PENDAHULUAN DAN KASIH TUHAN BAGI YAKUB DAN
DIA MENANGGULANGI ANAK-ANAK LEWI
Pembacaan Alkitab:
Mal. 1:1–3:4
Dalam berita ini kita akan memulai memperhatikan nubuat Maleakhi. Kitab Maleakhi adalah penutup Perjanjian Lama.
I. PENDAHULUAN
Maleakhi 1:1 adalah pendahuluan.
A. Arti Nama Maleakhi
Nama Maleakhi dalam bahasa Ibrani berarti “utusan-Ku,” melambangkan bahwa Maleakhi adalah seorang utusan Allah untuk melayankan firman TUHAN kepada umat-Nya, Israel.
B. Waktu Ministri Maleakhi
Waktu ministri Maleakhi sekitar 400 SM, pada masa Nehemia.
C. Tempat Ministrinya
Tempat ministrinya adalah Yerusalem.
D. Sasaran Ministrinya
Sasaran ministrinya adalah memalingkan orang Israel.
E. Pokok
Pokok ministrinya adalah penggulangan TUHAN terhadap anak-anak Lewi (para imam di antara Israel) dan terhadap anak-anak Yakub (umat Israel).
F. Pikiran Utama
Pikiran utama nubuat Maleakhi adalah pengoreksian atas para imam di antara Israel untuk kedatangan Kristus sebagai Utusan Allah dan menasihati umat of Israel untuk penampakkan Kristus sebagai Surya kebenaran.
G. Wahyu Mengenai Kristus
Dalam Maleakhi Kristus diwahyukan dalam kedatangan-Nya kali pertama sebagai Utusan Allah (3:1-3) dan kedatangan-Nya kali kedua sebagai Malaikat perjanjian (3:1) dan sebagai Surya kebenaran (4:1-3).
H. bagian-bagian
Kitab Maleakhi memiliki empat bagian: pendahuluan (1:1); kasih TUHAN bagi Yakub (1:2-5); penanggulangan TUHAN terhadap anak-anak Lewi (1:6–3:4); dan penanggulangan TUHAN terhadap anak-anak Yakub (3:5–4:6).
II. KASIH TUHAN BAGI YAKUB
Maleakhi 1:2-5 membicarakan kasih TUHAN bagi Yakub.
A. TUHAN Mengasihi Yakub tetapi Membenci Esau
Dalam ayat 2b dan 3a perkatan TUHAN yang berhubungan dengan Yakub dan Esau sangat jujur. Dia berkata, “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”
B. Edom Disebut Daerah Kefasikan
TUHAN selanjutnya berkata bahwa Edom (negeri Esau) akan disebut orang daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya (ay. 3b-4). Tempat dan bangsa tidak menyenangkan Allah.
C. TUHAN Maha Besar di Luar Daerah Israel (di Edom)
Ayat 5 berkata, “Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.” “Di luar daerah Israel” di sini berarti di luar daerah ini. Sekalipun bangsa Edom telah dihukum dan bangsa Edom adalah sasaran kemarahan Allah, namun bahkan di Edom, di luar Israel, TUHAN akan diperbesar.
III. PENANGGULANGAN TUHAN TERHADAP ANAK-ANAK LEWI (PARA IMAM)
Dalam 1:6–3:4 kita memiliki penanggulangan TUHAN anak-anak Lewi, yaitu, penanggulangan-Nya terhadap para imam.
A. Kemerosotan Para Imam
Maleakhi 1:6-14 adalah perkataan yang berhubungan dengan kemerosotan para imam.
1. Menghina Nama TUHAN dan Meja-Nya
Kemerosotan para imam terlihat pertama-tama dalam mereka menghina nama TUHAN dan meja-Nya (ay. 6-7, 12-13a). Mereka tidak memperhatikan nama TUHAN tidak juga untuk kenikmatan meja-Nya.
2. Mempersembahkan kepada TUHAN Kurban yang Cacat
Para imam mempersembahkan kepada TUHAN kurban persembahan yang cacat, murban persembahan yang buta, timpang, atau sakit (ay. 8). Mereka membawa apa yang dirampas, timpang, atau sakit dan dipersembahkan sebagai kurban (ay. 13b). Maka, TUHAN berkata, “Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan” (ay. 14a).
3. Tuhan tidak Mengindahkan Kurban Persembahannya
TUHAN tidak bersuka cita menerima kurban persembahannya yang cacat. Sebaliknya, Dia tidak mengindahkannya (ay. 9-10).
4. Keagungan Nama TUHAN di antara Bangsa-bangsa
Dalam ayat 11 dan 14b kita memiliki perkataan mengenai keagungan nama TUHAN di antara bangsa-bangsa. Dala ayat 11 Dia berkata bahwa nama-Nya akan diagungkan di antara bangsa-bangsa, dan dalam ayat 14b Dia menyatakan bahwa nama-Nya ditakuti di antara bangsa-bangsa.
B. Para Imam Melanggar Perintah TUHAN dan Merusak Perjanjian TUHAN
Para imam mlanggar perintah TUHAN adan mereka merusak perjanjian TUHAN. Hal ini membawa kutukan TUHAN kepada mereka (2:1-9).
C. Pengkhianatan Yehuda di antara Saudara-saudara dan Ketidaksenonohan Mereka Terhadap TUHAN
Ayat 10 sampai 12 membicarakan pengkhianatan Yehuda (sebenarnya para imam, yang hidup di Yehuda dan melayani di Yerusalem) di antara saudara-saudara dan ketidaksenonohan mereka terhadap TUHAN.
D. Kebencian TUHAN atas Pengkhianatan Manusia Terhadap Istrinya
Dalam ayat 13 sampai 17 kita nampak kebencian TUHAN atas pengkhianatan manusia terutama mengacu kepada para imam) terhadap istrinya.
