Penghidupan yang Dalam
Hosea 14:6-8 mengatakan, "Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naunganKu dan tumbuh seperti gandum, mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. "
Potongan ayat Alkitab ini menyinggung Libanon tiga kali. Pertama kali, menghubungkan bunga bakung dengan Libanon (pohon hawar Libanon); kedua kali, menghubungkan Libanon dengan pohon zaitun; dan yang ketiga kali, menghubungkan pohon anggur dengan Libanon. Mengapa di sini terus memperhatikan Libanon? Karena di atas gunung Libanon ada semacam pohon hawar yang tinggi besar, akarnya sangat dalam. Dalam Alkitab pohon hawar Libanon melambangkan pohon yang paling besar/paling tinggi di dunia, juga dengan pohon hawar Libanon mewakili orang-orang yang berakar dalam ke bawah. Dalam potongan Alkitab ini, di satu pihak mengatakan bunga bakung dengan Libanon, di pihak lain mengatakan pohon zaitun dengan Libanon, dan di pihak lain lagi mengatakan pohon anggur dengan Libanon. Alkitab mengatakan demikian mempunyai makna yang dalam. Kita hanya dengan sederhana membicarakan sedikit.
Mengapa bunga, bakung dihubungkan dengan Libanon? Bunga bakung itu bersih dan indah. Bunga bakung di sini bertumbuh di ladang, bukan bertumbuh di rumah; bukan dirawat oleh tukang bunga, dia sepenuhnya hidup bersandar sinar matahari, hujan serta embun. Kita orang Kristen adalah bunga-bunga bakung di lembah (Kidung Agung 2:1), yang mutlak bersandar pada perawatan dan pemeliharaan Allah. Penghidupan rohani yang bersih dan indah dihasilkan dari persekutuan yang tidak terputus dengan Allah. Sebab itu, dikatakan, "ia akan berbunga seperti bunga bakung dan berakar seperti pohon di Libanon."
Mengapa menghubungkan pohon zaitun dengan Libanon? Menurut pandangan manusia, pohon zaitun sama sekali tidak semarak. Kalau mengatakan semarak seperti bunga seruni, orang mudah memahami. Tapi mengatakan semarak seperti pohon zaitun, kelihatannya tidak tepat. Tetapi Alkitab memperlihatkan kepada kita, semarak yang dipandang oleh Allah bukan semarak sia-sia yang di lahir, melainkan buah yang riil. Pohon zaitun adalah pohon buah berminyak. Kesemarakan pohon zaitun berada pada buahnya. Keindahan orang Kristen berada pada buah-buah Roh Kudus yang dihasilkannya. Perlu mengarah ke dalam, berakar ke dalam, baru ada buah ini. Sebab Itu di sini dikatakan, "Semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon."
Mengapa menghubungkan pohon anggur dengan Libanon? Di sini dikatakan, "Berkembang seperti pohon anggur." Apakah kita pernah melihat bunga anggur? Bunga anggur sangatlah kecil; belum lama berbunga, segera menjadi buah anggur. Kita belum pernah melihat orang menancapkan bunga anggur di vas bunga. Mengapa di sini tidak dikatakan seperti bunga mawar? Karena bunga yang diperhatikan Allah bukan berbunga untuk dihargai oleh manusia, melainkan seperti bunga anggur yang berbuah. Permintaan Allah terhadap orang Kristen adalah berakar ke bawah dan banyak berbuah. Sebab itu, di sini dikatakan "Berkembang seperti pohon anggur dan harumnya seperti harum anggur Libanon."
