← Daftar isi Ekonomi Allah Tritunggal · bab 10/24

PENGGALIAN BAGIAN-BAGIAN DALAM DAN BAGIAN YANG TERSEMBUNYI

Dalam bab ini kita akan mempelajari cara untuk memiliki aliran/pengaliran Roh itu di bagian-bagian dalam kita. Dalam Bilangan 20, batu karang yang terpukul, yang melambangkan Kristus yang terpukul dan terbelah, mengalirkan air hayat (I Kor. 10:4). Kemudian dalam pasal 21, perigi yang digah oleh umat Allah membualkan air. Karena itu, dalam kedua pasal kitab ini, pertamatama ada sebuah batu karang yang harus dipukul agar air hayat mengahr, dan kemudian sebuah perigi yang harus digah agar air dapat membual.

Jika kita membaca Alkitab dengan cermat, kita akan memahami bahwa batu karang maupun perigi adalah lambang-lambang Kristus, mewahyukan Dia dalam dua aspek yang berbeda. Batu karang melambangkan Kristus di kayu salib, dipukul oleh Allah sehingga air hayat, yaitu Roh hayat, dapat mengalir ke dalam kita. Perigi menunjukkan aspek yang lain. Kalau batu karang merupakan Kristus yang di kayu salib, maka perigi adalah Kristus yang di dalam kita (Yoh. 4:14). Bagi orang-orang percaya, persoalannya tidak pada batu karang, melainkan perigi. Kristus sebagai batu karang telah merampungkan pekerlaan-Nya di atas salib, yang tertampak dalam air hayat yang mengalir ke dalam kita; tetapi, hari ini, Kristus sebagai perigi air hayat memancar/membual terus-menerus di dalam kita merupakan suatu hal yang lain lagi, dan erat kaitannya dengan proses penggalian yang sekarang ini.

Tujuan bab ini bukan memberikan ajaran yang lebih lanjut, melainkan mendorong kita datang kepada Tuhan untuk digali. Kita tidak seharusnya membicarakan terlalu banyak doktrin, lingkungan, langkah-langkah mendatang, atau bimbingan mengenai kehendak Tuhan. Diri kita sendirilah yang harus digali. Mengapa? Karena saya percaya, bahkan pada saat ini, kebanyakan dari kita tidak memiliki aliran air hayat yang bebas. Doa-baca kita tidak begitu leluasa. Kesaksian-kesaksian kita tidak begitu kuat, dan dalam banyak hal kita telah dikalahkan dan kurang beroleh kemenangan. Ini disebabkan oleh satu hal; aliran hayat rohani atau pancaran air hayat tidak leluasa di dalam kita. Banyak sekali kotoran di dalam kita yang harus digali. Mungkin Anda bertanya, "Apakah kotoran itu?" Kotoran di dalam hati nurani, emosi, tekad, dan pikiran kita. Hati kita mengandung banyak kotoran yang perlu digali, bahkan di dalam roh kita pun ada kotoran yang harus dibereskan.

PENGGALIAN HATI NURANI

Apakah yang saya maksud dengan kata "kotoran"? Maksud saya, hati nurani kita tidak begitu murni. Mungkin pada saat ini juga, dalam hati nurani kita masih ada beberapa tuduhan yang belum kita akui di hadapan Tuhan. Tuduhan-tuduhan ini adalah kotoran-kotoran yang perlu digah keluar. Alasan tidak banyaknya kebebasan yang kita rasakan ch batin ialah akibat adanya tuduhan-tuduhan di dalam nurani kita. Tuduhan apa ini? Anda harus bertanya kepada diri sendiri, hanya Anda yang tahu. Anda tahu dalam batin Anda ada apa yang menyalahi orang lain. Bila Anda tidak benar terhadap orang lain, timbullah tuduhan-tuduhan itu. Bila Anda menolak mengerjakan permintaan Tuhan, hal itu akan menjadi suatu tuduhan dalam nurani Anda. Kemudian Anda heran, mengapa Anda terbelenggu dan tanpa kebebasan. Tidak lain karena ada suatu permintaan Tuhan yang belum Anda penuh dan hal itu segera menjadi suatu tuduhan dalam hati nurani Anda. Hati nurani Anda tidak murni dari tuduhan-tuduhan dan tidak bersih dari kesalahan-kesalahan.

