ROH ALMUHIT ROH IALAH TRANSMISI ALLAH
Dalam bab pertama kita telah nampak bahwa ekonomi Allah bertujuan menyalurkan diri-Nya sendiri kepada kita melalui ketiga Persona ke-Allahan. Kita dapat memakai listrik untuk menjelaskan ekonomi Sang Tritunggal tersebut. Listrik mengandung sumber, arus, dan transmisi. Tetapi bukan ada tiga macam listrik yang berbeda, pada hakikatnya hanya ada satu listrik. Baik sumber, arus, maupun transmisi, semua ialah listrik itu sendiri. Jika tidak ada listrik, tidak akan ada sumber, arus, dan transmisi tersebut. Jika satu listrik memiliki tiga tahap yang berbeda-beda, demikian pula, satu Allah memiliki tiga Persona. Di satu ujung terdapat sumber atau pusat pembangkit listrik, sedang di ujung lain terdapat transmisi listrik yang masuk ke dalam rumah-rumah kita. Dan di antara kedua ujung itu terdapat pula arus listrik. Itulah satu contoh dari satu perkara yang sama namun bertahap tiga. Allah Bapa ialah sumber, Allah Putra ialah proses dan ekspresi Bapa, dan Allah Roh ialah transmisi Allah ke dalam manusia. Karena itu, Allah ialah Roh, Putra pun Roh, dan Roh sudah tentu adalah Roh. Bapa di dalam Putra, Putra di dalam Roh, dan Roh di dalam kita sebagai transmisi Allah, yang senantiasa mentransmisikan segala adanya Allah, serta segala milik Allah di dalam Kristus ke dalam kita.
ROH ADALAH "DOSIS" YANG ALMUHIT
Dalam era modern ini, manusia telah menyempurnakan obat-obatan di bidang kedokteran. Ada obat yang terbuat dari berbagai unsur yang dapat disalurkan dalam satu dosis tunggal. Maka dalam satu dosis saja terkandung beberapa unsur yang dapat membasmi kuman-kuman, beberapa unsur lainnya dapat mengendurkan syaraf, dan ada unsur-unsur lain lagi yang dapat memelihara dan menyegarkan tubuh. Itulah satu dosis yang almuhit. Pernahkah kita menyadari bahwa Roh Kudus adalah "dosis" terbaik di seluruh dunia? Satu "dosis" ini saja cukup untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Segala apa adanya Bapa dan Putra dan segala yang Mereka miliki berada dalam Roh ajaib ini. Pikirkanlah, betapa banyaknya unsur yang terkandung dalam dosis ini : sifat ilahi Allah, sifat insani-Nya, kehidupan insani-Nya berikut penderitaan-penderitaan-Nya di bumi, khasiat kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, dan penobatan-Nya. Oh, kita tidak dapat membayangkan alangkah hebatnya dosis ini! Tetapi terpujilah Tuhan, kita dapat menikmati-Nya setiap hari. Tidak ada seorang ilmuwan dan dokter di bumi ini yang dapat menganalisis dosis Yang ajaib ini. Itulah ekonomi Allah, dan itu tak lain ialah Allah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita.
Ini bukan masalah mempelajari doktrin. Sewaktu saya masih muda, saya pernah mempelajari banyak doktrin tentang berbagai macam zaman, setidaknya saya pernah diajar mengenal tujuh macam zaman. Tetapi sesungguhnya hanya ada satu zaman saja yang kita perlukan, yaitu "zaman" Allah sendiri. Keenam puluh enam kitab dalam Alkitab adalah catatan lengkap dari satu zaman ini - penyaluran diri Allah sendiri ke dalam kita. Oh, sepanjang hari kita boleh menikmati-Nya sebagai dosis almuhit dalam Roh yang ajaib ini! Marilah kita menikmati Allah itu sendiri, bukan doktrin-doktrin itu.
Apakah Anda seorang saudara yang lemah? Di sini ada satu dosis ajaib yang dapat menguatkan Anda dengan kuat kuasa yang perkasa dan ilahi. Apakah Anda seorang yang resah? Obatnya terdapat dalam dosis ini. Satu dosis Roh Kudus akan menyembuhkan semua keresahan Anda.
