JALAN PINTAS KE NERAKA
Tuhan Yesus berkata, "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya" (Matius 7:13). Perkataan dalam ayat itu menggambarkan suatu tempat yang disebut "kebinasaan". Tempat itu mempunyai pintu yang amat lebar. Di luar tempat itu ada sebuah jalan besar yang menuju pintu itu. Berduyun-duyun orang berjalan pada jalan itu. Tergesa-gesa secepat kereta api ekspres mereka hendak masuk ke tempat itu tadi. Karena jalannya luas, maka mereka yang berjalan di atasnya menempuhnya dengan mudah dan leluasa. Pintunya pun lebar, sehingga mereka yang masuk melalui pintu itu dapat membawa segala macam benda. Tetapi jalan dan pintu itu menuju tempat kebinasaan.
Tempat kebinasaan itu sebetulnya adalah neraka. Jadi, Tuhan Yesus mengatakan, bahwa pintu neraka lebar, jalan ke neraka luas, dan orang yang masuk ke dalamnya amat banyak. Kalau Anda adalah seorang calon yang akan masuk ke tempat itu, maka janganlah mengira, bahwa neraka itu tidak berpintu dan orang dapat masuk begitu saja. Jangan pula mengira bahwa tidak ada jalan menuju neraka. Jalan ke neraka sebetulnya malah lebih luas daripada jalan-jalan raya di dunia. Jalan ke neraka itu tidak hanya satu, tetapi banyak sekali. Itu berarti, orang yang hendak ke neraka bisa menempuh banyak jalan. Tetapi meskipun jalannya banyak, tempat tujuannya hanya satu. Entah dari mana mereka berangkat, dan melalui jalan yang mana, kesudahannya sama saja. Tidak peduli Anda berangkat dari tempat yang berbeda dan menempuh jalan yang berbeda dengan orang lain, tujuan atau akhir jalan itu tetaplah neraka. Dengan demikian, Anda menghadapi malapetaka yang besar.
Meskipun pikiran dan cita-cita Anda tidak dapat saya pahami, tetapi dari perbuatan Anda setiap hari dan sikap Anda terhadap Tuhan, tahulah saya bahwa Anda senang masuk ke neraka, senang binasa, senang pergi ke tempat yang penuh dengan kesengsaraan, kegelapan, kesedihan, kertakan gigi, dan beserta dengan Iblis dalam lautan api. Kalau memang Anda tidak senang masuk ke neraka, tentunya perbuatan Anda sehari-hari tidak akan seburuk saat ini, dan terhadap Tuhan atau karuniaNya pun Anda tidak akan berani acuh tak acuh. Dengan kesimpulan itulah saya berani memastikan, bahwa Anda senang masuk ke neraka. Saya tidak tahu, apakah Anda memang sudah berkeras hati untuk masuk ke neraka atau dengan tidak sadar sedang berjalan menuju tempat itu. Tahukah Anda jalan-jalan masuk ke neraka yang tercantum dalam Alkitab? Kalau Anda belum mengetahuinya, sekarang akan saya terangkan lima jalan masuk ke neraka. Kiranya keterangan saya ini bisa menjadi penuntun mereka yang ingin masuk ke neraka, sehingga mereka bisa mendapat kepastian, bahwa mereka pasti bisa masuk ke neraka! Semoga mereka yang tidak ingin masuk ke neraka, melalui buku ini, akan tahu pula cara untuk menghindar dari neraka. Meskipun saya sangat mengharapkan Anda tidak masuk ke neraka, namun kalau Anda berkeras hati untuk masuk ke neraka, saya pun tidak berdaya mengubah niat Anda.
Lima jalan yang saya katakan tadi adalah:
1. BUNUH DIRI
Bunuh diri adalah jalan pintas ke neraka. Selain bunuh diri, tidak ada jalan lain yang lebih singkat dan lebih cepat untuk masuk ke neraka. Dalam Kisah Para Rasul 1:25 tertera, ". . . yang ditinggalkan Yudas, yang telah pergi ke tempatnya sendiri." Sebetulnya Yudas tidak percaya kepada Yesus Kristus, ia hanya pura-pura saja menjadi murid Tuhan Yesus. Dia adalah anak kebinasaan dan belum pernah mendapat karunia keselamatan. Setelah mati, ia pergi ke tempatnya sendiri. Apa yang dimaksud dengan "tempatnya sendiri"? Tempatnya sendiri adalah tempat kebinasaan. Jalan apakah yang ditempuhnya sehingga ia masuk ke neraka? Dia bunuh diri. Dia mematikan kehidupannya.
Kalau Anda hendak ke neraka, bunuh diri adalah jalan yang paling mudah. Sebilah pisau cukur, seutas tali, atau secangkir racun, akan dengan mudah dan cepat mengantarkan jiwa Anda ke tempat kesengsaraan kekal. Meskipun sebetulnya Anda masih jauh sekali terpisah dari neraka, mungkin masih harus melampaui beberapa tahun, namun kalau Anda bunuh diri, Anda akan mempersingkat waktu Anda di dunia, sehingga Anda akan segera sampai di tempat yang Anda tuju, yaitu tempat kebinasaan.
Suatu kali, ada satu orang yang tidak percaya Tuhan bertanya kepada sopirnya yang sudah percaya Tuhan, "Jalan manakah yang paling singkat menuju neraka?" Pada saat itu, mobil yang mereka tumpangi sedang meluncur cepat di jalan raya. Si sopir segera membuka pintu mobil sambil berkata, "Lompat saja ke luar, tentu tuan akan segera sampai di tempat itu. Tuan tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Begitu mati, tentu tuan segera masuk ke neraka." Benar! Bagi mereka yang ingin masuk ke neraka, jalan yang paling mudah ialah bunuh diri. Kalau Anda menghendaki dalam beberapa jam saja bisa sampai di neraka, teguk saja secangkir racun, tentu Anda akan sampai di tempat tujuan Anda. Kalau Anda menghendaki dalam beberapa menit saja bisa sampai di tempat tujuan, telan saja sedikit Arsen trioksid (As2O3). Kalau Anda berpendapat, bahwa cara itu masih kurang cepat, ambil saja sepucuk pistol, lalu tembaklah kepala Anda. Jalannya bukan cuma sebanyak itu. Anda juga bisa mogok makan, terjun ke dalam laut atau ke dalam sumur, membiarkan diri dilindas kereta api, dan banyak cara lain. Barangsiapa hendak ke neraka, boleh segera bunuh diri!
Tidak adanya pengharapan akan beroleh keselamatan, dan pasti masuk ke neraka adalah kepastian bagi orang yang bunuh diri. Kalau seseorang masih hidup di dunia, mungkin ia masih sempat mendengarkan Injil Tuhan Yesus, yang mati menggantikan dirinya, sehingga ia mungkin bisa percaya dan diselamatkan. Namun, begitu ia bunuh diri, ia sendiri telah merusakkan, memutuskan dan menghilangkan kesempatan itu. Perhatikanlah! Selamat atau binasa ditentukan dalam masa hidup Anda sekarang. Kalau Anda tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus saat ini, Anda tidak mungkin berkesempatan lagi untuk mendengarkan Injil keselamatan. Begitu Anda bunuh diri, tamatlah riwayat Anda. Begitu hidup Anda tamat, tidak ada kesempatan lagi untuk beroleh selamat. Orang yang bunuh diri tentu binasa. Perbuatan bunuh diri sudah menjadi surat jalan untuk masuk ke neraka!
