Daftar isi Kekuatan Pemeliharaan Allah · bab 1/1

Kekuatan Pemeliharaan Allah

Pembacaan Alkitab :

I Tesalonika 5:23; Bilangan 13..25-33;14.4-10; Yosua 14:6-12

Ada satu perkara yang menyedihkan yaitu ada orang Kristen yang dapat percaya adanya kekuatan penyelamatan Allah, tetapi tidak dapat percaya adanya kekuatan pemeliharaan Allah. Mereka telah mendapatkan karunia penyelamatan Allah, tetapi seolah tidak mendapatkan karunia pemeliharaan Allah. Mereka tidak mengetahui, bahwa yang memberi karunia adalah Allah, dan yang akan memelihara karunia itu juga adalah Allah. Sekarang kita akan melihat bagaimana kita mendapatkan pemeliharaan Allah setelah kita beroleh selamat.

Yosua 14:11, "Pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk."

Ayat ini menyinggung tentang Kaleb. Keluar masuk adalah kehidupan yang biasa, perang adalah kehidupan yang istimewa. Baik dalam kehidupan yang biasa atau dalam kehidupan yang istimewa, Kaleb masih tetap seperti pada waktu berbicara dengan Musa. Meskipun telah melewati waktu 40 tahun lamanya, tetapi keadaan hari ini tetap sama seperti waktu itu. Di sini memperlihatkan kepada kita adanya kekuatan pemeliharaan Allah. Kekuatan Kaleb pada waktu itu bagaimana, sampai hari ini kekuatannya tetap begitu. Pada waktu itu dia sangat kuat, sekarang pun dia tetap kuat. Ketika ia telah berumur delapan puluh lima tahun, ia masih sama kuatnya seperti pada masa jayanya, yaitu berumur empat puluh tahun. Ia tetap kuat, sedikitpun tidak berkurang kekuatannya. Ini tidak lain karena Allah memelihara dia.

Kalau kita bersandar diri sendiri ingin memelihara karunia yang kita dapatkan dari Allah, kita mustahil dapat memeliharanya. Jangan katakan yang lain, sebut saja tingkatan pertama yaitu percaya, setelah lewat lima tahun, Anda tidak dapat menjamin apakah Anda masih percaya kepada Tuhan atau tidak. Banyak kejadian dapat memberitahu kita, bahwa yang memelihara karunia ini di atas diri kita adalah Allah sendiri, bukan kita.

Apakah syaratnya sehingga Kaleb dipelihara Allah? Mari kita melihatnya. Yosua 14:14, "Karena ia tetap mengikuti Tuhan, Allah Israel, dengan sepenuh hati." Bagaimanakah Kaleb dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan? Kita dapat melihatnya dalam Kitab Bilangan pasal tiga belas sampai pasal empat belas. Bilangan 13:30 mengatakan, "Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya : Tidak! kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannyal" 0, kita pasti akan mengalahkannya! Orang yang dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, adalah orang yang percaya bahwa janji Allah dapat diandalkan. Orang yang dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, adalah orang yang percaya karena Allah beserta dengan kita maka kita adalah pemenang.

Saudara saudari, apakah kalian percaya? Banyak orang memang percaya, tetapi percaya mereka adalah percaya yang gemetar, nyali mereka sangat kecil. Sama seperti menyanyi, syairnya tepat tetapi nadanya sumbang. Tetapi Kaleb, tidak saja syairnya tepat, nadanya juga benar. Dia berkata, "Kita akan maju dan menduduki negeri itu" Orang yang dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, orang yang percaya bahwa Tuhan dapat diandalkan, adalah orang yang dengan segera melaksanakan kehendak Allah.

Bagaimana kata kesepuluh orang lainnya? Mereka melihat bahwa bangsa yang diam di negeri itu tinggi besar perawakannya, kota-kotanya berkubu dan sangat besar, dan melihat diri sendiri seperti belalang. Apa yang dilihat oleh mereka adalah kesulitan yang di depan mereka. Banyak kaum saleh tidak dapat terpelihara dikarenakan mata mereka terus melihat kepada kesulitan.

