Perlindungan, Pembatasan dan Suplaian Tubuh Kristus
Pembacaan Alkitab :
Efesus 1:22-23; 4:16; 5:21; 6:10-18
Dalam berita ini kita akan sedikit membahas tentang Tubuh Kristus. Khususnya tentang Perlindungan Tubuh, Pembatasan Tubuh dan Suplaian Tubuh.
Perlindungan Tubuh
Gereja adalah Tubuh Kristus dan setiap orang Kristen, masing-masing adalah salah satu anggota Tubuh ini. Tubuh Kristus tidak saja menyuplai setiap anggota Tubuh, juga melindunginya. Terutama dalam menghadapi peperangan rohani perlindungan Tubuh merupakan hal yang sangat penting. Sering kali anak Allah terserang oleh Iblis, itu dikarenakan ia selalu menyendiri, di luar perlindungan Tubuh. Betapa bodoh dan berbahayanya, jika seseorang berani meninggikan kepalanya atau menonjolkan diri sewaktu menghadapi peperangan rohani. Jika tidak bernaung di bawah Tubuh, maka Iblis mudah sekali mengalahkannya. Peperangan rohani adalah perkara yang berhubungan dengan gereja, bukan persoalan pribadi anak-anak Allah.
Surat Efesus khusus berbicara tentang Tubuh Kristus. Pasal 1 membicarakan Allah mengaruniakan segala berkat rohani di dalam surga, supaya kita dapat mengetahui kuat kuasa kebangkitan AnakNya. Dikatakan pula bahwa Kristus menjadi kepala gereja, dan gereja adalah TubuhNya, yaitu sebagai suatu bejana yang berisikan Kristus. Kristus yang memenuhi segala sesuatu, kini memenuhi gereja. Betapa kaya limpahnya gereja. Pasal 2 membicarakan kedudukan Tubuh Kristus. Walaupun gereja demikian kaya limpah, tapi tidak melupakan keadaan dulunya. Ia bisa demikian kaya, tak lain karena karunia keselamatan Allah. Pasal 3 membicarakan rahasia Allah yaitu bagaimana Allah menyatukan orang kafir dengan orang Yahudi, hingga menjadi satu manusia baru. Pasal 5 membicarakan gereja adalah Tubuh Kristus, dan kita harus menerima pembatasannya. Pasal 6 membicarakan perlengkapan senjata Allah, perlengkapan senjata bagi Tubuh ini. Yang harus mengenakan perlengkapan senjata Allah adalah "gereja", bukan perorangan. Tubuhlah yang memiliki perlengkapan khusus itu; dan perlengkapan senjata itu adalah gabungan keistimewaan tiap-tiap anggota Tubuh. Dengan perlengkapan senjata, Tubuh dapat berperang dalam peperangan rohani.
Karena itu saudara-saudari, ingatlah, perlengkapan senjata rohani itu diberikan kepada gereja, bukan kepada individu. Anda pribadi tidak dapat melawan Iblis, perlu bersama gereja baru dapat melawannya. Apa yang tidak Anda tampak secara pribadi, apa yang tidak dapat Anda tahan secara pribadi, dapat dilihat dan ditahan oleh anggota Tubuh yang lain. Kalau Anda sendiri berdoa, Iblis tidak takut, tetapi beberapa saudara berhimpun berdoa bersama, Iblis sangat takut. Ada orang yang sangat beriman, yaitu memiliki iman yang disebut perisai. Darinya Anda mendapatkan perlindungan. Ada orang khusus memiliki firman Allah, yang disebut pedang Roh. Ketika ia menggerakkan pedangnya, ketika ia mengutarakan firman Allah, Anda mendapatkan bantuan. Peperangan rohani adalah peperangan yang dilakukan secara bersama; peperangan rohani bukanlah persoalan perorangan. Jika Anda berperang seorang diri, Iblis tentu hanya memperhatikan dan menyerang Anda seorang saja.