Suatu kali, saya pernah menerangkan perkara bunuh diri dalam suatu perhimpunan. Sebetulnya saya ragu-ragu untuk memberitakannya kepada mereka, karena saya pikir, mungkin tidak ada satu pun di antara mereka yang hendak bunuh diri, sehingga pemberitaan saya itu tidak akan ada faedahnya bagi mereka. Karena Roh Kudus selalu mendorong saya untuk mengutarakannya, maka dengan sungguh-sungguh saya uraikan hal itu. Saya berkata, "Kalau Anda ingin ke neraka, Anda boleh bunuh diri. Begitu Anda bunuh diri, Anda akan segera masuk ke neraka." Beberapa hari berselang, datanglah seorang guru lulusan sekolah tinggi yang amat pandai. Ia berkata, "Aku merasa hidup manusia di dunia ini sungguh menyebalkan dan hambar. Aku sering ingin bunuh diri. Tetapi melihat bayangan gelap di hadapanku, aku tidak berani melaksanakannya. Sekarang aku tahu, bahwa begitu aku bunuh diri, lenyaplah kesempatanku untuk beroleh selamat. Kini aku tidak berani lagi untuk melaksanakannya." Beberapa hari kemudian, datang seorang pelajar sekolah menengah dan berkata kepada saya, bahwa hidupnya terasa tidak berarti. Beberapa kali ia ingin bunuh diri, tapi belum ada kesempatan. Setelah ia mendengar pemberitaan saya, ia tidak berani lagi mempunyai angan-angan seperti itu. Sesudah itu, di tempat lain saya mengatakan hal itu lagi. Ada seorang doktor wanita berkata kepada saya, bahwa ia mempunyai jururawat yang beberapa kali mencoba bunuh diri. Untunglah ia bisa mencegahnya. Kemudian, setelah jururawat itu mendengar pemberitaan saya, ia tidak berani lagi mencoba bunuh diri atau memikirkannya. Orang-orang yang saya kisahkan di atas, sekarang sudah menerima Tuhan Yesus Kristus menjadi Juruselamat mereka. Sekarang, mereka tidak hanya tidak berani bunuh diri, bahkan merasa tidak perlu bunuh diri. Mereka telah diselamatkan.
Kristus sudah menghibur hati mereka dan mengubah kehidupan mereka, sehingga mereka tidak mempunyai angan-angan sedikit pun untuk bunuh diri. Di antara kalian, entah berapa orang yang ingin bunuh diri. Apa perlunya bunuh diri? Kristus dapat memuaskan hati Anda!
Demikian pula, ketika saya selesai mengadakan persekutuan tentang Injil di suatu universitas, ada seorang mahasiswa yang dulu sekampung dengan saya, mengajak saya bercakap-cakap. Keadaan keuangannya dapat dikatakan cukup untuk membiayainya menuntut ilmu. Di sekolah, ia tidak terhitung sebagai mahasiswa yang bodoh. Tetapi perasaannya terhadap hidup di dunia ini sungguh kabur. Dari mana asal manusia dan ke mana kelak perginya, tidak jelas baginya. Terhadap hidup ini, ia merasa sungguh bosan dan hambar. Ia juga merasa tidak ada sesuatu pun yang dapat memuaskan hatinya. Kebutuhan batinnya, pengharapan jiwanya, serba kekurangan, tidak ada benda atau jasa apa pun di dunia ini yang dapat memuaskan atau menghiburnya. Ia merasa hidup manusia sungguh tidak ada harganya, hanya merupakan beban saja. Hidup makin lama makin menyebalkan. Tidak ada kesenangan sedikit pun. Sering ia menyendiri sambil memikirkan kehidupan yang tidak berarti itu. Tetapi makin dipikir, semakin memusingkan. Benar-benar seperti orang buta meraba-raba dalam kegelapan. Ia tidak kuat lagi menderita karena pikiran yang kacau itu. Karena itu, ia berpikir, kalau nanti ia pulang ke kampung halamannya naik kapal laut, ia akan bunuh diri dengan terjun ke dalam laut. Dengan demikian, bebaslah ia dari pikiran yang kacau itu dan tersingkir dari hidup yang fana. Tetapi setelah mendengarkan Injil beberapa hari, ia mengetahui Tuhan Yesus Kristus telah mati menggantikan umat manusia dan hidup sebagai Teman mereka. Mengapa ia harus mati? Demikianlah, ia menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Setelah ia menyatakan dengan sungguh-sungguh, bahwa ia menerima Tuhan Yesus, saya pun mengajaknya menyampaikan persoalannya kepada Allah. Lalu kami berdua berlutut di hadapan Allah dan berdoa. Selesai berdoa, ia bertanya kepada saya, "Apakah yang harus aku lakukan besok pagi setelah bangun tidur?" Saya katakan kepadanya, bahwa ia harus mencari kesempatan untuk membaca Alkitab dan juga berdoa, agar kehidupan rohaninya dapat dipupuk. Beberapa bulan kemudian, saya mendengar dari salah seorang temannya, bahwa keadaannya sekarang jauh berbeda dengan keadaannya dulu. Ia benar-benar tampak bahagia. Salah seorang temannya yang lain juga mengatakan perkataan yang serupa kepada saya. Ia telah memiliki Tuhan Yesus, maka ia tidak perlu bunuh diri.
Teman, mengapa Anda ingin mati? Saya tahu, Anda tidak merasa puas terhadap hidup Anda saat ini, Anda merasa kesepian. Jiwa Anda penuh dengan keluh kesah. Benar-benar membuat pikiran Anda kacau. Penghidupan yang menyedihkan dan melarat juga sering menimpa diri Anda. Anda telah mendapatkan barang-barang di dunia ini, namun belum juga merasa puas. Anda tetap merasa ada kebutuhan dan pengharapan akan beroleh sesuatu yang belum didapat dalam lubuk hati Anda.
Sungguh, selain kepedihan hati dan hal-hal yang mengacaukan pikiran, tidak ada hal-hal lain yang dapat kita nikmati dalam hidup ini. Dengan demikian, timbullah angan-angan hendak bunuh diri. Tetapi apa perlunya Anda bunuh diri? Tuhan Yesus datang hendak menolong orang-orang yang sengsara dan lelah. Dia telah menghibur banyak hati orang dan memuaskan angan-angan mereka. Tuhan Yesus telah memperbarui hidup banyak orang dan menyeka banyak air mata. Saat ini, Tuhan Yesus pun dapat melakukan hal yang sama di atas diri Anda. Dia bisa mengubah penghidupan yang sengsara itu menjadi penghidupan yang penuh kebahagiaan. Dialah matahari kita dalam kekelaman; Dialah kidung kita dalam malam yang gelap gulita. Kita akan selalu terhibur karena memilikiNya. Untuk apa Anda bunuh diri? Untuk apa melakukan bunuh diri, yang akhirnya membawa Anda ke neraka? Teman yang dalam kesengsaraan, dengarlah Injil! Tuhan dapat dan mau menolong Anda! Terimalah Dia sebagai Juruselamat Anda! Maka, soal hidup Anda akan dibereskanNya.
