← Daftar isi Imamat (3) · bab 1/20

KUSTA DALAM RUMAH

Pembacaan Alkitab: Im. 14:33-53

Dalam berita mengenai Imamat 13, kita melihat bahwa kusta bisa terjangkit pada diri seseorang, bisa juga pada pakaian seseorang. Dalam berita ini kita akan membahas kusta dalam rumah.

I. KUSTA DALAM RUMAH MELAMBANGKAN DOSA DAN KEJAHATAN DALAM GEREJA

Setiap hal dalam Kitab Imamat adalah lambang. Ini mencakup rumah dalam pasal 14. Berdasarkan prinsip yang menyatakan Kitab Imamat ditulis dalam bentuk lambang, kita dapat menafsirkan rumah dalam Imamat 14:33-53 sebagai lambang gereja. Sebagai kaum beriman Perjanjian Baru, kita mengakui bahwa rumah sejati kita bukanlah rumah fisik tetapi gereja. Tanpa hidup gereja yang tepat, kita tidak punya rumah. Hanya ketika kita berada dalam gereja dan menempuh hidup gereja yang tepat, kita baru benar-benar berada di rumah. Banyak orang dapat bersaksi bahwa ketika mereka masuk ke dalam hidup gereja, mereka merasa berada di rumah. Karena itu, rumah dalam Imamat 14 melambangkan gereja sebagai keluarga kita, rumah kita, dan kusta dalam rumah melambangkan dosa dan kejahatan dalam gereja (ayat 33-48).

A. Allah Meletakkan Penyakit Kusta dalam Rumah di Negeri Milik Israel

Imamat 14:34 membicarakan Allah meletakkan penyakit kusta dalam rumah di negeri milik Israel. Ini melambangkan bahwa ketika keadaan gereja menjadi tidak normal, Allah membuat dosa kusta tertampak dalam gereja, mengingatkan dan memperingatkan kaum beriman bahwa mereka tidak lagi memiliki rumah untuk tinggal di dalamnya dan tidak lagi dapat menikmati semua berkat yang Allah janjikan dalam keselamatan-Nya.

Sejak tahun 1930-an, saya telah berada dalam pemulihan Tuhan. Saya telah melewati banyak kekacauan. Kadang-kadang kekacauan mencapai suatu tingkat sehingga di dalam rumah timbul kusta. Ketika gereja menjadi kusta, sakit karena dosa dan kejahatan, kita memiliki perasaan bahwa kita telah kehilangan rumah kita, bahwa kita telah menjadi tunawisma. Selain itu, ketika gereja sakit kusta, kita kehilangan kenikmatan atas Kristus. Karena tidak ada gereja yang tepat, maka kita tidak dapat menikmati semua berkat Allah yang dijanjikan dalam keselamatan-Nya.

B. Pemilik Rumah Harus Datang dan Memberi Tahu

Imam bahwa Sesuatu seperti Tanda Kusta

Tertampak di Rumahnya

“Apabila kamu masuk ke tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepadamu menjadi milikmu dan Aku mendatangkan tanda kusta di sebuah rumah di negeri milikmu itu, maka pemilik rumah itu harus datang memberitahukannya kepada imam: Ada kelihatan seperti tanda kusta di rumahku” (Im. 14:34-35). Pemilik datang dan memberi tahu hal ini kepada imam melambangkan bahwa saudara yang memimpin atau orang yang memperhatikan gereja datang kepada Tuhan atau rasul yang mewakili Tuhan, dan memberi tahu Tuhan atau wakil-Nya. Ini adalah apa yang perlu kita lakukan ketika gereja sakit.

C. Mengosongkan Rumah supaya Semua yang Ada di Dalam Rumah Tidak Menjadi Najis

“Maka imam harus memerintahkan supaya rumah itu dikosongkan, sebelum ia datang memeriksa tanda kusta itu, supaya jangan menjadi najis segala yang ada di dalam rumah itu” (Im. 14:36a). Ini melambangkan seseorang berusaha sekuatnya untuk mencegah dan menyingkirkan penularan.