Orang yang tidak tampak Tubuh, selalu mengira dirinya mampu melakukan segala perkara, bahkan mengira dirinya sudah mencakup segalanya. Orang yang demikian paling mudah kalah. Sebatang pohon mudah ditumbangkan angin, tetapi segerombol pohon tidak mudah ditumbangkan angin. Iblis justru mencari orang yang tanpa perlindungan, orang yang menyendiri. Siapa yang berlindung di bawah Tubuh, ia memiliki perlindungan. Tubuh mempunyai satu fungsi, yaitu melindungi- Barangsiapa memiliki perlindungan Tubuh, tidak dapat diserang Iblis. Orang yang tidak hidup di bawah perlindungan Tubuh, berarti hidup tanpa gereja. Ia tidak tampak apakah Tubuh Kristus. Orang demikian tidak boleh menemui serangan, karena begitu diserang, ia pasti jatuh. Hal ini sudah terbukti melalui pengalaman-pengalaman umat Kristen.
Ada seorang saudara yang selalu menyendiri, tak mau bernaung di bawah Tubuh, dan hanya mempercayai diri sendiri, akhirnya ia diserang oleh Iblis hingga jatuh sakit Saudara-saudari, penonjolan diri sendiri sangat berbahaya; mempercayai diri sendiri sangat berbahaya. Sebagaimana dalam peperangan di dunia, perlu ada perlindungan, demikian juga dalam peperangan rohani. Jika seorang sekerja bekerja sendiri saja, walaupun tadinya ia sangat baik, namun akhirnya ia akan menggah lubang bagi dirinya sendiri! Banyak kegagalan dan kekalahan rohani, tidak lain dikarenakan bersifat individu, tidak memiliki perlindungan Tubuh. Saudara-saudari, ingatlah, Anda tidak lebih dari salah satu anggota Tubuh. Karena itu, Anda tidak dapat tanpa naungan dari saudara-saudara lainnya. Bahkan tangan Musa pun masih memerlukan topangan dari Harun dan Hur (Keluaran 17:12). Kalau Musa masih memerlukan topangan anggota yang lain, apalagi kita!
Tuhan Yesus pernah berkata, "Pintu alam maut tidak dapat mengalahkan gereja" (Matius 16:18). Sungguh, pintu alam maut tidak dapat mengalahkan gereja. Tuhan Yesus tidak pernah mengizinkan anak-anak Allah hidup menyendiri, mengasingkan diri dari gereja. Peperangan rohani bukanlah persoalan pribadi, melainkan persoalan Tubuh. Jika Anda ingin mendapatkan perlindungan, Anda harus berada di antara saudara saudari lainnya. Jangan sekali-kali menyendiri dan menganggap diri sendiri sudah mampu. Ini berarti menyengsarakan diri sendiri. Tetapi, jika hayat alamiah seseorang belum ditanggulangi, ia tidak akan dapat bersandar kepada saudara lainnya. Orang yang keras kepala, yang selalu percaya pada diri sendiri, tidak dapat menengadah kepada Allah, juga tidak dapat berjalan bersama saudara lainnya. Allah memerlukan orang yang mengenal dirinya sendiri; Allah memerlukan orang yang mau bersembunyi di dalam saudara saudari yang lain. Bejana yang Allah butuhkan adalah segenap Tubuh. Anda hanyalah salah satu anggota Tubuh, Anda memerlukan tunjangan Tubuh. Jika ada seorang saudara tak dapat bersatu dengan saudara lainnya, selalu mengerjakan hal-hal menurut keinginannya sendiri, kesudahannya ialah jatuh. Masakan tidak ada seorang pun yang dapat Anda ajak bersekutu? Tidak adakah saudara atau saudari yang dapat berdoa bersama Anda? Saudara-saudari, begitu Anda terlepas dari Tubuh, saat itulah Anda kehilangan perlindungan, dan akibatnya tentu celaka. Jika pada saat perlu perlindungan Anda tidak mau berlindung, itu tidak sesuai dengan siasat berperang, Anda pasti akan menderita bahaya dan bahkan mengalami kematian. Saudara-saudari, jika tanpa perlindungan, Anda masih dapat bertahan, itu hanyalah karena belas kasih Allah yang istimewa, bukan karena Anda mengerti siasat dalam peperangan rohani.
