AJARAN-AJARAN YANG TELAH DIRINCI AGAR MANUSIA MENEMPUH SUATU PENGHIDUPAN INSANI YANG TEPAT (3)
Pembacaan Alkitab: Ams. 10—30
Di dalam berita ini kita akan melanjutkan untuk meliput teguran dan ajaran berdasarkan dalam pasal duabelas sampai duapuluh sembilan. Kemudian kita akan melihat secara umum perkataan hikmat dalam pasal tigapuluh.
23. Mengenai Hubungan Tuhan terhadap Manusia
Sejumlah bagian dari kitab Amsal membicarakan hubungan Tuhan dengan manusia.
a. Mengatur Langkah Manusia
Langkah manusia diatur oleh Yehova, jadi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? (20:24).
b. Mengendalikan Hati Manusia
Hati raja seperti batang air di dalam tangan Yehova, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini (21:1).
c. Menimbang Hati Manusia
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Yehova-lah yang menimbang hati (ay. 2).
d. Memberi Keadilan Kepada Manusia
Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari Yehova orang menerima keadilan (29:26).
e. Memberi Kemenangan Kepada Manusia
Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi Yehova. Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Yehova (21:30-31).
f. Menjaga Manusia dengan Mata-Nya
Mata Yehova menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat (22:12).
g. Merahasiakan Perkara-perkara dari Manusia
Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu (25:2).
24. Mengenai Hubungan Manusia Terhadap Tuhan
Kitab Amsal juga membicarakan hubungan Allah dan manusia.
a. Takut akan Tuhan
Pahala kerendahan hati dan takut akan Yehova adalah kekayaan, kehormatan dan hayat (22:4). Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan Yehova senantiasa (23:17). Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Yehova, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka (28:14).
b. Mencari Tuhan
Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari Yehova mengerti segala sesuatu (28:5).
c. Menantikan Tuhan
Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah Yehova, Ia akan menyelamatkan engkau (20:22).
d. Bersandar di dalam Tuhan
Amsal 22:19 mengatakan, “Supaya engkau bersandar di dalam Yehova, / Aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu” (22:19). Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa bersandar di dalam Yehova, diberi kelimpahan (28:25). Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa bersandar di dalam Yehova, ditinggikan (29:25).
e. Menjadikan Roh Manusia sebagai Pelita Tuhan
untuk Menyelidiki Seluruh Lubuk Hatinya
Roh manusia adalah pelita Yehova, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya (20:27).
25. Mengenai Hubungan dengan Orang Tua
Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap (20:20). Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua (23:22). Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangkal bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah kawan si perusak (28:24). Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau (23:250.
26. Mengenai Hubungan dengan Orang Lain
Memandang bulu tidaklah baik, tetapi untuk sekerat roti orang membuat pelanggaran (28:21). Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa bersandar di dalam Yehova ditinggikan (29:25).
27. Mengenai Hubungan dengan Sesama (Tetangga)
Amsal 25:17 mengatakan, “Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan lalu membencimu.” Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya (29:5). Seperti orang gila menembakkan kayu api, panah, dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: “Aku hanya bersenda gurau” (26:18-19). Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam (25:18). Amsal 25:9-10 memberi tahu kita, mengatakan, “Belalah perkaramu terhadap sesamamu itu, / Tetapi jangan buka rahasia orang lain, / Supaya jangan orang yang mendengar engkau akan mencemoohkan engkau, / Dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang.” Menurut 22:28 dan 23:10-11, Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu atau memasuki ladang anak-anak yatim. Karena Penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.
28. Mengenai Hubungan dengan Orang Miskin
Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki (28:27). Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang miskin, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru (21:13). Orang yang menindas orang miskin untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya hanya merugikan diri saja. Janganlah merampasi orang miskin, karena ia miskin, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang (22:16, 22).
29. Mengenai Hubungan dengan Orang jahat
Amsal 24:1 memberi tahu kita jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka. Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik (24:19).
30. Mengenai Hubungan dengan Musuh
Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah Yehova, Ia akan menyelamatkan engkau (20:22). Janganlah berkata: “Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya” (24:29). Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya Yehova tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murka-Nya daripada orang itu (ay. 17-18). Jikalau seterumu lapar, berilah ia makan roti dan jikalau ia dahaga, berilah ia minum air. Karena engkau akan menimbun bara di atas kepalanya, dan Yehova akan membalas itu kepadamu (25:21-22).
