Mengasihi Allah
Jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."
Matius 22:37-38
Beberapa hari yang lalu, saya menerima satu paket barang dari seorang saudari (ia adalah seorang saudari yang sangat berbobot di dalam Tuhan, dan telah meninggal beberapa bulan yang lalu). Di antaranya ada secarik kertas yang bertuliskan : "Ya Allah, aku bersyukur kepadaMu, karena Engkau memberi kami satu perintah, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu!" Oh, betapa dalamnya ini! Saya tidak tahu, ada berapa banyak orang Kristen yang bisa berkata, "Ya Allah, aku bersyukur kepadaMu, karena Engkau memberi satu perintah, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Ya, semua orang Kristen, patut mengasihi Allah. Di dunia ini tidak ada satu agama pun, selain Kristen, yang mengatakan bahwa kita harus mengasihi Allah. Mengasihi Allah adalah satu ciri khas orang Kristen.
Untuk mendapatkan hidup yang kekal, Alkitab tidak mengatakan, bahwa kita harus dengan segenap hati percaya kepada Tuhan, sebab untuk mendapatkan hidup yang kekal, cukup dengan percaya. Tetapi mengasihi Allah, haruslah mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Selanjutnya dikatakan, "Itulah hukum yang terutama dan yang pertama." Dengan kata lain, ini adalah perkara yang lebih besar daripada perkara lainnya; di mana pun ia ditempatkan, ia selalu nomor pertama. Hari ini, kita harus memuji Allah atas perintahNya yang menghendaki kita mengasihi Dia.
Allah senang bila kita mengasihi Dia, hal ini berfaedah bagiNya. Percaya kepadaNya beroleh hidup kekal, inilah faedah yang kita terima. Allah tidak hanya menghendaki kita percaya kepadaNya, juga menghendaki kita mengasihi Dia. Bagaimanakah keadaan orang yang mengasihi Allah? Baiklah kita bahas beberapa ayat di bawah ini :
Satu Yohanes 2:15 mengatakan, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." Ayat ini menunjukkan, bahwa kasih akan Bapa seolah-olah merupakan satu benda yang dapat ditaruh di dalam kita, dan dapat pula keluar dari dalam kita. Jika seseorang menaruh kasih akan Bapa di dalam dirinya, maka ia dapat mengasihi Bapa.
Banyak orang muda tidak dapat membuang dunia. Ketika mereka bersidang dan mendapatkan anjuran atau dorongan, mereka seakan-akan tidak mau mengasihi dunia lagi; tetapi berselang beberapa waktu, mereka kembali seolah tidak bisa terpisah dari dunia. Kita harus memiliki sesuatu yang lebih indah di dalam kita, barulah kita dapat menyingkirkan hati yang mengasihi dunia itu.
Suatu kali, ada suatu pameran lukisan. Banyak lukisan indah yang dipamerkan harus dipandang dari jarak jauh baru bisa dinikmati makna dan keindahannya. Tetapi di antaranya ada sebuah lukisan yang harus dipandang dari dekat, baru bisa diketahui maknanya. Lukisan itu menyiratkan gambaran orang Kristen. Terlukis di sana seorang anak kecil sedang duduk di lantai, di sekelilingnya berserakan mainan kesenangan anak-anak yang indah-indah. Namun anak itu sama sekali tidak menaruh perhatian kepada mainan-mainan itu. Mata anak itu justru menatap ke arah jendela dan kedua tangannya diulurkan ke atas ke arah jendela itu. Jika dilihat dari jauh, orang yang melihatnya akan merasa aneh sekali, tetapi jika mendekat dan melihatnya dengan teliti, ternyata di jendela itu hinggap seekor burung merpati yang indah. Di bawah lukisan itu tertulis kata-kata : "Karena ingin mendapatkan burung merpati yang indah itu, anak kecil ini telah mengabaikan semua mainannya." Dari cerita gambar itu, ternyatalah bahwa demi mendapatkan sesuatu yang lebih baik, maka barang-barang yang kurang baik akan diabaikan. Demikian juga cara Allah menyuruh kita membuang barang-barang yang kurang indah. Allah tidak pernah menyuruh kita membuang apa-apa, melainkan meletakkan sesuatu yang lebih indah di hadapan kita. Jika kita mau mendapatkannya, dengan sendirinya kita akan membuang barang-barang yang lain.
