← Daftar isi Yunus · bab 1/1

PERAWATAN DAN KESELAMATAN YEHOVA ATAS KOTA ORANG KAFIR YANG PALING JAHAT

Pembacaan Alkitab: Yun. 1-4

Dalam berita ini kita akan membahas kitab Yunus. Di antara kitab-kitab nabi-nabi kecil, kitab Yunus berdiri sendiri.

I. PENDAHULUAN

Yunus 1:1-2 adalah pendahuluan untuk kitab ini.

A. Arti Nama Yunus

Dalam bahasa Ibrani Yunus berarti "merpati" (ay. 1). Ini menandakan bahwa Allah menginginkan Yunus untuk pergi sebagai seekor merpati untuk memberitakan injil damai sejahtera.

B. Waktu Ministri Yunus

Waktu ministri Yunus kira-kira 862 S.M., sezaman dengan nabi Elisa (896-838 S.M.).

C. Sasaran Ministrinya

Obyek ministrinya adalah orang di kota besar Niniwe, ibu kota Asyur.

D. Tempat Ministrinya

Tempat ministrinya juga Niniwe.

E. Pokok Ministrinya

Subyek ministri Yunus adalah bahwa keselamatan Yehova mencapai orang Kafir di kota Niniwe.

F. Pokok Pikiran

Pokok pikiran kitab Yunus adalah perawatan Allah untuk menyelamatkan orang Kafir yang paling jahat dalam kasian-Nya atas manusia dan ternak.

G. Wahyu Mengenai Kristus

Dalam kitab Yunus, mewahyukan mengenai Kristus ada dalam diri Yunus sebagai satu lambang Kristus.

1. Dalam Yunus Melambangkan Kristus Memberitakan Injil Damai Sejahtera

kepada Bangsa Kafir

Kristus diwahyukan dalam Yunus yang melambangkan Kristus memberitakan injil damai sejahtera kepada bangsa Kafir (3:2; Mat. 12:41). Yunus adalah seorang nabi yang berpaling dari Israel kepada Bangsa Kafir. Dalam hal ini dia melambangkan Kristus, yang berpaling dari Israel kepada bangsa Kafir (Luk. 4:25-27; Mat. 21:43).

2. Dalam Yunus Tinggal dalam Perut Ikan Besar

Tiga Hari dan Tiga Malam

Kristus diwahyukan juga dalam perlambangan Yunus tinggal dalam perut ikan besar tiga hari dan tiga malam (Yun. 1:17). Ini melambangkan Kristus tinggal di perut bumi tiga hari dan tiga malam (Mat. 12:40). Kristus mati dam masuk ke dalam perut bumi. Dia keluar dari situ dalam kebangkitan, dan dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b) untuk memberitakan, menyebarkan injil ke seluruh bangsa Kafir, seperti yang dilihat dalam Kisah Para Rasul.

H. Bagian-bagian

Kitab Yunus memiliki lima bagian: kata pendahuluan (1:1-2); Yunus melarikan diri dari amanat Yehova (1:2-17); pertobatan Yunus (ps. 2); pemberitaan Yunus (ps. 3); dan prasangka Yunus (ps. 4).

II. YUNUS MELARIKAN DIRI DARI AMANAT YEHOVA

A. Amanat Yehova

Amanat Yehova adalah agar Yunus pergi dan menyerukan kejahatan Niniwe (1:2). Allah bermaksud menghukum Niniwe, ibu kota Asyur, tetapi Dia juga bermaksud untuk menyampaikan keselamatan kasih-Nya kepada kota bangsa Kafir yang jahat. Dengan alasan ini Dia mengamanatkan Yunus untuk pergi ke Niniwe untuk menyerukan kota itu.

B. Yunus Melarikan Diri ke Tarsis Jauh

dari Hadapan Yehova

Yunus tidak menyetujui Allah. Yunus tahu bahwa Allah “Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya” (4:2) dan bahwa Allah akan berubah pikiran-Nya dan tidak menghukum Niniwe jika kota itu bertobat. Yunus bersiap untuk melarikan diri dengan kapal ke Tarsis, jauh dari hadapan Allah (1:3).