Untuk menghentikan penularan, kita harus berhati-hati mengenai pembicaraan kita, karena bergosip akan menyebarkan penyakit. Dari pengalaman kita tahu bahwa gosip menularkan penyakit dalam gereja. Jika kita mendengarkan gosip, kita akan tercemar. Melalui berhati-hati terhadap gosip, kita akan menghentikan penyebaran penyakit menular.

D. Imam Datang untuk Memeriksa Rumah Itu

“Dan sesudah itu barulah imam datang untuk memeriksanya” (Im. 14:36b). Ini melambangkan bahwa Tuhan atau rasul datang untuk memeriksa. Jenis pemeriksaan ini bukan untuk menghukum, melainkan anugerah untuk menyembuhkan.

E. Jika Penyakit Itu Ada di Dinding Rumah dengan

Tanda Kehijau-hijauan atau Kemerah-merahan,

Kelihatan Lebih Dalam dari Permukaan Dinding,

Imam Harus Menutup Rumah Itu Selama Tujuh Hari

“Kalau menurut pemeriksaannya tanda pada dinding rumah itu merupakan lekuk-lekuk yang kehijau-hijauan atau kemerah-merahan warnanya, yang kelihatan lebih dalam dari permukaan dinding itu, imam harus keluar dari rumah itu, lalu berdiri di depan pintu rumah, dan menutup rumah itu tujuh hari lamanya” (Im. 14:37-38). Ini melambangkan bahwa masalah gereja bukan hanya di permukaan, tetapi juga di kedalaman, di bawah permukaan. Persekutuan gereja harus dijaga di bawah pengawasan sampai waktu yang ditentukan genap. Ketika ada sakit yang demikian dalam hidup gereja, para penatua, pewajib, harus sekuatnya mengawasi komunikasi antar kaum beriman dan persekutuan antar mereka untuk waktu yang memadai. Semakin sering pengawasan ini dilakukan akan semakin baik.

F. Setelah Pemeriksaan pada Hari Ketujuh,

Jika Penyakit Itu Meluas di Dinding Rumah,

Batu yang Terkena Penyakit Harus Diungkit

dan Dibuang ke Tempat yang Najis di Luar Kota

“Pada hari yang ketujuh imam harus datang kembali; kalau menurut pemeriksaannya tanda kusta itu meluas (menyebar) pada dinding rumah, maka imam harus memerintahkan supaya orang mengungkit batu-batu yang kena tanda itu dan membuangnya ke luar kota ke suatu tempat yang najis” (Im. 14:39-40). Ini melambangkan bahwa setelah pengamatan sejangka waktu genap, jika masalah gereja masih menyebar, orang beriman atau kaum beriman yang terlibat dalam masalah harus disingkirkan dari persekutuan gereja dan dianggap najis, seperti orang luar (lihat 1Kor. 5). Ini berarti ketika gereja menderita penyakit tertentu, para penatua harus mengamati keadaan. Jika masalahnya memburuk, sumber masalah itu, orang beriman atau kaum beriman yang terlibat dalam penyakit ini, harus disingkirkan dari persekutuan, komunikasi gereja, untuk menghentikan penyebaran penyakit itu dan menyingkirkan penyakit itu. Sebenarnya, masalahnya perlu ditanggulangi dari banyak arah. Bagaimana kita menangani keadaan ini tergantung pada pengamatan dan hikmat yang kita terima dari Allah.

G. Mengikis Rumah Itu Sebelah Dalam Berkeliling

dan Menumpahkan Kikisan Itu ke Tempat Najis ke Luar Kota

“Dan ia harus mengikis rumah itu sebelah dalam berkeliling, dan kikisan lepa itu haruslah ditumpahkan ke luar kota ke suatu tempat yang najis” (Im. 14:41). Ini melambangkan bahwa karena beberapa orang beriman bermasalah, seluruh gereja ditanggulangi, dan apa pun yang ditanggulangi harus diletakkan di luar gereja sebagai yang najis.

H. Mengambil Batu-batu Lain dan Memasangnya di Tempat Batu-batu yang Dibuang

“Dan orang harus mengambil batu-batu lain, lalu memasangnya sebagai pengganti batu-batu tadi” (Im. 14:42a). Memasang batu-batu lainnya di tempat batu-batu yang dibuang melambangkan memakai kaum beriman lain untuk menutupi tempat yang kosong. Ketika gereja sakit kusta, sering kali orang yang terlibat masalah itu harus disingkirkan dari persekutuan gereja. Ini akan mengakibatkan adanya tempat yang kosong, kita harus berusaha menutupi tempat yang kosong ini dengan orang beriman lain.