31. Mengenai Hubungan dengan Diri Sendiri
Orang yang rohnya tak terkendali adalah seperti kota yang roboh temboknya (25:28). Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Yehova, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka (28:14).
32. Mengenai Visi
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat (29:18a).
C. Perkataan-perkataan Hikmat Umum
Di dalam pasal tigapuluh kita memiliki perkataan-perkataan umum.
1. Lebih Bodoh Daripada Orang Lain
Ayat 2 sampai berkata, “Sebab aku ini lebih bodoh daripada orang lain, / Pengertian manusia tidak ada padaku. / Juga tidak kupelajari hikmat, / Sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus. / Siapakah yang naik ke surga lalu turun? / Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? / Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? / Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? / Siapa namanya dan siapa nama putranya, bila engkau tahu?”
2. Semua Firman Allah adalah Teruji
Semua firman Allah adalah teruji. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta (ay. 5-6).
3. Dua hal Telah Diminta
Ayat 7 sampai 9 penulis meminta untuk dua perkara. Dia mengatakan, “Dijauhkan daripadaku kepalsuan dan kebohongan; / Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. / Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku, / Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa Yehova itu? / Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.”
4. Jangan Seorang Hamba Mencerca pada Tuannya
Ayat 10 memberi tahu kita jangan mencerca seorang hamba pada tuannya, supaya jangan ia mengutuki engkau dan engkau harus menanggung kesalahan itu.
5. Empat Keturunan yang Menjijikkan
Ayat 11 sampai 14 membicarakan empat keturunan yang menjijikan: “Ada keturunan yang mengutuki ayahnya / Dan tidak memberkati ibunya. / Ada keturunan yang menganggap dirinya tahir, / Tetapi belum dibasuh dari kotorannya sendiri. / Ada keturunan yang berpandangan angkuh yang terangkat kelopak matanya. / Ada keturunan yang giginya adalah pedang, / Yang gerahamnya adalah pisau / Untuk memakan habis dari bumi orang-orang yang tertindas, / Orang-orang yang miskin di antara manusia.”
6. Si lintah Mempunyai Dua Anak Perempuan
Si lintah mempunyai dua anak perempuan: “Untukku!” dan “Untukku!” Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: “Cukup!” Dunia orang mati, dan rahim yang mandul dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: “Cukup!” (ay. 15-16).
7. Mata yang Mengolok-olok Ayah
Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dicungkil gagak lembah dan dimakan anak rajawali (ay. 17).
8. Ada Tiga Hal yang Mengherankan Aku
Di dalam ayat 18 samapai 19 penulis membicarakan ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan elang di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis. Inilah jalan perempuan yang berzinah: ia makan, lalu menyeka mulutnya, dan berkata: Aku tidak berbuat jahat (ay. 20).
9. Karena Tiga Hal Bumi Gemetar
Karena tiga hal bumi gemetar, bahkan karena empat hal ia tidak dapat tahan: karena seorang hamba, kalau ia menjadi raja, karena seorang bodoh, kalau ia kekenyangan makan, karena seorang wanita yang tidak disukai orang, kalau ia menikah, dan karena seorang hamba perempuan, kalau ia mendesak kedudukan nyonyanya (ay. 21-23).
10. Ada Empat Binatang yang Terkecil di bumi
Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat bijak: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas; pelanduk (luak), bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu; belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur; cicak yang dapat kautangkap dengan tangan tetapi yang juga ada di istana-istana raja (ay. 24-28).
11. Ada Tiga Binatang yang Gagah Langkahnya
Ada tiga binatang yang gagah langkahnya, bahkan, empat hal yang gagah jalannya, yakni: singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun. Ayam jantan yang angkuh, atau kambing jantan, dan seorang raja yang berjalan di depan rakyatnya (ay. 29-31).
12. Bila Engkau dengan Bodoh Menyombongkan Diri
Ayat 32 mengatakan, “Bila engkau dengan bodoh menyombongkan diri, / Atau telah merencanakan sesuatu yang jahat, / Tekapkanlah tangan pada mulutmu!”
13. Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan
Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul (ay. 33).