C. Yehova Terganggu

Dalam ayat 4 sampai 17 kita melihat Yehova terganggu. Dengan kekuasaan Allah, Dia menurunkan angin ribut di laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur (ay. 4). Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak (ay. 5b). Akhirnya, hal ini ditemukan dengan membuang undi bahkan Yunus bertanggung jawab atas badai itu (ay. 7-14). Seperti permohonan Yunus, marinir mengangkat dia dan membuang ke laut (ay. 15-16). Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya (ay. 17).

D. Lambang Kristus

Seperti yang telah kita tunjukkan, Yunus di sini melambangkan Kristus, yang diutus oleh Allah untuk memberitakan injil ke bangsa Kafir, dengan Yunus tinggal di dalam perut ikan besar tiga hari tiga malam melambangkan Kristus tinggal di dalam perut bumi tiga hari tiga malam lamanya.

III. PERTOBATAN YUNUS

Setelah tiga hari tiga malam di dalam perut ikan, Yunus berdoa dan bertobat kepada Yehova. Pasal dua adalah catatan pertobatan Yunus.

A. Doa Yunus kepada Yehova

Ayat 2 sampai 9 adalah doa Yunus kepada Yehova. Yunus berdoa dengan cara yang kuat, mengatakan perihal seperti berikut ini: “Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; / Samudera raya merangkum aku; / Lumut lautan membelit aku” (ay. 5).

B. Yehova Memerintahkan Ikan

Yehova memerintah ikan, dan ikanpun memuntahkan Yunus ke darat (ay.10).

IV. PEMBERITAAN YUNUS

Pasal tiga meliput perkara pemberitaan Yunus.

A. Amanat Yehova kepada Yunus yang Kedua Kalinya,

dan Pemberitaan Yunus kepada Kota Besar Niniwe

Setelah Yunus disesuaikan, dikoreksi, dan ditaklukkan, dia mau pergi bersama Allah dan melaksanakan amanat-Nya. “Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya demikian: Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Ku-firmankan kepadamu” (3:1-2). Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Dan memberitakan, dan menyerukan, “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (ay. 4).

B. Rakyat dan Raja Niniwe percaya kepada Allah, mengumumkan puasa, dan bertobat.

Rakyat dan Raja Niniwe percaya kepada Allah, mengumumkan puasa, dan bertobat. (ayat. 5-9). Dalam pengumumannya raja mendeklarasikan, ‘‘Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.’’ (ayat. 8-9).

C. Allah menyesal dan tidak jadi menurunkan malapetaka kepada mereka.

Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya. (ayat. 10).Sebagai hasilnya,seluruh kota diselamatkan.

V. PRASANGKA YUNUS

Pasal empat dalam kitab ini mengekspos prasangka Yunus. Ketika Allah merubah pikiran-Nya dan mengampuni orang-orang Niniwe, Yunus marah.

A. Kebaikan Yehova (TUHAN) dengan membatalkan hukumannya atas Niniwe sangat tidak menyenangkan Yunus, dan Yunus berdoa kepada Yehova dalam kemarahannya

Kebaikan Yehova (TUHAN) dengan membatalkan hukumannya atas Niniwe sangat tidak menyenangkan Yunus, dan Yunus berdoa kepada Yehova dalam kemarahannya (ayat 4:1-4). Yunus berkata dalam doanya, Kebaikan Yehova dengan membatalkan hukumannya atas Niniwe sangat tidak menyenangkan Yunus, dan Yunus berdoa kepada Yehova (TUHAN) dalam kemarahannya (ayat. 2). Yunus tidak bisa mentolerir fakta tersebut, setelah mengutusnya untuk memberitakan bahwa kota Niniwe akan dirobohkan, Allah mengubah pikiran-Nya. Yunus tidak bisa sejalan dengan Allah dalam hal ini, Yunus benar-benar marah kepada Allah karena hal ini.

Bagaimana bisa seorang manusia berani marah kepada Allah? Yunus seharusnya berkata, ‘‘Allah adalah Sang Penguasa, apapun yang terjadi atas Niniwe terserah kepada-Nya. Dia mengatakan akan menghancurkan Niniwe, namun apakah Niniwe jadi dihancurkan atau tidak adalah terserah kepada-Nya. Bukan merupakan suatu masalah jika kemudian Dia menyesal, jika Dia merubah pikiran-Nya.’’ Namun demikian,alih-alih memiliki sikap yang demikian, Yunus malah marah dan berkata, ‘‘Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup’’ (Yunus 4:3). Ketika dia mengatakan hal ini, Yehova (TUHAN) menjawab, ‘‘Layakkah engkau marah?’’ (Yunus 4: 4).

