Satu-satunya Dosa Manusia
Pembacaan Alkitab :
Kejadian 2:17; 3:12; 4:3; 25:30; Lukas 15:18;
Yohanes 3:18; 16:9; Kita Para Rasul 2:36-38;
Roma 1:21,24,26,28; 3:10,23
Dalam berita ini, bersandar kasih karunia Allah, saya ingin membahas sedikit tentang satu berita Injil. Topik yang ingin saya bahas ialah : satu-satunya dosa yang diperhatikan oleh Alkitab. Satu hal yang sangat mengherankan, yakni pandangan manusia terhadap dosa sama sekali berbeda dengan pandangan Allah. Sangat disayangkan, hari ini banyak pemberita-pemberita Injil yang telah salah dalam memberitakan tentang prinsip dosa itu dengan mengatakan, "Manusia memerlukan Juruselamat karena manusia telah berdosa. Kalau manusia tidak berdosa, manusia tidak memerlukan Juruselamat." Tetapi, dosa apakah sebenarnya yang telah dilakukan manusia? Istilah dosa di sini terialu umum. Anda memiliki dosa Anda sendiri, saya memiliki dosa saya sendiri. Jika Anda dan saya bukan melakukan dosa yang sama, bagaimana mungkin memerlukan Juruselamat yang sama?
Yang diperhatikan Alkitab dari awal hingga akhir hanya satu dosa saja. Apakah seseorang bisa mendapatkan hidup yang kekal, itu dapat dilihat dari sikapnya terhadap dosa itu; apakah seseorang bisa terhindar dari binasa kekal, itu dapat dilihat dari sikapnya terhadap dosa itu; apakah seseorang bisa berdiri di hadapan Allah, itu juga dapat dilihat dari sikapnya terhadap dosa itu. Alkitab tidak memperhatikan dosa-dosa yang ribuan bahkan laksaan macam itu. Sekalipun dosa-dosa yang laksaan macam itu telah dibereskan, namun bila dosa yang satu itu tidak dibereskan, Anda tetap adalah orang dosa. Apakah sebenarnya satu-satunya dosa manusia itu? Dosa itu ialah manusia tidak mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah; di antara manusia dengan Allah telah timbul suatu sengketa; ada satu masalah di antara manusia dengan Allah. Dosa itu bukan berdusta, dosa itu bukan congkak, dosa itu bukan dengki atau iri hati. Memang berdusta, sombong, dengki, dan iri hati adalah dosa, tetapi semua itu hanyalah dosa-dosa kedi dan receh. Dosa yang diperhatikan Alkitab, yang bisa membuat manusia binasa kekal, hanya satu. Berbagai macam dosa, mungkin tidak pernah Anda lakukan, namun asal Anda melakukan satu dosa itu, Anda sudah patut masuk ke dalam neraka.
Kita mungkin tidak berzina, kita mungkin tidak berjudi, tetapi kita telah melakukan satu dosa, yaitu kita tidak mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah, kita telah bermasalah dengan Allah. Hari ini, mungkin ada saudara yang sangat bersih, mungkin ada saudari yang sangat suci, namun pada diri mereka ada satu dosa yang telah mereka lakukan, yaitu telah bermasalah dengan Allah. Di sini, mungkin ada orang yang belum percaya Tuhan, sekalipun Anda tidak pernah berbuat dosa apapun, Anda tetap adalah orang dosa. Anda dan saya mempunyai masalah yang sama, yaitu telah bermasalah dengan Allah. Hal inilah yang menyebabkan kita menjadi orang dosa sejak lahir.
Macam dan nama dosa banyak sekali. Jika dibahas satu persatu, tiga hari tiga malampun tak habis dikatakan. Sekalipun dalam dosa-dosa yang sebanyak itu, satupun tidak ada yang pernah Anda lakukan, tetapi tetap ada satu dosa yang pasti tidak bisa Anda sangkal, yaitu Anda telah putus hubungan dengan Allah. Jika hari ini Anda tidak memiliki Kristus, Anda sudah sebagai orang berdosa. Apakah dosa itu? Dosa adalah berdiri pada kedudukan yang tidak bisa berhubungan dengan Allah. Apakah dosa itu? Dosa adalah berpijak pada kedudukan yang menentang Allah. Dosa itu bukan membunuh orang, bukan membakar rumah orang, dosa itu bukan sombong, iri hati; dosa adalah bermasalah dengan Allah.