2. TIDAK MELEPASKAN DOSA
Mari kita baca dulu beberapa ayat. ". . . jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam" (Markus 9:43-48).
Dalam ayat-ayat di atas, dengan jelas Tuhan Yesus mengatakan, dengan jalan apakah sebetulnya kita dapat masuk ke neraka. Tangan bisa menyebabkan kita berdosa. Tangan demikian harus dipenggal. Memenggal tangan yang dimaksudkan Tuhan bukanlah memenggal tangan anggota tubuh kita. Itu hanya arti kiasan. Yang dimaksudkan di sini adalah agar kita rela mengerat dosa dan hawa nafsu yang tergenggam dalam tangan kita. Tidak ada seorang pun yang sudi memenggal tangannya sendiri, karena rasanya sakit sekali. Demikian juga, sudah tentu kita akan menderita, bila kita melepaskan dosa dan hawa nafsu dari genggaman kita. Namun, kalau kita tetap menyayangi tangan kita (yaitu dosa dan hawa nafsu dalam tangan kita), pasti kita menghadapi malapetaka yang sangat hebat! Sebetulnya bukan tangan kita, kaki kita dan mata kita saja yang berbuat dosa, melainkan seluruh tubuh kita. Tangan, kaki, dan mata kita hanya untuk mewakili seluruh tubuh kita.
Entah sudah berapa kali tangan kita telah berbuat dosa. Banyak hal yang telah kita ketahui tidak perlu kita lakukan, tetapi masih tetap juga kita lakukan. Sebaliknya, banyak perkara yang seharusnya kita lakukan, kita abaikan begitu saja. Lihatlah telapak tangan kanan Anda! Perhatikanlah! Tanyalah demi suara hati Anda, apa saja yang telah diperbuat oleh tangan Anda? Berapa kalikah tangan Anda berbuat dosa? Berapa kalikah tangan Anda melanggar kehendak Allah? Berapa kalikah tangan Anda mencelakakan orang lain? Berapa kalikah tangan Anda bersalah terhadap orang lain maupun terhadap diri Anda sendiri? Ingat-ingat dan perhatikanlah tangan Anda! Menangislah dan mengeluhlah karena dosa Anda! Jangan bersenang-senang dan santai saja. Merataplah dengan sedih karena hal-hal yang telah dilakukan oleh tangan Anda! Dengan demikian, Anda akan rela melepaskan dosa-dosa, sehingga mendapatkan keselamatan demi percaya Tuhan Yesus.
Ingatlah akan jalan-jalan yang telah ditempuh oleh kaki Anda! Berapa kalikah kaki Anda membawa Anda ke tempat yang tidak seharusnya Anda datangi? Berapa banyak dosa yang telah dilakukan oleh kaki Anda? Tidakkah kaki Anda sedang berjalan di jalan yang menuju pintu kebinasaan? Maukah Anda terus berlarut-larut menunggu hingga tidak ada kesempatan untuk berbalik? Kembalilah, hai orang-orang dosa! Mengapa Anda mau binasa? Mengapa Anda rela berjalan di jalan dosa? Jalan ini bukan jalan damai! Ini adalah jalan sial dan mengerikan! Mengapa Anda tidak melepaskan dosa sekarang juga dan berbalik kepada Tuhan Yesus? Kembalilah! Kembalilah segera! Pilihlah jalan lain, yaitu jalan kehidupan!
Mata kita menghubungkan segala keadaan di luar dengan apa yang ada di dalam hati, pikiran atau perasaan kita. Dengan mata kita, kita merekam segalanya ke dalam hati kita. Sebetulnya, apa yang telah kita dapat demi penglihatan mata kita? Mata kita telah berdosa; mata kita menyebabkan kita berdosa. Kita melihat apa yang tidak sepatutnya kita lihat. Dengan mata kita membaca buku-buku porno, melihat gambar-gambar porno dan lain-lain yang dapat membangkitkan nafsu birahi. Sungguh tidak terbilang banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh mata kita! Karena Hawa melihat keindahan buah yang terlarang itu, maka ia melakukan perkara dosa yang najis itu. Daud berzina karena ia telah melihat Batsyeba, istri Uria. Bukankah mata Anda berbuat dosa? Tentu Anda tahu, dan Allah juga tahu.
Betapa sulitnya kita melepaskan dosa kita! Kesulitannya bukan karena kita tidak bisa (karena Tuhan mempunyai daya penyelamatan yang kuat), melainkan kita tidak rela melepaskannya. Kita masih menyayanginya. Kita menyayangi kaki kita yang berdosa, sehingga dengan bebas kita berjalan pada jalan dosa. Tidak enak rasanya kalau kita tidak mengikuti jejak nenek moyang kita yang telah binasa. Kalau kita tidak dapat melihat hal-hal yang najis, tidak puaslah hati kita. Melihat-lihat sejenak, nafsu birahi timbul, hati kita baru puas. Anda mengatakan, betapa sulitnya melepaskan dosa mata, tangan dan kaki Anda. Tetapi kesulitan itu sebetulnya hanya disebabkan Anda tidak rela. Baiklah kalau demikian! Tidak seorang pun dapat memaksa Anda untuk melepaskan dosa Anda. Tetapi ketahuilah: ketetapan Allah sudah pasti. Ia berfirman, bahwa barangsiapa tidak dilahirkan kembali, tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Orang yang belum dilahirkan kembali pasti tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Anda boleh saja menyayangi dosa mata Anda, dosa kaki Anda, dosa tangan Anda, serta segala dosa lainnya. Jangan lepaskan dosa-dosa itu, bahkan peluklah dosa-dosa itu! Tetapi ketahuilah ketetapan yang tidak mungkin berubah ini: orang dosa takkan dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Orang dosa takkan beroleh hidup yang kekal.
