NUBUAT "TUJUH" KETIGA -- TUJUH SANGKAKALA
Pembacaan Alkitab:
Why. 8:1-13; 9:1-21; 10:7; 11:15-18; Yoh. 5:28-29;
Dan. 12:2; 1 Kor. 15:52; 1 Tes. 4:16-17;
Why. 14:14-16; 2 Kor. 5:10;
Why. 19:7-9; 16:13-20; 17:14; 19:11-21; 18:1--19:4; 20:1-15; 21:1--22:5
Dalam seri berita-berita ini, kita akan melihat nubuat empat "tujuh" dalam Alkitab. Dalam berita pertama, kita nampak nubuat "tujuh" yang pertama -- minggu terakhir dari tujuh puluh minggu yang tercatat dalam Daniel 9. Dalam berita kedua, kita nampak "tujuh" yang kedua -- tujuh meterai. Dalam berita ini kita akan melihat nubuat "tujuh" yang ketiga -- tujuh sangkakala.
I. TUJUH SANGKAKALA ADALAH ISI DARI METERAI KETUJUH
Tujuh sangkakala adalah isi dari meterai ketujuh (Why. 8:1-2). Dengan kata lain, tujuh sangkakala itu sama dengan meterai ketujuh.
II. TUJUH SANGKAKALA
ADALAH JAWABAN TERHADAP DOA ORANG-ORANG KUDUS
YANG MARTIR PADA METERAI KELIMA,
YANG DISINGGUNG DALAM WAHYU 6:9-11,
DAN DOA YANG DISINGGUNG DALAM LUKAS 18:7-8 DAN WAHYU 8:3-5
Ketujuh sangkakala adalah jawaban terhadap doa orang-orang kudus yang martir pada meterai kelima (Why. 6:9-11). Pada meterai kelima, orang-orang kudus yang martir di bawah mezbah berseru, "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang tinggal di bumi?" (Why. 6:10). Segera setelah doa mereka, dibukalah meterai keenam, yaitu pengguncangan langit dan bumi (Why. 6:12-17). Malapetaka yang adikodrati dari meterai keenam akan berpengaruh atas bumi dan langit -- matahari, bulan, dan bintang-bintang. Diguncangkannya langit dan bumi oleh Allah merupakan suatu peringatan bagi manusia untuk meninjau jalan hidup mereka. Mereka harus bertobat dan kembali kepada Allah.
Segera setelah meterai keenam adalah tujuh sangkakala, isi meterai ketujuh, yang adalah jawaban terhadap doa orang-orang kudus yang martir. Doa mereka dalam Wahyu 6:10 juga disinggung dalam dua bagian Alkitab Perjanjian Baru -- Lukas 18:7-8 dan Wahyu 8:3-5. Orang-orang kudus itu berseru kepada Allah untuk membalaskan darah mereka, yang mereka curahkan karena kehendak Allah dan demi kesaksian Allah. Setelah mereka berdoa, Allah mulai menghakimi bumi dalam meterai keenam untuk membuatnya menjadi tempat yang tidak nyaman untuk hidup. Kemudian Dia menjawab doa mereka dengan tujuh sangkakala dari meterai ketujuh. Sekarang kita perlu melihat suasana di langit setelah meterai ketujuh dibuka dalam Wahyu 8:3-5.
A. DOA-DOA ORANG-ORANG KUDUS DALAM WAHYU 8:4
ADALAH UNTUK PENGHAKIMAN BUMI, YANG MENENTANG EKONOMI ALLAH, DAN SEBAGAI JAWABAN DOA ORANG-ORANG KUDUS
UNTUK PELAKSANAAN PENGHAKIMAN ALLAH ATAS BUMI
DENGAN KETUJUH SANGKAKALA
Doa-doa orang-orang kudus dalam Wahyu 8:4 tentu untuk penghakiman bumi, yang menentang ekonomi Allah, dan sebagai jawaban doa orang-orang kudus untuk pelaksanaan penghakiman Allah atas bumi dengan ketujuh sangkakala.