Ada seorang pemuda Kristen, dulu ia pernah tinggal bersama saya selama dua bulan. Suatu hari ia berkata, bahwa ia tidak bisa membuang dunia. Ia berkata kepada seorang saudara yang tua, "Anda sudah menikmati kesenangan dunia, karena itu Anda bisa membuangnya. Aku belum menikmatinya, karena itu aku tidak bisa berbuat demikian." Pemuda ini hanya dapat percaya kepada Allah, tetapi tidak dapat mengasihi Allah. Ketahuilah, percaya kepada Allah, bisa menolong Anda terlepas dari dosa, sedang mengasihi Allah, dapat membuat Anda terlepas dari dunia. Saudara saudari, kita perlu mempersilakan kasih Allah masuk ke dalam kita. Begitu kasih Allah masuk, niscayalah keduniawian kita akan lenyap.
Satu Yohanes 4:20 mengatakan, "Jikalau seorang berkata : "Aku mengasihi Allah", dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya." Terhadap ayat ini, banyak orang yang bisa menghafalnya, bahkan kadang-kadang digunakan dalam kalangan orang kafir. Namun ayat ini sebenarnya bukan ditujukan kepada mengasihi saudara dalam keluarga Anda, melainkan kepada setiap saudara yang berada dalam Kristus. Banyak orang yang karena sikap dan kelakuannya membuat Anda tidak bisa mengasihinya; tetapi bila kasih Allah masuk ke dalam Anda, maka Anda bisa mengasihinya. Bukan mengasihi saudara yang Anda senangi atau saudara yang layak Anda kasihi, melainkan hanya "mengasihi saudara". Jika Anda tidak bisa mengasihi saudara, itu berarti kasih Bapa tidak ada di dalam hati Anda. Sebaliknya, jika Anda telah memiliki kasih Allah, Anda pasti mengasihi saudara.
Ada seorang saudara, ayahnya dibunuh oleh seseorang. Dia berniat membalas dendam kepada orang yang membunuh ayahnya. Tetapi, saudara ini adalah orang Kristen yang sejati. Pada suatu hari, di tempat tinggalnya diadakan sidang pemecahan roti. Semua saudara saudari duduk mengitari sebuah meja yang besar. Saudara ini hadir dalam sidang itu. Kebetulan sekali, ia justru duduk berdampingan dengan orang yang telah membunuh ayahnya itu. Dia segera bangkit dan meninggalkan ruang sidang dengan pergumulan batin yang hebat : Membalas membunuhnya, atau masuk dan duduk bersamanya memecahkan roti? Pada saat itulah Allah menyatakan kasih Kristus kepadanya. Dia tampak bahwa sebenarnya ia pun adalah musuh Allah, tetapi Kristus malah menyelamatkannya. Kasih Allah meluluhkan hatinya. Kemudian ia menyeka air mata dan masuk memecahkan roti bersama seterunya itu. Ketika orang itu ke luar, ia tidak lagi memandangnya sebagai musuh, melainkan menganggapnya sebagai seorang saudara dalam Tuhan. Bila kita benar-benar memiliki kasih Allah, kita pasti dapat mengasihi orang yang tidak layak kita kasihi.
Satu Yohanes 52-3 mengatakan, "Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintahNya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat." Mengapa mengasihi Allah dapat membuat kita melakukan perintah-perintahNya? Mari kita melihat Injil Yohanes 14:21-23, bagian demi bagian. "Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku" Ini menyatakan, jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti menuruti perintah-perintahNya. Saudara saudari, hari ini, siapa di antara kita yang dapat mengatakan, bahwa dirinya telah melakukan semua perintah Allah yang dia ketahui dan ditujukan kepadanya? Yang belum diketahui, tidak usah dikatakan, tapi yang sudah diketahui, apakah sudah Anda lakukan? "Memegang perintahKu" juga berarti "mencari perintah-perintah Tuhan". Banyak orang Kristen yang merasa takut akan perintah Allah, dan tidak senang mendengar perintah Allah. Kita harus tahu, tidak saja ketika Allah memberi perintah kepada kita, kita wajib melakukannya, bahkan kita wajib mencari perintah Allah itu. Setelah mendapatkannya, kita wajib melakukannya. Mencari perintah Allah berarti memikirkan Allah, dan itulah pernyataan mengasihi Allah.
"Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya." Inilah kebaikan yang kita peroleh karena mengasihi Allah. Saya pernah melihat banyak anak-anak Allah yang terkenal, namun saya tidak menemukan banyak orang yang mengenal Allah. Banyak orang pandai membaca Alkitab, tetapi mereka tidak mengenal Allah; mereka memang mengerti Alkitab, tetapi tidak mengenal kuasa Allah. Banyak juga orang yang pandai berkhotbah, namun mereka sebenarnya tidak mengetahui apa yang dikhotbahkannya itu. Apakah sebabnya? Sebab Tuhan tidak menyatakan diri kepadanya. Sekalipun Tuhan berada di hadapannya, jika Tuhan tidak memberikan wahyu kepadanya, ia tetap tidak mengenal Tuhan. Tetapi banyak orang tidak mendapatkan penyataan Tuhan, disebabkan mereka tidak mengasihi Tuhan, tidak melakukan perintahNya. Di dunia ini hanya ada sejenis orang yang mengasihi Tuhan, yakni orang yang setia kepadaNya.
Jika Anda ingin mencari orang yang benar-benar mengenal Tuhan, janganlah mencarinya di tempat-tempat yang besar dan ramai. Sering kali, di tempat-tempat yang sunyi dan terpencil, atau di sebuah bilik, di sana ada orang yang sedang melayani Tuhan dengan setia. Tatkala Anda berjumpa dengan dia, Anda akan tampak bahwa Allah menyertainya. Ada orang yang begitu kita lihat, kita akan segera menghargainya. Ada orang yang sangat bergairah, ada orang yang bertalenta, ada orang yang sangat baik, dan ada orang yang sangat lemah-lembut dan rendah hati, namun dari diri mereka tidak terlihat adanya penyertaan Allah. Pernah seseorang bertanya kepada saya, "Apakah kebaikan saudari itu?" Saya menjawab, "Setiap kali saya berjumpa dengan dia, selalu terasa adanya penyertaan Allah" Inilah wahyu Allah. Ingatkah Anda, ada satu kisah dalam Alkitab, tentang perempuan bangsawan Sunem yang berkata kepada suaminya : "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus" (2Raja-raja 4:9). Apa yang diperlihatkan Elisa kepada perempuan itu? Elisa tidak melakukan perbuatan ajaib di depan perempuan itu, namun setiap kali ia datang, ia selalu memberinya satu perasaan akan penyertaan Allah. Saudara saudari, apakah kita senang akan penyataan Allah? Jika ya, haruslah kita dengan berbagai macam cara mencari perintah Allah, dan kemudian melakukan perintahNya.
"Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami (Allah dan Kristus) akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia." Allah dan Kristus menyertai orang-orang yang percaya, namun Allah dan Kristus "diam" (tinggal) bersama-sama dengan orang yang mengasihi Dia. Jadi, tidak hanya menyertai, bahkan tinggal bersamanya. Penyertaan, kadang-kadang tidak terasa. Ketika Anda mencari perintah Allah dengan setia, tidak mempedulikan yang lain, Anda akan menemukan bahwa Allah tinggal bersama Anda.
Injil Yohanes 15:9-10 mengatakan, "Tinggallah di dalam kasihKu itu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya" Apakah artinya "tinggal di dalam kasihNya"? Ketika kita baru beroleh selamat, kita sungguh merasa bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Tetapi hingga hari ini, kita seolah tidak merasakan apa-apa lagi. Meskipun kita masih tetap mengakui betapa dalam kasihNya, namun kita tidak merasakan apa-apa lagi. Jika kita senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan, kita akan selalu merasakan kasihNya. Tinggal di dalam kasih Tuhan, berarti memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kasihNya. Dengan kata lain, kita selalu berada di dalam lingkungan kasihNya. Ketika Anda ditentang atau dibenci orang, Anda akan benar-benar mengetahui betapa Tuhan mengasihi Anda. Jika kita sering mencari perintah Allah dan melakukannya, kita akan senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan. Tuhan kita tidak pernah sedetik pun tidak merasakan kasih Bapa; Dia senantiasa ada di dalam kasihNya, karena Dia menuruti perintah Bapa. Jika Anda ingin senantiasa tinggal di dalam kasih Tuhan, Anda harus senantiasa melakukan perintahNya. Bila kasih Allah ada di dalam kita, maka sekalipun menghadapi perintahNya yang amat sulit dan berat, kita pasti dapat melakukannya. Ada orang yang karena mengasihi Allah, meninggalkan orang tuanya, ada orang meninggalkan istri dan anaknya, ada orang meninggalkan kedudukannya, ada orang meninggalkan ketenarannya. Karena memiliki kasih Allah, maka semua itu dapat dilakukan.
