← Daftar isi Yoel · bab 3/7

ISI (2)

Pembacaan Alkitab:

Yoel 2:12–3:21

Yoel adalah kitab pendek yang terdiri dari tiga pasal, tetapimisinya mencakup sejarah manusia dari 606 SM sampai Kerajaan Seribu Tahun. Satu wahyu yang besar dalam Yoel yaitu Allah membangkitkan empat kekaisaran yang dilambangkan oleh empat jenis belalang, dimulai dengan Babel dan dilanjutkan dengan Media-Persia, Yunani, dan Kekaisaran Roma, untuk menghancurkan satu bangsa kecil, Israel, umat pilihan Allah. Hari ini penghancuran ini masih berlangsung. Sepanjang perjalanan, sementara sejarah demikian berlalu, Allah mencurahkan diri-Nya sebagai Dia yang berinkarnasi, disalibkan, dibangkitkan, dan diangkat, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai Roh itu, atas kaum beriman Kristus. Pencurahan ini menghasilkan gereja dan memulai zaman rahasia. Segala sesuatu mengenai gereja adalah rahasia, dan rahasia ini adalah manifestasi Kristus. Sekarang kita di sini dalam gereja mengerjakan hal-hal dalam cara rahasia untuk mendatangkan penampakkan akhir Kristus untuk mendatangkan zaman pemulihan, kerajaan seribu tahun, yang mendahului langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru. Ini adalah wahyu dalam Kitab Yoel.

Mari sekarang melanjutkan untuk memperhatikan isi lebih lanjut Yoel dalam 2:12–3:21. Dalam bagian ini kita memiliki berpalingnya TUHAN kepada umat pilihan-Nya, Israel (2:12-32), penghakiman Kristus atas bangsa-bangsa (3:1-15), dan kemenangan Kristus dengan para pemenang-Nya atas bangsa-bangsa dan pemerintahn-Nya di antara Israel di zaman pemulihan (3:9-13, 16-21).

II. BERPALINGNYA TUHAN KEPADA UMAT PILIHAN-NYA, ISRAEL

A. Menantikan Mereka Kembali kepada TUHAN Allah Mereka

TUHAN menginginkan umat pilihan-Nya kembali kepada Dia. Ayat 12 sampai 17 pasal dua mewahyukan jalan apa supaya mereka kembali kepada Allahnya.

1. Dengan Segenap Hatinya

TUHAN menginginkan umat pilihan-Nya kembali kepada Dia dengan segenap hatinya (ay. 12a).

2. Dengan Puasa, Menangis, dan Mengaduh

Dia menginginkan mereka kembali kepada Dia juga dengan berpuasa, menangis, dan mengaduh (ay. 12b).

3. Mengoyakkan Hatinya dan Bukan Pakaiannya

Dalam kembalinya kepada Allahnya, umat pilihan TUHAN harus mengoyakkan hatinya dan bukan pakaiannya (ay. 13). Mereka harus melakukan hal ini supaya Allah mau kembali, menyesal, dan meninggalkan-Nya berkat–kurbansajian dan kurban curahan (ay. 14).

Kurban sajian dan kurban curahan adalah berkat untuk Israel. Ketika Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem dan bait, Israel kehilangan tempat yang ditetapkan Allah di mana mereka dapat mempersembahkan persembahan-persembahannya kepada ALlah (Ul. 12:5-6). Juga, pasukan belalang Allah menghancurkan hasil panen negeri itu, tidak meninggalkan gandum untuk kurban sajian dan tidak ada anggur untuk dibuat arak untuk kurban curahan. Maka, Israel kehilangan tumpuan dan bahan untuk mempersembahkan kurban sajian untuk memberi makan Allah dan kurban curahan untuk menyenangkan Allah. Hari ini Allah dan Israel masih menderita kehilangan berkat ini.

4. Meniup Sangkakala di Sion

Dalam Yoel 2:15a TUHAN berkata, ‘‘Tiuplah sangkakala di Sion.’’ Meniup sangkakala adalah membuat pernyataan dalam roh kemenangan.