Jika kita hendak mengalami pengaliran Roh itu yang bebas dan batini, hati nurani kita harus dibereskan dan dimurnikan dulu. Kotoran itu hanya dapat digali keluar dengan datang kepada Tuhan beberapa kah setiap hari. Saya anjurkan selama minggu ini kita menghadap Tuhan berulang-ulang, bahkan sewaktu kita sedang berjalan di sepanjang jalan. Kita harus datang kepada Tuhan di dalam roh kita dan tergali dalam hadirat-Nya. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita harus menggali semua kotoran itu.

PENGGALIAN HATI

Setelah membereskan tuduhan-tuduhan dalam hati nurani kita, kita juga harus menggali keluar banyak perkara yang dihukum oleh Tuhan dalam hati kita. Tidak hanyak saudara dan saudari yang mempunyai hati yang murni dengan menuntut diri Tuhan semata. Pada satu pihak, banyak yang menuntut Tuhan dan jalan-Nya; namun di lain pihak, mereka masih mencari banyak hal selain diri Tuhan. Dengan demikian, hati mereka menjadi rumit dan tidak leluasa atau murni. Kita perlu sekali lagi datang kepada Tuhan untuk menggali keluar segala perkara yang bukan Kristus dari dalam hati kita.

Anda mungkin bertanya, "Apa saja yang perlu digali keluar?" Mungkin masalah yang pertama ialah kekhawatiran Anda akan masa depan dan pimpinan Tuhan. Anda tidak seharusnya terganggu oleh hal ini, masa depan Anda tidak berada dalam tangan Anda, melainkan dalam tangan Tuhan. Sebenarnya Anda tidak seharusnya mempunyai masa depan, Tuhan sendirilah satu-satunya masa depan Anda. Kita tidak tahu betapa "lengket"nya hati kita. Beberapa tahun yang lalu kertas lalat umum dipakai untuk menangkap lalat, dan alangkah lengketnya kertas itu! Apa saja yang menyentuhnya melekat padanya. Hati kita serupa dengan kertas lalat itu - begitu lengket. Apa Maja yang menyentuh hati, melekatlah padanya. Semua hal ini sama sekali harus diputuskan. Kelihatannya kita semua menuntut Tuhan. Banyak di antara kita hanya hidup untuk Tuhan dan telah meninggalkan keluarga dan pekerjaan. Hari demi hari kita menuntut pimpinan Tuhan, tetapi kita tidak mengetahui entah berapa banyak hal yang merumitkan hati kita. Bisakah kita melupakan hal-hal itu? Menggali keluar kotoran dari hati nurani itu mudah, tetapi menggah keluar kotoran dari hati tidaklah begitu mudah. Dalam banyak hal, kita balk hati kepada diri sendiri, kita tidak suka menggali hati kita dengan bengis. Menggali keluar tuduhan-tuduhan dari hati nurani kita itu mudah, tetapi tidaklah mudah menggali keluar perkara-perkara yang kita cintai dari dalam hati kita. Kita melekat pada barang-barang yang kita genggam dengan penuh kasih. Itulah sebabnya Alkitab memberi tahu kita bahwa kita perlu satu hati nurani yang baik dan satu hati yang murni. "Berbahagialah orang yang suci (murni) hatinya, karena mereka akan melihat Allah" (Mat. 5:8).

Tidak usah diragukan bahwa kita mengasihi Tuhan dan menuntut Dia, namun kasih dan tuntutan kita terhadap Tuhan adalah dengan hati yang rumit. Tujuan dan sasaran hati kita kurang murni. Kita tidak tabu entah berapa banyak tujuan yang ada dalam hati kita. Bagaimana keluarga kita? Pekerjaan kita? Gelar (derajat) kita? Bagaimana tahun ini, dan tahun mendatang? Banyak sekali barang yang diam di dalam hati kita. Saudara saudari, saya katakan semua kotoran ini menghambat aliran air hayat di batin kita dan ini harus digah keluar. Sejak saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, Dia telah masuk ke dalam kita sebagai perigi yang mengalirkan air hayat. Namun kesulitannya hari ini ialah terlalu banyak kotoran di dalam hati nurani dan hati kita.

