← Daftar isi Daniel (4) · bab 5/17

BERITA LIMA

KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN YANG LEBIH LANJUT

(3)

ATAS GODAAN MENYEMBAH BERHALA

Pembacaan Alkitab: Dan. 3

Dalam berita ini kita akan membahas kemenangan orang muda keturunan umat Allah yang kalah atas godaan menyembah berhala.

I. STRATEGI SATAN UNTUK MENGGODA ORANG MUDA PEMENANG DI ANTARA UMAT ALLAH YANG KALAH DALAM MENYEMBAH BERHALA

MELALUI KEBUTAAN NEBUKADNEZAR

Dalam pasal tiga strategi Satan adalah untuk menggoda orang muda pemenang di antara umat Allah yang kalah dalam menyembah berhala melalui kebutaan Nebukadnezar (ay. 1-7). Nebukadnezar membuat satu patung besar dari emas, tingginya enam puluh hasta (sembilan puluh fit) yang didirikannya di dataran Duran di wilayah Babel (ay. 1). Dia telah dipengaruhi untuk membuat patung sedemikian melalui penafsiran mimpinya dalam pasal dua. Nebukadnezar menyuruh orang untuk mengumpulkan para pejabat tinggi dan semua pejabat dan semua penguasa propinsi untuk menghadiri penahbisan patung yang telah dia dirikan dan memerintahkan segala bangsa, suku bangsa dan bahasa untuk menyembah patung emasnya (ay. 2-5). Siapa saja yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala (ay. 6). Tiga teman Daniel berada di antara para pejabat tinggi, tetapi Daniel kepala atas semua orang yang bijaksana di propinsi Babel, dia tidak hadir. Ini kelihatannya luar biasa. Saya percaya bahwa Daniel tinggal di satu tempat yang tersembunyi dan berdoa mengenai situasi itu.

II. TIGA TEMAN DANIEL BERDIRI MELAWAN PENYEMBAHAN JAHAT DAN DITUDUH

OLEH ORANG-ORANG KASDIM

Tiga teman Daniel, orang muda pemenang di antara orang-orang Yahudi yang tertawan, berdiri melawan penyembahan jahat dan dituduh olah orang-orang Kasdim (ay. 8-12). Orang-orang Kasdim iri hati kepada Daniel dan teman-temannya karena menolak menyembah patung emas dan hal ini menjadi dasar untuk menuduh mereka di hadapan Nebukadnezar.

III. NEBUKADNEZAR MENGUJI ORANG MUDA PEMENANG DENGAN MEMBERI MEREKA PILIHAN YANG LAIN UNTUK MENYEMBAH PATUNG EMAS

Nebukadnezar, dalam marah dan murka, menguji orang muda pemenang dengan memberi mereka pilihan yang lain untuk menyembah patung emasnya, dengan ancaman mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala (ay. 13-15).

IV. JAWABAN TIGA ORANG MUDA PEMENANG

Tiga pemenang menjawab, “Jika Allah kami sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja.” (ay. 17). Responnya kepada Nebukadnezar adalah kasar dan berani (ay. 16-18). Namun masih ada sesuatu yang alamiah dari responnya. Mereka berkata bahwa Allah sanggup melepaskan mereka dari perapian. Sesungguhnya, Allah tidak perlu melepaskan mereka dari perapian. Dia menjaga mereka dalam perapian dan membuat api tidak ada pengaruhnya (ay. 25). Mereka berani, tetapi tidak begitu rohani. Bila mereka telah menjadi rohani, mereka akan berkata, “Nebukadnezar, kami senang masuk ke dalam perapian yang menyala-nyala, karena ketika kami masuk Dia juga hadir. Dia membuat perapianmu menjadi satu tempat yang sangat menyenangkan.”

V. NEBUKADNEZAR DIPENUHI DENGAN KEGERAMAN

DAN MEMERINTAHKAN BAHWA PARA PEMENANG ITU DIIKAT DAN DICAMPAKKAN KE DALAM PERAPIAN YANG MENYALA-NYALA

Nebukadnezar dipenuhi dengan kegeraman dan air mukanya berubah terhadap orang muda pemenang. Dia memerintahkan supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa, dan beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya mengikat para pemenang itu dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala (19-21).