Saya ingin mengambil satu contoh untuk menyatakan betapa seriusnya dosa itu. Misalkan, ada seorang dalam keluarganya mempunyai ibu, bapak, saudara dan saudari. Di tempat kerja, ia mempunyai rekan sejawat. Ia juga mempunyai banyak sanak keluarga, dan banyak teman. Ditambah lagi mungkin ia sudah beristeri dan mempunyai beberapa orang anak. Di rumah, orang ini mungkin menjadi saudara yang baik, menjadi suami yang baik, menjadi ayah yang baik. Di tempat keda, ia adalah pekerja yang patut dipercaya. Terhadap sanak keluarga, ia juga sangat dipuji. Pendek kata, ia baik dalam segala perkara. Ia tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak iri kepada orang lain. Semua hukum moral dijaganya dengar) baik. Ia benar-benar seorang satria, seorang yang baik. Tetapi dia memiliki satu tabiat yang aneh, yaitu ia membenci ibu bapanya. Ia cocok dengan siapapun, kecuali dengan ibu bapanya; ia sungkan dan sopan terhadap orang lain, kecuali terhadap ibu bapanya; ia bisa melewatkan siapapun, namun begitu bertemu dengan ibu bapanya, segera timbul temperamennya. Dosa-dosa yang dilakukan kebanyakan orang, tidak ia lakukan. Tetapi ada satu dosa yang luar biasa yang telah ia lakukan, yaitu tidak memiliki hubungan yang wajar dengan ibu bapanya. Dosa-dosa yang umum tidak ia lakukan, namun ia telah melakukan satu-satunya dosa yang gawat, yaitu bersengketa dengan ibu bapanya.
Inilah kedudukan orang dunia dewasa ini. Banyak orang, kalau Anda bertanya kepada mereka, "Apakah Anda adalah orang dosa?" Jawabannya ialah "Aku tidak melakukan suatu dosa." Dalam pandangan manusia umumnya, ia adalah orang yang baik, bermoral, sopan. Menurut hati nurani mereka, mereka mengaku sebagai orang baik. Tetapi teman, ada satu pertanyaan ingin saya ajukan, "Adakah persoalan antara Anda dengan Allah?" Ya, Anda memang tidak bermasalah dengan orang lain, Anda tidak bermasalah dengan teman dan keluarga Anda, Anda bermoral, Anda sopan, tetapi masih ada satu persoalan, "Apakah Anda tidak bermasalah dengan Allah?" Ketahuilah, yang berhubungan dengan Anda bukan hanya isteri, anak, atau orang lain saia, tetapi Anda juga berhubungan dengan Allah!
Jadi, manusia disebut orang dosa, bukan disebabkan yang lain, tetapi disebabkan hubungannya dengan Allah tidak benar. Manusia sebagai orang dosa, bukan karena membunuh orang lain, melakukan kejahatan lainnya, atau hati nuraninya kelam, melainkan disebabkan ia telah tidak benar terhadap Allah, ia berdiri pada kedudukan yang bertentangan dengan Allah, tidak lagi berhubungan dengan Allah. Teman, Anda bisa mengelak dengan mengatakan, bahwa Anda tidak melakukan dosa'ini atau dosa itu, tetapi ada satu dosa yang pasti ada pada diri Anda. Anda bisa menyangkal seribu satu macam dosa, tetapi Anda tidak bisa menyangkal dosa yang satu itu. Justru "dosa" inilah yang menjadikan Anda, saya, dan setiap orang menjadi orang dosa.
Teman, di sini saya tidak bertanya bagaimana Anda terhadap keluarga, terhadap rekan sekerja, atau terhadap negara. Mungkin di dalam keluarga, Anda adalah seorang anggota keluarga yang sangat baik; mungkin Anda sangat rukun dengan sanak keluarga; mungkin rekan sekerja Anda sangat mengagumi dan menghormati Anda; mungkin Anda juga sebagai seorang warga negara teladan; Anda berjiwa patriotik, rela membayar pajak, loyal terhadap negara. Yang mau saya tanyakan ialah: Adakah masalah di antara Anda dengan Allah? Bagaimana hubungan Anda dengan Allah? Allah tidak bertanya bagaimana hubungan Anda dengan isteri, keluarga, dan teman Anda. Allah tidak bertanya apakah Anda pernah membunuh orang, membakar rumah orang, atau lainnya. Yang akan Allah tanyakan ialah : Bagaimana hubunganmu dengan AKU? Mungkin terhadap urusan-urusan duniawi Anda tidak mempunyai masalah, dan sudah Anda selesaikan sebaik-baiknya. Tetapi jika hubungan Anda dengan Allah tidak beres, masih bermasalah, Anda tetap adalah orang dosa.
Ajaran tentang dosa dalam Alkitab sangat jelas. Bagaimana dosa itu untuk pertama kali masuk ke dalam dunia? Dosa pertama kali masuk ke dalam dunia bukan karena pembunuhan, bukan karena berbohong dengan mengatakan isteri sendiri sebagai adik perempuan, bukan juga karena merebut seseorang dan mengirim suaminya ke medan pertempuran. Dosa pertama kali masuk ke dunia dikarenakan manusia memakan satu buah-buahan. Dosa pertama kali masuk bukan karena pelacuran, bukan karena perjudian, bukan karena kesombongan, bukan karena kedengkian, bukan karena pembunuhan; melainkan karena manusia telah kelebihan makan satu buah.
