PENDAHULUAN DAN TEGURAN TUHAN KEPADA ISRAEL
Pembacaan Alkitab:
Mikha 1:1–2:11; 3:1-12
Nabi-nabi Kecil mewahyukan bahwa Allah memakai bangsa kafir sebagai sarana, alat, untuk menghukum umat pilihan-Nya, Israel. Karena itu, bangsa kafir melakukan sesuatu dengan berlebihan, dan ini menyalahi Allah, yang kemudian mendatangkan penghukuman kepada bangsa kafir. Penghukuman Allah atas Israel dan penghukuman-Nya atas bangsa kafir menghasilkan manifestasi Kristus, dan manifestasi Kristus mendatangkan pemulihan, yang akan rampung dalam langit baru dan bumi baru. Semua Nabi Kecil memiliki memiliki pemikiran dasar yang sama, sebenarnya mereka memakai ekspresi yang berbeda untuk menuangkannya. Dalam Mikha ekspresinya dalah sangat putis. Seluruh Kitab Mikha adalah kitab puisi.
Dalam beriata ini kita akan memulai memperhatikan nubuat Mikha, mencakup pendahuluan dan teguran TUHAN kepada Israel.
I. PENDAHULUAN
Pendahuluan ada dalam 1:1.
A. Arti Nama Mikha
Mikha bentuk singkat dari Mikhaya, artinya “Yang seperti Yah?” ‘‘Yah’’ adalah bentuk singkat dari YAHWEH. Bentuk panjang nama nabi di temukan dalam teks Ibrani dari Yeremia 26:18.
B. Waktu Ministri Mikha
Waktu ministri Mikha sekitar 750-710 SM, pada masa Yesaya dan Hosea.
C. Tempat Ministrinya
Tempat ministrinya adalah Yudea.
D. Sasaran Ministrinya
Sasaran ministrinya adalah kerajaan Israel di utara (juga Yehuda). Dalam Perjanjian Lama, istilah Israeldipakai untuk dua perkara: seluruh ras Israel dan kerajaan Israel di utara. Karena istilah ini dipakai dalam dua cara ini, istilah ini kadang-kadang menyulitkan kita sebagai pembaca untuk tahu apakah istilah ini mengacu kepada kerajaan Israel di utara atau bangsa Israel. Istilah di sini mengacu kepada seluruh ras Israel, termasuk Yehuda.
E. Pokok
Pokok Mikha adalah teguran TUHAN kepada Israel dan pemulihan-Nya atas Israel.
F. Pokok Pikiran
Pokok pikiran Mikha yaitu TUHAN menegut Israel atas kejahatannya dan menjanjikannya keselamatan-Nya dan mengumpulkan sisa-sisanya untuk pemulihan (Mat. 19:28) dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6).
G. Wahyu Mengenai Kristus
Dalam Mikha wahyu mengenai Kristus sangat tegas. Kristus diwahyukan dalam permulaan-Nya kekal (5:1c); dalam kelahiran insani-Nya di Betlehem (5:1a); dalam Dia sebagai Penguasa, Gembala, dan damai sejahtera dalam Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:4, 6; Mi. 5:1b, 3a, 4a); dalam Dia menjadi megah (5:3b); dan dalam Dia menyelamatkan Israel dari Asyur (5:5b).
Mikha 5:3b berkata bahwa dalam Kerajaan Seribu Tahun Kristus akan menjadi megah/agung sampai ke ujung bumi. Daniel 2:34 and 35 meberi tahu kita bahwa Kristus sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia akan meremukkan patung manusia dan kemudian akan menjadi gunung yang besar, Kerajaan Allah, dan memenuhi seluruh bumi. Hari ini, kelihatannya Tuhan Yesus sangat kecil, tetapi dalam kerajaan yang akan datang Dia akan menjadi megah/agung.
H. Bagian-bagian
Kitab Mikha memiliki lima bagian: pendahuluan (1:1); teguran TUHAN kepada Israel (1:2–2:11; 3:1-12); Penghiburan TUHAN kepada Israel (2:12-13; 4:1–5:14); TUHAN berurusan dengan Israel (6:1-16); dan pengamantan dan pengharapan nabi (7:1-20).
II. TEGURAN TUHAN KEPADA ISRAEL
Mari kita sekarang memperhatikan teguran TUHAN kepada Israel.
A. TUHAN Mendatangkan Penghakiman dari Bait Kudus-Nya
Dalam ayat 2 nabi memberi tahu bangsa itu untuk mendengar dan bumi untuk memperhatikan dan membiarkan Tuhan ALLAH menjadi saksi terhadap mereka, Tuhan dari bait kudus-Nya. Kemudian menunjukkan bahwa TUHAN mendatangkan penghakiman dari bait kudus-Nya, nabi melanjutkan, “Sebab sesungguhnya, TUHAN keluar dari tempat-Nya / Dan turun berjejak di atas bukit-bukit bumi. / Luluhkan gunung-gunung di bawah kaki-Nya, / Dan lembah-lembah terbelah seperti lilin di depan api, / Seperti air tercurah di pegunungan” (ay. 3-4).