VI. ORANG MUDA PEMENANG JATUH

KE DALAM PERAPIAN YANG MENYALA-NYALA ITU DENGAN TERIKAT

Orang-orang yang sangat kuat terbakar oleh perapian yang menyala-nyala itu, dan tiga orang muda pemenang jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat (ay. 22-23).

VII. NEBUKADNEZAR TERKEJUT DAN BERKATA KEPADA MENTERI-MENTERINYA

Nebukadnezar terkejut dan berkata kepada menteri-menterinya, “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?...Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa” (ay. 24-25). Orang yang keempat adalah Kristus. Kristus telah datang bersama tiga pemenang-Nya yang menderita dan dianiaya dan menjadikan api itu satu tempat yang menyenangkan di mana mereka bisa jalan-jalan.

Pemikiran alamiah kita yaitu kita perlu meninggalkan api itu dari sekeliling kita. Kita mungkin berpikir bahwa bila kita memiliki suami yang merepotkan atau istri yang menyusahkan, kita akan berdoa dan meminta Allah untuk melepaskan kita dari situasi yang demikian. Tetapi Tuhan akan berkata, “Aku tidak suka untuk membebaskan engkau dari situasi ini dalam kehidupan pernikahanmu. Malahan, Aku akan menjaga di mana kamu berada, dan Aku akan datang dan menjadikan lingkunganmu tempat yang menyenangkan.”

Ketika musuh mencampakkan kita ke dalam perapian, kita seharusnya menyadari bahwa kita tidak perlu meminta Tuhan untuk melepaskan kita. Dia akan datang bersama kita dan memelihara kita dalam penderitaan kita, menjadikan tempat penderitaan kita satu tempat yang menyenangkan. Saya dapat bersaksi hal ini dari pengalamanku dari penghukuman penjara di bawah tentara Jepang yang menyerbu China. Selama waktu penderitaan itu, Tuhan menyertaiku. Satu hari, seperti yang saya katakan kepada Tuhan, saya memiliki pengertian yang dalam bahwa Dia ada dalam penjara bersamaku. Saya menangis di hadapan Dia, berkata, “Tuhan, Engkau tahu mengapa aku ada di sini.” Malahan membebaskanku dari penjara sementara waktu, Tuhan, oleh kehadiran-Nya, membuat penjara itu satu tempat yang menyenangkan. Sebagaimana Tuhan bersama dengan para pemenang yang menderita di Babel, maka Dia akan menyertai kita dalam penderitaan kita hari ini.

VIII. ORANG MUDA PEMENANG KELUAR DARI API

Nebukadnezar mendekati perapian yang menyala-nyala dan berkata kepada orang muda pemenang, “hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, keluarlah dan datanglah ke mari” (ay. 26). Ketika orang muda pemenang keluar dari api, dan semua pejabat tinggi dan menteri-menteri raja melihat bahwa tubuh orang muda pemenang itu tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka (ay. 27).

IX. NEBUKADNEZAR MEMBERKATI ALLAH SADRAKH, MESAKH, DAN ABEDNEGO

Nebukadnezar merespon dan berkata, “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuji dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka” (ay. 28). Tiga orang muda pemenang tidak sederhana menentang perintah raja—mereka mengubahnya. Malahan tidak memperhatikan perintah Nebukadnezar, mereka mengubahnya dalam sifat dan menyerahkan tubuh mereka sehingga mereka tidak dapat melayani dan menyembah allah lain kecuali Allah mereka.

Nebukadnezar selanjutnya membuat perintah bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, kerena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu (ay. 29). Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel (ay. 30).

Tiga orang muda pemenang memperoleh kemenangan atas godaan menyembah berhala. Seluruh alam semesta nampak penolakannya terhadap penyembahan jahat. Maka, Allah dapat bermegah kepada Satan bahkan dalam wilayah kekuasaannya, Dia memiliki sekelompok orang yang menyembah Dia. Mereka tidak peduli kepada Satan. Hari ini, dalam zaman yang gelap ini, segala sesuatu kelihatannya mengecewakan tetapi masih ada sekelompok pemenang yang melawan arus dan melaksanakan penyembahan kesaksian dan kehendak Allah di bumi.