Allah pernah berfirman kepada Adam, "Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Alasan perintah Allah ini, saat ini tidak kita bahas. Yang ingin saya tekankan ialah manusia telah melanggar (memberontak terhadap) apa yang Allah katakan. Kalau Allah telah memberi perintah: jangan makan, kita harus mematuhinya. Jika Allah telah memberi perintah, namun manusia tetap memakannya, itu berarti mendurhakai Allah, melawan Allah. Setelah Adam memakan buah terlarang itu, iapun menyembunyikan dirinya di antara pepohonan di taman Eden, ia tinggal pada kedudukan yang tidak berani memandang Allah. Inilah yang disebut dosa dalam Alkitab. Apakah dosa itu? Dosa berarti telah timbul hubungan yang salah dengan Allah. Apakah dosa itu? Dosa berarti manusia tidak berdiri pada kedudukan yang wajar di hadapan Allah.
Kain membunuh Habel adalah perbuatan dosa. Tetapi sebelum pembunuhan itu terjadi dosa sudah ada di sana. Allah menolak Kain bukan karena ia membunuh adiknya (Habel), melainkan sewaktu Kain mempersembahkan persembahan hasil buminya, saat itu Allah sudah menolak dia, tidak berkenan kepadanya. Kain ditolak Allah dikarenakan hubungannya yang salah terhadap Allah. Kain memang berniat mencari perkenan Allah. Dengan perkataan yang umum, Kain seperti penganut agama yang sangat beribadah. Dengan berjerih lelah ia bekerja dan hasil buminya ia persembahkan kepada Allah untuk mendapat perkenan Allah. Tetapi pada masa itu dosa telah ada di dalam dunia; Kain seharusnya hanya bisa berdiri pada kedudukan darah. Orang yang tidak berdiri pada kedudukan darah, tidak bisa diperkenan Allah; Kain berdiri pada posisi yang salah.
Kisah tentang anak yang hilang, telah banyak diketahui orang. Dosa apakah yang dilakukan anak hilang itu? Banyak orang berkata, bahwa anak itu menjadi anak yang hilang dikarenakan ia telah menghambur-hamburkan harta benda yang diberikan oleh orang tuanya, ia telah berfoya-foya, main pelacur, makan minum, berjudi, dan sebagainya. Tetapi saya akan berkata, bahwa sejak hari ia menggenggam harta pemberian bapanya, ketika dia masih kaya, dia sudah sebagai anak yang hilang. Anak yang hilang, bukan dikatakan hilang setelah ia menghabiskan harta bendanya, melainkan begitu dia keluar dari rumah bapanya, dia segera menjadi anak yang hilang; ketika ia pergi ke tempat yang jauh, ia sudah sebagai anak yang hilang. Bukan karena ia telah menjadi miskin, melarat, menjadi penjaga babi, baru ia menjadi anak yang hilang. Begitu meninggalkan bapanya, walaupun ia banyak uang dan kaya raya, ia sudah terhitung sebagai anak yang hilang. Jadi, satu kesalahan yang membuatnya menjadi anak yang hilang ialah ia telah meninggalkan bapanya. Sekalipun si anak itu malah bertambah kaya di luaran, hartanya yang dulunya lima ribu sekarang menjadi sepuluh ribu, bapanya tetap tidak bisa berkata kepadanya, "Engkau anakku yang baik dan setia." Sekalipun dia kaya raya, dia tetap adalah anak yang hilang. Persoalannya bukaniah kaya atau melarat, bukan menjaga babi atau tidak, bukan perut si anak itu lapar atau kenyang, melainkan hari ini dia ada di mana? Hari ini, di mana Anda berada? Hari ini, adakah masalah antara Anda dengan Bapa? Jika Anda berada di tempat yang jauh, ini sudah menyatakan bahwa Anda adalah anak yang hilang. Setelah si anak hilang ini sadar, dia tidak berketetapan sejak hari ini akan rajin bekerja, mengumpulkan uang, agar kembali menjadi kaya. Tidak demikian. Apa yang dia katakan begitu dia sadar? Dia berkata, "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya : Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa" (Lukas 15:18). Dia pulang bukan karena perutnya lapar dan agar bisa makan enak, dia pulang bukan karena kakinya tidak berkasut, dia pulang bukan karena tidak ada pakaian untuk dipakai; dia berkata, "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku. "
Apakah beroleh selamat itu? Beroleh selamat berarti telah mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah. Apakah artinya mendapatkan hidup yang kekal? Mendapatkan hidup yang kekal berarti telah mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah. Injil Yohanes 17:3 mengatakan, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Kalau anak hilang itu tidak bermasalah dengan bapanya, sekalipun ia disuruh pergi oleh bapanya, ia tak akan mau pergi. Orang yang meninggalkan rumah bapanya adalah anak hilang. Begitu anak yang hilang ini pulang, dalam pandangan bapanya ia bagaikan anak yang telah mati dan hidup kembali, yang telah hilang dan didapat kembali.
