← Daftar isi Amsal · bab 3/8

AJARAN-AJARAN YANG TELAH DIRINCI AGAR MANUSIA MENEMPUH SUATU PENGHIDUPAN INSANI YANG TEPAT (1)

Pembacaan Alkitab: Amsal: 10—30

Ketika Anda datang menghampiri Alkitab, bukan hanya kitab Amsal, melainkan setiap kitab dari Alkitab, khususnya kitab Efesus, kitab yang paling rohani, Anda harus menjadi persona yang tepat. Di dalam membaca Alkitab ini, Persona yang tepat adalah seorang pengasih Kristus yang mengejar Dia, yang menempuh suatu kehidupan yang menyangkal dirinya sendiri dan yang menyerupakan dirinya dengan kematian Kristus. Ini artinya bahwa, pada sisi negatif, kita menyangkal diri, menyalibkan semua aspek diri kita, termasuk ego kita, manusia alamiah kita, manusia lama kita, karakter kita, dan apa adanya diri kita, yang kita peroleh dari kelahiran. Kita telah meletakkan semua perihal ini di atas salib. Dengan kata lain, kita harus mengalami salib Kristus, yang menyalibkan Anda dalam segala cara.

Keselamatan Allah, walaupun demikian, tidak hanya memiliki suatu aspek negatif—pengakhiran. Setelah pengakhiran ada suatu aspek positif—pertunasan. Setelah kematian ada kebangkitan. Kematian mengakhiri dan kebangkitan menunaskan. Hayat insani, jatuh, busuk, hayat yang rusak bahkan menjadi satanik, harus diakhiri. Di dalam kebangkitan Kristus membagikan hayat ilahi yang adalah dilepaskan melalui kematian-Nya. Pada tahap akhir kematian-Nya, Dia melepaskan hayat ilahi keluar dari keinsanian-Nya, dan di dalam kebangkitan Dia mendispensikan hayat ilahi ini ke dalam kita melalui kelahiran kembali. Ini adalah pertunasan. Sekarang kita memiliki permulaan yang baru dengan satu hayat yang baru dan persona yang baru. Hayat yang baru ini adalah hayat keilahian dan keinsanian. Sungguh luar biasa.

Bila Anda adalah pengasih Kristus, Anda harus menyadari bahwa, di sisi negatif, kita telah dihabisi, diakhiri. Walaupun demikian, pada sisi positif kita memiliki Allah Tritunggal yang telah terproses dan terampungkan untuk mengganti kita sebagai hayat yang baru. Oleh karena itu, kita harus hidup oleh hayat ini setiap hari. Kita telah disalibkan. Sekarang kita harus dapat seperti Paulus dalam Galatia mengatakan, yaitu bukan aku lagi yang hidup, tetapi "aku" yang lain, diri Kristus sendiri sebagai persona kita, hidup di dalam kita dan kita hidup bersama Dia. Kita harus menempuh penghidupan persona yang demikian oleh kuat kuasa kebangkitan dan oleh suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus yang almuhit.

Ketika kita adalah persona-persona yang demikian, kita akan datang kepada Alkitab bukan dengan melatih pikiran kita tetapi dengan melatih roh kita. Roh kita akan mengendalikan pikiran kita. Di dalam roh Anda ada Roh yang ajaib, luar biasa, yang telah terproses, almuhit, tujuh kali ganda, dan memberi hayat. Kita hidup dengan Dia, dan Dia hidup bersama kita. Sekarang kita menghampiri Alkitab dengan melatih roh kita, membiarkan Roh itu bergerak di dalam kita, setiap perkataan di dalam Alkitab, di dalam Perjanjian Lama demikian sama di dalam Perjanjian Baru, menjadi roh dan hayat. Kemudian kita membaca setiap ayat di dalam Alkitab akan membangunkan kita. Tetapi, jika kita melatih pikiran kita, kata-kata Alkitab akan menjadi maut bagi kita.

Saya akan bersaksi bahwa setelah beberapa menit bersekutu dengan Tuhan, saya diberi makan, dirawat, dan dikendalikan. Kemudian ketika saya menghampiri Alkitab, setiap kata menjadi suatu permata. Kita semua perlu membaca kitab Amsal dalam cara ini. Kemudian setiap kata dari kitab Amsal akan menjadi roh dan hayat bagi kita. Setiap perkataan di dalam Amsal akan menjadi suatu permata untuk menguatkan hayat kita untuk mengejar Kristus untuk menggenapkan ekonomi Allah dalam menghasilkan dan membangun Tubuh Kristus.

