← Daftar isi Maleakhi (1) · bab 3/4

PENANGGULANGAN TUHAN TERHADAP ANAK-ANAK YAKUB

Pembacaan Alkitab:

Mal. 3:5–4:6

Dalam berita ini kita akan memperhatikan Maleakhi 3:5–4:6.

IV. PENANGGULANGAN TUHAN TERHADAP ANAK-ANAK YAKUB

A. Penghakiman TUHAN melalui Dia Mendekati

Maleakhi 3:5 dan 6 membicarakan penghakiman TUHAN melalui Dia mendekat. Dalam pengalaman kita, setiap waktu Tuhan menampakkan diri kepada kita, Dia menegut kita. Peneguran-Nya adalah penghakiman-Nya.

1. Pada Mereka yang tidak Takut Akan TUHAN

Ayat 5 memberi tahu kita bahwa TUHAN akan menjadi saksi terhadap terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada TUHAN. Perhatian TUHAN kepada orang asing menunjukkan bahwa Dia sangat insani dan Dia tidak bergembira bila umat-Nya menganiaya orang asing, bukannya memberinya tumpangan.

2. Karena Tuhan tidak Berubah, Bani Yakub tidak akan Lenyap

Verse 6 says bahwa TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

B. Nasihat TUHAN kepada Anak-anak Yakub

Dalam ayat 7 sampai 12 kita memiliki nasihat TUHAN kepada anak-anak Yakub.

1. Mengarahkan Mereka untuk Kembali kepada Dia supaya Dia Mau Kembali kepada Mereka supaya Mereka Dapat Diberkati oleh Dia

“Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?”(ay. 7). Di sini TUHAN mengarahkan anak-anak Yakub untuk kembali kembali kepada Dia supaya Dia mau kembali kepada mereka supaya mereka dapat diberkati oleh Dia (ay. 10, 12). Diberkati Allah adalah disembuhkan (4:2), dan disembuhkan adalah dibuat seluruh.

a. Jangan Merampok Allah dalam Persepuluhan dan Persembahan

Mengingat Haggai menjamah kemalasan umat Allah dalam mereka tidak mengerjakan pembangunan rumah Allah, Malaakhi membicarakan mengenai mereka merampok Allah dalam persepuluhan dan persembahan. “Bolehkah manusia 1menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!” (3:8-9). Di sini kita nampak bahwa setelah menasihati anak-anak Yakub untuk kembali kepada Dia, TUHAN memerintahkan mereka jangan merampok Allah dalam persepuluhan dan persembahan supaya kutuk jangan menimpa mereka. Merampok Allah adalah tidak memberikan kepada Dia apa yang menjadi hak Dia. Dia mendirikan prinsip bahwa semua hasil dari tanah, sepersepuluh harus dibawa kepada Dia (Im. 27:30). Sepersepuluh yang terbaik harus dibawa kepada Dia.

b. Bawalah Seluruh Persembahan Persepuluhan ke dalam Rumah Perbendaharaan supaya Ada Makanan di Rumah Allah

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” (Mal. 3:10). Di sini kita memberi tahu bahwa ketika persepuluhan pertama dibawa ke rumah perbendaharaan, Allah membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai tidak ada lagi ruangan untuknya (melimpah-limpah).

Ayat ini membicarakan makanan di rumah Allah. Makanan ini bukan untuk kita–makanan ini untuk Allah. Allah lapar dan perlu makanan. Apakah makanan Allah? Makanan Allah, makanan ilahi, adalah persembahan-persembahan, khususnya kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban pendamaian. Kurban pendamaian adalah saling dinikmati oleh Allah dan umat-Nya. Kita menikmati kurban persembahan ini di hadapan Dia dan bersama Dia.

c. TUHAN Menghardik Belalang Pelahap untuk Kepentingan Mereka

Dalam ayat 11 TUHAN melanjutkan berkata bahwa Dia akan menghardik belalang pelahap untuk kepentingan mereka, tidak membiarkan belalang pelahap untuk menghancurkan hasil tanah dan tidak membiarkan pohon anggur kehilangan buahnya di ladang sebelum dipanen.

2. Semua Bangsa Menyebut Mereka Berbahagia, dan Mereka menjadi Negeri Kesukaan

Menurut ayat 12, semua bangsa akan menyebut mereka berbahagia, dan mereka menjadi negeri kesukaan.

C. TUHAN Mendorong Mereka yang Takut akan Dia dan Melayani Dia Him

Dalam ayat 13 sampai 18 kita melihat TUHAN mendorong mereka yang takut akan Dia dan menlayani Dia.