Sewaktu masih remaja, saya menerima ajaran bahwa kita telah tersahb bersama Kristus dan kita harus menghitung diri kita telah mati. Maka dari pagi hingga petang saya dengan saksama menghitung diri saya telah mati. Tetapi semakin saya berbuat demikian, saya menjadi semakin hidup. Hal itu tidak berhasil, sebab itu adalah formula yang keliru. Setelah lewat beberapa tahun, pada suatu hari, Tuhan mencelikkan mata saya, saya nampak bahwa realitas kematian-Nya tidak terdapat dalam perhitungan saya, melainkan dalam kenikmatan saya atas Roh Kudus. Ini terwahyu dalam Roma 8. Roma 6 hanya memberi definisi, tetapi Roma 8 memberi realitas kematian Kristus, sebab khasiat kematian Kristus terdapat di dalam Roh Kudus. Semakin kita bersekutu dengan Kristus di dalam Roh Kudus, kita akan semakin terbunuh. Dosis Roh Kudus yang almuhit ini mengandung unsur pembunuh. Jika kita berada di dalam Roh Kudus, kita tidak perlu menghitung-hitung diri kita sudah mati, sebab kita menikmati-Nya sebagai dosis ajaib ini. Dan dengan spontan, banyak kuman di dalam kita akan terbunuh.
Dahulu, bila saya membenci seorang saudara, saya diberi tahu bahwa "aku pembenci" itu, telah tersalib, dan saya seharusnya tidak membencinya lagi, melainkan mengasihinya. Maka saya mencoba menghitung diri saya telah mati, tetapi tidak berhasil. Semakin saya menghitung diri saya telah mati, saya semakin membencinya. Lalu pada suatu hari, ketika saya bersekutu dengan Tuhan, saya dipenuhi oleh Roh Kudus-Nya. Air mata saya mengalir. Saya tahu bahwa kuasa membunuh berada di dalam saya, membunuh kebencian dan keangkuhan saya. Dengan sendirinya, kasih bercampur dengan air mata saya membubung dan mengalir dari hati saya kepada saudara tersebut. Apakah itu? Itulah unsur pembunuh dalam dosis ajaib, dan itulah khasiat kematian Kristus di dalam Roh.
Di dalam Roh Yesus ini terdapat suatu suplai yang almuhit. Kata "suplai" dalam Filipi 1:19 merupakan kata Yunani khusus yang berarti "perbekalan yang melimpah dan yang serba lengkap, almuhit." Roh Yesus ialah suplai almuhit yang memenuhi seluruh keperluan kita. Apakah yang kita perlukan? Penghiburan? Tidak ada seorang pun yang dapat menghibur dengan sesungguhnya, sekalipun anak-anak, orang tua atau istri kita yang tercinta. Penghiburan yang sejati berasal dari Roh Yesus yang berhuni di dalam batin kita. Ketika kita. bersekutu dengan Yesus dalam Roh dan ketika kita hidup dalam Roh ajaib ini, dengan sendirinya kita memiliki penghiburan dalam batin. Bagaimanapun keadaan di sekitar kita, di sini terdapat perhentian dan penghiburan yang batini.
Kita mungkin berkata, "Aku tidak tahu harus bagaimana, aku perlu petunjuk." Petunjuk yang hidup berada di dalam Roh Kudus. Bila kita bersekutu dengan Tuhan dan berjalan di dalam Roh Kudus, kita akan dengan spontan memiliki terang dalam batin sebagai petunjuk jalan kita. Setiap perkara - termasuk petunjuk - berada dalam Roh Kudus. Hari ini Ia berada di dalam kita sebagai dosis almuhit. Kita tidak perlu bertanya-tanya atau menangis. Kita hanya perlu menerima, menikmati, dan memuji-Nya.
Sebagai contoh, seorang saudari sedang menghadapi suatu kesulitan, dan ia tidak tahu harus bagaimana. Walaupun ia tidak mendapatkan petunjuk yang jelas, ia datang ke hadapan Tuhan dan berkata, "Tuhan, aku memuji-Mu, karena aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku memuji-Mu karena aku sedang dalam kegelapan." Apakah yang terjadi? Semakin ia memuji, ia akan semakin berada dalam terang! Marilah kita berbuat seperti ini juga. Ketika kita sedang lemah, datanglah kepada Tuhan dan katakanlah, "Tuhan, aku memuji-Mu, sebab dalam situasi ini aku merasa lemah." Melalui berkontak dengan Tuhan, kita akan nampak Ia sebagai Roh yang alangkah ajaibnya, yang berhuni di batin kita dan menjadi suplai yang limpah dan serba cukup!