Anda dan saya menjadi orang dosa, sekali-kali bukan karena Anda dan saya telah melakukan banyak dosa yang receh. Anda dan saya menjadi orang dosa karena Anda dan saya tidak dapat berjumpa dengan Allah. Saya tidak mengatakan bahwa dosa-dosa yang receh itu bukan dosa. Saya berkata, satu-satunya dosa ialah kita telah bermasalah dengan Allah.
Dalam surat Roma pasal 1 sampai pasal 3, Paulus dengan jelas menunjukkan kepada kita, syarat apa yang membuat kita menjadi orang dosa; atau karena berbuat dosa apa baru disebut orang dosa; atau bagaimana kita memperoleh kedudukan dan gelar sebagai orang dosa. Dalam surat Roma, Paulus menunjukkan kepada kita, bahwa dosa orang dosa bukan yang lain, melainkan bermasalah dengan Allah. Dalam pasal 1 tercatat tiga kali frasa "Allah membiarkan." Mari kita melihatnya satu per satu.
Roma 1:21 mengatakan, "Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh meniadi gelap." Kata "mereka" di sini mengacu kepada manusia. Manusia sebenarnya tahu Allah itu adalah Allah. Tetapi mereka sengaja tidak menghadap Allah sebagai Allah; mereka tahu Allah itu adalah Allah, tetapi tidak memandang Allah itu sebagai Allah dan memuliakan Dia. Semua dosa yang receh bukanlah dosa yang mendasar; semua dosa yang receh itu berasal dari dosa yang satu ini. Begitu manusia tidak menganggap Allah sebagai Allah, pikirannya segera menjadi gelap, begitu pikirannya gelap segeralah timbul dosa-dosa yang lain.
Roma 1:24 mengatakan, "Karena itu Allah menyerahkan (membiarkan) mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka." Frasa "karena itu" menunjukkan kalimat ini meneruskan kalimat di atasnya. Karena manusia telah menggantikan kemuliaan Allah dengan berhala, maka Allah membiarkan mereka. Demikianlah mereka mengikuti keinginan hati mereka sehingga melakukan perkara-perkara yang cemar. Ingatlah, dosa manusia yang pertama ada bukan karena nafsu dalam hati sehingga menimbulkan perkara yang cemar; bukan juga saling mencemarkan tubuh mereka. Dosa yang pertama dilakukan manusia adalah karena antara dirinya dengan Allah telah timbul satu masalah. Begitu manusia bermasalah dengan Allah, segeralah timbul dosa-dosa yang selanjutnya. Hari ini sering kali kita mengira, bahwa berdusta, sombong, iri hati, berzina, membunuh orang, membakar rumah orang, itu baru dosa. Sebenarnya semua itu adalah gejala-gejala penyakit, bukan hakiki penyakit. Dokter yang memberi obat sakit kepala orang yang sakit kepala, dan memberikan obat sakit kaki kepada orang yang sakit kaki, bukanlah dokter yang baik. Sebaliknya, dokter yang baik adalah dokter yang memberikan obabobatan menurut penyebab penyakitnya. Satu-satunya dosa manusia adalah manusia telah bermasalah dengan Allah.
Roma 1:25 mengatakan, "Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin." Ayat ini menampakkan kepada kita, manusia makin lama makin tidak karuan makin lama makin jauh meninggalkan Allah.
Roma 1:26 mengatakan, Karena itu Allah menyerahkan (membiarkan) mereka kepada hawa nafsu yang memalukan..." Frasa "karena itu" kembali menunjukkan, bahwa ayat ini adalah kelanjutan dari ayat di atasnya. Di sini disebutkan kata "membiarkan" untuk kedua kalinya. Mereka telah berbuat dosa lebih banyak lagi -- "Allah menyerahkan (membiarkan) mereka kepada hawa nafsu yang memalukan." Manusia melakukan dosa-dosa di atas dikarenakan mereka tidak menyembah Penciptanya. Semuanya itu adalah buah dari dosa, bukan penyebabnya.
Roma 1:28 mengatakan, "Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan (membiarkan) mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas." Inilah untuk ketiga kali kata "membiarkan" disebutkan. Dosa mereka benar-benar makin banyak.
Roma 1:29-32 mengatakan, Penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya." Bagaimana dosa-dosa itu bisa muncul? Dikarenakan mereka dengan sengaja merasa tidak perlu mengakui Allah. Manusia berbuat dosa karena manusia tidak mau mengakui Allah. Manusia berbuat dosa karena antara manusia dengan Allah telah timbul masalah. Begitu hubungan antara manusia dengan Allah tidak wajar, segeralah timbul dosa-dosa yang setumpuk itu.