1. Perkataan Beberapa Anak Yakub Sangat Menentang TUHAN

Perkataan beberapa anak Yakub sangat menentang TUHAN (ay. 13a).

a. Mengatakan bahwa Sia-sia Melayani Allah

Mereka berkata, “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah,” dan mereka bertanya, “Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?” (ay. 14). Perkataan ini menunjukkan bahwa bangsa Israel menyembah dan melayani Allah, tetapi mereka melakukannya dengan berdukacita, tidak gembira sama sekali karena mereka diminta untuk melakukan hal-hal ini.

b. Menyebut berbahagian yang yang Gegabah

Mereka yang berbicara menentang TUHAN juga berkata, “Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga.” (ay. 15). Ini menunjukkan bahwa penentang Allah ini kelihatannya berkata, ‘‘Cara untuk diberkati bukan merendahkan dri tetapi gegabah (arogan). Orang-orang yang bertindak dengan jahat bukan saja membangun, tetapi mereka mencobai Allah, tidak mempercayai Dia dan tidak memberikan Dia persepuluhan, dan mereka melarikan diri dari setiap bencana. Daripada menderita, mereka melarikan diri dari kesusahan.’’

2. Perkataan Dorongan TUHAN

Ayat 16 sampai 18 adalah perkatan dorongan TUHAN.

a. Mereka Yang Takut akan TUHAN Berbicara Satu Sama Lain

Mereka yang takut akan TUHAN berbicara satu sama lain, setiap orang kepada tetangganya, dan TUHAN memperhatikan dan mendengarkan (ay. 16a).

b. Kitab Peringatan Ditulis di hadapan TUHAN

Ayat 16b memberi tahu kita kitab peringatan ditulis di hadapan TUHAN bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Kita hari ini merenungkan, mengasihi, menghargai, menghormati, dan menguduskan nama Allah, dan Dia memelihara catatan ini. Kita tidak dapat mengingat persekutuan kita mengenai Kristus dan gereja, tetapi Allah memelihara catatan-Nya dalam kitab peringatan-Nya.

c. Anak-anak Yakub adalah Milik Kesayangan TUHAN

Menuerut ayat 17, anak-anak Yakub akan menjadi milik TUHAN. Mereka akan menjadi milik kesayangan pada hari yang Dia persiapkan (hari murka-Nya), dan Dia akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.

d. Anak-anak Yakub Kembali dan Perbedaan antara Dia Yang Benar dan Dia Yang Fasik

Akhirnya, dalam perkataan dorongan-Nya kepada mereka yang takut akan Dia dan melayani Dia, TUHAN berkata bahwa mereka akan kembali dan membedakan antara dia yang benar dan dia yang fasik, antara dia yang melayani Allah dan dia yang tidak melayani Dia (ay. 18).

D. Peringatan TUHAN dengan Hari TUHAN

Maleakhi 4:1-6 adalah peringatan TUHAN dengan hari TUHAN.

1. Hari itu Datang, Menyala seperti Perapian

Hari TUHAN datang, menyala seperti perapian, dan maka semua orang gegabah (sombong) dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka (ay. 1).

2. Kepada Mereka Yang Takut akan Nama TUHAN bagimu akan Terbit Surya Kebenaran dengan Kesembuhan pada Sayap-Nya

Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam (ay. 2-3).

3. Memerintahkan Anak-anak Yakub untuk Mengingat Hukum Taurat Musa, Ketetapan-keteeapan dan Hukum-hukum

Dalam ayat 4 anak-anak Yakub diperintahkan mengingat hukum Taurat Musa, yaitu, ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. Hukum Taurat adalah Sepuluh Perintah; ketetapan-ketetapan adalah butir-butir hukum Taurat; dan hukum-hukum adalah peraturan. Ketika hukum ditambahkan kepada ketetapan, keketapan ini menjadi peraturan. Sebagai contoh, perintah memelihara hari Sabat dan jangan melanggarnya, kekurangan sebutan hukum, hanya keketapan. Tetapi ketika hukum ditambahkan, boleh jadi kalimat dirajam batu sampai mati, ketetapan menjadi peraturan.

4. Janji Mengutus Nabi Elia kepada Mereka menjelang Hari Tuhan yang Besar dan Dahsyat itu

Akhirnya, dalam ayat 5 dan 6, Allah menjanjakan untuk mengutus nabi Elia kepada mereka sebelum hari Tuhan menjalang hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu (Mat. 17:10-11; Why. 11:3-4). Elia akan memalingkan hati bapa-bapa kepada anak-anak dan hati anak-anak kepada bapa-bapa, supaya jangan TUHAN datang memukul bumi dengan kutuk. Inilah perkataan penutup Maleakhi dan perkataan terakhir Perjanjian Lama.