Anda tidak mau mengerat dosa Anda dengan menahan sakit, untuk mendapatkan hidup kekal dan masuk ke dalam kerajaan Allah. Demi dosa Anda, Anda bersukacita dan berkecimpung, akhirnya terjerumus ke dalam neraka, dipagut ular dan dibakar oleh api. Anda tidak mau melepaskan dosa untuk mendapatkan keselamatan, bahkan rela binasa membawa dosa. Bila hendak masuk ke dalam kehidupan, Anda harus melepaskan dosa lebih dulu. Tetapi bila Anda hendak masuk ke neraka, Anda tidak usah meronta lagi. Anda boleh terus-menerus berbuat dosa, bersenang-senang dan berkecimpung di dalam dosa. Di surga tidak ada dosa; barangsiapa hendak masuk ke dalamnya, jangan berangan-angan hendak membawa dosa. Dosa yang tidak ditinggalkan di Golgota, tidak dapat tidak, harus dibawa ke dalam neraka. Orang dosa yang telah diselamatkan baru diizinkan masuk ke surga. Jangan harap Anda dapat masuk ke surga dengan dosa-dosa Anda. Kalau Anda tidak mau meninggalkan dosa-dosa Anda di luar, pintu neraka yang lebar itu terbuka lebar-lebar menantikan Anda beserta dosa yang Anda bawa itu, untuk masuk ke dalamnya. Anda boleh masuk ke dalam neraka bersama segala dosa Anda: kesombongan, cemburu, ketamakan, zinah, kenajisan, percabulan, dan ribuan dosa lain. Neraka tidak takut menampung terlalu banyak dosa, bahkan sebaliknya. Kalau Anda ingin masuk ke neraka, Anda boleh berbuat dosa. Neraka sekali-kali tidak akan mengusir Anda karena dosa Anda terlalu banyak. Neraka adalah tempat khusus untuk menerima orang-orang yang banyak dosanya. Siapa saja yang ingin masuk, tidak pernah sekalipun neraka bertanya-tanya. Siapa saja yang mau masuk ke dalamnya, tentu akan dielu-elukan. Kalau Anda ingin merasakan kesengsaraan yang kekal dan ingin mendapatkan hukuman murka Allah, Anda boleh berbuat dosa sesuka hati Anda. Anda boleh melakukan segala yang terkandung dalam hati Anda. Sebaliknya, kalau Anda tidak mau masuk ke dalam nereka, lepaskanlah dosa-dosa Anda! Buanglah dosa-dosa mata, tangan dan kaki Anda; percayalah kepada Tuhan Yesus. Hai orang-orang dosa, relakah hari ini juga Anda menghentikan semua perbuatan dosa Anda? Setelah Anda mengetahui semua yang telah saya uraikan tadi, apakah satu jam kemudian Anda akan melakukan dosa lagi? Saya peringatkan Anda, berhati-hatilah! Kalau tidak, tentu Anda akan masuk ke dalam neraka. Jika orang dosa mau meninggalkan dosanya, dan bersujud di hadapan Allah, Allah pasti mau menerimanya.
Pada suatu hari, sebuah gedung bertingkat terbakar. Kobaran api membakar segala benda yang ada di dekatnya. Jago merah itu telah menghanguskan sebagian gedung itu. Salah seorang penghuni gedung itu, yang tinggal di lantai dua, agak terlambat menyelamatkan diri. Dengan mati-matian ia menerjang api, lari menuruni tangga yang belum terbakar. Malang baginya, baru saja ia menuruni beberapa anak tangga, jatuhlah tiang batu yang besar, panjang, lagi berat ke atas tubuhnya. Untungnya batu itu tidak mengenai kepala atau badannya, sehingga ia tidak sampai mati. Tetapi tangan kirinya tertindih oleh tiang batu yang besar lagi berat itu. Dengan sekuat tenaga ia menarik-naik tangannya. Berbagai cara dilakukannya untuk melepaskan tangannya. Peluh bercucuran membasahi tubuhnya. Napasnya terengah-engah. Namun tangannya tetap tertindih. Api merambat makin lama makin mendekati tubuhnya. Wajahnya pucat lesi, bagai tidak berdarah. Ia merasa putus asa, menyerah dan pasrah. Ia hanya menunggu ajal. Mendadak terlintas suatu akal. Lekas-lekas dijangkaunya selembar pelat besi tipis yang kebetulan jatuh di dekatnya. Dengan menggigit bibir, memejamkan mata dan menahan napas, dikeratnya tangannya yang tertindih itu. Tangannya yang kiri putuslah sudah. Kini ia bebas melarikan diri untuk menyelamatkan jiwanya. Dengan tangan yang bercucuran darah, ia lari menuruni tangga yang sudah terbakar itu sambil jatuh bangun, kemudian keluar dari gedung itu. Sesampainya di luar pintu, jatuh rebahlah ia ke tanah karena mengucurkan banyak darah. Orang-orang cepat-cepat menolongnya. Sekejap mata kemudian, gedung itu runtuh sama sekali. Setelah dirawat di rumah sakit sejangka waktu, orang itu pun sembuhlah. Meskipun tangannya hilang satu, ia merasa bersyukur karena jiwanya telah tertolong. Ia tidak kecewa, karena ia tahu betapa pentingnya jiwanya bila dibandingkan dengan tangannya. Ia rela mengerat tangannya, asalkan jiwanya selamat.
Teman-teman sekalian, api neraka hampir sampai kepada Anda. Anda sedang di ambang bahaya. Tangan Anda tertindih oleh dosa. Meskipun bukan seluruh tubuh Anda berdosa, tetapi satu tangan saja sudah cukup untuk menyebabkan Anda tidak bebas sama sekali, satu tangan saja cukup mengakibatkan Anda kehilangan nyawa dan terbakar dalam lautan api. Api neraka sedang mendekati Anda! Inilah kesempatan terakhir bagi Anda! Sekejap mata lagi semua akan musnah. Lekaslah menyingkir untuk menyelamatkan jiwa Anda. Kalau tidak, binasalah Anda. Mengapa hanya karena salah satu anggota tubuh Anda saja yang berdosa, seluruh tubuh Anda masuk ke neraka? Relakah Anda demikian? Demi keselamatan sekujur tubuh Anda, tahanlah sedikit derita dengan mengerat dosa Anda. Percayalah dan bersandarlah kepada Tuhan Yesus, agar Anda terhindar dari bahaya, dan memperoleh kehidupan. Kalau tidak, maka dengan kedua tangan yang masih lengkap, Anda akan terbakar binasa dalam neraka. Teman-teman yang hendak masuk ke neraka, Anda boleh menyayangi tangan Anda yang berdosa itu, tetapi akibatnya sekujur tubuh Anda harus masuk ke neraka.
3. MENINGGIKAN DIRI
Mari kita baca beberapa ayat Alkitab. Pertama, kita baca dulu Lukas 18:14, "Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Ayat ini memperingatkan kepada kita tentang kesudahan orang Farisi dan pemungut cukai itu. Orang Farisi adalah orang yang sopan dan giat sekali dalam hal keagamaan. Sebaliknya, pemungut cukai itu tamak, tidak sopan, dan terhadap pekerjaan Allah tidak menaruh minat. Orang Farisi itu, karena merasa dirinya sudah benar, tidak sudi merendahkan diri dan mengaku bahwa dirinya adalah orang dosa. Tetapi pemungut cukai itu, karena sadar bahwa ia adalah orang dosa, dengan rendah hati dan tidak berani memandang mata Allah, ia mengakui segala dosanya dan mengharapkan penebusanNya. Setelah itu Tuhan Yesus berkata, "Orang ini (pemungut cukai) pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, dan orang lain itu (orang Farisi) tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Jadi, orang Farisi yang baik itu tidak dibenarkan. Sebaliknya, pemungut cukai yang tidak menuruti hukum Taurat itu, telah dibenarkan. Mengapa orang Farisi yang baik itu ditentukan dosanya, sedangkan pemungut cukai yang tidak baik dan keji itu sudah dibenarkan? Tidak lain karena "barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Kalau dikatakan secara sederhana, dibenarkan berarti dinaikkan ke surga; sebaliknya, tidak dibenarkan berarti dicampakkan ke dalam neraka. Orang yang sombong pasti masuk ke neraka! Maka, orang-orang yang meninggikan diri haruslah berhati-hati.