Karena dalam Tubuh Kristus, kita masing-masing hanya merupakan salah satuanggota saja, maka kita tidak patut menganggap diri sendiri adalah segala-galanya. Kita harus menerima pembatasan dari Tubuh. Saudara-saudari, andaikata Anda adalah tangan, Anda tidak saja harus dengan senang hati menjadi tangan, juga harus rela menerima pembatasan dari anggota yang lainnya. Anda tidak boleh karena menjadi tangan lalu berbuat sewenangwenang. Tiap-tiap bagian dari Tubuh harus menerima pembatasan dari Tubuh. Misalnya, Anda ingin pergi berjalan-jalan, andaikata ada salah satu anggota dari tubuh Anda tak senang pergi ke luar, ia toh harus ikut berjalan ke luar. Tidak mungkin segenap tubuh pergi ke luar, tetapi ada satu anggota tubuh yang tertinggal di rumah. Itulah keadaan kita sebagai anggota Tubuh Kristus. Tindak-tanduk kita harus serasi dengan saudara saudari lainnya.
Pekerjaan salib tidak saja menaruh kita ke dalam Tubuh, juga berwawasan pada Tubuh. Kalau kita hanya merupakan kumpulan organisasi, maka tak perlu salib. Tetapi karena kita bersatu menjadi satu Tubuh, maka kita memerlukan salib. Salib akan menggali alamiah Anda, salib akan melenyapkan keaktifan alamiah Anda, salib akan mengikis hal-hal yang terlalu besar pada diri Anda. Baik di gereja maupun di atas diri tiap-tiap orang Kristen, salib sangat diperlukan. Karena itu, tak peduli kita dalam keadaan apapun, senang atau tidak kita harus berhubungan dengan saudara saudari lainnya. Kita telah berada dalam Tubuh, maka kita terbatasi, tidak bisa bebas semaunya. Jika Anda tidak menjadi anggota Tubuh, Anda boleh mencari kesenangan diri sendiri; tetapi jika sebagai anggota Tubuh, Anda tak dapat demikian. Saat Anda menemui seorang saudara yang menyusahkan Anda, saat itulah Anda perlu salib. Salib akan menguji Anda, salib akan membuang segala ampas yang ada di dalam Anda, salib akan menyingkirkan segala kotoran di dalam Anda. Anda harus terbatasi oleh Tubuh. Pembatasan Tubuh membuat Anda tidak dapat berbuat sewenang- wenang., pembatasanTubuh membuat Anda memerlukan salib. Setelah salib bekerja cukup dalam di atas diri Anda, barulah Anda dapat berkoordinasi dengan semua saudara lainnya.
Setiap orang Kristen adalah salah satu anggota dari Tubuh Kristus, karena itu mereka harus menerima pembatasan Tubuh, harus belajar memikul salib. Ada orang bertabiat keras, kekerasannya itu perlu dihancurkan. Ada orang bertabiat aneh, keanehannya itu juga perlu dihancurkan. Tidak ada seorang pun dalam gereja yang boleh memegahkan kekerasan dan keanehan dirinya. Dalam gereja, segala sesuatu yang lancip, yang menonjol, yang menusuk orang lain, harus ditanggulangi.
Dalam perkara rohani, kita perlu bersandar kepada anggota yang lain, perlu pembatasanTubuh. Ada orang yang menerima karunia melakukan mujizat, ada yang menerima karunia memberitakan Injil, ada pula yang menjadi pengajar. Jika Anda hanya bisa memberitakan Injil, Anda harus dengan rela hati melakukannya. Di lain pihak, Anda juga harus dengan rendah hati menerima ajaran Alkitab yang diajarkan oleh mereka yang mempunyai karunia mengajar. Jika Anda mempunyai karunia mengajar, jangan menganggap diri Anda sudah mengetahui semuanya, Anda pun harus menghormati dan menerima pekerjaan orang lain. Kita harus belajar menerima pembatasan. Apa yang tak dapat kita lakukan, serahkanlah kepada saudara lainnya. Kita harus belajar menerima pekerjaan orang lain sama seperti pekerjaan sendiri. Dalam perkara rohani, tidak seorang pun boleh mengerjakan segala pekerjaan dengan semaunya sendiri.