Terlalu banyak doktrin dalam kekristenan yang menyimpangkan umat Tuhan dari Tuhan itu sendiri, dan menyebabkan mereka terlepas dari sasaran ekonomi Allah. Apakah sasaran itu? Itu tak lain Roh Kudus yang almuhit berhuni di dalam roh manusia kita. Belajarlah berkontak dan mengikuti Roh Kudus sepanjang hari, dan belajarlah bersekutu serta berhadapan dengan-Nya. Kekristenan mengajari kita banyak formalitas, peraturan, dan ajaran-ajaran, bahkan membaca Alkitab dengan cara yang keliru, sebab sedikit atau sama sekali tidak berkontak dengan Roh Kudus. Mereka hanya mempelajari doktrin-doktrin dalain huruf hitam di atas putih. Namun kita perlu membaca Alkitab dengan melatih atau menggunakan roh kita untuk berkontak dengan Roh Kudus, bukan menggunakan mata kita untuk melihat huruf-hurufnya saia atau menggunakan pikiran untuk memahami ajaran-ajarannya saja. Dari pagi hingga petang, kita wajib bergaul dengan Dia yang berhuni di batin kita, sebab Dialah suplai Tuhan Yesus yang kaya limpah.
ROH ADALAH TEMPAT TINGGAL (RUMAH) BERSAMA
Yohanes 14:23 mengatakan, Bapa dan Tuhan akan datang dan diam (membuat rumah) bersama kita. Apakah artinya ini? Pernahkah Anda mengalami datangnya Bapa dan Putra untuk "membuat rumah Mereka" bersaina Anda? Itulah sasaran ekonomi Allah yang sedang kita bahas. "Rumah" ini beraspek dua : Bapa dan Putra akan menjadi rumah kita, dan kita akan menjadi rumah Mereka. Itulah suatu "rumah bersama". Bagaimana rumah bersama ini terbentuk? Begitu kita berada di dalain Roh, seperti halnya Bapa dan Putra berada di dalam Roh. Dengan demikian kita dapat mengalami rumah bersama tersebut. Manakala kita berada di dalam Roh, kita berhuni di dalam Putra dan Bapa, dan pada waktu itu pula Mereka pun berhuni di dalam kita. Sesudah itu, baru kita memiliki suatu komunikasi dan persekutuan intim dengan Bapa dan Putra. Kita akan memiliki suatu "dialog" batini; kita akan berdialog dengan Tuhan, dan Tuhan akan berdialog dengan kita. Itulah pengalaman-pengalaman yang praktis dalain hal rumah bersama tadi.
ROH SEBAGAI HAYAT DI BATIN
DAN PAKAIAN DI LUAR
Tuhan juga sebagai Roh hayat di dalam batin kita, seperti air yang menyegarkan, menguatkan dan memenuhi kita dengan hayat batini (Yoh. 7:37-39).
Sebagai Roh Kudus, Tuhan pun ibarat pakaian (Luk. 24:49, kata "diperlengkapi" dalam bahasa Yunani berarti "dipakaikan"). Pakaian menunjukkan kuasa dan kekuasaan. Hari ini, bila seseorang sedang menjalankan tugas sebagai petugas resmi, ia harus memakai pakaian seragam. Misalkan kita mehhat seorang polisi berdiri di jalan dengan pakaian preman, tidak mengenakan seragamnya, maka tak seorang pun menghormatinya sebagai seorang polisi; ia kehilangan kekuasaan. Tetapi jika kita melihat seorang polisi dengan pakaian seragam ketika kita mengendarai mobil, kita akan berhati-hati. Bila ia mengenakan seragamnya, berarti ia mengenakan kekuasaan. Roh Kudus di batin kita berfungsi sebagai suplai hayat, gedangkan Roh Kudus di luar kita adalah seragam kekuasaan. Ketika kita mengenakan-Nya, kita akan memiliki kekuasaan yang tertinggi dalam alam semesta ini.