Satu-satunya dosa manusia adalah karena telah timbul masalah dengan Allah. Hari ini, satu-satunya masalah ialah apakah di antara Anda dengan Allah ada masalah? Persoalan yang paling besar hari ini adalah, wajarkah hubungan Anda dengan Allah? Pada saat pertama manusia yang pertama itu berbuat dosa, ia hanya makan satu buah. Dia tidak membunuh orang, tidak berbuat onar, tidak berdusta, tidak sombong, tidak berzina, tidak iri hati. Saat itu dosa-dosa itu belum ada. Di sana hanya ada satu dosa, yaitu hubungannya dengan Allah tidak wajar lagi. Allah bertanya kepada manusia, "Di manakah engkau?" 0, hari ini Anda telah tidak pada kedudukan yang semula, kedudukan Anda telah salah, hubungan Anda dengan Allah telah tidak wajar. Justru karena inilah, akhirnya timbul ribuan macam dosa. Janganlah Anda mengira begitu Anda bisa membereskan dosa-dosa itu, berarti Anda telah lumayan.
Sering kali ketika Anda bertanya kepada seseorang, "Apakah Anda adalah orang dosa?" Orang itu mungkin menjawab, "Aku tidak berbuat dosa apa-apa." 0, orang dosa yang tidak berbuat dosa, saya ingin bertanya kepada Anda, bagaimanakah hubungan Anda dengan Allah? Hari ini saya tidak bertanya bagaimana hubungan Anda terhadap keluarga Anda, tidak bertanya bagaimana hubungan Anda dengan isteri Anda, anak-anak Anda. Saya juga tidak bertanya bagaimana hubungan Anda dengan teman Anda atau teman sekantor Anda. Yang saya tanyakan ialah bagaimana hubungan Anda dengan Bapa Anda. Sejak semula Kain sudah tidak diperkenan Allah dikarenakan ia berdiri pada kedudukan yang tidak benar. Bukannya karena telah membunuh adiknya, maka ia tidak diperkenan Allah, melainkan setelah ia tidak diperkenan Allah, maka ia membunuh adiknya. Habel karena diperkenan Allah, maka ia tidak membunuh kakaknya. Hanya orang yang diperkenan Allah, baru tidak melakukan dosa-dosa selanjutnya.
Masih ada seorang lagi, yang sudah bergumul dengan kakaknya ketika ia masih di dalam rahim ibunya. Ia sungguh-sungguh licik. Orang ini menipu ayahnya, menipu mertuanya, menipu pamannya. Semua yang menguntungkan dirinya sendiri pasti dilakukannya. Moralnya sungguh tidak baik. Siapakah orang ini? Dia adalah Yakub. Kakaknya, Esau, sungguh-sungguh jujur; meskipun ia marah dan ingin membunuh adiknya, tetapi begitu melihat adiknya datang dengan merendahkan diri, ia bisa melewatkannya. Esau benar-benar seorang yang baik. Tetapi, Allah tidak berkenan kepada Esau. Meskipun Yakub tidak baik, tapi Yakub memiliki satu hubungan yang wajar dengan Allah. Meskipun cara yang dipakai oleh Yakub tidak benar, tetapi tujuannya benar. Yakub ingin mendapatkan janji yang telah diberikan kepada Abraham dan Ishak; dia memandang berat hak kesulungan.
Saya juga tidak segan-segan mengakui satu perkara di hadapan kalian semua, yaitu di antara orang-orang yang telah percaya Tuhan, sungguh- sungguh ada orang yang kurang di dalam hal moralitas. Tetapi dalam satu perkara saya bisa bersaksi bagi mereka, bukan bagi kalian (orang-orang yang tidak percaya), yaitu bahwa hubungan mereka dengan Allah tidak salah. Teman! Anda sopan, Anda tidak melakukan perkara yang salah, banyak orang memuji Anda; tetapi ada satu masalah, ada satu perkara ingin saya tanyakan, bagaimanakah hubungan Anda dengan Allah? Mungkin ada orang yang telah percaya Tuhan dan moralnya tidak sebaik Anda, tetapi ada satu perkara yang lebih daripada Anda, yaitu mereka telah mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah. Hati nurani mereka tidak ada rasa takut dan gentar kepada Allah, mereka boleh dengan penuh keberanian, tanpa takut dan gentar datang ke hadapan Allah. Ini sangat berharga.