Mari kita baca lagi 3 ayat berikut. Amsal 15:25 mengatakan, "Rumah orang congkak dirombak TUHAN, tetapi batas tanah seorang janda dijadikanNya tetap." Amsal 16:5 mengatakan, "Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman." Yesaya 2:12 mengatakan, "Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan." Ayat-ayat di atas menjelaskan kepada kita, bahwa orang yang meninggikan diri akan dihukum, yaitu dihukum setelah hari penghakiman tiba -- dicampakkan ke dalam neraka, menderita kesengsaraan hingga kekal. Berkali-kali Alkitab menyatakan, bahwa orang yang meninggikan diri akan masuk ke neraka. Maka, jika Anda ingin masuk ke neraka, tinggikanlah diri Anda. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan jalan untuk sampai ke tempat tujuan yang Anda inginkan.
Tetapi, sebetulnya apakah yang dimaksudkan dengan meninggikan diri (sombong) itu? Meninggikan diri berarti menaruh diri sendiri pada tingkat yang tidak akan dapat dicapai, dan nama yang melebihi kenyataan. Dalam Injil Lukas pasal 18, Tuhan Yesus sudah menerangkan dengan jelas, bahwa orang Farisi itu meninggikan dirinya, sombong. Dalam hal apakah dapat dikatakan ia telah meninggikan diri? Adat istiadat, sopan santunnya tidak tercela. Tetapi, di hadapan Allah, ia tidak mau mengakui dirinya berdosa; di hadapan Allah, ia menyatakan kebajikan dirinya sendiri. Dia tidak mau mengatakan kelemahan, kegagalan, kejatuhan dan perbuatan dosanya sendiri. Dia tidak mau mengakui dirinya adalah orang dosa. Dia hanya mengatakan kebenarannya saja. Inilah kesombongannya. Ia adalah orang dosa, tetapi tidak mau menempatkan diri pada kedudukan itu, bahkan mengatakan kebenaran dirinya sendiri di hadirat Allah. Allah membiarkan dia mengatakan dirinya benar. Allah tidak melarang dia meninggikan diri. Allah tidak mau berbantahan dengan dia, supaya dia memuaskan diri sendiri. Tetapi Allah tidak akan membenarkan dia. Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka. Jadi, sombong berarti tidak mau merendahkan diri di hadirat Allah, tidak mau mengaku sebagai orang dosa, tidak mau menerima jasa Tuhan Yesus yang mati menggantikan kita, tidak mau menerima darah Tuhan Yesus agar bisa beroleh selamat. Sebetulnya, bukan kesombongan itu yang menyebabkan orang binasa, melainkan kesombongan itu menghalang-halangi seseorang untuk beroleh selamat. Kesombongan hanya merupakan salah satu dosa. Tuhan Yesus telah mati menggantikan dosa manusia. Dia memikul segala hukuman dosa kita. Kesombongan hanya merupakan salah satu dosa di antara dosa-dosa kita. Dosa ini telah dihukum di kayu salib. Tetapi kalau kita tidak mau menghilangkan kesombongan itu, maka kita takkan bisa percaya Tuhan Yesus mati menggantikan kita. Jadi, orang sombong masuk ke neraka, karena kesombongannya telah menghalang-halanginya untuk memperoleh keselamatan.
Seseorang yang tidak mengakui dirinya adalah orang dosa, tentu tidak akan mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Sebagai seorang pengabar Injil, saya tidak pernah menjumpai orang yang percaya Tuhan Yesus dan beroleh selamat tanpa mengaku dosa. Pernah sekali, ketika saya mengadakan sidang Injil di suatu kota, ada seorang guru sekolah menengah yang menanyakan soal yang sulit-sulit dalam banyak agama. Telah lama kami memperbincangkan soal-soal ini, namun belum dapat juga kami menemukan penyelesaiannya. Kemudian saya berkata kepadanya, "Sebetulnya soal-soal itu bukan pokoknya. Orang mau percaya atau tidak kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat itu bukan bersandar pada penyelesaian soal-soal yang berbelit-belit, hanya mau atau tidaknya merendahkan diri dan mengaku diri sebagai orang dosa, itulah syarat satu-satunya. Biarpun Anda bisa mengetahui banyak sekali jawaban soal-soal yang sulit-sulit, semuanya tidak akan dapat membantu Anda percaya kepada Yesus Kristus. Kalau Anda mengaku diri Anda berdosa, merasa diri Anda dalam lingkungan dosa, mengalami tindasan dosa, dan takut menerima hukuman dosa, dengan sendirinya Anda akan mencari seorang penolong." Tetapi dia masih kabur dalam pengetahuan akan dosa-dosanya. Sering dia merasakan dosanya, tetapi sering pula dia merasa bahwa dirinya tidak berdosa. Akhirnya saya berkata, "Kalau Anda tidak dengan sungguh-sungguh yakin, bahwa Anda adalah orang dosa, tidak ada jalan lain untuk memahami jalan penebusan dosa yang tercantum dalam Alkitab. Baiklah Anda mengingat-ingat dosa Anda saja, tentu soal-soal tadi akan beres dengan sendirinya." Selang beberapa hari lagi, orang itu telah menyadari dosa-dosanya dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, Penebus yang tiada duanya itu. Kini saya anjurkan pula kepada Anda, supaya Anda mengingat dosa-dosa Anda. Kalau Anda mau merendahkan diri, mengaku diri Anda adalah orang dosa, maka Anda akan segera beroleh keselamatan. Sebaliknya, kalau Anda sombong, tidak mau mengaku, tentu Anda akan masuk ke neraka. Maka, siapa saja yang senang masuk ke neraka, boleh menyombongkan diri semau-maunya, dan tidak perlu mengaku diri sebagai orang dosa. Karena Anda memang ingin masuk ke neraka. Dalam neraka, kita tidak usah merendahkan diri.
4. BERZINA
Terlebih dulu kita baca kitab Yudas ayat 7 yang mengatakan, "Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang." Dalam ayat ini dinyatakan, ada sebagian orang yang menerima hukuman siksaan api kekal. Mereka menerima hukuman itu karena mereka berzina. Jadi, orang yang berzina harus masuk ke neraka, tempat penghukuman siksaan api kekal, yang tidak lain adalah hukuman neraka. Api neraka itu tidak padam selama-lamanya. Siapa saja yang ingin masuk ke neraka, berzinahlah. Neraka tidak malu dan tidak merasa najis akan perzinahan. Neraka akan mengelu-elukan orang-orang yang berzina. Sebaliknya, kalau Anda tidak ingin masuk ke neraka, jangan sekali-kali berzina.