Setelah bangkit, Tuhan datang kepada murid-murid-Nya dan menghembuskan nafas kepada mereka (Yoh. 20:21-22). Ia menyebut nafas itu "Roh Kudus", sebab Ia sendiri adalah Roh Kudus. Apa saja yang keluar dari diri-Nya itulah Roh Kudus. Kita tahu bahwa nafas berasal dari hayat dan untuk hayat. Jadi Tuhan menghembuskan nafas Roh Kudus kepada murid-murid-Nya berarti Ia membagi-bagikan Roh hayat-Nya kepada mereka. Maka sejak hari kebangkitan, semua murid telah menerima Roh hayat di batin mereka. Mereka telah menerima minuman air hayat batini.
Namun, pada waktu itu mereka belum memiliki kuat kuasa; seragam itu belum diberikan. Itulah sebabnya, Tuban menyuruh mereka menunggu (Luk. 24:49) sampai Ia dinaikkan ke surga dan dinobatkan sebagai Kepala dan Penguasa alam semesta. Melalui kenaikan dan penobatan-Nya, Ia beroleh kedudukan untuk mencurahkan diriNya sendiri dalam Roh Kudus sebagai kekuasaan. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun, bukan sebagai hayat, melainkan sebagai kuat kuasa (Kis. 1:8).
Karena itu, pada hari kebangkitan, yakni hari hayat, Roh Kudus "keluar" dari Tuhan dan "masuk" ke dalam para murid sebagai nafas hayat. Namun, pada hari Pentakosta, yakni hari kuat kuasa, Roh Kudus datang dari Sang Kepala yang telah dinaikkan dan dinobatkan dan melengkapi para murid dengan kekuasaan untuk pelayanan.
Misalkan seorang polisi bersiap-siap melakukan tugasnya, apa yang lazim ia lakukan sebelum berangkat? Pagi-pagi mungkin Ia meneguk beberapa gelas minuman untuk menyegarkan dan menguatkan dirinya. Tetapi apakah dengan mengisi dirinya dengan minuman-minuman itu ia sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan tugasnya sebagai polisi? Jika ia pergi ke jalan tanpa mengenakan seragam, lalu berkata, "Aku sudah kenyang, aku sekarang bertugas sebagai polisi", tentu tak seorang pun menghormatinya. Orang akan menganggapnya gila. Walaupun ia sesungguhnya seorang polisi, tetapi tanpa seragam, ia tidak akan berkuasa. Namun apabila ia mengenakan seragam, berarti ia dilengkapi dengan kekuasaan. Ketika ia berdiri di jalan, setiap orang akan menghormatinya sebagai seorang polisi lokal yang berkuasa. Kita tidak boleh meremehkan seragam ini. Seragam mewakili kekuasaan pemerintahan. Pada pihak lain, bila polisi tidak minum atau sarapan apa-apa di pagi hari ia akan lemah. Ia dapat mengenakan seragamnya dan melakukan kekuasaan sesuai dengan kedudukannya, tetapi ia tidak memiliki kekuatan dan kesegaran.
Ada orang Kristen yang dipenuhi dalam batin, tetapi tanpa seragam, dan ada lagi yang hanya mengenakan seragam, tetapi batinnya kosong dan lapar. Kita perlu keduanya, yaitu dipenuhi di batin dan diperlengkapi di luar. Kita perlu Roh Kudus Hari Kebangkitan sebagai hayat "di dalam" kita, kita pun perlu Roh Kudus Hari Pentakosta sebagai kuat kuasa "di atas" kita. Kepenuhan Roh Kudus adalah keperluan dalam batin, sedang pengenaan atau pemakaian Roh Kudus itu keperluan di lahir. Bila kita memiliki keduanya, kita akan mengalami pembauran Roh Kudus yang di dalam dan di luar yang penuh dengan berkat itu. Siapakah Roh itu? Ingatlah, Roh itu adalah realitas Allah Tritunggal itu sendiri. Bila kita dipenuhi dan disalut oleh Roh Kudus, kita akan berbaur dengan Allah Tritunggal. Itulah sasaran ekonomi Allah.