Kalau Anda terus melihat kepada kesulitan, Anda pasti tidak berdaya. Tetapi Allah tidak mau kalau mata kita terus memandang kepada gunung tinggi yang menghalang di depan. Allah mau supaya kita berkata kepada gunung tersebut, "Enyahlah dari sini dan pindahlah ke dalam lautan." Hanya terus memandang gunung tidaklah berguna. Semakin Anda memandangi gunung itu, gunung itu akan semakin tinggi bagi Anda.

Banyak orang tak berdaya, karena sepanjang hari mereka hanya melihat kegagalannya sendiri. Banyak orang telah mempersiapkan dirinya akan gagal, banyak orang telah mempersiapkan dirinya akan dicobai. Kalau

Anda pun demikian, Anda pasti akan gagal. Banyak pengalaman kegagalan tertimpa atas diri Anda karena Anda telah mempersiapkannya. Anda berpikir, perkara lainnya aku mampu, tetapi perkara ini rasanya tidak mampu; karena Anda berpikir demikian, maka ketika perkara ini menimpa diri Anda, Anda pasti tidak dapat menang. Jika mata Anda selalu memandang diri Anda sendiri, Anda pasti gagal. Jika Allah menolong Anda, maka Allah akan menolong agar mata Anda tidak melulu melihat diri sendiri, melainkan menengadah kepada janjiNya. Kalau Anda dapat melibat bagaimana janjiNya untuk Anda, Anda pasti memiliki keberanian, dan Anda akan segera melihat bahwa Anda pasti menang!

Sayang, banyak orang justru tidak memiliki iman seperti Kaleb. Yang diperhatikan oleh kebanyakan orang adalah betapa berat penyakitnya, betapa dalam lukanya, betapa sulitnya perkara itu. Oh, berapa banyak orang

yang matanya senantiasa tertuju kepada janji Allah? Mata para pemenang sama sekali tidak tertuju kepada orang Enak. Kaleb mints, kepada Yosua supaya memberikan Hebron kepadanya; Hebron adalah kota orang Enak yang terkenal, tempat tinggal bangsawan tertinggi orang Enak (Yosua 14:12-15). Kaleb tidak takut terhadap tinggi besarnya orang-orang Enak, tidak takut tingginya tembok-tembok kota Hebron, karena itu dia dapat menang. Anda dapat menang atau tidak, ini tergantung pada apakah Anda bersandar diri sendiri atau bersandar kepada Tuhan. Kalau Anda bersandar diri sendiri, Anda mau tak mau harus mempertimbangkan orang Enak itu kuat atau lemah, tembok kotanya besar kokoh atau kecil; tetapi kalau Anda bersandar kepada Allah, maka baik orangnya tinggi besar, tembok kota juga besar, semuanya tidak menjadi masalah, tidak perlu takut, Anda pasti menang.

Atas diri Kaleb masih ada satu hal yang sangat berarti. Dalam kitab Bilangan 14:9 tercantum perkataannya yang ditujukan kepada segenap kaum Israel, "Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka adalah makanan kita." (Tl.). Dia memberitahu orang Israel, mengapa kita boleh segera maju, mengapa kita pasti menang, mengapa kita tidak usah takut kepada mereka, karena mereka adalah makanan kita. Makanan adalah benda yang kita makan. Makanan adalah benda yang setelah kita makan, malah akan menambah kekuatan kita, sehingga kita lebih kuat. Dari sudut pandangan Kaleb, meskipun orang-orang ini perawakannya tinggi besar, tetapi akan dapat kita makan. Dia tidak saja menghargai janji Allah, juga memandang ringan segala kesulitan yang ada. Semua orang yang benar-benar beriman, di satu pihak mereka akan menghargai janji Allah, di pihak lain mereka akan memandang ringan segala kesulitan. (Tetapi ini bukan berard manusia boleh sombong. Manusia perlu terlebih dulu rendah hati di hadapan Allah, baru dapat berdiri di atas kemenangan Tuhan.)