B. DALAM WAHYU 8:3 "MALAIKAT LAIN" YANG MENGACU KEPADA KRISTUS, DAN "UKUPAN" YANG MENANDAKAN KRISTUS DENGAN SEGALA KARYA-NYA, YANG DITAMBAHKAN OLEH KRISTUS KEPADA DOA ORANG-ORANG KUDUS AGAR DOA ORANG-ORANG KUDUS ITU BISA DIPERKENAN OLEH ALLAH
Dalam Wahyu 8:3, "Malaikat lain" yang mengacu kepada Kristus, dan "ukupan" yang menandakan Kristus dengan segala karya-Nya, yang ditambahkan oleh Kristus kepada doa orang-orang kudus agar doa orang-orang kudus itu bisa diperkenan oleh Allah. Doa ini dicatat sebagai satu sisipan. Sampai akhir Wahyu 6, enam meterai yang pertama sudah dibuka. Pasal 7 adalah sisipan antara meterai keenam dan ketujuh. Kemudian pada permulaan pasal 8 ada pembukaan meterai ketujuh. Segera sesudah pembukaan meterai ketujuh, ada sisipan lain dalam Wahyu 8:3-5. Dalam sisipan ini Kristus sebagai "Malaikat yang lain" mempersembahkan doa orang-orang kudus kepada Allah. Dalam Kitab Wahyu, Kristus disebut sebagai "Malaikat yang lain" sebanyak empat kali (Why. 7:2; 8:3; 10:1; 18:1). Dalam Wahyu 7, 8, 10, dan 18 Kristus datang sebagai Malaikat Allah untuk melayani dan merawat umat pilihan Allah.
C. DALAM WAHYU 8:5, MELEMPARKAN API KE BUMI
ADALAH UNTUK PELAKSANAAN PENGHAKIMAN ALLAH ATAS BUMI
Wahyu 8:5 mengatakan bahwa Kristus sebagai Malaikat "mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah dan melemparkannya ke bumi. Meledaklah bunyi guruh disertai halilintar dan gempa bumi." Melemparkan api ke bumi adalah untuk pelaksanaan penghakiman Allah terhadap bumi; sebab itu, datangnya guruh, halilintar, dan gempa bumi terjadi sebagai tanda penghakiman Allah, dan tujuh malaikat yang memegang tujuh sangkakala itu, bersiap-siap untuk meniup sangkakalanya (Why. 8:6).
D. EMPAT SANGKAKALA YANG PERTAMA --
MALAPETAKA ADIKODRATI YANG LEBIH HEBAT
Seperti telah kita tunjukkan, meterai keenam adalah awal malapetaka adikodrati yang dilaksanakan atas bumi dan benda-benda langit. Empat sangkakala yang pertama dari meterai ketujuh adalah malapetaka adikodrati yang lebih hebat (Why. 8:7-12).
1. Sangkakala Pertama -- Penghakiman atas Bumi
Sangkakala pertama adalah penghakiman atas bumi. Hujan es dan api bercampur dengan darah dicurahkan ke bumi. Selain itu, sepertiga bagian dari bumi, sepertiga bagian dari pohon-pohon, dan semua rumput hijau terbakar (Why. 8:7). Dalam Kitab Wahyu semua kata kerja dipakai dalam kala lampau, karena dalam pandangan Allah segala hal yang dinubuatkan dalam kitab ini sudah terjadi.
2. Sangkakala Kedua -- Penghakiman atas Laut
Setelah menghakimi bumi, Allah akan menghakimi laut. Sangkakala kedua adalah penghakiman Allah atas laut. Sebuah gunung besar yang menyala-nyala dilemparkan ke laut; sepertiga bagian dari laut menjadi darah, sepertiga bagian dari makhluk-makhluk di laut mati, dan sepertiga bagian dari kapal-kapal hancur (Why. 8:8-9).
3. Sangkakala Ketiga -- Penghakiman atas Sungai-sungai
Sangkakala ketiga adalah penghakiman atas sungai-sungai. Sebuah bintang besar bernama Apsintus, yang membara seperti obor, jatuh dari langit dan menimpa sepertiga bagian dari sungai-sungai dan mata-mata air, dan sepertiga bagian dari air menjadi Apsintus, dan banyak orang mati karena air yang menjadi pahit (Why. 8:10-11).