Marilah kita arahkan perhatian kita kepada sasaran ekonomi Allah, dan tidak hanya kepada doktrin saja! Ada orang suka memperdebatkan doktrin. Mereka berkata, "Bagaimana tentang masalah pengangkatan?" Banyak orang Kristen merasa bingung tentang pengangkatan sesudah kesusahan besar dan pengangkatan sebelum kesusahan besar, atau pengangkatan sebagian dan sebagainya. Dulu saya pernah memberi tabu seorang saudara, "Asalkan Anda mengasihi Tuhan dan hidup oleh-Nya, kapan saja Ia kembali, Anda pasti terangkat. Itu sudah cukup!" Lupakanlah doktrin dan belajarlah mengasihi-Nya saja. Arahkanlah perhatian Anda kepada sasaran ekonomi Allah itu, dan tuntutlah Kristus dalam Roh Kudus dan usahakanlah diri Anda dipenuhi serta dicurahi oleh-Nya.
Ada juga yang memperdebatkan masalah keselamatan kekal, tetapi keselamatan yang riil ialah Kristus itu sendiri, bukan ajaran-ajaran. Asalkan kita memiliki Kristus, kita sudah memiliki keselamatan. Doktrin keselamatan kekal bukanlah Kristus. Doktrin hanya menimbulkan perpecahan di antara anak-anak Allah. Bila kita mengasihi Kristus, berjalan oleh Roh yang hidup dan tidak menekankan doktrin, kita akan bersatu-padu dengan seluruh orang beriman. Semakin banyak kita membicarakan doktrin, kita akan semakin banyak bertengkar. Hari ini, ketika kita berbicara tentang Roh. Kudus, dosis ajaib ini, kita akan berkata, "Amin! Haleluya!" Tetapi besok, jika kita membicarakan tentang keselamatan kekal, ada yang akan berkata, "Maaf, aku tidak setuiu." Segeralah kita akan terpecah-belah, dan itu berarti kita sudah meleset dari sasaran. Kita akan diajar dengan perkara-perkara yang hanya membangkitkan pertanyaan dan tidak memusatkan perhatian kita sepenuhnya kepada sasaran ekonomi Allah. Apakah sasaran itu? Itulah Bapa di dalam Putra dan Putra di dalam Roh Kudus, dan Roh Kudus di dalam kita.
Ada orang yang memperdebatkan tentang baptisan. Misalnya ada orang mencoba meyakinkan orang lain tentang baptisan percik dan mempertahankannya. Ini lagilagi masalah doktrin dan bukan masalah Roh Kristus yang hidup. Kita harus belajar memegang satu perkara dan dipegang oleh satu perkara saja, yakni Kristus itu sendiri. Kita wajib belajar bagaimana memegang Kristus di dalam Roh. Kudus dan dipegang oleh Roh Kudus. Kendatipun kita memang bisa menerima bantuan dari doktrin, namun inti utama ekonomi Allah bukanlah doktrin, melainkan Dia yang hidup di dalam Roh Kudus.
ROH ITU IALAH ROH PEMBERI-HAYAT, ROH PEMBEBAS,
DAN ROH PENGUBAH
Bila kita sepanjang hari berkontak dengan Dia Sang Hidup dalam Roh Kudus yang ajaib ini, maka tiga perkara akan terjadi di batin kita. Pertama, Roh pemberihayat itu akan menyalurkan hayat (2 Kor. 3:6). Kapan saja kita berkontak dengan Roh ajaib ini, kita akan beroleh penyegaran, penguatan, kepuasan dan penerangan dalam batin. Semua ini menunjukkan Kristus sebagai hayat makin banyak disalurkan ke dalam kita. Mungkin kita telah menjadi orang Kristen lebih dari delapan puluh tahun lamanya, tetapi kita masih tetap perlu Kristus Allah sebagai Roh pemberi-hayat, menyalurkan diri-Nya ke dalam kita, untuk menyegarkan, menguatkan, memuaskan, menerangi, dan memenuhi kita. Roh ajaib di dalam kita senantiasa menyalurkan Kristus sebagai suplai kita yang limpah.