PENGGALIAN PIKIRAN

Ketika orang menggali sebuah perigi yang dalam, sering ia menemukan bahwa tanah itu berlapis-lapis. Lapis pertama berupa tanah lembut, lapis berikutnya berupa tanah keras, dan lapis lainnya berupa batu-batu. Tidaklah mudah menggah menembus lapisan-lapisan itu. Ini menggambarkan lapisan-lapisan di dalam kita yang harus kita gali sampai tembus. Kita memiliki lapisan hati nurani, lapisan hati, dan kini kita memiliki lapisan pikiran yang mengandung banyak kotoran. Oh, kita tidak tahu, entah berapa banyak khayalan yang kita miliki hari demi hari! Kita tidak hanya bermimpi sepanjang malam sewaktu kita tidur, kita pun bermimpi sepanjang siang hari ketika kita bangun. Semua khayalan kita merupakan mimpi-mimpi yang beraneka ragam. Kita telah membicarakan mengenai Iblis yang membutakan pikiran kita; dia melakukannya melalui khayalan-khayalan. Kadang-kadang sambil mendengarkan suatu berita, saya tidak tahu, di mana pikiran Anda - mungkin telah melancong ke bulan! Di luar, Anda menganggukkan kepala, tetapi di dalam, pikiran Anda membayangkan sesuatu di ruang angkasa. Selama pemberitaan, Anda mendengar suara, tetapi Anda tidak menerima apa-apa. Pikiran Anda telah dibutakan oleh khayalan-khayalan.

Sering orang-orang melancong mengelilingi seluruh dunia dalam khayalan mereka. Dalam beberapa detik salit, orang dapat melancong ke seluruh dunia. Mereka dapat pergi ke Timur Jauh lebih cepat daripada pesawat jet yang terbaik! Oh, betapa banyaknya khayalan di dalam pikiran! Bila terdapat banyak sekali kotoran dalam pikiran Anda, bagaimanakah mungkin aliran air hayat di batin Anda dapat leluasa? Karena pikiran Anda terkurung, air hayat juga terkurung dalam pikiran Anda. Tumpukan kotoran tidak lain adalah pikiran-pikiran, khayalan-khayalan, dan mimpi-mimpi yang harus digali keluar. Sesudah itu, barulah air hayat itu dapat mengalir dengan bebas.

PENGGALIAN TEKAD

Tekad juga mengandung banyak kotoran. Tidak banyak yang taat dengan mutlak dan sepenuhnya kepada Tuhan. Tekad kita perlu lebih taat kepada kehendak Tuhan. Oh, betapa seringnya kita tidak taat kepada pengaturan kedaulatan Tuhan! Kadang-kadang kita mengira kita cukup taat kepada Tuhan, namun ketika Dia menaruh kita ke dalam lingkungan tertentu, keadaan kita yang sebenarnya akan tersingkap. Menaati Tuhan yang tidak nampak itu mudah, tetapi menaati orang yang kelihatan itu sulit. Anda berkata, "Oh, aku taat kepada Tuhan. Aku tidak ada persoalan dengan Tuhan. Tetapi ... Ya, ada 'tetapi' yang besar. Di hadapan Tuhan aku tidak mempunyai persoalan, tetapi dengan gereja. . . . Oh, aku tidak dapat taat kepada mereka." Tuhan khusus menaruh Anda di dalam gereja lokal Anda, guna menghancurkan tekad Anda.

"Jika suamiku seperti saudara yang baik itu, aku akan dengan senang hati menaatinya." Betapa seringnya saudari-saudari berpikiran seperti ini! Tetapi kenyataannya, suami Anda tidak dapat menjadi orang semacam itu. Tuhan memberi Anda seorang suami yang begitu cocok; dialah suami yang Anda butuhkan. Jika Anda dapat memiliki suami yang Anda mimpikan itu, Anda tidak akan pernah tersingkap. Banyak pengalaman dan lingkungan di bawah kedaulatan-Nya tak lain akan menyingkapkan kita kepada terang, agar kita dapat menyadari betapa tegarnya tekad kita. Anda boleh menunjukkan seorang saudara itu tegar, tetapi setiap orang di antara kita juga tegar. Mungkin kita adalah saudara-saudara yang paling tegar. Setiap orang di antara kita harus menggali tekadnya. Alangkah mudah sekali memperoleh sebanyak-banyaknya pengetahuan rohani, sedangkan alamiah kita, watak kita, tidak pernah berubah. Ini sama sekati gagal! Jika air hayat hendak mengalir dari dalam kita, kita harus tergali. Pengaliran itu urusan Tuhan, tetapi penggalian adalah urusan kita. Kita harus menggah diri kita sendiri.