I. Mengambil Lepa Lain dan Melepa Rumah Itu

“Dan harus mengambil lepa lain dan melepa rumah itu” (Im. 14:42b). Ini sangat penting, sebab ini melambangkan memperbarui gereja dengan pengalaman baru atas pekerjaan anugerah Tuhan. Dalam menanggulangi kusta di dalam rumah, tidaklah cukup hanya menyingkirkan orang beriman tertentu dan kemudian menutupi tempat yang kosong dengan orang beriman lain. Kita perlu memiliki permulaan baru dalam hidup gereja, yaitu, memperbarui gereja dengan pengalaman baru atas pekerjaan anugerah Allah. Ini dilambangkan oleh lepa yang lain untuk melepa rumah itu. Ini bukan hanya menanggulangi masalah, tetapi juga membawa masuk kekayaan Kristus dalam cara yang baru. Jika kita tidak dapat melakukan ini, tetapi hanya melakukan sesuatu secara legal untuk menyingkirkan orang tertentu dan menggantikannya dengan orang lain, ini akan membuat gereja kosong, dan dalam kekosongan ini gereja akan lebih menderita. Karena itu, orang yang memimpin perlu berdoa, mungkin dengan berpuasa, supaya gereja menerima sesuatu yang baru dalam pengalaman atas pekerjaan anugerah Kristus. Kemudian hidup gereja akan diperbarui, dilepa dengan lepa yang baru, dan semua anggota akan bersukacita melihat hidup gereja yang diperbarui.

J. Jika Penyakit Itu Timbul Lagi di Dalam Rumah

Sesudah Batu-batunya Diungkit dan Sesudah

Rumah Itu Dikikis, dan Dilepa Lagi,

Itu Adalah Kusta Ganas, Adalah Najis;

Rumah Itu Harus Dirombak

“Tetapi jikalau tanda itu timbul lagi di dalam rumah itu, sesudah batu-batunya diungkit dan sesudah rumah itu dikikis, bahkan sesudah dilepa lagi, dan kalau imam datang dan menurut pemeriksaannya tanda itu meluas di dalam rumah, maka kusta ganaslah yang di dalam rumah itu, dan rumah itu najis. Rumah itu haruslah dirombak, yakni batunya, kayunya dan segala lepa rumah itu, lalu dibawa semuanya ke luar kota ke suatu tempat yang najis” (Im. 14:43-45). Ini melambangkan bahwa setelah ditanggulangi, jika dosa-dosa serius timbul lagi, seluruh gereja harus dirombak. Ini sangat kasihan. Jika keadaan gereja mencapai titik di mana tidak dapat diobati, disembuhkan, maka gereja itu harus diakhiri.

K. Selama Rumah Itu Ditutup,

Orang yang Masuk ke Dalam Rumah Itu Najis Sampai Matahari Terbenam

“Dan orang yang masuk ke dalam rumah itu selama rumah itu ditutup, menjadi najis sampai matahari terbenam” (Im. 14:46). Ini melambangkan bahwa orang yang menjamah hal-hal yang cemar, hari usangnya harus diakhiri dan harus ada permulaan yang baru. Ketika ada masalah dalam hidup gereja, orang yang memimpin harus berusaha memperoleh sesuatu yang baru dalam pengalaman atas Kristus, supaya gereja bisa memiliki permulaan yang baru. Permulaan yang baru sedemikian dapat menolong gereja yang sakit terlepas dari kesulitan (masalah). Namun, jika kita mencurahkan perhatian untuk masalah-masalah, masalahnya akan lebih banyak atau akan lebih serius. Jadi, perlu mencari pengalaman baru atas Tuhan melalui doa dan puasa. Pengalaman-pengalaman itu akan menolong hidup gereja yang sakit. Ini berarti kita harus berusaha sekuatnya untuk mengakhiri hari usang hidup gereja yang sakit dan membantu gereja memiliki permulaan yang baru.