1. Pengkhianatan seorang Imam terhadap Istrinya Merusak Jabatan Imamnya
Ayat 13 dan 14 menunjukkan bahwa pengkhianatan seorang imam terhadap istrinya merusak jabatan imamnya. Kemungkinan beberapa orang menganiaya istrinya dan menangis dimezbah (ay. 13a, 14). Karena hal ini, TUHAN tidak lagi memperhatikan kurban persembahan atau berkenan menerimanya dari tangan para imam (ay. 13b). Di sini kita melihat perkata yang sangat penting. Jika seorang pelayan Tuhan tidak dapat hidup secara tepat dengan istrinya, pelayanannya akan tidak terhitung.
Setiap orang muda harus mempernikahan pernikahannya dengan hati-hati. Semua saudara dan saudari adalah imam-imam. Jika kita tidak dapat hidup dengan suami atau istri, bagaimana kita dapat melayani gereja? Jika kehidupan pernikahan kita tidak tepat, jabatan imam kita akan berakhir; akan mendatangkan kesia-siaan.
2. TUHAN Menjadikan Imam dan Istrinya Satu supaya Menghasilkan Keturunan Allah
Dalam ayat 15 Maleakhi selanjutnya berkata bahwa dalam pernikahan, Allah telah menjadikan suami dan istri satu untuk menghasilkan “keturunan Allah,” yaitu, anak-anak ibadah.
3. TUHAN Membenci Perceraian
TUHAN membenci perceraian; dan orang yang menceraikan istrinya melakukan kekerasan (ay. 16). Di pandangan Allah, perceraian adalah tindakan kekerasan.
4. TUHAN Disusahi dengan Perkataan Imam
Menurut ayat 17, para imam menyusahi TUHAN dengan perkataannya. Mereka menyusahi Dia dengan berkata, “Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan – atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?” Perkataan demikian adalah tugudahn yang salah.
E. Untuk Membersihkan dan Memurnikan Para Imam
melalui Kedatangan-Nya sebagai Utusan TUHAN
Penanggulangan TUHAN terhadap anak-anak Lewi untuk membersihkan dan memurnikan para imam melalui kedatangan-Nya sebagai Utusan TUHAN (3:1-4).
1. Nubuat ini Memiliki Penggenapan Tiga Ganda
Nubuat ini memiliki penggenapan tiga ganda.
a. Pada Kedatangan Nabi Maleakhi
Pertama, nubuat ini digenapkan pada kedatangan nabi Maleakhi, lambang Kristus sebagai Dia yang akan datang.
b. Pada Kedatangan Kristus Kali Pertama bersama Yohanes Pembaptis sebagai Pelopor-Nya
Kedua, nubuat ini digenapkan pada kedatangan Kristus kali pertama bersama Yohanes Pembaptis sebagai pelopor-Nya (Mat. 11:7-13). Pada kedatangan-Nya kali pertama, Kristus datang sebagai Utusan dan bahkan sebagai berita yang diutus Allah untuk membetulkan, membersihkan, dan memurnikan para imam. Dalam Injil Tuhan Yesus sering kali menegur para imam.
c. Pada Kedatangan Kristus Kali Kedua bersama Elia sebagai Pelopor-Nya
Ketiga, nubuat ini akan digenapkan pada kedatangan Kristus kali kedua bersama Elia sebagai pelopor-Nya (Yes. 40:3-5, 9-11; Mat. 17:11; Why. 11:3-4).
2. Kristus Segera Datang sebagai Malaikat Perjanjian
Kristus akan datang dengan segera sebagai Malaikat perjanjian, yang umat Israel cari dan yang umat Israel dambakan (Mal. 3:1; Hag. 2:7a).
a. Melaksanakan Perjanjian di atas Israel yang Dia Buat melalui Kematian-Nya
Kristus datang segera sebagai Malaikat perjanjian yang akan melaksanakan perjanjian atas Israel yang Dia buat melalui kematian-Nya (Mat. 26:28). Dia datang dalam pengertian seorang Malaikat untuk melayani Allah dalam bentuk wasiat baru. Ketika Dia mendirikan meja-Nya pada malam Dia dikhianati, Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa Dia membuat perjanjian yang baru: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Luk. 22:20). Maka Dia membentuk wasiat baru, yang di dalamnya Allah harus menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita menjadi hayat kita, hukum hayat kita, dan segala sesuatu kita sebagai isi kita. Meskipun Tuhan Yesus membuat perjanjian yang baru dua ribu tahun yang lalu, secara umum orang Yahudi tidak memiliki manfaatnya. Sebaliknya, manfaatnya beralih kepada bangsa kafir. Namun demikian, ketika Kristus datang kembali, Dia akan datang sebagai Malaikat perjanjian untuk melaksanakan perjanjian-Nya atas orang yang Yahudi yang bertobat dan percaya. Pada waktu itu mereka akan menjadi orang-orang mendapat manfaat atas perjanjian yang baru.
b. Untuk Membersihkan dan Memurnikan Anak-anak Lewi
Kristus juga akan datang untuk membersihkan dan memurnikan anak-anak Lewi, terutama para imam, seperti api tukang pemurni logam dan sabut tukang penatu supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Allah kurban persembahan yang tepat (Mal. 3:2-4). Dalam Kerajaan Seribu Tahun, orang Yahudi yang bertobat yang dilahirkan kembali melalui perjanjian yang baru akan menjadi para imam untuk memperhatikan segala bangsa. Untuk ini mereka perlu banyak diberssihkan dan dimurnikan. Karena itu, pada kedatangan-Nya kali kedua, Kristus akan memperbarui, menguduskan, dan mengubah Israel menjadi para imam-Nya yang dibersihkan dan dimurnikan.