Pada saat ini, perzinahan sudah merupakan suatu hal yang umum. Adat istiadat dan peraturan kuno sudah dianggap ketinggalan zaman. Laki-laki boleh berhubungan bebas dengan perempuan, melewati batas-batas kesopanan. Cobalah Anda catat, dalam surat kabar, ada berapa peristiwa perzinahan dalam sehari. Coba Anda periksa buku catatan pada kantor pengadilan, berapa banyak kasus yang berhubungan dengan perzinahan dalam sebulan. Bahkan, banyak majalah dan buku-buku, yang secara tidak langsung seakan-akan menganjurkan perzinahan. Saya tidak tahu, di antara Anda ada berapa orang yang pernah berzina? Saya juga tidak tahu berapa banyak gadis-gadis atau pemuda-pemuda yang telah merusakkan keperawanannya dan kelajangannya dengan perzinahan. Dosa yang telah Anda lakukan hanya Anda dan Allah saja yang tahu. Jangan mengira perzinahan itu adalah satu hal yang menyenangkan dan dapat menimbulkan rasa nikmat. Akibat perzinahan satu-satunya adalah masuk ke neraka. Jangan mengira, perzinahan adalah satu hal yang remeh. Ingat, orang yang berzina pasti masuk ke neraka. Berhubungan seks dengan suami atau istri orang lain merupakan hal yang paling keji di dunia. Mengapa Anda merebut suami orang lain, sehingga istrinya meratap, sedih, tidak ada penghiburan? Mengapa Anda menggagahi istri orang lain, sehingga perempuan itu mendua hati dan tidak setia kepada suaminya sendiri? Banyak sekali rumah tangga yang hancur akibat perzinahan. Banyak sekali suami, istri, dan anak-anak yang telah berantakan dan tidak ada penghiburan, akibat perzinahan. Teman-teman sekalian, masihkah Anda melakukan hal itu? Bertobatlah segera! Kalau tidak, Anda akan masuk ke neraka.
Kalau kita maju setindak memikirkan ketentuan Tuhan Yesus dalam hal perzinahan, saya kira tidak seorang pun dalam dunia ini yang tidak pernah berzina. ". . . Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya" (Matius 5:28). Sungguh tak sedikit orang yang telah berzina dalam hati maupun angan-angan mereka. Mengapa Anda berangan-angan demikian, sehingga Anda berdosa terhadap seorang perempuan yang masih suci? Dia tidak bersalah terhadap Anda, tetapi mengapa Anda dengan angan-angan yang keji dan najis itu memikirkan dirinya? Anda benar-benar berdosa terhadapnya. Kalau perempuan itu memang sudah sehaluan dengan Anda, itu tidak usah dikatakan lagi. Tetapi kalau dia tidak sehaluan dengan Anda dan tidak ada hubungannya dengan dosa itu, mengapa Anda memendam hal yang najis itu terhadap dirinya? Yang menjadi wanita pun jangan mengira, dosa itu hanya dapat dilakukan oleh laki-laki. Mengapa begitu melihat Anda, laki-laki itu tergerak nafsunya? Kalau yang melihat saja timbul angan-angan zinah dan menerima hukuman, apalagi yang memberi kesempatan orang lain tergerak nafsunya. Tidakkah orang itu patut dihukum? Kalau pakaian Anda, perhiasan Anda, tingkah laku Anda, pandangan mata Anda, atau kata-kata Anda, bisa menimbulkan birahi laki-laki, sehingga ia menerima hukuman, apakah Anda yang menimbulkan nafsu laki-laki itu tidak akan menerima hukuman juga?
Jangan mengira tempat ini atau tempat itu sajalah yang paling rusak. Tempat apa saja di dunia ini penuh dengan orang-orang yang berzina. Kalau Anda sudah tiba di neraka, maka tahulah Anda, betapa banyaknya orang yang berzina. Memang, neraka adalah tempat penahanan orang yang berzina. Sebagai seorang pengabar Injil, saya tidak takut dicela orang. Dengan sungguh-sungguh saya katakan, "Kalau Anda orang yang berzina, Anda pasti masuk ke neraka." Tetapi dalam Tuhan Yesus ada karunia keselamatan. Dia mati menggantikan dosa-dosa Anda. Barangsiapa mau menerima Tuhan penolong ini, akan terhindar dari kebinasaan dan beroleh hidup yang kekal.
Berzina menyebabkan Anda masuk ke neraka. Tetapi masuk ke neraka bukan disebabkan karena berzina. Sebab banyak sekali orang yang tadinya berzina, telah diselamatkan dan tidak usah masuk ke neraka kelak. Perzinahan bisa mengantarkan Anda masuk ke neraka, tetapi bukan karena berzina baru Anda bisa sampai ke neraka. Kalau demikian, bagaimana jelasnya? Tuhan Yesus mati menggantikan dosa. Dia mati menggantikan segala macam dosa. Jadi, Dia juga mati menggantikan dosa perzinahan. Hukuman akibat perzinahan yang seharusnya kita tanggung, kini telah ditanggung olehNya. Maka kita masuk ke neraka bukan karena kita melakukan perzinahan. Kalau kita hendak beroleh selamat, kita harus percaya kepada Tuhan Yesus. Biarpun Ia telah mati menggantikan kita, kalau kita tidak mau menerima Dia sebagai Juruselamat kita, kita akan tetap binasa. Meskipun kita masuk ke neraka bukan disebabkan perzinahan, namun perzinahan itu mempunyai kekuatan untuk menghalang-halangi kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita. Banyak orang binasa bukan karena dosa mereka terlalu besar, sehingga Tuhan Yesus tidak mampu menolong mereka, melainkan karena cinta mereka terhadap dosa melebihi cinta mereka terhadap jiwa mereka sendiri, dan lebih besar pula daripada cinta mereka terhadap surga. Dengan demikian, dosa itu menghalang-halangi mereka datang ke hadapan Tuhan untuk memperoleh kehidupan. Banyak laki-laki yang mencintai perempuan simpanan mereka dan perempuan yang mencintai laki-laki simpanan mereka. Karena mereka tidak dapat meninggalkan kekasih mereka yang haram itu, maka mereka tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus, dan akibatnya mereka pun binasa. Kalau Anda saat ini tidak mau meninggalkan kekasih yang haram itu, dan percaya kepada Tuhan Yesus supaya diselamatkan, maka Anda akan berkasih-kasihan dan bercumbu-cumbuan di dalam neraka. Saat ini, dihadapkan kepada Anda suatu pilihan, yaitu karunia keselamatan Allah atau kekasih haram. Anda mau memilih surga atau memilih kekasih haram? Kalau Anda tidak menolak kekasih haram, Anda akan kehilangan surga. Kalau Anda hendak mendapatkan surga, Anda harus memutuskan hubungan Anda dengan kekasih haram itu. Kalau tidak, perzinahan itu akan menghalang-halangi Anda masuk ke surga.