L. Orang yang Tidur di Dalam Rumah Itu

dan yang Makan di Dalamnya, Harus Mencuci Pakaiannya

“Dan orang yang tidur di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya; demikian juga orang yang makan di dalam rumah itu haruslah mencuci pakaiannya” (Im. 14:47). Ini melambangkan bahwa mereka yang tidak terlibat secara positif dalam pelayanan gereja yang di dalamnya ada masalah dan mereka yang hanya menikmati suplai dalam gereja, juga harus ditanggulangi dalam kehidupan dan perilaku mereka.

Imamat 14:47 membicarakan mereka yang tidur dan makan dalam rumah yang tertular. Tidur dalam rumah yang tertular melambangkan orang yang tidak terlibat secara positif dalam pelayanan gereja. Jika kita terlibat dengan serius dalam hidup gereja, kita tidak akan memiliki waktu untuk tidur. Tidur adalah petunjuk bahwa orang tidak tertarik kepada hidup gereja atau tidak secara positif berbagian dalam pelayanan gereja. Makan dalam rumah yang tertular melambangkan orang yang hanya memperhatikan suplai dan kenikmatan dalam hidup gereja. Orang demikian hanya senang menikmati dalam gereja. Dia datang ke sidang gereja bukan untuk melayani, tetapi untuk makan, menikmati. Dia tidak bermaksud melakukan apa-apa dalam pelayanan gereja.

Di sini dalam Imamat 14:47, kita dapat melihat dua kategori orang beriman dalam hidup gereja: orang yang datang ke gereja untuk tidur, beristirahat; dan orang yang datang ke gereja untuk makan, menerima suplai dan memperoleh kenikmatan. Walaupun kaum beriman ini tidak secara positif ikut serta dalam pelayanan gereja, juga tidak berminat melayani, tetapi mereka sangat mahir mengkritik orang lain. Mereka tidak berbicara dalam sidang-sidang, tetapi mereka mengkritik orang-orang yang berbicara. Sambil beristirahat dalam gereja dan menikmati suplai, mereka mencari kesalahan orang lain. Kaum beriman ini perlu mencuci pakaian mereka. Ini berarti melalui mencuci mereka mentahirkan perilaku mereka. Kita perlu mohon Tuhan membelaskasihani kita, supaya tidak seorang pun dari kita menjadi orang yang tidur atau hanya memperhatikan makanan kita. Kita semua harus menjadi orang yang melayani dalam gereja.

M. Jika Penyakit Tidak Meluas

di Dalam Rumah Itu Sesudah Dilepa, Rumah Itu Tahir,

dan Penyakitnya Telah Disembuhkan

“Tetapi jikalau imam datang dan menurut pemeriksaannya tanda itu tidak meluas di dalam rumah itu, sesudah dilepa, maka imam harus menyatakan rumah itu tahir, karena tanda itu telah hilang” (Im. 14:48). Ini melambangkan bahwa jika tidak ada dosa yang menyebar setelah pembaruan gereja dengan pengalaman yang baru atas pekerjaan anugerah Tuhan, gereja itu tahir dan tidak ada masalah. Saya telah melihat ini beberapa kali di masa lalu. Dalam setiap kasus ada penyembuhan, pertolongan, terutama melalui pengalaman yang baru atas Kristus.

II. PENTAHIRAN KUSTA DALAM RUMAH

Dalam Imamat 14:49-53 kita memiliki pentahiran kusta dalam rumah, yaitu, pentahiran gereja.

A. Dengan Cara yang Sama seperti

Pentahiran Kusta atas Orang

Imamat 14:49-51 mewahyukan kusta dalam rumah ditahirkan dengan cara yang sama seperti pentahiran atas orang. Ini melambangkan bahwa seluruh gereja sekali lagi mengalami penderitaan, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan masuk ke dalam kemuliaan dengan Kristus. Supaya gereja ditahirkan, gereja perlu mengalami lagi proses yang telah Tuhan Yesus lalui.