5. Puasa yang Kudus

Ayat 15b selanjutnya berkata, ‘‘Puasa yang kudus.’’ Puasa ini bukan umum; sebaliknya, puasa ini dikuduskan, dipisahkan untuk Allah.

6. Calling a Solemn Assembly

TUHAN juga menginginkan umat pilihan-Nya mengadakan perkumpulan raya: mengumpulkan bangsa itu, menghimpunkan orang-orang yang tua, dan membiarkan pengantin laki-laki keluar dari kamarnya dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya (ay. 15c-16). Perkumpulan sedemikian adalah berkat terbesar, sesuatu yang seharusnya tidak dihilangkan.

7. Membiarkan Para Imam Menangis si anatar Balai Depan dan Mezbah

Ayat 17 berkata, ‘‘Baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, / Menangis di antara balai depan dan mezbah, / Dan berkata: Sayangilah, ya TUHAN umat-Mu, / Dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, / Sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. / Mengapa orang berkata di antara bangsa: / Di mana Allah mereka?’’ Balai depan dan mezbah ada di luar bait, dan di antara balai depan dan mezbah para imam menangis sebab Israel telah kehilangan berkat. Walaupun demikian, bangsa itu, dibawa kembali kepada Allah, memiliki tumpuan untuk menikmati berkat. Mereka memiliki mezbah, yang ditetapkan Allah, di mana mereka dapat mempersembahkan apa yang Allah dambakan untuk kepuasan-Nya.

B. Damba Memberkati Tanah-Nya Sendiri

Dalam ayat 18 sampai 27 kita nampak bahwa Allah damba memberkati tanah-Nya sendiri. Negeri kudus, satu wilayah khusus tanah itu, adalah tanah Allah.

1. Dengan Panen yang Berlimpah Tanah itu

Allah damba memberkati tanah-Nya dengan panen yang berlimpah tanah itu (ay. 19, 21-22, 25-27).

2. Dengan Hujan

Allah damba memberkati tanah-Nya juga dengan hujan: hujan awal musim dan hujan akhir musim (ay. 23).

3. Dengan Menghalau dari Bangsa itu Musuh-mush yang Dikirim Allah sebagai Tentara-Nya yang Besar

Akhirnya, Allah damba memberkati tanh-Nya dengan menghalau dari bangsa itu musuh-musuh yang dikirim Dia sebagai belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip sebagai tentara-Nya yang besar (ay. 20, 25).

C. Mau Menyelamatkan Mereka

Ayat 28 sampai 32 mewahyukan bahwa Allah mau menyelamatkan umat pilihan-Nya, Israel.

1.Dengan Mencurahkan Roh-Nya ke atas Mereka

TUHAN mau menyelamatkan Israel dengan mencurahkan Roh-Nya (sebagai hujan musim awal) ke atas mereka (ay. 28-29). Nubuat ini digenapi sebagai pencicipan pada hari Pentakosta (Kis. 2:1-4, 16-21), dan ini akan digenapi sepenuhnya sebelum kesusahan besar untuk menyelamatkan dan melahirkan kembali orang Israel yang kembali. Pencurahan ini berbeda dari pencurahan Roh pada hari terakhir kesusahan besar (Za. 12:10) untuk keselamatan sisa orang Yahudi di bawah kepungan Antikristus.

Roh yang dicurahkan pada hari Pentakosta adalah Roh Allah yang diramu dengan kensanian, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Roh mejemuk ini yang telah dicurahkan adalah realisasi Kristus dan perampungan Allah Tritunggal. Allah mencurahkan diri-Nya ke atas mereka yang berseru nama Tuhan. Pencurahan ini menghasilkan gereja. Tadinya, hanya ada orang Yahudi dan orang kafir, tetapi sekarang ada gereja sebagai sepertiga kesatuan (1 Kor. 10:32). Gereja adalah rahasia, untuk ini dalam gereja supaya Kristus dimanifestasikan.