4. Sangkakala Keempat -- Penghakiman atas Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang
Sangkakala keempat akan menjadi penghakiman atas matahari, bulan, dan bintang-bintang. Sepertiga bagian dari matahari, sepertiga bagian dari bulan, dan sepertiga bagian dari bintang-bintang terpukul, sehingga sepertiga bagian dari benda-benda langit itu menjadi gelap dan sepertiga bagian dari siang dan malam menjadi gelap (Why. 8:12).
E. TIGA SANGKAKALA YANG TERAKHIR -- TIGA CELAKA
Tiga sangkakala yang terakhir adalah tiga celaka. Wahyu 8:13 mengatakan, "Lalu aku melihat dan mendengar seekor burung nazar (elang) terbang tinggi di langit dan berkata dengan suara nyaring, 'Celaka, celaka, celakalah mereka yang tinggal di bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat, yang masih akan meniupkan sangkakalanya.'" Ketiga celaka itu akan menjadi tulah paling besar, paling keras, dan paling hebat. Dalam empat sangkakala pertama, manusia belum dijamah secara langsung. Penghakiman Allah hanya menjamah bumi, laut, sungai, dan matahari, bulan, dan bintang-bintang, benda-benda langit. Tetapi mulai sangkakala kelima, penghakiman Allah menjamah manusia secara langsung.
1. Sangkakala Kelima --
Celaka Pertama sebagai Penghakiman atas Manusia
(Iblis dan Antikristus Bekerja Sama untuk Menyiksa Manusia)
Sangkakala kelima adalah celaka pertama sebagai penghakiman atas manusia -- Iblis dan Antikristus bekerja sama untuk menyiksa manusia (Why. 9:1). Sebuah bintang dari langit jatuh ke bumi. Bintang itu mengacu kepada Iblis, yang akan dilempar dari langit ke bumi. Wahyu 9:1 dan 12:9 menunjukkan bahwa Iblis akan dilemparkan ke bumi dari langit sebagai satu bintang. Kepadanya diberikan kunci jurang maut. Jurang maut itu adalah lubang tanpa dasar, adalah tempat kediaman roh-roh jahat (Luk. 8:31). Iblis membuka jurang maut itu, dan kemudian, asap membubung dari jurang maut itu seperti asap dari dapur peleburan; dan matahari dan udara menjadi gelap oleh asap dari jurang maut itu, dan dari asap itu keluar belalang-belalang ke seluruh bumi, dan kepada mereka diberikan otoritas, seperti kalajengking, untuk menyiksa manusia (mereka tidak boleh merusak rumput, tumbuhan hijau, pohon, dan orang-orang yang memilki meterai Allah pada dahi mereka) selama lima bulan, tetapi tidak boleh membunuh mereka. Wahyu 9:6 mengatakan, bahwa "Pada hari itu manusia akan mencari kematian, dan tidak akan mendapatkannya; dan mereka akan ingin mati, tetapi maut menjauhi manusia."
Belalang-belalang itu seperti kuda yang siap untuk berperang; memakai mahkota seperti dari emas di kepalanya, wajahnya seperti wajah manusia, rambutnya seperti rambut perempuan, giginya seperti gigi singa, baju zirahnya seperti baju zirah dari besi, suara sayapnya seperti suara kereta yang ditarik oleh banyak kuda untuk berperang; dan mereka memiliki ekor yang berbisa seperti ekor kalajengking, dalam ekor itulah terdapat kuasa mereka untuk menyiksa manusia selama lima bulan. Hal ini sudah dinubuatkan dalam Yoel 2:4-5, 25 dan 1:6. Belalang-belalang itu memiliki satu raja atas mereka, yaitu malaikat jurang maut itu, namanya dalam bahasa Ibrani disebut Abadon, dan dalam bahasa Yunani, Apolion (Why. 9:1-11). Malaikat dari jurang maut itu adalah Antikristus, yang akan keluar dari jurang maut itu (Why. 11:7; 17:8). Abadon berarti kerusakan, dan Apolion berarti perusak. Antikristus adalah perusak yang tidak mendatangkan hal lain selain kerusakan.
Dalam sangkakala kelima, Iblis sebagai sebuah bintang jatuh ke bumi, dan Antikristus sebagai raja atas pasukan belalang akan menyiksa manusia selama lima bulan. Ini adalah pekerjaan bersama, Iblis dan Antikristus bekerja sama untuk menyiksa manusia melalui belalang-belalang itu. Belalang-belalang di sini tidak sama dengan belalang-belalang dalam Keluaran 10:12-15, karena mereka mempunyai ekor seperti kalajengking, dan sengat-sengat, dan mereka menyakiti manusia (Why. 9:10). Mereka pasti kerasukan roh najis, karena mereka keluar dari asap yang berasal dari tempat kediaman roh-roh jahat (Why. 9:2-3).