Karena itu, setiap kali Anda menemui kesulitan, setiap kali menemui perkara-perkara yang membuat Anda tak berdaya, Anda harus bertanya, "Kali ini aku mau lapar atau mau makan?" Dalam suatu perkara, jika Anda menang bersandarkan kekuatan Kristus, membiarkan hayat kemenangan Kristus terekspresikan, maka sekali lagi Anda mendapatkan perawatan, kekuatan Anda bertambah lagi, karena Anda telah makan. Ingatlah, tidak ada seorang pun yang dapat bertumbuh tanpa makan. Makanan kita tidak hanya firman Allah, tidak hanya melaksanakan kehendakNya, makanan kita juga adalah orang Enak --- kesulitan yang kita temui Banyak orang telah makan firman Allah, banyak orang yang menganggap melaksanakan kehendak Allah sebagai makanan mereka, tetapi banyak orang yang tidak memakan orang Enak, banyak orang yang terlalu sedikit memakan orang Enak. Semakin banyak memakan orang Enak, Anda akan semakin kuat. Kaleb adalah sebuah contoh yang baik. Karena dia telah memakan orang Enak, maka ketika mencapai umur delapan puluh lima tahun ia masih kuat perkasa. Sebagaimana kekuatannya ketika ia berumur empat puluh tahun, sampai umur delapan puluh lima tahun tetap demikian. Orang Enak yang banyak di dalam Kaleb telah mewujudkan Kaleb yang tidak tua/usang. Demikian juga dalam setiap perkara rohani.

Banyak saudara saudari yang dalam kehidupannya sangat sedikit sekali menjumpai kesulitan, tetapi Anda dapat dengan jelas menemukan bahwa dalam kehidupan mereka tidak sedikit pula yang lemah. Mereka tidak mempunyai kekuatan di hadapan Allah, karena terlalu sedikit memakan orang Enak. Di lain pihak, Anda juga melihat ada orang yang begitu menjumpai satu kesulitan, lain menang atas kesulitan itu, menjumpai satu cobaan, lalu menang lagi atas cobaan itu. Mereka begitu perkasa, karena mereka telah memakan banyak orang Enak. Karena itu kita harus memakan kesulitan dan pencobaan yang menimpa kita. Setiap kesulitan dan cobaan yang disodorkan Iblis kepada kita, adalah makanan kita. Inilah jalan pertumbuhan yang Allah berikan kepada kita. Orang yang tidak beriman, begitu melihat ada kesulitan segera berkata, "Wah, celaka". Tetapi orang yang beriman akan berkata, "Ini adalah makanan kita." Puji syukur kepada Allah, tidak ada satu kesulitan pun yang ditaruh di depan kita yang tidak dapat dimakan, tidak ada satupun kesulitan yang setelah kita makan tidak akan membawa pertumbuhan bagi kita. Sekali lagi Anda menemui kesulitan, sekali lagi pula Anda mendapatkan perawatan.

Sekarang kita akan melihat bagaimana pelaksanaannya. Kita harus ingat, bahwa Allah bisa memelihara kita itu ada syaratnya. Jika kita tidak percaya kepada Allah, Allah tentu tidak akan memelihara kita. Kalau kita mau mendapatkan penyelamatan Allah, mendapatkan pemeliharaan Allah, kita harus memiliki satu iman yang tulus yang percaya kepada janji Allah. Jika setelah Anda memperoleh keselamatan lalu timbul satu keragu-raguan yang bertanya dan meragukan entah pengalaman kemenangan ini dapat berlangsung berapa lama, ini menyatakan bahwa Anda tidak percaya kepada kekuatan pemeliharaan Allah. Anda harus percaya kepada kekuatan pemeliharaan Allah. Setiap hari, ketika Anda bangun pagi, berkatalah kepada Allah, "Ya, Allah, aku bersyukur kepadaMu, kemarin Engkau telah memelihara aku, hari ini Engkau. tetap memelihara. Aku tidak tahu berapa banyak pencobaan yang akan menimpaku pada hari ini, aku juga tidak tahu bagaimana aku dapat menang, aku sendiri tidak berdaya, tetapi aku percaya bahwa Engkau pasti memelihara aku."