B. Akibat
Akibat teguran TUHAN kepada Israel ditemukan dalam ayat 5. Di sini nabi berkata, “Semuanya ini terjadi karena pelanggaran Yakub, / Dan karena dosa kaum Israel. / Pelanggaran Yakub itu apa? / Bukankah itu Samaria? / Dosa kaum Yehuda itu apa? / Bukankah itu Yerusalem?”
C. Penghancuran atas Samaria
Menurut ayat 6, Samaria akan menjadi timbunan puing di ladang, tempat penanaman pohon anggur. Ayat 7 selanjutnya berkata, “Segala patungnya akan diremukkan, / Segala upah sundalnya akan dibakar, / Dan segala berhalanya akan kuhancurkan; / Sebab dari upah sundal dikumpulkan semuanya itu, / Dan akan kembali menjadi upah sundal.’’
D. Penyerbuan atas Yerusalem
Ayat 8 dan 9 memperhatikan penyerbuan atas Yerusalem. Di sini nabi menyatakan, “Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap; / Hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang. / Hendak melolong seperti serigala / Dan meraung seperti burung unta: / Sebab lukanya tidak dapat sembuh, / Sudah menjalar ke Yehuda, / Sudah sampai ke pintu gerbang bangsaku,/ ke Yerusalem.”
E. Teror di Yehuda dan Israel dan the Orang-orang Jahat dari TUHAN
Dalam mengingat pasal satu (ay. 10-16), kita memiliki catatan mengenai teror di Yehuda dan Israel dan orang-orang jahat dari TUHAN.
F. Teguran TUHAN kepada Kejahatan Israel
Mikha 2:1-11 adalah catatan teguran TUHAN kepada kejahatan Israel.
G. Teguran TUHAN kepada Para Pemimpin dan Penguasa Kaum Israel
Mikha 3:1-11 menggambarkan teguran TUHAN kepada para pemimpin, penguasa kaum Israel.
H. Penghancuran atas Yerusalem dan Gunung Sion
Akhirnya, ayat 12 membicarakan mengenai penghancuran atas Yerusalem dan Gunung Sion. “Sebab itu oleh karena kamu / Maka Sion akan dibajak seperti ladang, / Dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, / Dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.”
Semua Nabi-nabi Kecil menjamah hal yang sama–penghukuman Allah atas Israel dan penghukuman-Nya atas bangsa-bangsa mengahasilkan manifestasi Kristus untuk pemulihan seluruh alam semesta, rampung dalam langit baru dan bumi baru. Ini memperlihatkan bahwa dalam memperhatikan umat yang beribadah, terutama nabi-nabi, ada harapan bahwa Mesias akan datang untuk memulihkan bukan saja kerajaan Israel tetapi juga seluruh alam semesta, khususnya matahari, bulan, dan bintang-bintang, untuk menumbuhkan makhluk hidup di bumi, supaya bumi dapat menghasilkan dengan limpah. Yesaya 30:26 berkata bahwa dalam pemulihan “terang matahari tirk akan tujuh kali ganda,” bukan untuk memanasi tetapi untuk menerangi, untuk memberi terang untuk menumbuhkan makhluk-makhluk hidup di bumi. Ini berarti bahwa langit akan menjawab bumi dan menyebabkan bertumbuhnya makhluk-makhluk secara limpah (Hosea 2:21-22). Sinar matahari tujuh kali terangnya menunjukkan bahwa hasil bumi akan tujuh kali lebih limpah dibandingkan hari ini. Pada waktu itu tidak akan ada kekurangan tetapi sebaliknya ada kelimpahan.
Sebelum Adam tatuh, bumi menghasilkan panen yang limpah. Manusia tidak berlu berjerih lelah dengan berkeringat. Namun, setelah manusia jatuh, Allah datang untuk mengutuk bumi dan memberi tahu manusia bahwa dia akan makan dari hasil bumi dengan peluh dari keningnya (Kej. 3:17-19). Tetapi di zaman pemulihan, “gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, / Bukit-bukit akan mengalirkan susu” (Yoel 3:18). Karena tidak akan ada kemiskinan atau kekurangan, tidak perlu ada beberapa “pengajaran,”’ seperti komunisme dan kapitalisme, hidup teratur untuk keseimbangan soasil yang sehat. Seperti burung (Mat. 6:25-26), bangsa di bumi akan berbagian dengan seluruh sumber penghasilan alam dari bumi secara umum. Dalam pemulihan tidak akan ada saudagar-saudagar (Za. 14:21b, di mana “orang Kanaan” dapat juga diterjemahkan “saudagar”) tidak ada uang (mamon, Luk. 16:9), tidak ada jual beli, tidak ada kantor polisi, dan tidak ada pengadilan. Kristus akan ada sebagai sumber suplai yang kaya, sebagai hukum hayat batini, dan sebagai segala sesuatu untuk kita nikmati.A