STATUS RUT MELAMBANGKAN STATUS-STATUS KAUM BERIMAN DALAM KRISTUS
Pembacaan Alkitab: Rut 1:16-17;KUNING 2”2, 11-12; 4:9-13
Kitab Rut memberi tahu kita satu kisah terkenal. Dalam kisah ini peran utamanya adalah Rut, dan peran ini memiliki sepuluh status. Walaupun saya mulai mempelajari kitab ini lebih dari enam puluh tahun dan meskipun saya telah mengajarkan hal ini kepada orang lain, saya telah menemukan perbedaannya untuk mengetahui status Rut yang berbeda-beda. Hanya baru-baru ini saya telah nampak pandangan yang jelas status-status ini. Karena itu, dalam berita ini saya berbeban untuk membicarakan perkataan sangat singkat mengenai sepuluh status Rut dan mengenai bagaimana dari setiap status melambangkan kaum beriman hari ini dalam Kristus.
SEPULUH STATUS RUT
Status Rut yang pertama adalah seorang yang baik yang diciptakan Allah (Kej. 1:27, 31). Kedua, dia adalah seorang yang jatuh dalam Adam yang dihukum Allah dan disusun menjadi seorang dosa di hadapan Allah (Rm. 5:18a, 19a). Ketiga, dia menjadi manusia lama, melalui meninggalkan Allah sebagai Suaminya, sebagai seorang suami lama bagi dirinya (Rm. 6:6a; 7:2) yang membawa dia ke dalam hutang-hutang. Keempat, dia menjadi seorang yang berhutang dalam dosa suami lamanya. Kelima, dia adalah seorang Moab, seorang Kafir perzinahan didapatkan oleh Allah (Ul. 23:3). Keenam, dia menjadi orang yang bersatu dengan umat pilihan Allah, Israel, dalam berbagian dengan janji Allah (Ef. 2:12-13; 3:6). Ketujuh, dia ditebus oleh seorang penebus, Boas, menjadi seorang istri baru bagi dia, suaminya yang baru (Rut 4:5, 13). Kedelapan, dia adalah seorang yang menjaga garis inkarnasi Kristus (Mat. 1:5-6). Kesembilan, dia adalah buyutnya Daud yang melahirkan keluarga rajani yang ditetapkan Allah memerintah di bumi. Kesepuluh, dia menjadi nenek moyang Kristus yang penting yang melahirkan Kristus, perwujudan Allah, untuk manusia di bumi.
Kita dapat menyimpulkan status Rut dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang alamiah, orang yang diciptakan Allah, seorang yang jatuh, seorang yang rusak; seorang istri lama bagi suami lama, seorang dalam manusia lama termasuk dalam dosa, dengan hutang-hutangnya; seorang yang bersatu dengan umat pilihan Allah; seorang yang ditebus; seorang istri baru; seorang yang melahirkan keluarga rajani Daud untuk pemerintahan ilahi di bumi; dan seorang nenek moyang Kristus yang penting yang membawa Kristus ke dalam ras manusia. Singkatnya, Rut adalah seorang yang alamiah, seorang yang bersatu dengan seorang suami baru, dan seorang yang membawa Kristus kepada keinsanian.
LAMBANG STATUS KAUM BERIMAN
Sekarang kita perlu nampak bahwa dalam sepuluh status Rut melambangkan kaum beriman dalam status mereka. Pertama, sebagai seorang yang diciptakan Allah dengan status manusianya yang alamiah dengan hak-haknya melalui kelahiran, Rut melambangkan kaum beriman sebagai seorang manusia alamiah. Kedua, melalui statusnya sebagai seorang yang jatuh, sebagai seorang Moab, seorang keturunan ras perzinahan, Rut melambangkan kaum beriman sebagai manusia yang jatuh dengan segala kerusakannya dalam sifatnya. Ketiga, dalam statusnya sebagai istri dari suami lama dengan hutang-hutangnya, yaitu, sebagai seorang yang melibatkan dosa dan hutang karenanya, Rut melambangkan kaum beriman sebagai manusia lama yang disusun dari manusia alamiah dan manusia jatuh. Keempat, dalam statusnya sebagai seorang yang ditebus oleh penebusnya, Rut melambangkan kaum beriman sebagai yang berbagian dalam kejatuhan manusia lamanya yang telah di akhiri oleh salib dan ditebus kembali ke dalam bagian yang diciptakan Allah bagi Allah, dengan segala hutang dosa yang dibersihkan dan dengan hak kelahirannya yang dipulihkan. Kelima, dalam statusnya sebagai istri Boas dalam persatuan pernikahan, Rut melambangkan kaum beriman dalam ciptaan baru Allah sebagai bagian dari manusia baru menjadi pasangan Kristus dalam kesatuan yang organik. Keenam, dalam statusnya sebagai seorang nenek moyang Kristus untuk melahirkan Kristus kepada ras manusia dan untuk meministrikan Kristus kepada semua orang di bumi. Mensuplai mereka dengan Kristus secara universal.
Dari lambang status-status Rut, kita dapat nampak bahwa sebagai seorang manusia alamiah, kita telah jatuh dan berbagian dengan dosa. Karena hal ini, kita memerlukan Kristus sebagai seorang Penebus menjadi Jurutebus kita. Setelah kita ditebus, kita menjadi seorang istri baru untuk Kristus, Suami baru kita dalam ciptaan baru Allah. Karena itu, kita telah menjadi minister-minister Kristus.
Mungkin kita semua memperhatikan fakta bahwa dalam prihal besar ini Rut melambangkan kita, kaum beriman dalam Kristus: dalam ciptaan Allah, dalam manusia jatuh, dalam kehidupan manusia lama, dalam penebusan Kristus, dalam ciptaan baru Allah, dan dalam ministri Kristus. Hari ini kita adalah minister-minister Kristus, yang membawakan Kristus dan meministrikan Kristus kepada orang di setiap tempat.