2. Sangkakala Keenam --
Celaka Kedua sebagai Kelanjutan Penghakiman atas Manusia
(Dua Ratus Juta Pasukan Berkuda Membunuh Sepertiga Bagian Umat Manusia)
Sangkakala keenam adalah celaka kedua sebagai kelanjutan penghakiman atas manusia -- dua ratus juta pasukan berkuda membunuh sepertiga bagian umat manusia (Why. 9:13-16). Wahyu 16:12 menunjukkan bahwa pasukan ini datang dari arah terbitnya matahari, dari Timur. Dalam sangkakala keenam, empat malaikat yang terikat di sungai besar Efrat itu dilepaskan. Mereka telah bersiap untuk jam dan hari dan bulan dan tahun, agar mereka dapat membunuh sepertiga bagian umat manusia dengan dua ratus juta pasukan berkuda. "Untuk jam dan hari dan bulan dan tahun" berarti empat malaikat itu telah siap selama jam ditambah hari, ditambah bulan, ditambah tahun -- semuanya berjumlah tiga belas bulan, satu hari, dan satu jam, untuk membunuh manusia. Pembunuhan itu akan berlangsung mula-mula selama satu jam, lalu satu hari, lalu satu bulan, dan terakhir satu tahun. Penunggang kuda itu memakai baju zirah merah api dan belerang. Kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, asap, dan belerang sebagai tiga bencana untuk membunuh sepertiga umat manusia. Kuasa kuda-kuda itu ada dalam mulutnya dan dalam ekornya, yang seperti ular dan memiliki kepala ular, dan dengan kepalanya mereka melukai manusia. Manusia yang masih hidup tidak juga bertobat dari menyembah berhala-berhala, pembunuhan, sihir, percabulan, dan pencurian (Why. 9:13-21). Ini menunjukkan bahwa maksud penghakiman Allah adalah agar manusia bertobat, tetapi Kitab Wahyu mengatakan, walaupun mengalami penghakiman yang berat itu, manusia masih tidak mau bertobat.
Penghakiman Allah dalam sangkakala keenam sebagai celaka kedua terdapat dalam Wahyu 9. Semua butir dalam Wahyu 10-14, kecuali pengangkatan anak laki-laki dan seratus empat puluh empat ribu buah sulung, akan terjadi selama tiga setengah tahun terakhir, saat berlangsungnya kesusahan besar. Pasal 10 mengatakan bahwa selama tiga setengah tahun kesusahan besar, Kristus akan datang ke angkasa untuk mengambil alih bumi (Why. 10:1-7). Pasal 11 mengatakan bahwa Yerusalem akan diberikan kepada Antikristus dan para pengikutnya dan akan diinjak-injak selama empat puluh dua bulan (Why. 11:2). Sementara itu, Allah mengutus dua saksi-Nya, Musa dan Elia, untuk bernubuat selama berlangsungnya kesusahan besar ketika Antikristus menghujat Allah dan menganiaya umat-Nya. Dua saksi ini akan bersaksi menentang Antikristus. Kemudian mereka akan dibunuh, dibangkitkan, dan diangkat kepada parousia (kehadiran) Kristus di angkasa (Why. 11:3-12).
Pasal 12 menunjukkan bahwa menjelang permulaan kesusahan besar, anak laki-laki, para pemenang yang meninggal, akan diangkat (Why. 12:5). Sejumlah orang-orang kudus, yaitu mayoritas dari gereja, akan dipelihara di satu tempat untuk dirawat oleh Allah selama seribu dua ratus enam puluh hari, yaitu empat puluh dua bulan, atau tiga setengah tahun masa kesusahan besar (Why. 12:6). Pasal 13 mengatakan bahwa ketika Antikristus keluar dari laut dan jurang maut, dia akan bertindak semaunya untuk menentang Allah, menganiaya umat Allah, dan membunuh orang-orang kudus (Why. 13:1-10). Nabi palsu akan mendirikan patung Antikristus dan memaksa orang untuk menyembah patung itu (Why. 13:11-15).