Ada satu orang kaya yang sangat ternama dan juga tinggi kedudukannya. Dalam segala hal tidak ada cacat celanya. Namun ia orang yang suka berzina. Tidak kurang dari sepuluh perempuan kalangan atas dalam masyarakat yang telah dinodai olehnya. Meskipun demikian najis perbuatannya, ia masih menjadi pejabat penting dalam gereja. Tetapi setelah ia mendengarkan Injil, ia mengadakan pemilihan: hidup kekal atau perempuan haramnya yang banyak itu? Puji syukur kepada Allah! Pilihannya tepat. Dia memutuskan hubungannya dengan perempuan-perempuan peliharaannya dan memilih hidup kekal, yaitu kebahagiaan surga yang kekal. Teman-teman sekalian, meskipun saya tidak tahu riwayat Anda, perbuatan yang Anda lakukan dengan sembunyi-sembunyi, dan dosa apa saja yang telah Anda lakukan, tetapi saya yakin, di antara teman-teman sekalian tentu ada yang pernah berzina. Kini saya mengharap agar Anda memilih: hidup kekal atau perzinahan? Semoga Anda tidak melakukan dosa itu lagi.
5. MENOLAK INJIL
Dalam Alkitab masih ada satu jalan lagi untuk masuk ke neraka. Jalan ini bersih sekali, tidak seperti keempat jalan lainnya yang kotor itu. Jalan ini ialah: tidak mau menurut atau menolak Injil Tuhan Yesus. Hal ini dapat kita pahami melalui ayat-ayat Alkitab yang tercantum dalam II Tesalonika 1:8-9, yang mengatakan, "Di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya." Kebinasaan kekal adalah penderitaan dalam neraka. Ayat-ayat itu menyatakan kepada kita, bahwa ada sebagian orang masuk ke neraka karena tidak mau menuruti Injil.
Apakah yang dimaksud dengan Injil Tuhan Yesus? Alkitab dengan jelas sekali menerangkan hal ini. Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk berkuasa, juga bukan hendak memberi pengajaran, atau menyiarkan hal kemerdekaan dan keadilan, atau menciptakan sila-sila yang muluk-muluk, juga bukan karena Dia hendak menjadi teladan atau contoh yang harus ditiru. Demi rasul-rasulNya, Allah berfirman, ". . . aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu . . . Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu . . . ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita . . . bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga . . ." (I Korintus 15:1-4). Jelaslah sudah, bahwa Injil Kristus ialah kematianNya dan kebangkitanNya. Jadi, Ia datang hanya karena dosa-dosa kita -- menggantikan kita. Tuhan Yesus Kristus tidak berdosa. Tetapi Orang yang tidak berdosa ini telah menjadi dosa karena mewakili kita, berdiri pada kedudukan berdosa, menerima hukuman dosa yang telah kita lakukan. Dosa itu kita yang melakukannya. Kristus sama sekali tidak berdosa. Yang menjadi orang dosa adalah kita sendiri. Dia bukan orang dosa. Tetapi yang menerima hukuman dan yang menanggung hukuman dosa itu bukan kita, melainkan Dia. Inilah yang dimaksudkan dengan penggantian. Inilah Injil. Jadi, Injil mengatakan, ada satu Tuhan Penolong yang menolong orang-orang dosa, menggantikan orang-orang dosa menerima segala hukuman, sehingga orang-orang dosa itu tidak usah menerima hukuman lagi. Injil bukan menganjuri orang bertobat, berbuat bajik, beramal dan kebajikan lain baru bisa diselamatkan. Injil hanya berkata, "Yesus Kristus telah menjadi karunia keselamatan". Orang-orang dosa tidak usah berbuat yang lain, tidak usah pula menambah jasa-jasa di atas karunia keselamatan yang telah disediakan Allah bagi mereka. Karunia keselamatan yang disediakan Allah itu sudah cukup.
Yesus Kristus tidak hanya mati untuk orang-orang dosa agar mereka mendapat pengampunan dosa, Dia juga telah bangkit dari kematian, agar orang-orang dosa dapat dibenarkan -- "yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita" (Roma 4:25). KematianNya melenyapkan segala dosa kita, yang nantinya akan menerima hukuman itu dan agar dosa-dosa kita tidak ditentukan lagi; sedang kebangkitanNya menyebabkan kita di hadapan Allah mempunyai kedudukan baru, yaitu menyebut kita benar, agar Allah mengakui kita sebagai orang yang benar. Pengampunan dosa berarti yang semula berdosa telah dianggap tak berdosa; sedangkan benar berarti tidak mempunyai dosa lagi. Tidak hanya mendapat pengampunan dosa, bahkan sudah berkedudukan pada tempat yang tidak memerlukan pengampunan lagi. Kalau sudah dibenarkan dengan sempurna, tentu tidak ada dosa lagi; inilah kesempurnaan jasa kebangkitan Yesus Kristus bagi kita. Semua manusia akan mati, tidak ada yang bangkit dari kematian, karena mati adalah upah dosa. Yesus Kristus mati, kemudian bangkit pula, sudah menyatakan kepada kita, bahwa Allah telah menerima jasa penggantian mati itu. Maka, pada satu pihak, kita bersandar kepada kematian Tuhan Yesus, sehingga mendapat pengampunan dosa; pada pihak lain, kita bersandar kepada kebangkitanNya, yang membuktikan bahwa kita telah dibenarkan. Dibenarkan berpokok pada pengampunan dosa. Mendapat pengampunan dosa lebih dulu, baru dibenarkan. Karena demi kematianNya, dosa kita telah diampuni; dan demi kebangkitanNya, kita mendapat bukti mengenai dibenarkan itu. Hal ini berlaku dengan sempurna. Dalam sekejap mata saja, orang-orang dosa bisa mendapat pengampunan dosa dan dibenarkan, asalkan mau percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Inilah Injil. Sudah pernahkah Anda mendengarkannya? Yesus Kristus mati bagi dosa Anda, bangkit bagi Anda dan menjadi jaminan dari hal dibenarkanNya Anda. Sudahkah Anda dengar, bahwa Allah kini memerintahkan seluruh umat manusia agar menuruti InjilNya, yaitu Injil kasih karunia, agar setiap orang mempunyai kemungkinan untuk beroleh keselamatan. Relakah Anda menuruti Injil ini?
Kalau Anda ingin masuk ke neraka, mudah saja. Tidak usah bunuh diri, tidak usah meninggikan diri, dan tidak usah pula berzina. Jangan menuruti Injil, itu saja sudah cukup menyebabkan Anda masuk ke neraka. Apa gunanya berbuat dosa lagi? Menolak Tuhan Yesus mati menggantikan Anda, tidak menerima Dia menjadi Juruselamat Anda, sudah lebih daripada cukup untuk menyebabkan Anda masuk ke neraka. Anda tidak usah berencana hendak berbuat dosa besar, agar bisa masuk ke neraka. Tidak usah berbuat lain, tolaklah Injil, itu sudah cukup. Sikap Anda terhadap Tuhan itu saja sudah cukup memberi hak kepada Anda untuk masuk ke neraka.