Satu Petrus 1:5 mengatakan, "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu". Ini menampakkan kepada kita, bahwa Allah memelihara orang yang percaya kepadaNya. Jika Anda mengira bahwa segala cobaan yang menimpa diri Anda harus Anda tanggulangi sendiri, Anda telah salah. Anda harus percaya kepada kekuatan pemeliharaan Allah. Anda harus percaya Allah dapat memelihara Anda sehingga terlepas dari segala dosa. Jika Anda demikian percaya, maka Anda akan melihat satu perkara yang ajaib. Ketika Anda melihat banyak pencobaan yang tiba-tiba bermunculan, entah bagaimana, ada satu benda (yaitu perisai yang dikatakan Alkitab) menghadang di sana, sehingga semua panah api terlempar kembali. Perisai itu diletakkan di antara Anda dan Iblis. Ketika panah si Iblis datang, hanya akan sampai di perisai itu, tidak dapat mencapai diri Anda, bahkan terlempar kembali kepada Iblis.

Paulus berkata, "Aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipereayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan." (II Timotius 1:12). Di sini Paulus berbuat satu hal, yaitu berserah kepadaNya. Anda telah percaya kepadaNya, seharusnyalah Anda juga berserah kepadaNya. Tuhan hanya bisa memelihara mereka yang telah berserah kepadaNya. Banyak orang yang tidak dapat memperoleh kebaikan kekuatan pemeliharaan Allah, karena mereka selamanya belum pernah menyerahkan dirinya ke tangan Allah sambil berkata, "Ya, Allah, aku meletakkan diriku ke tanganMu, biarlah Engkau yang memelihara." Saudara saudari, apakah kalian telah meletakkan diri kalian ke tangan Allah? Jika Anda benar-benar dapat berserah kepadaNya, Anda akan seperti Paulus berkata, "Aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan."

Jika kita benar-benar telah berserah, maka janji dalam surat Yudas ayat 24 akan tergenapi atas diri kita – "…menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda ..." Tersandung berarti juga telah terpeleset, tersandung terjadi ketika seseorang dengan tanpa disadarinya telah membentur sesuatu sehingga terpeleset/goyah. Syukur kepada Allah! Dia tidak saja menjaga supaya kita tidak jatuh, bahkan menjaga kita sehingga terpeleset pun tidak. Syukur puji kepada Allah, karena karunia pemeliharaanNya terjadi pada saat kita tidak menyadarinya.

Saudara saudari, jika kalian dengan sepenuhnya meletakkan diri kalian ke tangan Tuhan, kalian akan dapat dengan heran melewatinya. Ketika kalian mendapat pencobaan, -- bahkan tidak menyadarinya, -- kasih kalian timbul. Ketika kalian terkena pencobaan, -- bahkan memikirkannya pun tidak, -- kesabaran kalian muncul. Syukur kepada Allah! Sebagaimana apa yang diberikan Adam kepada kita muncul dengan sendirinya, demikian pula apa yang diberikan Kristus kepada kita. Marah-marah adalah pemberian Adam kepada kita; kita sama sekali tidak perlu bertekad untuk marah, sudah bisa marah. Sombong adalah pemberian Adam kepada kita; kita sama sekali tidak perlu bertekad untuk sombong, sudah bisa sombong. Demikian juga, setiap orang yang mendapatkan Kristus sebagai hayat, setiap orang yang mendapatkan kekuatan pemeliharaan Allah, tidak perlu bertekad untuk lemah lembut, sudah bisa lemah lembut; tidak perlu bertekad rendah hati, sudah bisa rendah hati. Segala yang diberikan Adam kepada kita muncul tanpa kita sadari, segala yang diberikan Kristus kepada kita juga dapat ternyata keluar tanpa kita sadari.

Segala yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita, tidak perlu kita berusaha melakukannya, asal Anda percaya kepada janjiNya dan menyerahkan diri sepenuhnya ke tanganNya, maka semua itu akan beres. Tuhan akan memelihara Anda sejak hari ini sampai hari kedatanganNya. Dia akan memelihara Anda sampai ke taraf tidak ada cacat cela. Terima kasih kepada Allah, karena hari ini kita telah memiliki sebuah karunia keselamatan yang dapat diandalkan, kita telah memiliki sebuah karunia keselamatan yang dapat menghadapi pencobaan.