Kedua, Roh Kudus akan membebaskan (memerdekakan) kita secara berkesinambungan (2 Kor. 3:17). Setiap hari banyak kesebalan dan tekanan yang melemahkan kita. Adakalanya istri Anda bersikap tidak ramah, ketika Anda pulang dari kantor, ia mengomeli Anda. Adakalanya wajah seseorang membuat Anda tertekan. Akhirnya, bila Anda menghadiri suatu sidang, Anda pun tampil dengan wajah muram pula. Orang lain akan bertanya, "Apa yang terjadi pada Anda?" Jawab Anda, "Tidak apa-apa." Anda tidak berani memberi tahu mereka bahwa Anda terpengaruh oleh sikap istri Anda di rumah. Urusan-urusan sekecil itu sudah dapat menekan dan menyebalkan Anda. Tetapi, jika Anda berkontak dengan Kristus yang hidup di batin Anda, Ia segera akan membebaskan Anda. Anda akan jauh mengungguli istri Anda, dan segala tekanan akan berada di bawah kaki Anda! Anda akan seolah dibebaskan ke takhta surga tingkat ketiga. Sering kali sewaktu saya bersiap-siap untuk menghadiri sidang ministri, tiba-tiba muncul suatu hal. Tetapi saya belajar satu perkara, yaitu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, hamba berada di surga. Hamba tidak mau diganggu oleh urusan-urusan itu." Jika kita berada di dalam Roh Kudus, kita pasti akan unggul, sebab dalam Roh ajaib ini terdapat unsur-unsur pengangkatan dan keunggulan. Tatkala kita berada di dalam-Nya, unsur-unsur dalam Roh ini akan membebaskan kita sepanjang hari.
Ketiga, ketika Ia menyalurkan hayat dan membebaskan kita, Roh Kudus pun mengubah kita. Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." Dalam ayat ini, kata "diubah" dalam bahasa Yunaninya sama dengan "berubah oleh pembaruan budimu" dalam Roma 12:2. Jadi diubah di sini tidak hanya berarti perubahan lahiriah. Ketika kita memandang dan mencerminkan kemuhaan Tuhan seperti sebuah cermin, kita lalu diubah menjadi serupa dengan gambar Tuhan dari satu tahap ke tahap lain. Ketika sebuah cermin mengarah kepada sesuatu, ia pasti mencerminkan apa yang di hadapannya itu. Jika sebuah cermin terselubung, berarti mukanya tidak terbuka, sekalipun ia mengarah ke suatu obyek, tak dapatlah ia mencerminkannya. Bila kita menjadi sebuah cermin yang terbuka, kita akan mencerminkan Kristus, karena kita melihat-Nya. Itulah proses transformasi (pengubahan). Tuhan itu Roh yang mengubah kita dalam batin. Walaupun kita begitu alamiah, bahkan begitu berdosa, Roh itu dapat mengubah rupa kita yang alami menjadi rupa-Nya yang mulia. Bila kita sepanjang hari senantiasa hidup di dalam Roh, Ia akan mengubah kita melalui memperbarui pikiran, emosi, dan tekad kita. Melalui meresapi,pikiran, emosi, dan tekad kita dengan diri-Nya sendiri itu, maka Ia akan menduduki seluruh bagian batin insan kita. Kasih kita, kebencian kita, kedambaan kita, pilihan kita, dan keputusan kita akan mengenakan rupa atau gambar-Nya. Kita akan diubah menjadi serupa dengan-Nya dari kemuliaan kepada kemuliaan. Artinya, pada hari ini kita diubah dalam kemuliaan tahap pertama, besok kita akan diubah dalam kemuliaan tahap kedua dan hari berikutnya diubah dalam kemuliaan tahap ketiga, dan seterusnya. Kemuliaan kita itu akan bertambah terus dari hari ke hari.
Ekonomi Allah dan sasaran ekonomi-Nya ialah Allah sedang menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita dan membaurkan kita bersama diri-Nya sendiri dalam kemuliaan-Nya. Setelah itu, kita akan dapat mengekspresikanNya. Marilah kita dengan setia menuntut sasaran ini. Marilah kita berpegang teguh pada sasaran ini, dan marilah kita maju terus untuk mencapai sasaran ini.