← Daftar isi Gereja · bab 17/23

SIDANG-SIDANG GEREJA UNTUK MEMBANGUN GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Ibr. 10:25; Kol. 1:2; Kis.20:7; I Kor. 11:20, 23-25; 14:23, 26; Mat. 18:19-20; Kis. 2:46; Kol. 3:16; 1 Kor. 6:17; Ef. 5:18-19

Garis Besar

I. Sidang-sidang gereja ditetapkan oleh Allah bagi kaum beriman

II Kaum beriman adalah satu perhimpunan manusia

III. Tujuan sidang-sidang gereja—untuk memamerkan Kristus di dalam semua orang kudus

IV. Sasaran sidang-sidang gereja

V. Jenis sidang-sidang gereja

A. Sidang pemecahan roti

B. Sidang doa

C. Sidang melatih karunia rohani

D. Sidang membaca Firman

E. Sidang mendengarkan berita-berita

VI. Skala sidang-sidang gereja

A. Di rumah kaum beriman

B. Di tempat sidang yang besar

VII. Contoh sidang-sidang dalam Perjanjian Baru

A. Sidang gereja pertama sebelum Pentakosta

B. Sidang-sidang gereja pertama setelah Pentakosta

VIII. Bagaimana untuk bersidang

A. Berkumpul dalam nama Tuhan

B. Bersidang dengan faktor-faktor dasar dan elemen—Firman, Roh itu, berdoa dan berkidung

Sejak gereja dipanggil keluar oleh Allah dari dunia, gereja seharusnya bersidang secara terus menerus. Bersidang membuat Allah memanggil keluar jemaat untuk disuplai, di dirikan, dan disempurnakan, bahwa tujuan panggilan Allah terhadap jemaat boleh dirampungkan. Bersidang sebenarnya adalah ekspresi praktikal dari gereja lokal. Suatu gereja lokal tanpa bersidang bukan suatu gereja. Bersidang menyuplai kaum saleh dengan Roh itu, mengajar kaum saleh dengan Firman, dan menjaga kaum saleh persekutuan dalam Allah Tritunggal. Bersidang mengekspresikan kepenuhan Allah Tritunggal. Bersidang mengalahkan musuh. Bersidang menyelamatkan kaum berdosa. Bersidang membangun gereja. Bersidang adalahpenting dan perlu. Tanpa bersidang, suatu gereja tidak dapat terus dan tidak akan sampai pada tujuan pembangunan.

I. SIDANG-SIDANG GEREJA ADALAH KETETAPAN ALLAH BAGI KAUM BERIMAN

Ibrani 10:25 berkata, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita.” Di sini pertemuan ibadah kita mengacu pada sidang-sidang orang Kristen. Allah telah menetapkan jalan pada setiap kehidupan di dalam alam semesta seharusnya berada. Ketetapan Allah adalah suatu hukum di mana sesuatu yang hidup dapat hidup. Jika kehidupan sesuatu mematuhi hukum, kehidupan akan bertahan dan diberkati. Allah adalah sama terhadap kita yang percaya dalam Kristus. Ketetapan Allah bagi kita, yang menjadi hukum dari keberadaan dan berkat kita adalah bersidang. Sebagaimana air untuk ikan, dan udara untuk burung-burung, demikian juga sidang-sidang bagi orang-orang Kristen. Sebagaimana ikan harus hidup di dalam air dan burung-burung harus berada di udara, maka orang-orang Kristen harus menjaga keberadaan rohani dan kehidupan mereka oleh bersidang.

II. KAUM BERIMAN ADALAH ORANG-ORANG YANG BERSIDANG

Setiap jenis hayat memiliki karakteristik sendiri, dan biasanya, banyak karakteristiknya. Hayat rohani kita kaum beriman telah menerima, hayat Allah di dalam kita, juga memiliki banyak karakteristik. Sebagai contoh, kebencian karena dosa dan pemisahan dari dosa adalah karakteristik dari hayat ini. Hasrat untuk mendekatkan diri pada Allah dan keinginan untuk melayani Dia juga adalah karakteristik ini. Salah satu banyak karakteristik dari hayat rohani adalah berkumpul bersama, bersidang bersama. Yohanes 10:3 dan 16 memperlihatkan kepada kita bahwa sejak kita diselamatkan, kita adalah domba Tuhan. Karakteristik dari hayat domba adalah berkumpul bersama dan tidak suka memisahkan diri dari domba yang lain. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa kita tidak hanya domba Tuhan, tetapi lebih lagi, Kawanan domba-Nya (Kis. 20:28; 1 Ptr.5:2). Supaya menjadi seeokor domba yang berbagian dalam berkat kawanan domba, kita harus bersidang bersama dengan kawanan domba. Karakteristik rohani “hayat domba” menghendaki hal ini dari kita.