Pasal 14 membicarakan penuaian Tuhan atas kaum beriman. Buah sulung dari kaum beriman akan terangkat ke langit tingkat tiga untuk bersama Kristus sebelum kesusahan besar (Why. 14:1-5). Kemudian Antikristus akan menghancurkan semua agama ketika dia mengingkari perjanjian dengan Israel pada pertengahan minggu terakhir (Dan. 9:27; 11:31). Penghancuran Babel agamawi, gereja yang murtad (Why. 17:16), akan terjadi pada awal kesusahan besar (Why. 14:8). Selain itu, selama kesusahan besar, seorang malaikat akan memberitakan Injil kekal, memberi tahu orang-orang bahwa mereka harus takut kepada Allah dan menyembah Allah dan jangan sampai tertipu untuk mengikuti Antikristus (Why. 14:6-7). Injil ini akan diterima oleh sejumlah orang yang akan menaati perkataan ini dan yang akan berbuat sesuatu untuk menolong orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi yang dianiaya selama kesusahan besar. Ketika Tuhan kembali, duduk di takhta kemuliaan-Nya, dan menghakimi bangsa-bangsa, Dia akan menganggap orang-orang yang benar ini sebagai domba, yang akan masuk ke dalam kerajaan yang disediakan untuk mereka sejak dunia dijadikan. Mereka akan menjadi umat, penduduk, dalam Kerajaan Seribu Tahun di bumi selama seribu tahun. Bangsa-bangsa yang tidak mematuhi Injil kekal selama kesusahan besar, yang memperlakukan orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi dengan buruk, akan dihukum oleh Kristus pada takhta kemuliaan-Nya. Mereka akan dianggap sebagai kambing dan akan dilemparkan langsung ke dalam lautan api. Di sana mereka akan menderita hukuman kekal (Mat. 25:32-46).
Selain membicarakan Injil kekal dalam kesusahan besar, Wahyu 14 juga membicarakan tuaian mayoritas kaum beriman dan perang Harmagedon, yang disebut "kilang besar murka Allah" (Why. 14:19). Orang-orang jahat dianggap seperti buah anggur yang akan dikumpulkan di Harmagedon. Kristus akan turun untuk menginjak-injak mereka seperti orang yang menginjak kilang anggur besar. Sekarang kita sampai pada sangkakala ketujuh.
3. Sangkakala Ketujuh --
Kesimpulan Ekonomi Kekal Allah Tritunggal yang Telah Melalui Proses
Sangkakala ketujuh adalah kesimpulan ekonomi kekal Allah Tritunggal yang telah melalui proses.
a. Penggenapan Rahasia Allah,
sebagai Kabar Baik yang Dikabarkan Allah kepada Hamba-hamba-Nya, yaitu Para Nabi
Sangkakala ketujuh adalah penggenapan rahasia Allah. Wahyu 10:7 mengatakan, "Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, sebagai kabar baik yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para Nabi."
1) Menutup Zaman Rahasia Ini
Sangkakala ketujuh menutup zaman rahasia ini. Daniel 9:24 membicarakan tujuh puluh minggu itu, yang ditentukan untuk "memeteraikan penglihatan dan nabi-nabi". Memeteraikan penglihatan dan nabi-nabi adalah menutup zaman rahasia ini.
2) Membawa Zaman Kerajaan yang Akan Datang dan Zaman Kekal
dari Langit Baru dan Bumi Baru
Sangkakala ketujuh akan membawa zaman kerajaan yang akan datang dan zaman kekal dari langit baru dan bumi baru. Zaman ini mencakup semua hal dari akhir kesusahan besar sampai masa kekekalan yang akan datang.
b. Kedatangan Kerajaan Kekal Allah dan Kerajaan Kristus,
yang di Dalamnya Ia Akan Memerintah Selama-lamanya
Sangkakala ketujuh meliputi kedatangan Kerajaan kekal Allah dan Kerajaan Kristus, yang di dalamnya Ia akan memerintah selama-lamanya (Why. 11:15-17).
1) Pertama, dalam Seribu Tahun
Kristus pertama-tama akan memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun, selama seribu tahun dalam zaman kerajaan.