Hari ini di sini, masih adakah orang yang sebagai orang dosa? Silakan Anda tanya diri Anda sendiri : Apakah Anda dengan Allah tidak ada masalah lagi? Siapkah Anda berjumpa dengan Allah? Bagaimanakah hubungan Anda dengan Allah? Bisakah Anda binasa selamanya? Mungkin Anda mengira bahwa tubuh daging Anda baik, jantung dan paru-paru Andapun tidak berpenyakit, bagaimana mungkin Anda bisa binasa. Tetapi ketahuilah, itu hanyalah kedudukan Anda di buntuti. Renungkanlah bagaimana Anda di hadapan Allah. Karena itu Alkitab hanya memperhatikan satu dosa, yang harus Anda dan saya tanggulangi, yaitu bagaimana hubungan Anda dan saya dengan Allah, apakah ada masalah!
Alkitab mengatakan, "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak" (Roma 3:10). Sebab itu setiap orang adalah orang dosa. Karena manusia tidak mencari Allah, maka manusia telah menyimpang, setiap manusia telah tidak berguna. Penyebab dosa adalah tidak mencari Allah, tidak mengenal Allah. Roma 3:23 mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Allah telah keluar, Allah telah datang ke bumi. Allah telah berinkarnasi dan datang ke bumi. Allah telah ternyata kepada manusia melalui Yesus orang Nazaret. Allah telah hidup di bumi. Dua ribu tahun ini, Allah telah terekspresi di tengah-tengah manusia. Allah telah diberitakan di tengah-tengah manusia. Hari ini yang ingin Allah tanyakan, bagaimana hubungan Anda dengan Yesus, orang Nazaret ini? Tadinya kita tidak tahu Allah ini adalah Allah yang bagaimana, seolah-olah Dia itu kosong, mengambang. Tetapi kita sungguh bersyukur kepada Allah, Dia telah datang ke bumi ini, Dia telah tinggal di dalam kita. Dia tidak hanya Allah, Dia juga adalah manusia. Dia adalah Firman menjelma menjadi manusia. Dia terpaku di kayu salib adalah untuk menebus dosa kita. Hari ini, Yesus, orang Nazaret ini, yang akan bertanya, bagaimana hubungan Anda dengan Allah? Orang Nazaret ini masih ada di bumi. Hari ini Anda dan saya harus memberi keputusan, yaitu bagaimana sikap Anda dan saya terhadapNya. Bagaimana sikap Anda terhadap orang Nazaret ini, itulah sikap Anda terhadap Allah. Yesus orang Nazaret ini adalah Firman yang menjelma menjadi manusia, adalah Allah yang memakal tubuh daging datang ke tengah-engah manusia. Karena itu bagaimana manusia bersikap kepadaNya, itulah juga sikap manusia kepada Allah. Ada satu perkara yang sangat mustika! Mulai hari ini, manusia masuk ke neraka bukan karena melakukan banyak dosa yang receh. Apakah yang menjadi penyebab manusia masuk ke dalam neraka? Kelak banyak orang meskipun telah masuk ke dalam neraka, masih tidak mengerti dosa apa yang menyebabkan mereka masuk neraka. Manusia masuk ke neraka bukan karena berbohong, bukan karena membunuh orang, bukan karena membakar rumah orang. Semua orang yang ada di, dalam neraka melakukan satu dosa, yaitu tidak percaya kepada Anak Allah. Yohanes 3:18 mengatakan, "Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah" Jelaslah, manusia dihukum karena satu dosa saja, yaitu tidak percaya kepada nama Anak Tunggal Allah. Tidak percaya kepada nama Anak Tunggal Allah berarti telah bermasalah dengan Allah, tidak mempunyai hubungan yang wajar dengan Allah. Logika Alkitab ialah : orang yang tidak percaya dihukum karena ketidak-percayaannya. Allah justru memandang berat dosa ini.
Hari ini, bagaimana Anda dengan Kristus? Bagaimana sikap Anda terhadap Kristus? Allah justru memperhatikan sikap Anda terhadap Kristus. Karena Kristus telah menyingkirkan sekatan antara Allah dengan manusia. Dia adalah Allah, juga adalah manusia. Hari ini, Allah justru di dalam Kristus telah tinggal di dalam kita. Bagaimana sikap orang terhadap Kristus, itu berarti bagaimana sikapnya terhadap Allah. Pernah sekali saya bersalaman dengan seorang saudara. Sebelum bersalaman, dia berkata, "Sebentar, aku lepaskan sarung tanganku dulu." Saya berkata, "Tidak perlu. Saya bersalaman dengan tanganmu, saya tidak menyalami sarung tanganmu." Demikian pula Kristus. Dia adalah Allah, hanya saja Dia telah mengenakan tubuh daging manusia. Sepertinya tangan yang ada di sana, hanya saja tangan itu kelebihan satu sarung tangan. Jadi bagaimana sikap Anda terhadap Kristus, itu menyatakan bagaimana sikap Anda terhadap Allah. Tuhan berkata, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa ... Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" (Yohanes 14:9-10). Tuhan juga berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30).