Di sini tiga kali menyinggung Libanon, tujuannya supaya kita memperhatikan penghidupan yang dalam. Penghidupan yang dalam, ini, meskipun seperti bunga bakung bertumbuh di lembah yang sunyi, seperti pohon zaitun yang lahirnya tidak semarak, dan seperti bunga anggur yang tidak mencolok, tetapi dengan tulus, murni, hidup menengadah kepada Allah dan banyak berbuah. Inilah penghidupan orang Kristen yang seharusnya kita miliki. Kalau kita ingin memiliki penghidupan yang demikian, harus berakar masuk ke dalam. Kalau kita ingin memiliki penghidupan yang demikian, harus berlatih dalam hidup sehari-hari. Sedikitnya setiap hari ada waktu yang khusus untuk membaca Alkitab dan berdoa di depan Allah, sambil membaca Alkitab sambil berdoa. Kalau mungkin, menetapkan sedikit waktu, berdoa untuk kaum saleh, berdoa untuk gereja-gereja di setiap tempat, berdoa untuk pekerjaan Allah. Kalau ada orang Kristen yang pada hari-hari biasa tidak membaca Alkitab dan berdoa, jangan harap ia memiliki penghidupan yang dalam. Berakar ke bawah bukan satu slogan yang kosong, melainkan pelaksanaan dalam hidup sehari-hari. Ketika Anda baru belajar, perlu mengeluarkan harga. Semoga kasih Tuhan menarik kita, membawa kita setiap hari mengarah ke dalam, supaya akar kita makin lama makin masuk ke dalam.
Penghidupan yang dalam menuntut adanya persekutuan yang langsung dan intim dengan Tuhan. Kidung Agung 4:12 berkata, "Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, sumur tertutup dan mata air termeterai" (Tl). Di sini "kebun" adalah "kebun bunga". "Kebun bunga" di Alkitab adalah maksud hati Allah yang semula. Kebun bunga tidak seperti tanah ladang yang umum untuk tanaman yang biasa, juga bukan seperti sawah yang khusus untuk bercocok tanam. Kebun bunga khusus untuk keindahan, untuk kenikmatan. Dalam taman bunga mungkin ada pohon, tetapi tujuannya bukan untuk mendapatkan kayu; mungkin ada pohon buah, tetapi tujuannya bukan pada menghasilkan buah. Yang ditekankan dalam taman bunga adalah rumpunan bunga. Yang diliarap pada kebun bunga adalah keindahan. Sebab itu, menanam bunga adalah untuk kesenangan hati. Taman bunga di sini adalah "Kebun tertutup", artinya, kebun ini bukanlah kebun untuk umum, tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang, malainkan yang tertutup, yang khusus untuk Kristus. Keindahan yang di dalam hanya untuk Kristus, dinikmati oleh Kristus. Penghidupan yang demikian tidak mencari perkenan manusia, hanya mencari perkenan Kristus.
Penghidupan semacam ini adalah "Sumur yang tertutup" (Tl). Sumur umumnya dipergunakan untuk orang. Di dni, meskipun umum dipergunakan untuk orang, tapi masih dibatasi oleh Tuhan.
Penghidupan semacam ini adalah "Mata air termeterai". Sumur adalah garapan manusia, mata air bukan garapan manusia. Sumur berada di depan manusia, mata air berada di depan Allah. Mata air adalah sukacita yang kita dapat di depan Allah, kepuasan yang kita dapat di depan Allah. Semua pengalaman ini tidak bisa dengan sengaja kita perlihatkan kepada orang, karena ini adalah wata air termeterai.
Singkatnya, semua keindahan orang Kristen, semua tuntutan orang Kristen dan semua pengalaman orang Kristen, tidak seharusnya suka dipamerkan, sengaja diperlihatkan kepada orang. Semuanya seharusnya tenang, tertutup dan termeterai bagi Tuhan. Penghidupan yang dalam semacam ini bisa memuaskan hati Tuhan.
Saudara-saudari, sering kali kehidupan kita terlalu dangkal, terlalu banyak terpamer di luaran! Semoga Tuhan membelaskasihani kita! Biarlah salib bekerja lebih dalam di dalam kita, sehingga kita berakar ke bawah, mempunyai penghidupan yang dalam, untuk memuaskan permintaan Allah, memuaskan hati Allah.