KEAGUNGAN NABI-NABI DAlAM PEMBICARAANNYA MENGENAI KRISTUS
Pembacaan Alkitab:
Mikha 5:2-9; Amos 9:11-15
Dalam berita ini saya ingin menyampaikan perkataan mengenai keagungan nabi-nabi dalam membicarakan mengenai Kristus. Ketika Mikha dan nabi-nabi lain membicarakan mengenai Kristus, mereka mereka menjamah yang besar. Namun, ketika mereka berpaling dari Kristus kepada pengamatan dirinya sehubungan kondisi dan situasi umat Allah mereka menjadi kecil.
MELIHAT NIMROD DAN ASYUR DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KRISTUS
Dalam Nubuatnya mengenai Kristus, Mikha Berkata, ‘‘Yang permulaannya sudah sejak pubakala, / Sejak dahulu kala” (5:1). Kemudian melanjutkan berkata bahwa Dia ini, yang adalah Penguasa dan Gembala Israel, akan menjadi damai sejahtera ketika Asyur masuk ke negeri itu (ay. 4). Dalam ayat 5 nabi pertama-tama membicarakan negeri Asyur dan negeri Nimrod, dan kemudian, menubuatkan tentang Kristus, menyatakan, “Dia akan menyelamatkan kita dari Asyur.” Dalam ayat ini kita dapat melihat Nimrod dan Asyur karena mereka dihubungkan kepada Kristus.
Pemerintahan manusia dimulai dengan Nimrod, lambang pertama Antikristus. Menureut Kejadian 10:10 dan 11, Nimrod membangun kota-kota Babel dan Niniwe. Babel dihasilkan di Babylon, pemerintahan manusia yang tinggi (Dan. 2:31-45) dan tahap pertama belalang-belalang, yaitu, belalang pengerip (Yoel 1:4). Pemerintahan manusia, termasuk kekaisaran Babel, Persia, Yunani, dan Roma, telah dipakai oleh Allah untuk melaksanakan pekerjaan penghukuman-Nya atas Israel. Akhirnya, seluruh pemerintahan manusia–empat jenis belalang yang disebutkan dalam Yoel 1 dan empat bagian patung besar yang digambarkan dalam Daniel 2–akan dihancurkan oleh batu tunggal, Kristus sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia yang akan menjadi gunung besar dan memenuhi seluruh bumi (Dan. 2:34-35). Dalam cara ini Kristus akan menyelamatkan Israel dari Asyur.
Berhubungan dengan empat belalang dalam Yoel, Tuhan memberi kita wahyu yang terang. Penerangan ini, penyinaran ini, membuka bukan saja Alkitab tetapi seluruh sejarah dunia. Selain itu, wahyu ini membuka ekonomi kekal Allah, empat tahap belalang menduduki bagian besar ekonomi Allah dalam hubungannya kepada umat manusia. Ini mungkin tidak lama kemudian belalang-belalang akan dihancurkan dan, seperti Hosea 6:2 bernubuat, kematian Israel akan dibangkitkan pada hari ketiga.
NABI-NABI BERPALING DARI KRISTUS KEPADA HAL-HAL KECIL
Nabi-nabi adalah besar dalam pembicaraannya tentang Kristus tetapi tidak dalam pembicaraannya mengenai hal lain. Kita dapat memakai Mikha dan Amos sebagai contoh. Di satu pihak, mereka bernubuat mengenai Kristus; di pihak lain, mereka membicarakan tentang hal kecil demikian seperti neraca palsu. Amos berkata bahwa bangsa rusak mengecilkan efa dan membesarkan syikal dan membuat curang dengan neraca palsu (8:5). Mengenai ini, Mikha berkata, “Masakah aku melupakan harta benda kefasikan di rumah orang fasik / Dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu? / masakah aku membiarkan tidak dihukum / Orang yang membawa neraca palsu atau pundi-pundi berisi batu timbangan tipu?”’ (6:10-11). Kedua nabi mengamati bangsa itu memakai satu ukuran untuk berjual beli dengan ukuran yang berbeda dan beratnya dan neraca palsu. Perkataan Amos dan Mikha tentang perkara kecil demikian tidak dapat dibandingkan dengan keagungan perkataannya mengenai Kristus.
Nabi Yoel berbeda dari Mikha dan Amos yaitu dia tidak membicarakan yang berhubungan dengan hal-hal yang kecil. Sebaliknya, hanya tiga pasal dia membicarakan mengenai lima perkara besar: (1) empat jenis belalang (1:4); (2) pendurahan Roh itu (2:28-32); (3) kedatangan Kristus dengan semua orang kuat untuk mengalahkan Antikristus dengan pasukannya untuk mengubah zaman ini (3:11, 13); (4) menghakimi semua bangsa hidup untuk memisahkan “domba” dari “kambing” (3:2, 12; cf. Mat. 25:31-46); dan (5) Kristus memerintah di antara Israel dalam Kerajaan Seribu Tahun (Yoel 3:16-17, 21b).
