PAHALA DAN HUKUMAN
Pembacaan Alkitab
Mat. 25:14-30; 1 Kor. 3:10-15; 2 Kor 5:10.
Garis Besar
I. Bagi kaum beriman
II. Pahala bagi yang setia dan hukuman bagi yang malas
Keselamatan Allah bukanlah sesuatu yang kita terima sekali untuk semuanya. Melainkan, keselamatan itu adalah suatu perkara seumur hidup yang oleh Rasul Paulus dan para penulis lainnya di dalam Alkitab diumpamakan sebagai berlari di dalam suatu perlombaan. Allah tidak menginginkan anak-anak-Nya malas dan ceroboh dalam perkembangan keselamatan yang telah diberikan kepada mereka. Di dalam hikmat-Nya Dia telah mempersiapkan suatu pahala bagi anak-anak-Nya yang setia dan rajin, dan suatu hukuman bagi mereka yang malas dan tidak taat. Di dalam pelajaran ini kami akan menjelaskan dengan singkat bagaimana Allah telah merencanakan hal ini. Dengan mengerti akan perkara ini, Anda akan dibantu untuk tidak menyia-nyiakan keselamatan yang telah Anda terima dan Anda akan didorong untuk menuntut keselamatan penuh Anda dan pahala yang menantikan Anda.
Di dalam Alkitab ada banyak bagian yang berbicara tentang pahala dan hukuman bagi kaum beriman. Salah satu yang paling jelas adalah di dalam Matius pasal 25:14-30. Mari kita membaca bagian itu sekarang.
I. BAGI KAUM BERIMAN
Hari ini banyak orang tidak percaya bahwa Allah akan menghukum kaum beriman yang malas dan tidak berguna bagi Tuhan di dalam kehidupan ini. Mereka berkata bahwa Allah terlalu mengasihi dan penuh belaskasihan untuk melakukan hal itu kepada anak-anak-Nya. Namun, dalam bagian ini dijelaskan bahwa beberapa hamba Tuhan, yaitu kaum beriman-Nya, akan menderita suatu hukuman yang berat dari Tuhan apabila Dia datang kembali. Memang, Tuhan itu mengasihi dan penuh belaskasihan dan Dia tidak akan pernah membiarkan seorangpun dari anak-anak-Nya yang telah diselamatkan itu hilang di dalam telaga api. Keselamatan-Nya memastikan kita semua bahwa tak satupun dari kaum beriman-Nya akan menderita hukuman yang akan diderita oleh orang-orang yang tidak percaya. Tetapi, dalam hikmat-Nya, Allah mengetahui bahwa apabila Dia tidak mempersiapkan suatu pahala sebagai suatu pendorong dan suatu hukuman sebagai suatu peringatan, maka hanya sedikit dari anak-anak-Nya yang akan mencapai sasaran-Nya.
Di dalam bagian kitab Matius, Tuhan dengan jelas memberikan pahala kepada hamba-hamba-Nya yang berguna bagi-Nya dan menghukum mereka yang tidak berguna. Ini adalah pengertian Alkitab yang tepat.
II. PAHALA BAGI YANG SETIA
DAN HUKUMAN BAGI YANG MALAS
Menurut Alkitab, Allah akan memberikan pahala kepada beberapa hamba-Nya yang setia dan rajin, dan Dia akan menghukum mereka yang tidak setia dan rajin. Ini sangat alkitabiah, logis dan adil. Apakah adil dan masuk akal bila siswa-siswa yang malas di sekolah Anda diberi hadiah karangan bunga dan hadiah uang bersama dengan siswa-siswa yang belajar dengan rajin dan mendapatkan ranking yang paling tinggi? Apakah itu adil bagi seorang percaya yang tidak pernah maju dalam keselamatannya karena malas dan penuh dengan dosa untuk diberi pahala seperti yang didapatkan Rasul Paulus? Tentu saja tidak. Hal itu tidak adil bagi yang rajin. Alkitab juga mengajarkan perbedaan ini kepada kita.
Hari ini, kita adalah anak-anak Allah melalui kelahiran kembali. Bagaimana kemajuan kita? Apakah kita dikuduskan dan ditransformasi setiap hari? Apakah kita bertumbuh dalam hayat? Apakah kita melayani Dia sebagai seorang hamba yang setia di dalam penghidupan gereja? Alkitab memberitahu kita dengan jelas bahwa pada kedatangan-Nya yang kedua kali, Tuhan akan datang pertama-tama untuk menghakimi semua kaum beriman. Dia akan memberikan pahala atau menghukum mereka menurut pekerjaan mereka. Kemudian Dia akan menghakimi dunia dan semua orang. Mereka yang setia akan di bawa masuk ke dalam kerajaan dan suatu pesta pernikahan untuk menikmati Kristus selama seribu tahun. Hamba-hamba yang tidak setia akan menderita penghukuman-Nya dengan dilemparkan ke dalam kegelapan yang di luar, jauh dari hadirat Tuhan.
Dengan bertumbuh dalam hayat Tuhan dan dengan melayani Dia dengan setia hari ini, kita mungkin diberi pahala oleh Tuhan dengan kerajaan seribu tahun dan pesta pernikahan itu. Kita perlu terdorong oleh pahala ini dan diperingatkan oleh fakta bahwa kita dapat menderita suatu hukuman. Ingatlah akan semuanya ini, sehingga kita dapat terbantu untuk terus berjalan bersama dengan Tuhan dalam keselamatan penuh-Nya.
Pertanyaan
1. Jelaskanlah bagian di dalam kitab Matius yang menunjukkan bahwa Tuhan akan memberi pahala dan menghukum kaum beriman.