Menolak Injil berarti menolak Tuhan Penolong yang tiada duanya itu, sehingga dengan sendirinya akan membuat Anda masuk ke neraka. Biar bagaimana baiknya seseorang, tentu ia pernah juga berbuat kesalahan. Tak ada seorang pun berani berkata, bahwa selama hidupnya ia tidak pernah berbuat dosa sedikit pun. Sekali saja ia berbuat dosa, dia sudah membutuhkan seorang Tuhan Penolong, karena dosanya menyebabkan dia harus menerima hukuman. Kalau ia menolak Injil tentang Juruselamat yang telah diberitakan kepadanya, maka ia harus menerima hukuman, masuk ke neraka. Jangan berpikir, dengan perbuatan baik, Anda bisa terhindar dari neraka. Kecuali jika Anda sejak detik dilahirkan sampai detik kematian, belum seujung rambut pun dalam perbuatan Anda, angan-angan Anda, atau pun perkataan Anda, pernah berbuat dosa. Kalau tidak, biar bagaimanapun baiknya perbuatan Anda, begitu Anda berbuat setitik kedosaan dan tidak mau menurut Injil, itu sudah cukup mengakibatkan Anda masuk ke neraka. Kalau dulu Anda belum pernah mendengarkan Injil, maka saat ini, terimalah Tuhan Yesus menjadi Juruselamat Anda.
Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sudah menyempurnakan penebusan. Apa yang diberitakan saat ini kepada Anda ialah Injil. Mengapa disebut Injil? Karena setiap orang dosa di dalam dunia mempunyai kemungkinan untuk memperoleh keselamatan. Tuhan Yesus telah mati menggantikan semua orang dosa serta memikul dosa mereka di dalam tubuhNya, bersama-sama menerima kebinasaan, agar setiap orang yang mau menerima Dia sebagai Juruselamatnya, terhindar dari hukuman dan tindasan dosa. Manusia dengan perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, membersihkan diri, menimbun kebajikan, dengan harapan agar kelak bisa memperoleh keselamatan. Hal itu bukan Injil, melainkan berita sial. Berapa banyak orang yang sungguh-sungguh bisa membersihkan diri dan mengumpulkan kebajikannya? Kalau kita bisa memperoleh keselamatan demi perbuatan kita, maka kebaikan kita itu haruslah sempurna, tanpa cacat sedikit pun. Kalau tidak, kebaikan kita yang hanya merupakan setitik air dalam lautan itu akan mengakibatkan kita tidak dapat menghindari hukuman. Lagi pula, kalau kita bersandar pada kebenaran kita, kebenaran kita itu harus sungguh-sungguh sempurna, serta bisa memuaskan hati Allah. Dalam malam gelap yang hening, batin kita sering memperingatkan kita, bahwa dalam hati kita masih tersembunyi bermacam-macam hal yang tidak patut bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tidakkah Allah lebih-lebih tidak merasa puas? Dengan demikian, berapa banyak orangkah yang bisa mendapat selamat demi kebajikan dirinya sendiri? Mungkin seorang pun tidak ada. Bisakah Anda berbuat kebajikan, sehingga bisa memuaskan hati Allah (bukan diri sendiri, juga bukan orang lain)? Kalau Anda merasa tidak dapat, tidakkah berita yang mengatakan bahwa Anda bisa beroleh selamat demi kebajikan Anda itu merupakan berita sial? Puji syukur kepada Allah, Dia tidak mempersulit orang. Karena Allah tahu segala keadaan kita, maka Ia mengutus AnakNya menggantikan kita, menerima hukuman akibat segala dosa kita, sehingga kita tidak usah mengharapkan keselamatan demi kebajikan-kebajikan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit, tetapi segera beroleh hidup yang kekal begitu kita percaya kepadaNya, serta menerimaNya sebagai Juruselamat kita pribadi. Ini sekali-kali bukan berarti, bahwa orang Kristen tidak perlu berbuat baik, melainkan berarti beroleh selamatnya kita itu bukan karena perbuatan kita, tetapi semuanya hanya bersandar Allah (Efesus 2:8). Karena setelah kita diselamatkan, Tuhan memberikan hidup baru kepada kita. Hidup yang baru ini dengan sendirinya bisa berbuat baik. Setelah diselamatkan, baru berbuat baik, bukan berbuat baik dulu, baru diselamatkan.
Apakah tidak ada orang yang ditindas oleh dosa? Apakah tidak ada orang yang merasa takut dan gelisah karena memikirkan keadaan setelah mati? Apakah hati nurani Anda tidak pernah menegur dan menyatakan bahwa Anda adalah orang dosa? Apakah Anda tidak takut akan kebinasaan dan hukuman? Hai orang-orang dosa yang bersusah hati, di sini ada karunia keselamatan. Tuhan Yesus mampu menyelamatkan orang dosa. Datanglah ke hadapanNya dengan apa adanya Anda. Dia mau menolong Anda. Dia sendiri telah bersabda, "Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang." Jangan takut ditolak, takutlah kalau Anda tidak mau datang. Kini Anda tidak dapat menolak lagi dengan alasan, bahwa Anda tidak pernah mendengarkan Injil. Anda sudah pernah mendengarnya. Sekarang Anda mau taat atau tidak. Injil telah menghadapkan seorang Juruselamat kepada Anda, serta menjelaskan kepada Anda bagaimana cara memperoleh keselamatan, yaitu hanya dengan menerimaNya saja. Sekarang hanya tergantung kepada Anda, mau atau tidak. Anda bisa binasa, bukan karena dosa Anda terlalu banyak, melainkan karena Anda tidak mau taat kepada Injil. Bila Anda sakit, segera akan mati, kemudian ada orang yang mengantarkan obat kepada Anda -- obat yang bisa menyembuhkan penyakit Anda serta menyelamatkan jiwa Anda -- tetapi Anda tidak mau menerimanya, kalau Anda mati, itu bukan karena penyakit Anda, melainkan karena Anda tidak mau minum obat yang bisa menyembuhkan penyakit Anda. Memang tidak salah, bahwa Anda mempunyai dosa, namun kini telah ada seorang Juruselamat yang sanggup menolong orang-orang dosa. Kalau Anda tetap binasa, sebab utamanya adalah karena Anda tidak mau menerima, bukan karena dosa Anda. Banyak orang yang telah binasa dan dicampakkan ke dalam neraka, bukan karena dosa-dosa mereka, melainkan karena mereka telah menolak Tuhan, Juruselamat. Maka, tidakkah lebih baik Anda segera menerima Tuhan. Tuhan berkata, "Tidakkah kamu mau datang kepadaKu untuk mendapatkan kehidupan?"