam Mazmur. Untuk mendapatkan satu penyingkapan yang lengkap, kita perlu datang ke Perjanjian Baru untuk melihat wahyu mengenai inkarnasi, penghidupan insani, penyaliban, kebangkitan, kenaikan Kristus dan turunnya Dia untuk menghasilkan gereja sebagai Tubuh Kristus yang akan rampung di dalam Yerusalem Baru.
IV. FUNGSI KITAB MAZMUR
Fungsi kitab Mazmur juga memiliki beberapa aspek.
A. Untuk Memenuhi Celah Yang Tersisa pada Akhir dari Kitab Ayub
Ada satu celah yang besar yang tersisa pada akhir dari kitab Ayub, dan fungsi pertama Mazmur adalah memenuhi celah itu.
B. Untuk Menunjukkan kepada Para Pembaca Alkitab Bagaimana Roh Kudus Memalingkan Pemazmur dari Hukum Taurat kepada Kristus
Mazmur juga berfungsi untuk menunjukkan kepada para pembaca Alkitab bagaimana Roh Kudus memalingkan para pemazmur dari hukum taurat, yang mereka kasihi dan berusaha untuk memeliharanya, kepada Kristus, yang mengenainya mereka tidak memiliki pemikiran apa pun. Pemazmur memang benar di dalam menuntut Allah, tetapi mereka tidak benar dalam membuat hukum Alah menjadi sasaran dari penuntutan mereka. Mereka perlu dipalingkan di dalam penuntutan mereka dari hukum taurat kepada Kristus. Hukum taurat adalah garis samping di dalam Kitab Suci, sedangkan Kristus, pohon hayat, adalah garis utama.
C. Untuk Meministrikan kepada Para Pembaca Alkitab Kristus yang Almuhit di dalam Ekonomi Allah
Selanjutnya, Mazmur meministrikan Kristus yang almuhit di dalam ekonomi Allah kepada para pembaca Alkitab, di dalam penuntutan mereka yang bodoh akan Allah. Tidaklah memadai bila kita hanya berpaling dari hukum taurat kepada Kristus; kita juga perlu mengenal bahwa Kristus adalah pusat dan lingkaran, poros dan pelek/lingkaran dari ekonomi kekal Allah. Ini berarti bahwa di dalam ekonomi kekal Allah, Kristus adalah segalanya. Dia adalah sentralitas dan Dia juga adalah universalitas. Kita perlu mempelajari Mazmur untuk mempelajari detil-detil mengenai Kristus yang almuhit di dalam ekonomi kekal Allah.
D. Untuk Membantu Para Pembaca Alkitab Mengenal Bahwa Wahyu Ilahi Itu Selalu Maju sampai Mencapai Puncaknya yaitu Yerusalem Baru
Selain itu, Mazmur membantu para pembaca Alkitab mengenal bahwa wahyu ilahi itu selalu maju, semakin tinggi, semakin dalam, semakin kaya, bukan hanya dari kitab Ayub kepada kitab Mazmur, melainkan juga dari Mazmur kepada semua kitab berikutnya di dalam Perjanjian Lama dan kepada kitab-kitab lainnya di dalam Perjanjian Baru, sampai wahuu ini mencapai puncaknya yaitu Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru sebagai perampungan dan akhir dari wahyu ilahi menurut ekonomi kekal Allah.