B. Menyucikan Rumah dengan Darah Burung dan Air yang Mengalir

“Dengan demikian ia harus menyucikan rumah itu dengan darah burung, air mengalir, burung yang hidup, kayu aras, hisop, dan kain kirmizi” (Im. 14:52). Ini melambangkan bahwa seluruh gereja perlu ditahirkan dengan darah Kristus yang berkhasiat kekal dan Roh-Nya yang kekal dan hidup. Jadi, kita selalu memerlukan darah dan Roh itu; keduanya terlihat dalam lambang. Dalam lambang, kita memiliki darah dari burung yang disembelih, air, dan minyak. Darah burung yang disembelih melambangkan darah Kristus, air melambangkan Roh yang mentahirkan, dan minyak melambangkan Roh yang mengurapi. Ketika gereja sakit, gereja memerlukan dua unsur ini, darah Kristus dan Roh itu, untuk memulihkannya.

C. Melepaskan Burung yang Hidup ke Padang

“Dan burung yang hidup itu harus dilepaskannya ke luar kota ke padang” (Im. 14:53a). Ini melambangkan bahwa gereja bersama Kristus masuk ke dalam alam dan pengalaman atas kebangkitan dan kenaikan-Nya. Ketika gereja yang sakit disembuhkan, tentu saja gereja ini tidak akan tetap tinggal pada tahap bumiah, tetapi akan bangkit ke surga dan membumbung tinggi di surga. Tidak akan ada yang dapat menghalangi, membatasi, mengekang, atau mengikat gereja yang demikian. Selama gereja ada pada tahap bumiah, akan ada pengikatan oleh yang bumiah. Namun, ketika gereja menikmati kebangkitan dan kenaikan Kristus, gereja melampaui bumi, menikmati kebebasan di surga.

D. Rumah Itu Tahir

Imamat 14:53b mengatakan, “Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi rumah itu, maka rumah itu menjadi tahir.” Rumah itu tahir melambangkan bahwa gereja sepenuhnya tahir menjadi tempat saling huni antara Allah dan manusia. Sering kali ada masalah dalam gereja. Kelihatannya dalam hidup gereja masalah-masalah tidak dapat dihindari. Pada gereja yang baru ada sedikit masalah, tetapi pada gereja yang lama ada banyak masalah. Sama seperti orang yang tua mudah sakit, maka gereja yang lama mudah sekali dilanda masalah.

Mungkin ketika Anda datang ke dalam hidup gereja, Anda menikmati bulan madu gereja. Namun, bulan madu hidup gereja, seperti bulan madu dalam kehidupan pernikahan, tidak berlangsung lama. Selama bulan madu hidup gereja, kita mungkin mengira gereja menakjubkan, adalah firdaus sejati. Namun, ketika bulan madu habis, mata kita akan terbuka melihat semua masalah, cacat, dan kekurangan dalam gereja. Sama seperti mata Adam dan Hawa terbuka setelah mereka makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat dan mereka tahu bahwa mereka telanjang, maka mata kita akan terbuka untuk melihat sesuatu yang tidak positif atau menyenangkan. Jika kita tinggal pada hal-hal ini, kita akan lebih suka terpisah dari hidup gereja dan akhirnya bercerai.

Kita perlu menyadari bahwa gereja adalah tempat terbaik di bumi. Lalu, apa yang harus Anda lakukan mengenai masalah-masalah dalam gereja? Kita harus berdoa agar diperbarui dalam pengalaman atas Kristus. Kita tidak seharusnya berdoa terlalu banyak untuk orang lain atau mengenai keadaan. Sebaliknya, kita harus berdoa untuk diri kita sendiri, supaya kita dapat membawa sesuatu yang baru dari Kristus ke dalam hidup gereja. Inilah cara gereja yang sakit disembuhkan. Kadang-kadang gereja akan disembuhkan melalui pengalaman yang baru dari orang-orang yang baru.

Semakin banyak kita mengalami Kristus secara baru, gereja akan semakin sembuh. Gereja yang sakit tidak dapat disembuhkan dengan diskusi, perbantahan, dan perdebatan. Semakin kita terlibat dalam hal-hal ini, semakin banyak masalahnya. Kita perlu berdoa untuk diri kita dan untuk gereja, supaya melalui pengalaman yang baru atas Kristus, kita sebagai anggota-anggota dan gereja sebagai keseluruhan dapat memiliki permulaan yang baru dan masuk ke dalam masa yang baru. Ini adalah satu-satunya jalan kesembuhan untuk gereja yang sakit.