Saudara-saudari, pernahkah Anda mohon kepada Allah agar menunjukkan talenta apa yang ada pada diri Anda? Anda harus bekeria menurut talenta yang Allah karuniakan kepada Anda. Anda hanya dapat bekerja di wilayah talenta Anda, sekali-kali jangan melampauinya. Karena itu, Anda harus mencari sampai di mana talenta Anda itu. Jika Anda menerima pembatasan talenta itu, Anda tidak akan serakah tidak akan ambisius, tidak akan menyeleweng melakukan yang lain.
Rasul Paulus berkata, "Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga ... kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu. Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. . . . supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka" (II Korintus 10:13-16). Melampaui batas daerah sendiri berarti menginjak-injak, menendang atau menggeser orang lain. Kita harus ingat, mempersembahkan diri itu membuat kita taat kepada Kristus, dan rendah hati membuat kita taat kepada Tubuh. Pemazmur mengatakan, "Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar, atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku" (Mazmur 131:1). Perkara yang terlalu besar dan ajaib itu diacukan kepada perkara yang melampaui batasan diri sendiri. Jika setiap orang dapat berkata demikian -- tidak mengejar perkara yang terlalu besar, niscaya setiap orang dapat menunaikan tugas dan fungsinya masing-masing. Jika tidak, di dalam gereja akan ada yang undur, ada yang memborong; akibatnya gereja dirugikan. Maka kita wajib kembali pada kedudukan tubuh, menerima pembatasannya, baru gereja tidak menderita rugi.
Suplaian Tubuh
Pada Tubuh ada satu prinsip, yaitu persekutuan. Persekutuan Tubuh tidak saja menerima, juga memberi. Jika Anda hanya tahu menerima, dan sudah merasa puas asal bisa hidup teratur, tenang dan tak bersalah dalam. segala perkara, itu membuktikan bahwa Anda belum mengerti makna persekutuan Tubuh. Akibatnya, Anda akan menjadi satu batu dalam Tubuh, menjadi suatu penyakit, bahkan menjadi sesuatu yang membebani Tubuh. Saudara-saudari, ingatlah, persekutuan adalah hayat Tubuh, persekutuan adalah prinsip Tubuh. Setiap bagian Tubuh senantiasa bersekutu tanpa henti. Bila ada salah satu bagian yang putus hubungan dengan Tubuh, bagian itu akan mati. Jika ada salah satu bagian menderita sakit, seluruh bagian akan memberi pertolongan. Inilah hukum tubuh material, demikian pula hukum Tubuh rohani. Prinsip penghidupan Tubuh ialah saling menyuplai. Bila satu anggota melanggar hukum ini, saat itu juga ia akan membawa masuk aroma maut ke dalam Tubuh, ia akan menjadi beban berat bagi Tubuh.
Rasul Paulus berkata kepada orang-orang Korintus, "Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu : yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun" (Korintus 14:26). Ada orang datang ke sidang untuk menjadi pengamat atau peninjau saja. Sikap demikian berarti membawa maut ke dalam sidang. Sering kali suasana yang lembam dalam sidang gereja, tak lain disebabkan banyaknya orang yang menjadi peninjau itu tadi. Saudara-saudari, tidak saja kita harus saling menyuplai di dalam sidang Pemecahan Roti, di dalam sidang berkhotbah pun harus saling menyuplai.
Setiap bagian dalam Tubuh harus selalu menyalurkan, tidak ada Batu pun yang boleh berhenti. Di dalam Tubuh, siapa yang berhenti, berarti ia menghentikan aliran hayat Allah, dan akibatnya mendatangkan maut ke dalam Tubuh. Tidak ada anggota Tubuh yang mogok yang tidak merugikan Tubuh. Tidak ada anggota Tubuh yang tidak memerlukan suplaian Tubuh namun bisa berfungsi. Ada orang, begitu tergesek sedikit saja, lalu merasa lebih baik menyendiri saja menuntut kerohanian. Tetapi lihatlah, dapatkah berhasil? Ketahuilah, aliran hayat itu sekali-kali tidak dapat dihentikan. Jangan sekali-kali mengira kita bisa menuntut kerohanian di tempat terpencil secara sendirian saja. Kita harus tahu, bejana yang dikehendaki Allah ialah satu Tubuh, bukannya satu orang. Setiap orang yang menyendiri, setiap orang yang melepaskan diri dari Tubuh, pasti tak dapat bertahan lama.