Alkitab memperlihatkan kepada kita, sejak Tuhan berinkarnasi, Roh Kudus hanya mencela manusia atas satu dosa, yaitu dosa tidak percaya. "Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu ..." (Yohanes 16:8-9). Tidak percaya Kristus berarti Anda tidak tidak memiliki hubungan yang wajar dengan Kristus. Roh Kudus mencela orang, bukan menyuruh orang menginsafi bahwa dirinya telah membunuh orang lain; bukan menyuruh orang menginsafi bahwa dirinya telah melakukan satu kejahatan tertentu; bukan menyuruh orang insaf akan kesombongannya; bukan menyuruh orang insaf akan iri hatinya. Roh Kudus mencela orang, dikarenakan orang itu tidak memiliki hubungan yang normal dengan Kristus.
Saudara saudari! Hari ini ada satu masalah yang tidak bisa tidak saya singgung. Saya khusus berkata kepada orang-orang yang telah percaya, hari ini di dalam gereja terdapat banyak pemberitaan yang salah, tidak saja salah memberitakan tentang Juruselamat, tidak hanya salah memberitakan tentang penebusan, tidak hanya salah memberitakan karunia keselamatan, bahkan dalam memberitakan tentang dosapun salah. Hari ini banyak orang yang salah memberitakan tentang dosa. Ini bukan doktrin ciptaan saya. Manusia tidak ada hak menciptakan satu doktrin, manusia hanya bisa menjadi penemu doktrin. Manusia hanya memiliki satu dosa yang membuatnya masuk ke neraka, yaitu dia tidak memiliki hubungan yang wajar dengan Allah. Dikarenakan ada dosa itulah maka timbullah pembunuhan, kejahatan, perzinahan, kesombongan, iri hati, dan lain sebagainya. Semua dosa-dosa itu memang harus kita tanggulangi. Semua dosa-dosa itu, begitu dibereskan di hadapan Allah, segera mendapat pengampunan. Tetapi sekalipun dosa-dosa yang begitu banyak dimohonkan pengampunan kepada Allah, kalau dosa yang satu itu belum dibereskan, Anda tetap tidak bisa beroleh selamat. Sayang sekali, satu-satunya dosa yang diperhatikan oleh Alkitab ini justru telah kita lalaikan; pekerjaan Roh Kudus yang menanggulangi satu-satunya dosa ini tidak kita perhatikan. Memang, melakukan kejahatan, membunuh orang, sombong, iri hati, dan lain-lainnya itu adalah dosa. Tetapi akar dari dosa-dosa itu adalah tidak percaya. Alkitab memberitahu kita, dosa yang paling vital adalah tidak percaya. Karena itu, ketika kita pergi memberitakan Injil, kita. tidak menganjuri orang supaya tidak membunuh orang, tidak melakukan kejahatan, tidak sombong, tidak iri hati, dan sebagainya. Sekalipun seseorang tidak membunuh orang lain, tidak melakukan kejahatan, tidak sombong, tidak iri hati; ia tidak bisa karena kelakuannya itu, lalu tidak binasa, dan mendapatkan hidup yang kekal. Ketahuilah, kelak orang yang masuk neraka tidak sedikit adalah orang yang sejenis ini. Satu perkara yang harus kita pegang teguh adalah Anda dengan Kristus bermasalah atau tidak. Jika Anda dengan Kristus tidak memiliki hubungan yang wajar, Anda masih tetap orang dosa.
Teman, saya tahu apa yang saya katakan. Iblis selalu berusaha merusak pekerjaan Kristus, yaitu berusaha mengalihkan fokus kita dari dosa ini. Hari ini, yang diperhatikan manusia hanyalah dosa-dosa yang receh, manusia tidak memperhatikan akar dosa itu. Jika manusia tidak memperhatikan akar dosa, sebaliknya malah memperhatikan dosa-dosa yang receh, maka mereka telah membalikkan pekerjaan Kristus, mereka hanya akan menerima keselamatan secara kejiwaan, memiliki kemajuan moral, memiliki perubahan dalam penampilan hidup, namun semua itu bukanlah hayat (kehidupan). Penekanan yang salah terhadap dosa tidak bisa menyelamatkan manusia. Dosa adalah hubungan yang tidak benar antara Allah dengan manusia. Anak yang hilang disebut anak yang hilang, karena ia telah bermasalah dengan bapanya. Jikalau Anda telah bermasalah dengan Allah, Anda berdosa. Semoga kita semua tidak mempunyai masalah dengan Dia.
