KEPASTIAN DAN JAMINAN KESELAMATAN
Pembacaan Alkitab
Ibr. 6:18; Mzm. 119:89; Yoh. 3:16; Kis. 10:43; 1 Yoh. 5:10;
Rm. 8:16; 1 Yoh. 3:14; Ef. 1:4-5; Rm. 1:16-17; Yoh. 10:28.
Garis Besar
I. Kepastian keselamatan
A. Menurut Firman Allah
B. Menurut kesaksian Roh Kudus
C. Menurut pengalaman hayat
II. Jaminan keselamatan
A. Oleh kehendak Allah
B. Oleh pemilihan dan panggilan Allah
C. Oleh kebenaran Allah
D. Oleh hayat Allah
Apakah Anda telah diselamatkan bila Anda telah bertobat dan percaya dalam TuhanYesus? Apakah keselamatan Anda itu riil dan terjamin? Atau apakah mungkin Anda kehilangan keselamatan Anda setelah Anda menerimanya? Mari kita membaca beberapa kutipan dari sebuah buku kecil berjudul ”Kepastian, Jaminan, dan Sukacita Keselamatan” untuk melihat bagaimana kita dipastikan selamat.
I. KEPASTIAN KESELAMATAN
A. Menurut Firman Allah
”Barangsiapa yang percaya dan dibaptis pasti akan diselamatkan” (Mrk. 16:16 ). ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan pasti akan diselamatkan” (Rm. 10:13). Kedua pernyataan ini membuktikan bahwa begitu seseorang percaya dan dibaptis, berseru kepada nama Tuhan, ia langsung diselamatkan. Fakta ini harus segera dikenal dan diketahui tanpa bergantung pada perasaan insani.
”Barangsiapa mendengarkan perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hayat yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hayat” (Yoh. 5:24). ”Barangsiapa memiliki Putra, ia memiliki hayat; barangsiapa tidak memiliki Putra, ia tidak memiliki hayat. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Putra Allah tahu, bahwa kamu memiliki hayat yang kekal” (1 Yoh. 5:12-13). Dua bagian Kitab Suci ini membuktikan bahwa begitu seseorang percaya ke dalam Bapa yang sorgawi dan percaya ke dalam nama Putra Allah (Tuhan Yesus Kristus), ia mempunyai hayat yang kekal (yaitu, hayat Allah). Ia tidak akan dihukum dan binasa, tetapi telah pindah dari dalam maut ke dalam hayat. Seseorang diselamatkan dengan jalan ini agar memiliki hayat Allah berdasarkan apa yang Alkitab katakan dan tidak berdasarkan perasaannya sendiri.
”Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya: yang dilahirkan dari Allah” (Yoh. 1:12-13). Tuhan Yesus memberikan kepada mereka yang menerima-Nya dengan iman, yaitu kepada mereka yang percaya ke dalam nama-Nya, kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kuasa ini adalah hayat Allah, memungkinkan mereka yang percaya ke dalam Tuhan Yesus dilahirkan dari Allah, yaitu, dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah. Hal ini juga dibuktikan oleh perkataan-perkataan di dalam Alkitab dan tidak ditentukan oleh perasaan insani.
Perkataan-perkataan di dalam Alkitab dapat dipercaya dan tidak pernah dapat dirubah atau dibatalkan. Perasaan insani akan berubah-ubah menurut suasana hati dan lingkungan dan tidak dapat dipercaya. Karena Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa seseorang diselamatkan karena percaya dalam Tuhan Yesus, fakta ini kemudian ditetapkan tanpa memperhatikan perasaan insani. Kita harus berpegang pada perkataan-perkataan Alkitab yang dapat dipercaya dan mengabaikan perasaan kita yang dapat berubah-ubah, percaya dengan teguh dan mengetahui dengan pasti bahwa kita telah diselamatkan.
B. Menurut Kesaksian Roh Kudus
”Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Rm. 8:16). Ketika kita percaya dalam Tuhan Yesus, menerima-Nya sebagai Juru Selamat kita, Allah memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita, meletakkan Roh-Nya ke dalam roh kita (Yeh. 36:27). Roh Kudus ini berada di dalam kita untuk menyertai kita hingga kekal (Yoh. 14:17). Dia bersaksi di dalam roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah, yang dilahirkan dari Allah. Setiap orang di antara kita yang percaya dalam Tuhan senang memanggil Allah dengan sebutan ”Abba, Bapa” (Rm. 8:15). Adalah sangat normal bila kita memanggil Allah sebagai ”Abba, Bapa.” Ketika kita memanggil Allah dengan cara ini, kita merasa manis dan nyaman di dalam kita. Hal ini disebabkan karena kita adalah anak-anak yang telah dilahirkan dari Allah, dengan hayat Allah, dan Roh Putra Allah telah masuk ke dalam kita. Inilah bukti yang di dalam dari keselamatan kita.
C. Menurut Pengalaman Hayat
”Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya” (1 Yoh. 5:1). Begitu kita percaya bahwa Yesus adalah Kristus, kita dilahirkan dari Allah. Allah itu kasih (1 Yoh. 4:16), dan hayat Allah itu juga adalah hayat kasih. Oleh karena itu, setiap orang yang diperanakkan dari Allah mengasihi Allah dan mengasihi dia yang diperanakkan dari Allah, dia yang adalah seorang saudara dalam Tuhan.
”Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hayat, yaitu karena kita mengasihi saudara kita” (1 Yoh. 3:14). Firman ini menyatakan bahwa, sebagai kaum beriman, kasih kita terhadap saudara-saudari dalam Tuhan adalah suatu bukti bahwa kita memiliki hayat kekal Allah. Mengasihi saudara-saudari dalam Tuhan adalah suatu pengalaman dalam hayat kekal Allah setelah kita percaya dalam Tuhan untuk diselamatkan. Inilah suatu sukacita dan perasaan kasih yang tidak dapat diterangkan ketika seorang yang telah beroleh selamat melihat seorang saudara dalam Tuhan. Jenis kasih yang demikian yang ditujukan kepada saudara dalam Tuhan ini juga adalah suatu bukti bagi kita untuk mengenal bahwa kita telah diselamatkan. Ini dapat disebut bukti kasih, bukti pengalaman kita dalam hayat Allah.
Oleh karena itu, firman yang pasti dari Alkitab, kesaksian Roh Kudus di dalam roh kita, atau pengalaman kasih kita dalam hayat, dapat membuat kita mengenal dengan pasti bahwa kita telah diselamatkan. Lebih dari itu, keselamatan yang telah kita terima adalah suatu keselamatan yang kekal (Ibr. 5:9). Begitu kita menerima keselamatan ini, kita pasti tidak akan binasa selamanya, dan tak seorang pun dapat merampas kita dari tangan Tuhan dan Bapa yang sorgawi (Yoh. 10: 28-29).
Kita yakin bahwa kita telah diselamatkan melalui Firman Allah yang tertulis, kesaksian yang di dalam dari Roh itu, dan pengalaman hayat kita.
II. JAMINAN KESELAMATAN
Keselamatan Allah itu kekal. Kita tidak akan pernah menjadi tidak selamat bila kita telah diselamatkan. Allah tidak bisa mengubahnya. Kita tidak bisa mengubahnya, dan Satan juga tidak bisa mengubahnya.
A. Oleh Kehendak Allah
Keselamatan kekal Allah dijamin oleh kehendak Allah. Efesus 1:5 mengatakan bahwa kita telah ditakdirkan menurut kehendak Allah, dan Yohanes 6:39 mengatakan kepada kita bahwa kehendak Bapa ialah tak satu pun dari kita yang telah diberikan Bapa kepada Putra-Nya akan hilang. Inilah kehendak Allah mengenai keselamatan kita. Kehendak Allah itu lebih teguh dan stabil daripada sebuah batu karang. Walaupun langit dan bumi dapat diubah, kehendak Allah tetap teguh selamanya. Kehendak ini tidak naik dan turun seperti sebuah elevator (lift).
B. Oleh Pemilihan dan Panggilan Allah
Keselamatan Allah dijamin oleh pemilihan dan panggilan Allah. Ia telah memilih kita, menyeleksi kita, sebelum dunia dijadikan (Ef.1:4). Bukan kita yang telah memilih Dia melainkan Dia yang telah memilih kita (Yoh. 15:16), dan pemilihannya bukanlah berasal dari pekerjaan kita, melainkan dari Diri-Nya sendiri yang memanggil (Rm. 9:11). Dia bukan hanya telah menakdirkan kita tetapi juga telah memanggil kita (Rm. 8:30), bukan menurut pekerjaan kita tetapi menurut tujuan-Nya (2 Tim. 1:9). Panggilan-Nya tidak dapat dibatalkan. Dia tidak akan pernah menyesal karena telah memanggil kita. Pemilihan dan panggilan-Nya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan kita; pekerjaan kita tidak akan pernah mempengaruhi semuanya itu, sebab pemilihan dan panggilan-Nya itu tidak dapat diubah. Pemilihan dan panggilan Allah yang dimulai oleh Dia, bukan oleh kita, adalah jaminan keselamatan kita.
C. Oleh Kebenaran Allah
Keselamatan kekal Allah dijamin oleh kebenaran Allah yang memimpin kepada iman (Rm. 1:16-17). Untuk memperlihatkan kebenaran-Nya, Allah harus membenarkan kita, dan Dia telah membenarkan kita yang percaya dalam Tuhan Yesus (Rm. 3:26). Kebenaran Allahlah yang telah membenarkan kita (Rm. 8:33). Kebenaran-Nya merupakan pondasi takhta-Nya (Mzm. 89:15, Ibr). Takhta-Nya teguh selamanya.
D. Oleh Hayat Allah
Keselamatan kita dijamin dengan kekal oleh hayat Allah. Tuhan berkata, ”Aku memberikan hayat yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya ” (Yoh. 10:28). Apakah anda percaya bahwa hayat kekal dapat ditarik kembali setelah diberikan kepada kita? Jika dikatakan bahwa setelah kita diselamatkan kita dapat kehilangan hayat lagi, berarti hayat kekal yang diberikan kepada kita dapat ditarik kembali. Hal ini tidak masuk akal. Begitu kita memiliki hayat kekal, kita tidak akan pernah binasa.
Melalui semua perkara ini, kita dapat melihat bahwa keselamatan kita adalah kekal. Keselamatan ini tidak akan berubah oleh waktu. Keselamatan ini tidak akan berubah bila kita baik atau jahat. Keselamatan ini tidak akan berubah dan tidak dapat berubah selamanya.
Pertanyaan