Roma 8:28 mengatakan, "segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia." Ayat ini banyak diketahui orang. Tetapi hanya sejenis orang saja yang dapat menerima kebaikan ini, yaitu orang yang mengasihi Allah. Jika Anda tidak mengasihi Allah, mungkin tidak ada satu perkara pun yang bisa mendatangkan kebaikan bagi Anda. Allah tidak mengubah segala sesuatu; Allah akan mengubah hati Anda. Jika Anda mengasihi Allah, sekalipun semua perkara di hadapan Anda tetap demikian, Anda akan menerima kebaikannya. Adakalanya kita merasa heran (menyalahkan) akan perkara-perkara yang menimpa diri kita, tetapi kalau kita mengasihi Allah, semuanya tidak akan terhitung apa-apa lagi. Bahkan keadaan sekeliling yang tidak menyenangkan Anda, akan berfaedah bagi Anda, jika Anda mengasihi Allah.
Satu Korintus 2:9-10 mengatakan, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh ..." Apa yang kita tampak dalam kedua ayat di atas? Yang disediakan Allah bagi orang yang percaya kepadaNya adalah hidup yang kekal, tetapi yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihiNya adalah perkara-perkara yang akan datang. Berkat bahagia yang akan datang itu hanya dapat diketahui oleh orang-orang yang mengasihi Allah. Jika ada orang berkata, bahwa ia telah melihat suatu barang yang indah, atau ia telah mendengar sesuatu yang indah, atau ia pernah memikirkan sesuatu. yang indah; ketahuilah, itu tidak seindah yang kelak akan diperoleh orang yang mengasihi Allah, sebab yang akan datang ini belum pernah dilihat oleh mata siapa pun, dan belum pernah didengar oleh telinga mana pun, bahkan tidak pernah timbul dalam pikiran seorang manusia pun. Justru, berkat bahagia sedemikian ini, sudah dinyatakan Allah demi RohNya kepada orang-orang yang mengasihiNya. Dengan kata lain, pada masa kini juga, seorang yang mengasihi Tuhan dapat menikmati kebaikan-kebaikan yang belum pernah dilihat, didengar dan dipikirkan oleh manusia. Ketika Allah menyatakan kemuliaanNya kepada Anda, Anda akan berseru, "Oh, alangkah sukacitanya!" Kemuliaan sorgawi terlalu indah, sehingga Anda seolah-olah tidak tahan menerimanya.
Saudara saudari, kiranya kita mau dengan tulus hati menderita sengsara bagi Tuhan, dan mau membayar harga untuk menempuh jalan ini. Kita mau dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita, agar Tuhan menyatakan kemuliaanNya kepada kita.
Yakobus 1:12 mengatakan, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." Kita sering menduga, kalau kita ingin mendapatkan mahkota kehidupan, entah harus melakukan berapa banyak pekerjaan bagi Tuhan. Namun di sini kita tampak, syarat untuk mendapat mahkota kehidupan hanya ada satu : yaitu mengasihi Tuhan. Saudara saudari, kita sangat kurang mengasihi Allah! Kita sepertinya telah kehilangan kasih yang mula-mula itu! Hal ini sangat disayangkan!
Dalam Injil Yohanes pasal 21, Tuhan berkata kepada Petrus, "Apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-dombaKu." Jika ada orang benar-benar mengasihi Tuhan, ia pasti memperhatikan jiwa manusia. Tidak mungkin ada orang yang benar-benar mengasihi Tuhan, tetapi tidak memperhatikan keselamatan orang lain. Anda tidak boleh tidak mementingkan keselamatan jiwa pegawai, pelayan, sanak keluarga dan orang-orang yang dekat dengan Anda.
Injil Yohanes 14:28 mengatakan, "Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih besar daripada Aku" Kita mengasihi Tuhan, tidak saja ternyata dalam hal mengasihi saudara dan melakukan perintah Allah, juga harus bersukacita karena Tuhan Yesus pergi kepada Bapa. Dengan kata lain, Anda harus bersukacita karena Tuhan Yesus pergi kepada BapaNya untuk mendapatkan kemuliaan. Oh, alangkah dalamnya perkara ini! Banyak orang tidak tahu, bahwa Tuhan naik ke surga kepada BapaNya yang lebih besar daripadaNya, adalah untuk mendapatkan kemuliaan yang amat besar itu. Jika kita tidak memahami hal ini, kita tidak bisa beribadah kepada Allah. Tentunya kita senang melihat orang yang kita kasihi itu mendapat kemuliaan. Jika kita mengasihi Tuhan, kita pasti bersukacita karena Tuhan pergi kepada Bapa.