2) Sesudah itu, di Langit Baru dan Bumi Baru
Sesudah itu, Kristus akan memerintah selamanya di langit baru dan bumi baru, dengan Yerusalem Baru sebagai pusatnya.
c. Penghakiman atas Orang-orang Mati untuk Menetapkan di Antara Orang-orang Mati
Siapa yang Akan Berbagian dalam Kebangkitan Hayat Sebelum Kerajaan Seribu Tahun,
dan Siapa yang Akan Ditinggalkan
untuk Berbagian dalam Kebangkitan Penghakiman Setelah Kerajaan Seribu Tahun
Sangkakala ketujuh akan mencakup penghakiman atas orang-orang mati (Why. 11:18b) untuk menetapkan di antara orang-orang mati siapa yang akan berbagian dalam kebangkitan hayat sebelum Kerajaan Seribu Tahun dan siapa yang akan ditinggalkan untuk berbagian dalam kebangkitan penghakiman setelah Kerajaan Seribu Tahun (Yoh. 5:28-28; Dan. 12:2).
d. Kebangkitan Orang-orang Kudus yang Meninggal
dan Keterangkatan Mereka Bersama Mayoritas Orang-orang Kudus yang Masih Hidup
ke Dalam Parousia (Kehadiran) Kristus di Angkasa
Sangkakala ketujuh meliputi kebangkitan orang-orang kudus yang meninggal dan keterangkatan mereka bersama mayoritas orang-orang kudus yang masih hidup ke dalam parousia (kehadiran) Kristus di angkasa (1 Kor. 15:52; 1 Tes. 4:16-17; Why. 14:14-16).
e. Pemberian Upah kepada Nabi-nabi, Orang-orang Kudus,
dan Orang-orang yang Takut Akan Allah pada Takhta Penghakiman Kristus
Yang termasuk dalam sangkakala ketujuh adalah pemberian upah kepada nabi-nabi, orang-orang kudus, dan orang-orang yang takut akan Allah pada takhta penghakiman Kristus (Why. 11:18c; 2 Kor. 5:10).
f. Pernikahan Anak Domba
Sangkakala ketujuh mencakup pernikahan Anak Domba (Why. 19:7-9). Setelah takhta penghakiman Kristus, para pemenang menjadi mempelai perempuan Kristus, dan mereka menikah dengan Dia sebagai Anak Domba.
g. Datangnya Murka Allah karena Bangsa-bangsa Telah Marah --
Celaka Ketiga, Terdiri atas Tujuh Cawan,
sebagai Penghakiman yang Paling Hebat atas Umat Manusia
Kemudian akan datang murka Allah karena bangsa-bangsa telah marah (Why. 11:18a). Murka Allah ini adalah celaka ketiga, yang terdiri atas tujuh cawan, sebagai penghakiman yang paling hebat atas umat manusia (Why. 15-16). Tujuh cawan akan merupakan penghakiman akhir yang dilaksanakan atas umat manusia dalam kesusahan besar.
1) Pada Masa Cawan Keenam, Perang Harmagedon Terjadi,
dalam Perang itu Kristus dan Istri yang Baru Dinikahi-Nya, Para Pemenang,
Akan Mengalahkan Antikristus, Nabi Palsu, Raja-raja, dan Tentara Mereka
dan Akan Melemparkan Antikristus dan Nabi Palsu ke Dalam Lautan Api
Pada masa cawan keenam, perang Harmagedon akan terjadi. Ini akan menjadi perang terakhir di bumi sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Perang ini tercatat sebagai sisipan di antara cawan keenam dengan cawan ketujuh dalam Wahyu 16:13-16. Kristus dan istri yang baru dinikahi-Nya, para pemenang, akan mengalahkan Antikristus, nabi palsu. raja-raja, tentara mereka, dan akan melemparkan Antikristus dan nabi palsu ke dalam lautan api (Why. 17:14; 19:11-21).