Ketika saya memiliki satu pelajaran-hayat Kitab Amsal di Taipei beberapa waktu yang lalu, saya mempelajari dan mengelompokkan semua butir amsal. Sedikitnya ada tujuhpuluh butir, dengan banyak butir mengandung beberapa ayat. Amsal-amsal ini adalah secara detail perintah bagi manusia untuk menempuh suatu kehidupan insani yang tepat. Perintah demikian adalah suatu permata. Sekarang mari kita memulai untuk meliput perintah-perintah ini.

A. Perbedaan antara Melakukan Kebenaran dengan Hikmat dan Melakukan Kefasikan dengan Bodoh

Di dalam pasal sepuluh sampai sembilanbelas banyak amsal menunjukkan kepada kita perbedaan antara melakukan kebenaran dengan hikmat dan melakukan kefasikan dengan bodoh.

1. Hikmat Lawan Bodoh

Perbedaan pertama adalah perbedaan antara hikmat dan kebodohan. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bodoh adalah kedukaan bagi ibunya. Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya akan jatuh. Orang bijak memustikakan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam (10:1, 8, 14). Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bodoh mendapat kesulitan (13:20). Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh mencurahkan kebodohan. Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bodoh menghina ibunya (15:2, 20). Wawasan adalah sumber hayat bagi yang mempunyainya, tetapi koreksi orang bodoh ialah kebodohan (16:22).

2. Kebenaran Lawan Kefasikan

Harta daripada kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut (10:2). Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk (ay. 6-7). Mulut orang benar adalah sumber hayat, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman (ay.11). Upah pekerjaan orang benar membawa kepada hayat, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa (ay. 16).

3. Kerajinan Lawan Kemalasan

Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa yang mengumpulkan pada musim panas adalah anak yang bijaksana; siapa tidur pada waktu panen membuat malu (ay. 4-5). Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga (12:24, 27). Jiwa si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan jiwa orang rajin diberi kelimpahan (13:4). Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak (18:9). Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan jiwa yang malas akan menderita lapar. Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut (19:15, 24).

4. Ketulusan Lawan Kebengkokan

Siapa berjalan dengan tulus, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan diketahui (10:9).

5. Kasih Lawan Benci

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran (ay. 12).

6. Bibir yang Terkendali Lawan Banyak Bicara

Ketika di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, bijaksana (ay. 19). Siapa menjaga mulutnya, memelihara jiwanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan (13:3). Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja (14:23). Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya (17:27a).

7. Rendah Hati Lawan Congkak

Jikalau congkak tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati (11:2). Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk kecongkakannya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya. Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bodoh itu angkuh dan merasa aman (14:3, 16). Rumah orang congkak dirombak Yehova, tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap. Takut akan Yehova adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (15:25, 33). Kecongkakan mendahului kehancuran, dan roh yang angkuh mendahului kejatuhan. Lebih baik menjadi roh yang merendah dengan orang yang rendah hati daripada membagi rampasan dengan orang yang congkak (16:18-19). Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan (18:12).

8. Perempuan yang Berguna

Lawan Perempuan yang Bodoh

Perempuan yang berguna beroleh hormat. Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tanpa kebijaksanaan (11:16a, 22). Perempuan yang berguna adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya (12:4). Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri (14:1). Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik dan ia dikenan Yehova (18:22). Rumah dan kekayaan adalah warisan nenek moyang, tetapi istri yang bijaksana adalah dari Yehova (19:14).

9. Belaskasihan Lawan Kekejaman

Orang yang murah hati berbuat baik kepada jiwanya sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa tubuhnya sendiri (11:17).

10. Kesempurnaan Lawan Keserongan

Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi Yehova, tetapi orang yang sempurna, jalannya dikenan-Nya (ay. 20).

11. Memberi Sedekah Lawan Kikir

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kemakmuran, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum (ay. 24-26).

12. Mengasihi Didikan Lawan Membenci Teguran

Siapa mengasihi didikan, mengasihi pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu (12:1). Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang menolak didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati (13:18). Orang bodoh meremehkan didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak. Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran hayat akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan perintah meremehkan jiwanya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh pengertian (15:5, 31-32).

13. Kegunaan Lawan Kesia-siaan

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa yang mengejar barang yang tak berharga, tidak berakal budi (12:11).