Pada suatu hari Tuhan Yesus duduk di sisi perigi Yakub. Ia merasa lapar juga haus. Namun perempuan Samaria itu lebih haus daripadaNya. Tuhan kemudian memberinya air hidup, hingga ia merasa puas. Ketika murid-murid Tuhan datang dengan membawa makanan, Ia sudah tidak lapar lagi (Yohanes 4:5-34). Orang yang melayani dan mengenyangkan orang lain, dirinya sendiri akan dikenyangkan. Orang yang belajar memikul beban orang lain, bebannya sendiri akan mudah dipikulnya. Dalam pekerjaan rohani, tak ada seorang pun boleh pensiun karena tua. Tuhan Yesus berkata, "BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga" (Yohanes 5:17). Begitu kita berhenti bekerja, saat itu pula aliran hayat berhenti. Sebab itu, orang kristen bukan hanya dalam sidang ada suplaian, dalam penghidupan dan pekerjaan sehari-hari pun harus ada suplaian
Semoga Allah mencelikkan mata kita, agar kita tampak Tubuh. Kita perlu menerima perlindungan Tubuh, pembatasan Tubuh, dan juga bisa menyuplai orang lain. Semoga Allah menunjukkan kepada kita, bahwa sidang itu adalah bagian dari tiap anggota. Tidaklah berguna jika kita hanya mengatakan Tubuh di bibir saja, harus bisa meriilkannya dalam penghidupan. Tubuh Kristus bukan suatu teori, melainkan suatu kehidupan riil. Saudara-saudari, jika Anda dapat tetap hidup tanpa memiliki perlindungan, pembatasan dan suplaian Tubuh, itu berarti Anda masih belum tampak wahyu tentang Tubuh. Kalau setelah Anda memiliki hayat Allah, namun Anda tetap hidup dalam hayat alamiah sendiri, Anda akan merasa kering. Begitu pula, jika Anda telah mendapatkan wahyu tentang Tubuh, tetapi Anda tetap hidup dalam diri sendiri, Anda akan merasa tak benar. Kalau Anda belum mendapatkan wahyu, tentu Anda mudah melupakannya; untuk mengingatnya Anda harus memegangnya erat. Tetapi jika Anda telah mendapatkan wahyu, wahyu itu akan menjadi satu hukum hayat di dalam Anda, Anda tak perlu lagi selalu berusaha mengingatnya.
Misalnya, memejamkan mata di waktu tidur. Anda tidak perlu mengingat bagaimana memejamkan mata baru bisa tidur. Dengan otomatis mata terpejam tanpa Anda perintah. Jika Anda telah mendapatkan wahyu tentang Tubuh, Kristus, dengan sendirinya di dalam Anda timbul perasaan perlunya Tubuh, ini tak perlu diusahakan diingat-ingat. Ingatlah, yang melakukan berdasarkan hukum Taurat yang di luar adalah orang Yahudi; yang bersandarkan ingatan adalah memelihara hukum Taurat, itu bukan hayat. Jika batin kita telah dijamah oleh Tuhan, jika mata batiniah kita terbuka sehingga. mengenal apakah Tubuh Kristus, otomatis kita akan hidup di dalam Tubuh. Jadi yang paling penting ialah mendapatkan wahyu. Allah ingin memulihkan hayat Tubuh, bukan memulihkan teori tentang Tubuh. Tubuh Kristus itu adalah masalah hayat; Tubuh Kristus itu adalah sesuatu yang dilalui yang membawa Anda masuk ke dalam realitasnya. Saudara-saudari, jika Anda berada di dalam Tubuh Kristus, Anda akan tahu betapa riilnya ia; benar-benar riil. Dengan demikian, Anda tidak saja akan mengerti prinsipnya, bahkan akan tampak. Jika Anda telah tampak, dengan sendirinya Anda akan hidup di dalamnya.