2) Pada Masa Cawan Ketujuh,
Ada Gempa Bumi yang Dahsyat yang Belum Pernah Terjadi di Bumi,
dan Babel Materi, Kota Roma, Akan Dihancurkan
Pada masa cawan ketujuh, ada gempa bumi yang dahsyat yang belum pernah terjadi di bumi, dan Babel materi, Kota Roma, akan dihancurkan (Why. 16:17-20; 18:1--19:4). Babel agamawi akan dihancurkan menjelang awal kesusahan besar (Why. 14:8) dan Babel materi, Kota Roma, akan dihancurkan pada akhir kesusahan besar (Why. 18:2).
h. Pengikatan dan Pemenjaraan Iblis, Satan, Naga, Ular Tua,
di Jurang Tak Berdasar Selama Seribu Tahun
Setelah menghancurkan Antikristus, nabi palsu, dan orang-orang yang mengikuti mereka, Iblis, Satan, naga, ular tua, akan diikat dan dipenjarakan dalam jurang tak berdasar oleh seorang malaikat selama seribu tahun (Why. 20:1-3).
i. Kerajaan Seribu Tahun
Kemudian akan ada Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4-6).
1) Para Pemenang Akan Memerintah Bersama Kristus
Dalam Kerajaan Seribu Tahun, para pemenang akan memerintah bersama Kristus (Why. 20:4).
2) Para Pemenang Akan Menjadi Imam Allah dan Imam Kristus
Selain itu, para pemenang akan menjadi imam-imam untuk berkontak dengan Allah dan meraja bersama Kristus untuk memerintah atas bangsa-bangsa dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:6).
j. Pemberontakan Terakhir dari Umat Manusia
Ketika Kerajaan Seribu Tahun genap seribu tahun, akan ada pemberontakan terakhir dari umat manusia (Why. 20:7-10).
1) Iblis, Dilepaskan dari Penjaranya, untuk Menipu Bangsa-bangsa, Gog dan Magog,
Berperang Melawan Perkemahan Orang-orang Kudus dan Kota yang Dikasihi
Iblis, yang dilepaskan dari penjaranya, akan menipu bangsa-bangsa, Gog dan Magog, berperang melawan perkemahan orang-orang kudus dan kota yang dikasihi; dan api akan turun dari langit dan melahap mereka (Why. 20:7-9). Tipuan Iblis atas bangsa-bangsa yang ada di keempat penjuru bumi adalah tipuannya terhadap "Gog dan Magog". Ini mungkin menunjukkan bahwa dalam pemberontakan terakhir dari umat manusia, yang dihasut oleh Iblis, Gog dan Magog akan mengambil alih pimpinan, dan bangsa-bangsa akan mengikutinya. Gog dan Magog, menurut Yehezkiel 38:2-3 dan 39:1-2, tentu Rusia. Yehezkiel 38:2 (ASV) menunjukkan bahwa Gog dan Magog adalah Rosh, Meschech, dan Tubal, sepadan dengan Rusia, Moskow, dan Tobolsk. Yehezkiel 39:2 (ASV) menyebut tempat-tempat itu sebagai "bagian utara yang paling ujung". Pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, Iblis akan menghasut umat manusia yang suka memberontak dari ujung utara untuk menyerang umat Allah. Tetapi api akan turun dari langit dan melahap orang-orang pemberontak itu.
2) Iblis, Penipu, Dilemparkan ke Dalam Lautan Api,
di Mana Antikristus dan Nabi Palsu Juga Berada
Iblis, penipu itu, dilemparkan ke dalam lautan api, di mana Antikristus dan nabi palsu juga berada; dan mereka akan disiksa siang dan malam selama-lamanya (Why. 20:10). Antikristus dan nabi palsu akan dilemparkan ke dalam lautan api seribu tahun lebih awal daripada Iblis (Why. 19:20). Setelah seribu tahun, Iblis akan dicampakkan ke dalamnya.
k. Penghakiman pada Takhta Putih Besar, Setelah Bumi dan Langit Berlalu,
Menghakimi Orang Mati yang Tidak Percaya Bersama Roh-roh Jahat
Penghakiman pada takhta putih besar, setelah bumi dan langit berlalu, adalah untuk menghakimi orang mati yang tidak percaya bersama roh-roh jahat (Why. 20:11-15). Alkitab memiliki kesimpulan yang lengkap. Allah melaksanakan penghakiman-Nya untuk menanggulangi orang-orang yang masih hidup. Pada takhta putih besar, Dia akan menghakimi semua orang yang telah mati.