14. Mendengar Nasihat Lawan Pembenaran Diri

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat ia bijak (ay.15).

15. Menahan Amarah Lawan Mengumbar Amarah

Amarah orang bodoh segera dikenal, tetapi orang bijak menyembunyikan cemooh (ay. 16). Orang yang lambat marah besar pengertiannya, tetapi roh yang gegabah membesarkan kebodohan (14:29). Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan (15:18). Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai rohnya, melebihi orang yang merebut kota (16:32). Orang yang berpengertian dingin dalam roh (17:27b). Kebijaksanaan membuat seseorang lambat marah dan orang itu dipuji (dimuliakan) karena memaafkan pelanggaran. Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya (19:11, 19).

16. Kebenaran (Kesetiaan) Lawan Kepalsuan

Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. Orang yang dusta bibirnya, adalah kekejian bagi Yehova, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya (12:19, 22). Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah saksi dusta (14:5).

17. Berpura-pura Miskin Lawan Berpura-pura Kaya

Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin tetapi hartanya banyak (13:7).

18.

Kekayaan yang Diperoleh dengan Kerja Keras Lawan Kekayaan

yang Diperoleh dengan Kesia-siaan

Kekayaan yang diperoleh dengan sia-sia akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan dengan kerja keras menjadi kaya (ay. 11).

19. Ganjaran Dini Lawan Hemat Pukulan

Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, mengganjar dia pada waktunya (ay. 24). Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya (19:18).

20. Berjaga-jaga Lawan Mudah Percaya

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak mempertimbangkan langkahnya (14:15).

21. Baik Terhadap Orang yang Kekurangan

Lawan Menindas Terhadap orang Miskin

Siapa menindas orang yang miskin, menghina Penciptanya, tetapi siapa yang baik kepada orang miskin, menghormati Dia (ay. 31). Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman (17:5). Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang miskin, memiutangi Yehova, yang akan membalas perbuatan baiknya itu (19:17).

22. Kelembutan Lawan Kekasaran

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas (menakut-nakuti) membangkitkan marah (15:1).

23. Kemiskinan dengan Kasih Lawan

Kekayaan dengan Benci

Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian (ay. 17). Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, daripada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan (17:1).

24. Lidah yang Segar Lawan Mulut yang Menentang

Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh mencurahkan kebodohan (15:2). Lidah segar adalah pohon hayat tetapi lidah yang menentang mematahkan roh (ay. 4).

25. Membenci Suap Lawan Loba Keuntungan

Siapa loba akan keuntungan mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup (ay. 27).

26. Mengambil Tuhan sebagai Satu-satunya Teman

Lawan Mencari Banyak Teman

Orang yang berasal dari teman banyak mendatangkan kecelakaan, tetapi teman yang sejati lebih karib daripada seorang saudara (18:24).

27. Jalur Hayat Lawan Jalan Maut

Sejumlah amsal-amsal perbedaan jalur hayat dengan jalan maut.

a. Jalur Hayat

Jalur hayat termasuk takut akan Tuhan dan bersandar di dalam Tuhan.

1) Takut akan Tuhan

Siapa berjalan dengan jujur, takut akan Yehova, tetapi orang yang sesat jalannya, meremehkan Dia (14:2). Dalam takut akan Yehova ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anaknya. Takut akan Yehova adalah sumber hayat sehingga orang terhindar dari jerat maut (ay. 26-27). Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Yehova daripada banyak harta dengan disertai kerusuhan. Takut akan Yehova adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (15:16, 33). Dengan kasih setia dan kebenaran, kesalahan diampuni, karena takut akan Yehova orang menjauhi kejahatan (16:6). Takut akan Yehova memimpin kepada hayat, maka orang yang memilikinya akan bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka (19:23).

2) Bersandar di dalam Tuhan

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal daripada Yehova. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Yehova-lah yang menentukan arah langkahnya (16:1, 9). Siapa memperhatikan firman akan mendapatkan kebaikan, dan diberkatilah orang yang bersandar di dalam Yehova. Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal daripada Yehova (ay. 20, 33). Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Yehova-lah yang terlaksana (19:21).

3) Berlindung di dalam Nama Tuhan

Nama Yehova adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat (18:10).

b. Jalan Maut

Ada jalan yang disangka orang benar, tetapi ujungnya menuju maut (14:12; 16:25).