Pencurahan Roh yang telah rampung adalah kedatangan Kristus. Kristus datang melalui inkarnasi. Akhirnya, Dia mati dan dibangkitkan, dan dalam pengertian, Dia meninggalkan. Tetapi dengan mencurahkan Roh itu Dia datang kembali untuk dimanifestasikan. Dengan pencurahan ini semua murid dan orang yang beroleh selamat pada hari Pentakosta menjadi bagian dari Kristus yang korporat, perbesaran, perluasan Kristus, yang adalah gereja sebagai manifestasi Allah di dalam daging (1 Tim. 3:15-16).

Dari apa yang telah kita cakup sejauh dalam pelajaran-hayat Yoel ini, kita dapat melihat bahwa kitab ini berhubungan dengan sejarah dunia. Teks kita untuk mempelajari sejarah adalah Alkitab, khususnya kitab pendek Yoel. Dalam kitab ini kita nampak bangsa-bangsa sebagai belalang-belalang dan menghancuran Israel dengan belalang-belalang ini. Di sini kita juga nampak satu pencurahan besar Roh itu sebagai Allah Tritunggal yang telah rampung ke atas orang Yahudi yang menyeru nama TUHAN dan yang dilahirkan kembali menjadi bagian gereja untuk manifestasi Kristus.

2. Melalui Mereka Menyeru Nama TUHAN

Yoel 2:32 menunjukkan bahwa umat pilihan Allah akan diselamatkan melalui mereka menyeru nama TUHAN. Persamaan dengan ini dalam perjanjian Baru adalah menyeru nama Tuhan Yesus.

3. Dirampungkan dengan Malapetakan-malapetaka Alam dari Meterai Keenamdan Empat Sangkakal Pertama

Allah menyelamatkan Israel dengan mencurahkan Roh-Nya ke atas mereka akan dirampungkan dengan malapetaka-malapetaka alam dari meterai keenam dan empat sangkakal pertama (Why. 6:12-17; 8:7-12) di langit, matahari, bulan, bintang-bintang, dan bumi (Yoel 2:30-31a) sebagai pembukaan kesusahan besar (Mat. 24:21).

4. Sebelum Sangkakal Kelima, Tiga Celaka Pertama

Pencurahan Roh itu yang kedua untuk menyelamatkan oarang Yahudi yang kembali akan terjadi sebelum sangkakala kelima, tiga celaka pertama (Why. 8:13–9:19; 11:14; 15:5–16:21), yang adalah strutuk utama dari kesusahan besar, pada hari TUHAN yang besar dan mengerikan (Yoel 2:31b). Namun, banyak dari orang Yahudi yang kembali tidak mau percaya tetapi akan terus keras kepala. Akhirnya, selama kesusahan besar, Yerusalem akan dikelilingi oleh pasukan kafir di bawah Antikristus, mereka bermaksud menghancurkan Israel menyeluruh. Pada saat yang tidak diduga Tuhan Yesus akan turun bersama para pemenang-Nya. Selain itu, menuerut Zakharia 12, pada saat itu Roh yang telah rampung akan dicurahkan lagi, dan sisa bani Israel akan beroleh selamat.

Maka, ada tiga pencurahan Roh Kudus: pertama, pencurahan pada hari Pentakosta; kedua, pencurahan sebelum kesusahan besar hanya ke atas orang Yahudi; dan ketiga, pencurahan ke atas orang Yahudi yang terkepung, yang tidak akan memiliki jalan untuk melarikan diri dari penganiayaan Antikristus. Tiga pencurahan ini bekerja bersama-sama untuk keselamatan Israel.

III. PENGHAKIMAN KRISTUS ATAS BANGSA-BANGSA

Yoel 3:1-15 membicarakan mengenai penghakiman Kristus atas bangsa-bangsa–penghakiman atas orang-orang hidup (Kis. 10:42; 17:31).

A. Di Lembah Yosafat

Penghakiman ini akan terjadi di lembah Yosafat, yang adalah lembah keputusan (Yoel 3:2, 12, 14).