B. Pelajaran dari pohon jarak

Dalam ayat 5 sampai 11 kita mendapatkan pelajaran dari pohon jarak. Yunus keluar dari kota, dia membuat sebuah pondok untuk dirinya sendiri, dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.. Lalu Allah menumbuhkan pohon jarak, melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup”. Ketika Allah bertanya kepada Yunus layakkah dia marah karena pohon jarak itu, Yunus berkata bahwa dia layak untuk marah sampai mati. Kemudian Yehova (TUHAN) berkata kepadanya, ‘‘Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.; Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" (Yunus 4: 10-11).

C. Belas kasihan Allah kepada kota kafir yang paling jahat

Dalam ayat 11 kita melihat belas kasihan Allah kepada kota kafir yang paling jahat; Bahkan Dia memperhatikan hewan ternak mereka. Niniwe didirikan oleh seorang manusia yang jahat, Nimrod, di Asyur (Kejadian. 10:8-11). Asyur adalah sebuah negara yang menyerang dan menghina Israel sekitar tahun 713 sebelum masehi. (Yesaya. 36), setelah jaman Yunus. Allah memiliki belas kasihan kepada sebuah kota yang jahat.

Dalam Matius 12:40 Tuhan Yesus berkata kepada orang Farisi, sekelompok ‘‘Yunus,’’ bahwa Dia akan berada di dalam rahim bumi selama tiga hari tiga malam,sama seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan besar, untuk memperluas keselamatan Allah dari orang Yahudi kepada orang kafir (bukan Yahudi). Hal ini menunjukkan bahwa Allah bukan hanya Allah orang Yahudi namun juga adalah Allah segala bangsa. Orang-orang Yahudi berpikir mereka adalah umat Allah yang istimewa.Mereka menganggap diri mereka sebagai putra sulung (Lukas 15:25-32) dengan hak untuk menjadi yang pertama untuk menikmati segala sesuatu yang Allah miliki.Tetapi karena orang-orang Yahudi menanggapi Allah dengan salah, Orang-orang kafir, bukan Yahudi, menjadi orang-orang pertama yang menikmati Allah di dalam keselamatan-Nya.

Kitab Yunus secara khusus mengindikasikan bahwa Allah bukanlah Allah untuk orang-orang tertentu; Dia adalah Allh untuk semua orang. Setelah kebangkitan Kristus dan kenaikan-Nya dan turunnya Roh Kudus, di dalam Kisah Para Rasul pasal 13, Allah berbicara kepada Paulus dan Barnabas untuk pergi kepada orang-orang kafir (ayat. 46-47). Mereka tidak seperti Yunus; bahkan lebih baik dari Yunus, mereka segera melaksanakan pesan Allah dan pergi menyebarkan injil ke seluruh Asia Kecil. Kemudian Roh Kudus memimpin mereka pergi dari Asia menuju Eropa, ke Makedonia (Kis 16:6-10). Kitab Yunus menunjukkan kepada kita bahwa ketika Allah marah terhadap orang-orang Asyur, Dia akan tetap ramah dan ingin menghibur sebuah kota besar yang penuh dengan dosa seperti Niniwe. Ini mengindikasikan bahwa ekonomi Allah adalah melakukan sesuatu melalui dua faktor ini----faktor kerusakan dan faktor penderitaan----untuk memperluas keselamatan-Nya kepada semua bangsa di bumi. Ekonomi Allah adalah untuk memanifestasikan Kristus. Hal ini secara tidak langsung menyatakan perluasan keselamatan-Nya di dalam Kristus untuk menjangkau kota besar orang kafir yang jahat, sekalipun jauh jaraknya.Saya menganggap Rusia sebagai Niniwe hari ini. Apa yang kita kerjakan di Rusia, semuanya berada di bawah jangkauan ekonomi Allah. Saya percaya bahwa kita akan menerima berkat yang lebih banyak sebab ini seturut dengan ekonomi Allah. Demikianlah, belalang pelahap terus merusak, orang Israel yang menderita masih terus menderita, dan Tuhan masih terus maju di dalam pemulihan-Nya.

Pelajaran Hayat