NABI-NABI, BUKAN PEMAZMUR
Sebaliknya, Amos dan Mikha memakai banyak pasal lebih dibandingkan Yoel untuk membicarakan hal-hal selain Kristus. Ketika nabi-nabi ini membicarakan Kristus, mereka membicarakan hal besar, tetapi ketika mereka menyatakan konsep dan opini alamiahnya, mereka seperti beberapa pemazmur. Sebagai contoh, Mikha 6:8 berkata, “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. / Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: / Selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, / Dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”’ Apakah perkataan ini menurut pohon hayat atau pohon pengetahuan yang baik dan jahat? Sebenarnya ini menurut pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Apakah perkataan ini menurut wahyu ilahi atau konsep insani nabi? Perkataan ini bukan perkara wahyu Allah tetapi konsep nabi.
Konsepku di sini sebenarnya bukan meremehkan nabi-nabi ini tetapi kepada situasi kita hari ini. Saya memperhatikan banyak dari kita dapat mengambil empat prinsip pengendali, atau empat faktor, yang kita telah lihat dalam Nabi-nabi Kecil dan memakainya secara kritis untuk menguji yang lain dalam gereja, khususnya para penatua. Mereka yang melakukan hal ini mungkin seperti pemazmur tertentu, tetapi mereka bukan nabi yang berbicara untuk Allah.
Dalam 1 Korintus 14 Paul mencorong kita untuk menjadi nabi, bukan pemzmur (ay. 24, 31). Jika kita menyatakan konsep atau opini kita, kita seperti beberapa pemazmur. Bernubuat bukan saja berbicara untuk Kristus tetapi juga membicarakan Kristus keluar dan bahkan membicarakan Kristus. Jika kita memiliki opini atau konsep, opini atau konsep ini harus ada Kristus. Kita seharusnya tidak memiliki hati untuk menyatakan opini kita. Beban, kedambaan, maksud, dan sasaran kita hanya membicarakan Kristus. Saya dapat bersaksi bahwa tujuan saya dalam semua berita yang saya tekankan adalah membicarakan Kristus dan Kristus sendiri.
KEAGUNGAN AMOS DAN MIKHA DALAM NUBUATNYA MENGENAI KRISTUS
Dalam nubuatnya mengenai Kristus, Amos dan Mikha adalah besar.
Nubuat Amos mengenai Kristus Membangun Kembali Pondok Daud yang telah Roboh
Amos besar dalam nubuatnya mengenai Kristus membangun kembali pondok Daud yang telah roboh. Dalam Amos 9:11 nabi berkata, “pada hati itu Aku akan mendirikan kembali / Pondok Daud yang telah roboh; / Aku akan menutup pecahan dindingnya / Aku akan membangunkannya kembali seperti di zaman dahulu kala.” Kita telah melihat bahwa pondok Daud adalah kerajaan Daud dan keluarga rajani Daud. Kerajaan Daud adalah lambang Kerajaan Kristus yang akan datang. Ketika Kristus datang kembali, Dia akan membangun kembali, yaitu, memulihkan kerajaan nenek moyang-Nya, Daud dan sepenuhnya membuat kerajaan Daud menjadi Kerajaan Kristus dan Allah sampai selama-lamanya.
Nubuat Mikha mengenai Munculnya Kristus
Nubuat Mikha mengenai munculnya Kristus yang almuhit adalah perkara besar. Dalam nubuat Kristus yang almuhit ini karena Dia akan menjadi Penguasa, Gembala, dan damai sejahtera Israel, dan Dia juga akan membangkitkan tujuh gembala dan delapan pemimpin (5:1-4).
Kristus lahir dari Betlehem, kampung kecil yang disebut “kota Daud” (Luk. 2:4). Namun, muncul-Nya bukan dari waktu tetapi dari kekekalan. Di kekekalan yang lampau Dia memilih kita dan menakdirkan kita (Ef. 1:4-5). Ketika Dia melakukan hal-hal ini, Dia menganggap bahwa Dia akan datang. Jika Dia hanya memilih dan menakdirkan kita tanpa menyiapkan untuk keluar dari kekekalan, Dia tidak dapat melakukan sesuatu dengan kita. Apa pun yang akan Dia kerjakan dan dapat kerjakan untuk kita tergantung pada kedatangan-Nya. Dia datang dalam inkarnasi, dan Dia berlanjut melalui kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan pencurahan Roh yang telah rampung, yang adalah realitas Kristus sendiri. Semua langkah besar ini dalam munculnya Kristus. Pemunculan-Nya tidak berhenti tetapi berlanjut sampai hari ini.