B. Untuk Membalas Bangsa-bangsa yang Menganiaya Israel selama Kesusahan Besar

Tujuan penghakiman Kristus atas orang-orang hidup akan menjadi pembalasan terhadap bangsa-bangsa yang menganiaya Israel selama kesusahan besar (ay. 2b-8; Why. 12:17; 13:7, 10; Mat. 25:41-46a). Setelah Kristus mencampakkan Antikristus dan nabi palsu ke dalam lautan api, Dia akan mendirikan takhta-Nya di Yerusalem, dan semua orang yang hidup sebagai kambing dan domba akan dikumpulkan di hadapan Dia untuk dihakimi oleh Dia. Kambing-kambing akan menjadi orang-orang jahat, mereka yang menganiaya orang Yahudi, dan domba-domba akan menjadi orang-orang baik, mereka yang menolong orang Yahudi yang teraniaya selam kesusahan.

IV. KEMENANGAN KRISTUS BERSAMA PARA PEMENANG-NYA ATAS BANGSA-BANGSA DAN PEMERINTAHAN-NYA DI ANTARA ISRAEL DI ZAMAN PEMULIHAN

Akhirnya, Yoel membicarakan yang berhubungan dengan kemenangan Kristus bersama para pemenang-Nya atas bangsa-bangsa dan pemerintahn-Nya di antara Israel di zaman pemulihan (3:9-13, 16-21).

A. Kristus bersama Para Pemenang-Nya Mengalahkan Antikristus dan Pasukannya di Harmagedon

Pertama, menurut ayat 9 sampai 13, Kristus bersama para pemenang-Nya (Why. 17:14; 19:11-14) sebagai orang-orang kuat akan mengalahkan Antikristus dan pasukannya (bangsa-bangsa) di Harmagedon.

B. Kristus Memerintah di antara Israel di atas Gunung Kudus Sion di dalam Yerusalem

Setelah mengalahkan Antikristus, Kristus akan memerintah di antara Israel di atas gunung kudus Sion di dalam Yerusalem (Yoel 3:16a, 17, 21b).

C. Kristus adalah perlindungan dan Benteng bagi Bani Israel

Karena Kristus memerintah di Yerusalem, Dia akan menjadi perlindungan dan benteng bagi bani Israel (ay. 16b). Harena ini, tidak seorang pun mampu merusak Israel lagi.

D. Dalam Pemulihan

Pemerintahan Kristus di antara Israel di atas gunung kudus Sion di dalam Yerusalem akan ada dalam pemulihan (restorasi) (ay. 18; Mat. 19:28).

1. Gunung-gunung Meniriskan Anggur Baru dan Bukit-bukit Mengalirkan Susu

Yoel 3:18a beri tahu kita bahwa dalam pemulihan gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan bukit-bukit akan mengalirkan susu. Ini menunjukkan betapa limpahnya situasi itu jadinya.

2. Segala Jalan Air Yehuda Mengalirkan Air

Dalam pemulihan tidak akan ada kekurangan air, sebab segala jalan air (terusan) Yehuda akan mengalirkan air (ay. 18b). Di manapun ada jalan air, akan ada sungai yang penuh air.

3. Mata Air akan Terbit dari Rumah TUHAN untuk Membasahi Tanah itu

Mata air akan terbit dari rumah TUHAN, bait, untuk membasahi seluruh tanah kudus (ay. 18c). Butir-butir ini untuk situasi dalam Yerusalem Baru, di mana sebatang sungai akan mengalir keluar dari takhta Allah dan Anak Domba untuk mengairi tanah kudus.

E. Semua Musuh yang Mengepung Israel Dihukum

Yoel 3:19-21a memberi tahu kita bahwa semu musuh yang mengepung Israel akan dihukum. Karena itu, bangsa-bangsa akan dihukum, Israel akan dipulihkkan, dan Kristus akan dimanifestasikan. Ini akan menjadi pemdahuluan langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru.

PAGE