Injil Matius 10:37-38 mengatakan, "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dan padaKu, ia tidak layak bagiKu, dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dan padaKu, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu." Dari ayat-ayat ini kita tampak, hanya bila kita tidak mempedulikan segala-galanya, barulah kita dapat lebih mengasihi Tuhan. Seorang imani mengatakan, "Ketika kita beribadah kepada Allah, tidak saja kita harus mengetahui kebesaranNya, juga harus mengetahui keindahanNya. Ya, ini perkataan yang tepat sekali. Oleh karena Allah itu patut kita kasihi, dengan sendirinya kita dapat menghampiriNya.
Bagaimana Allah mengasihi kita? Banyak ayat Alkitab yang mengatakan tentang Allah mengasihi kita. Secara individual, "Dia mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku" (Galatia 2:20); secara korporat, "Ia (Kristus) mengasihi jemaat (gereja) dan menyerahkan diriNya baginya" (Efesus 5:25). Roma 5:8 mengatakan, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Satu Yohanes 4:10 mengatakan, "Inilah kasih itu : Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." Allah mengasihi kita, karena itu Dia mengutus PutraNya untuk mati bagi kita. Kecuali salib, tidak ada kasih! Mengapa Tuhan menghendaki kita memecahkan roti sekali seminggu? Sebab Dia tidak menginginkan kita terpisah terlalu jauh dengan Dia, seakan-akan kita segera melupakanNya, tetapi Dia menarik kita kembali. Jika kita ingat betapa menderitanya kita sewaktu masih menjadi orang dosa, dan betapa besarnya karunia Tuhan yang menyelamatkan kita, niscayalah kita tidak dapat tidak mengasihi Tuhan. Ketika orang Israel di padang belantara, mereka terkenang akan sayur-mayur, bawang dan semangka Mesir, mereka lupa akan aniaya raja Firaun, lupa akan kesengsaraan perbudakan di Mesir, lupa akan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari kesengsaraan yang sangat besar itu. Karena itu, hati mereka seperti tidak bisa meninggalkan Mesir. Begitu pula, jika kita melupakan salib, kita pun akan melupakan kasih Allah. Jika kita melupakan kasih Allah, sudah tentu kita akan memikirkan dunia lagi.
Bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan? Mari kita baca Injil Lukas 7:47, "Sebab itu Aku berkata kepadamu : Dosanya yang banyak itu telah diampuni sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Jika kita ingat betapa dosa kita telah diampuni, maka tak dapat tidak kita mengasihi Tuhan. Jika pada satu hari, salib tidak bisa menggerakkan hati Anda lagi, pada hari itulah Anda telah jatuh. Tuan Robert telah menangis beberapa bulan lamanya, karena ia merasa tidak tergerak oleh salib Tuhan; ia berhenti menangis setelah salib dapat menggerakkan hatinya lagi. Karenanya terjadilah kebangunan rohani yang terkenal dalam sejarah, yaitu kebangunan di Wales. Sampai hari ini, tidak pernah terjadi kebangunan yang lebih hebat daripada kebangunan kali itu. Mengapa perempuan itu mau menyeka kaki Tuhan dengan rambutnya sambil menangis, bahkan menciumi kaki Tuhan? Tak lain karena ia ingat, bahwa semua dosanya telah Tuhan ampuni.
Saudara saudari, kita harus berdiri teguh di bawah salib Tuhan. Meskipun kelak mungkin kerohanian Anda menjadi lebih kuat 100 kali lipat daripada sekarang, namun tetaplah ingat, bagaimana dosa-dosa Anda itu telah diampuni Tuhan.
Satu Korintus 16:22 mengatakan, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan terkutuklah ia. Maranata!" Perkataan ini sangat serius! Jika ada orang yang tidak mengasihi Tuhan, ia patut dikutuk.
Efesus 6:24 mengatakan, "Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa." Kasih karunia diberikan kepada orang macam apa? Yaitu kepada orang yang mengasihi Tuhan. Jika orang bertanya, "Apakah Anda percaya kepada Tuhan?" Dan Anda menjawab, "Saya mengasihi Tuhan," semua orang pasti akan merasa takjub.
Satu Petrus 1:8 mengatakan, "Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia; namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan." Di sini dikatakan, karena kita telah percaya kepadaNya, maka kita mengasihiNya. Apakah hasil dari mengasihi karena percaya? Timbullah sukacita, dan sukacita ini sangat besar, mulia dan tidak terkatakan.
Akhirnya, saudara saudari, saya ingin berkata seperti apa yang pernah dikatakan seorang imani tua kepada seorang imani muda saat mereka berpisah, "Semoga Anda menjadi seorang kekasih Tuhan Yesus!"