Kisah Para Rasul 2:36-38 mengatakan, "Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain : Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara? Jawab Petrus kepada mereka : Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Pekerjaan Roh Kudus yang pertama kali pada hari Pentakosta, membuat orang-orang yang mendengar merasa terharu. Apakah yang didengar oleh mereka? Mereka mendengar "Allah telah membuat Yesus, yang telah kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Artinya, di antara kalian dengan Kristus telah timbul masalah, kalian tidak memiliki hubungan yang wajar dengan Kristus, kalian telah bermasalah dengan Allah. Kristus telah ditetapkan oleh Allah, tetapi kalian malah telah membunuhNya, kalian telah bermasalah dengan Allah. Sebab itu, setelah mereka mendengar perkataan ini, hati mereka sangat terharu. Hati mereka terharu bukan karena mereka tidak rukun dengan saudara, bukan karena perjudian, bukan karena memukul orang, bukan karena membunuh orang, bukan karena melakukan kejahatan, melainkan karena mereka tidak memiliki hubungan yang wajar dengan Kristus.
Mereka mendengar, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, "Apakah yang harus kami perbuat?" Perhatikanlah jawaban Petrus : "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus." Petrus menyuruh mereka (1). bertobat dan (2) dibaptis.
Sebenarnya apakah arti bertobat itu? Ada orang bertanya, "Apakah kita tidak perlu bertobat?" Tidak, kita perlu bertobat. Tetapi saya ingin bertanya, apakah bertobat itu? Apakah bertobat berarti kalau dulu membunuh orang, sekarang tidak membunuh orang lagi; dulu melakukan kejahatan, sekarang tidak lagi; dulu berdusta, sekarang tidak lagi; dulu sombong, sekarang tidak sombong lagi? Apakah bertobat hanya berarti bertobat atas dosa-dosa itu saja? Tidak, bertobat adalah bertobat terhadap hubungan manusia dengan Allah. Bertobat hanya terhadap satu perkara, yaitu dahulu hubunganku dengan Allah tidak benar, sekarang saya bertobat. Itulah sebabnya rasul berkata, "Bertobat kepada Allah" (Kisah Para Rasul 20:21).
Dibaptis berarti telah keluar dari segalanya itu. Dibaptis berarti telah keluar dari dunia. Dibaptis berarti telah keluar dari Adam. Bagaimana kita bisa keluar dari dunia? Bagaimana kita bisa keluar dari Adam? Satu-satunya jalan ialah mati. Begitu mati bereslah sudah. Kemarin saya membaca suatu berita di koran yang menyinggung seseorang yang memohon melepaskan kewarganegaraannya agar ia bisa terhindar dari pajak, terhindar dari rekening, tetapi semuanya itu masih harus menunggu persetujuan dari Departemen Dalam Negeri. Namun, begitu seseorang mati, ia segera terlepas dari semuanya itu. Begitu seseorang mati, wajib militer dari negarapun tidak akan menjangkau dia, pajak-pajak tidak perlu lagi ia bayar; rekening-rekening tagihan tidak akan lagi mencantumkan namanya. Dibaptis berarti meruntuhkan, melenyapkan kedudukan kita yang lama. Dibaptis berarti mengakui, ketika Kristus mati, Ia juga membawa aku mati disalib. Mati tersalib adalah pekerjaan Kristus; dibaptis adalah kesaksian untuk pekerjaan ini. Dibaptis adalah sejarah terakhir dari manusia Anda. Mad bukanlah satu penghabisan; dikubur barulah satu penghabisan. Manusia berasal dari debu tanah, harus kembali ke debu tanah, ini barulah manusia mencapai titik akhirnya. Dengan dikubur, berakhirlah segala sesuatu yang di dalam Adam. Dikubur adalah halaman terakhir dari sejarah kehidupan manusia. Dikubur berarti buku sejarah Anda itu telah tamat. Begitu sebuah buku telah selesai kisahnya, maka di halaman terakhir akan tertulis satu kata : "selesai" atau "tamat". Dibaptis berarti sejarah manusia Anda telah sampai pada halaman terakhir dan telah sampai pada kata "tamat".
Teman, ingatlah : tidak percaya Kristus adalah satu-satunya dosa yang dipandang berat oleh Alkitab. Dosa ini, jika tidak Anda bereskan dengan baik, jika Anda masih tidak menerima Kristus menjadi Juruselamat Anda, merupakan kegagalan Anda. Orang yang telah membereskan dosa ini, akan dengan mudah menanggulangi dosa-dosa receh lainnya. Jika tidak membereskan dosa ini, tetapi membereskan dosa-dosa yang receh lainnya, tindakan itu masih tidak bisa menghindarkan orang dari neraka. Kiranya Allah membelaskasihani kita, sehingga kita bisa memiliki satu hubungan yang wajar dengan Allah. Kiranya Allah membuat kita bisa memiliki satu penanggulangan yang tepat terhadap dosa. Puji syukur kepada Allah, karena pandanganNya terhadap dosa berbeda dengan pandangan manusia. Semoga terhadap dosa, kita bisa memiliki satu pandangan dan penekanan yang tepat.