1) Maut dan Alam Maut, Dilemparkan ke Dalam Lautan Api
Maut dan alam maut dilemparkan ke dalam lautan api (Why. 20:14). Lautan api adalah "tong sampah" bagi alam semesta, yang ke dalamnya segala hal negatif dibuang, termasuk maut dan alam maut, akan dilemparkan. Maut akan menjadi musuh terakhir yang dibinasakan oleh Tuhan (1 Kor. 15:26).
2) Orang yang Tidak Percaya dan Roh-roh Jahat Akan Dilemparkan ke Dalam Lautan Api
Orang yang tidak percaya dan roh-roh jahat akan dilemparkan ke dalam lautan api (Why. 20:15). Lautan api disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya (Mat. 25:41). Karena orang yang tidak percaya mengikuti Iblis, mereka mendapat bagian dalam penghakiman atas Iblis (Yoh. 16:11) dan akan menjadi orang-orang yang berbagian dalam siksaan kekal atas Iblis. Roh-roh jahat, karena juga mengikuti Iblis, akan bernasib sama.
l. Datangnya Langit Baru dan Bumi Baru Menjadi Kerajaan Allah Selamanya
Sangkakala ketujuh berakhir dengan datangnya langit baru dan bumi baru menjadi Kerajaan Allah selama-lamanya (Why. 21:1--22:5).
1) Langit Pertama dan Bumi Pertama Akan Berlalu dan Laut Tidak Akan Ada Lagi
Langit pertama dan bumi pertama akan berlalu dan laut tidak akan ada lagi (Why. 21:1).
2) Yerusalem Baru, Kota Kudus Itu,
Turun ke Bumi Baru sebagai Kemah Allah
dan sebagai Mempelai Perempuan, Istri Anak Domba
Yerusalem Baru, kota kudus itu, akan turun ke bumi baru sebagai kemah Allah dan sebagai mempelai perempuan, istri Anak Domba. Kota ini akan merupakan komposisi akhir dari seluruh umat tebusan Allah, dan di dalamnya orang-orang kudus akan memerintah sebagai raja-raja bersama Allah dan disuplai oleh Allah Tritunggal sebagai sungai air hayat dan pohon hayat (Why. 21:2--22:5). Sebagai Yerusalem Baru, kita akan menikmati Allah Tritunggal, minum Dia dan makan Dia selamanya. Kita akan menjadi keluarga ningrat dan rajani-Nya, meraja dengan Kristus dan memerintah selamanya (Why. 22:5). Inilah nasib yang Allah tetapkan bagi kita.
3) Bangsa-bangsa yang Dipulihkan Menjadi Rakyat di Sekitar Yerusalem Baru
dan Ditunjang oleh Daun-daun Pohon Hayat
Bangsa-bangsa yang dipulihkan akan menjadi rakyat di sekitar Yerusalem Baru dan akan ditunjang oleh daun-daun pohon hayat (Why. 21:24-27; 22:2b). Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru bersama bangsa-bangsa yang dipulihkan adalah akhir dari tujuh sangkakala, yang juga merupakan akhir dari meterai ketujuh dan akhir dari Kitab Wahyu.
Karena situasi dunia hari ini, saya percaya bahwa pelajaran kita hari ini tentang nubuat empat "tujuh" dalam Alkitab ini tepat pada waktunya. Roma 9:27-28 mengatakan bahwa Tuhan akan mempersingkat firman-Nya untuk segera menggenapi nubuat-Nya mengenai bangsa Israel. Situasi Timur Tengah hari ini menunjukkan Tuhan sedang mempersingkat firman-Nya sehingga nubuat-nubuat tentang Israel dapat segera tergenap. Seperti telah kita lihat dalam berita-berita yang lalu, bangsa Israel sebagai pohon ara telah melembut dan bertunas. Kini musim panas sudah dekat (Mat. 24:32). Kita tidak mengajarkan nubuat-nubuat alkitabiah untuk memuaskan rasa ingin tahu orang. Kita damba diterangi oleh firman itu, khususnya perkataan nubuat dalam Alkitab. Kita perlu mencurahkan perhatian kepada perkataan nubuat ini seperti pelita yang bersinar di tempat yang gelap (1 Ptr. 1:19). Kemudian kita akan tahu di mana kita berada. Perkataan nubuat akan membimbing kita melewati malam yang gelap sampai hari penampakan Tuhan bercahaya dan bintang pagi terbit dalam hati kita.