PENGGALIAN EMOSI

Setelah penggalian kotoran dari tekad, kita perlu membereskan emosi kita. Saya tidak tahu bagaimana melukiskan emosi kita yang begitu merepotkan. Persoalan emosi tidak hanya terdapat pada para saudari, tetapi tiga pada para saudara. Bila kita dikuasai emosi, kita dikuasai oleh diri kita. Kita berada di bawah kendali dan perbudakan emosi kita. Jika kita ingin menggunakan sejangka waktu bersama Tuhan dan membuka diri kita, kita harus mulai dengan menggali hati nurani kita, lalu hati kita, berikutnya pikiran kita dan kemudian tekad kita. Akhirnya, kita akan sampai pada titik yang memperlihatkan kepada kita, betapa kita masih di dalam emosi. Begitu mudahnya kita menyukai sesuatu dan membenci yang lain. Begitu mudahnya bersahabat dengan seorang saudara, tetapi esok pagi memperlakukannya sebagai "musuh". Mengganti tekad kita, tidaklah begitu mudah, tetapi mudah sekali mengganti-ganti emosi. Emosi kita sering berubah-ubah, lebih sering daripada cuaca.

Ini bukan hanya sekadar satu khotbah! Perhatian saya ialah memberikan sedikit petunjuk, agar Anda mau datang kepada Tuhan. Lupakanlah kebutuhan Anda, pekerjaan Anda, masa depan Anda, dan suasana sekitar Anda. Carilah saja penyertaan Tuhan, dan mintalah kepadaNya untuk membawa Anda ke dalam terang-Nya. Lalu ikutilah terang-Nya untuk menggali kotoran dalam hati nurani, hati, pikiran, tekad, dan emosi Anda. Semakin Anda menggali kotoran, Anda akan semakin hidup. Anda akan hidup, diperkuat, dan menang. Inilah kunci untuk menyelesaikan persoalan-persoalan Anda. Anda harus memelihara aliran air hayat - yaitu persekutuan hayat yang mengalir dengan leluasa di batin Anda. Bila air hayat mengahr dengan leluasa di batin Anda, di situlah ada kemenangan. Semua persoalan akan terpecahkan dengan spontan bahkan tanpa disadari. Meskipun Anda tidak tahu bagaimana menyelesaikannya, tetapi semua itu akan dibereskan oleh pengaliran air hayat, persekutuan hayat. Pengaliran air hayat ini sepenuhnya tergantung pada penggalian Anda.

Penggalian ini hanya terlaksana melalui doa. Kita harus menggunakan waktu kita sebanyak-banyaknya bersama Tuhan dan berdoa menurut pimpinan-Nya yang batini. Menurut pimpinan tersebut, kita harus mengakui dan menggali semua kotoran di dalam kita. Saya yakin petunjuk ini sudah jelas; sekarang kita perlu melaksanakannya. Kadang-kadang kita perlu berdoa bersama orang hun, namun doa penggalian ini lebih berhasil dilakukan secara perorangan. Kita sungguh-sungguh perlu menggunakan lebih banyak waktu secara pribadi bersama Tuhan. Semua kotoran dalam hati nurani, hati, pikiran, tekad, dan emosi harus digali keluar melalui doa kita. Anda boleh berkata, "Aku sangat sibuk." Namun, meskipun kita sibuk oleh urusan-urusan sehari penuh, kita tetap dapat menjamah Tuhan dan menggali kotoran. Sering, selagi saya bekerja, saya melatih diri untuk menggali. Kita harus belajar berdoa, menghubungi Tuhan, dan menggali semua kotoran batini itu.