III. TUJUAN SIDANG-SIDANG GEREJA

Tujuan sidang-sidang gereja banyak aspeknya. Pertama, sidang-sidang adalah untuk mengingat kepada Tuhan dan menyembahBapa. Ketika Tuhan menetapkan perjamuan malam (Luk. 22:7-23), Ia berkata bahwa kita seharusnya melakukan ini untuk mengingat Dia. Setelah perjamuan malam mereka berkidung sebuah kidung (Mat. 26:30). Menurut Ibrani 2:12, Tuhan telah berkidung dengan sebuah kidung pujian bagi Bapa dengan murid-murid-Nya. Kedua, sidang-sidang gereja adalah untuk berdoa. Tuhan berkata bahwa gereja memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan apa yang diikat dan dilepaskan di surga (Mat.16:19; 18:18-19). Ini mengindikasikan bahwa gereja seharusnya berkumpul bersama untuk berdoa. Gereja mulai dengan berdoa (Kis.1:14) dan melanjutkan dalam doa (Kis. 2:42). Ketiga, sidang-sidang gereja adalah untuk mengabarkan Injil untuk menyelamatkan orang-orang dosa. Murid-murid mengabarkan Injil di dalam bait suci dan dari rumah ke rumah (Kis. 5:42). Keempat, sidang-sidang gereja mendorong kaum beriman suatu kesempatan untuk menjaga satu dengan yang lain dalam kasih (1 Tes. 4:9) dan bertumbuh dalam hayat (Yoh. 21:15-17). Kelima, sidang-sidang gereja adalah untuk mengajar kebenaran untuk memyempurnakan satu dengan lainnya (Kis. 20:20). Akhirnya, sidang-sidang adalah untuk membangun gereja (1 Kor. 14:26). Setelah melihat tujuan sidang-sidang gereja, kita seharusnya bersidang sebanyak mungkin. Bahkan bersidang setiap hari tidak terlalu banyak.

IV. TUJUAN SIDANG-SIDANG GEREJA—UNTUK MEMAMERKAN KRISTUS PADA SEMUA KAUM SALEH

Kita telah menerima semua kelimpahan Kristus sebagai tanah permai (Kol. 1:12). Kristus yang almuhit adalah sebuah tanah yang mengalir dengan susu dan madu. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita seharusnya mengalami kekayaan Kristus pada setiap waktu. Ketika kita datang bersama-sama kita seharusnya menyajikan Kristus ini yang telah kita alami dan mempersembahkan-Nya kepada Allah menjadi makanan-Nya. Lalu kita semua dapat menikmati Kristus ini sebagai kenikmatan kita. Jika kamu masuk dalam Yerusalam selama salah satu pesta dari anak-anak Israel, kamu akan melihat sekeliling bait suci dengan semua jenis hasil dari tanah permai. Ini benar-benar suatu pameran. Sebuah pameran di depan Allah dari semua hasil panenan anak-anak Israel.

Jalan bersidang sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab adalah tidak seperti pelayanan penyembahan orang-orang Kristen hari ini. Jalan pelayanan penyembahan dalam kekristenan secara alamiah dan agama adalah lengkap. Ini adalah produk dari kebiasaan dan tradisi. Sebagaimana dokter merawat orang sakit, dan pengacara menangani perdebatan yang legal, jadi beberapa dugaan bahwa pendeta memegang penyembahan orang-orang Kristen. Mereka mempertimbangkan pengabaran menjadi pekerjaan pendeta; beristirahat tidak melakukan apa-apa kecuali mendengar. Jalan Tuhan bagi kita adalah tidak seperti ini. Ia ingin kita berkumpum bersama-sama untuk memamerkan Kristus.

V. JENIS SIDANG- SIDANG GEREJA

A. Sidang Pemecahan Roti

Kisah Para Rasul 20:7 berkata, “dan hari pertama dalam minggu itu, ketika kita berkumpul bersama-sama untuk memecahkan roti.” Memecahkan roti adalah utnuk makan perjamuan malam Tuhan, mengingat Tuhan yang mati bagi kita ( 1 Kor. 11:20, 23-25). Ini seharusnya jenis pertama secara teratur sidang bagi kita yang telah ditebus oleh kematian Tuhan.

B. Sidang Doa

Dalam Matius 18:19-20 Tuhan berkata, “jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di surga. Sebab di mana dua-atau tiga orang berkumpul bersama.” Di sini Tuhan sedang membicarakan mengenai sidang doa. Jenis doa lebih kuat dari pada doa individu, dapat mengikat di bumi apa yang telah diikat di Surga, dan melepaskan di bumi apa yang dilepaskan di surga (Mat. 18:18). Kisah Para Rasul 1:14 berkata,” mereka semua berkumpul dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan.” Di sini sekali lagi, sidang doa disebutkan. Sidang doa ini membawa berkat pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Lalu dalam Kisah Para Rasul 4:24-31 sidang doa ini tercatat “ dan ketika mereka mendengar ini, mereka meninggikan suara mereka dengan sehati kepada Allah dan berkata. Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” Alkitab juga mengatakan, “ Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (Kis. 12:5); “kemana rumah Maria di situ banyak orang berkumpul dan berdoa” (12:12). Ketika suatu hari Petrus di penjara, gereja mendoakan secara tekun baginya, dan jemaat berkumpul bersama di rumah saudari, berdoa secara khusus baginya. Doa ini menyebabkan Allah menampilkan suatu keajaiban yang besar, melepaskan Petrus keluar dari penjara.

C. Bersidang Untuk Melatih Karunia Rohani

Satu Korintus 14:26 berkata, “ Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.” Di sini bersidang menyebutkan untuk melatih karunia rohani dan untuk saling membangun. Jenis sidang ini, seharusnya bukan seorang yang spesial melakukan sesuatu yang special, tetapi setiap orang seharusnya melatih karunia rohani : seorang bermazmur, seorang mengajar, seorang memiliki wahyu, seorang melakukan ini, dan yang lain melakukan itu. Masing-masing boleh berpartisipasi dengan tujuan membangun dan mendidik yang lain.

D. Bersidang Untuk membaca Firman

Kisah Para Rasul 15 :30-31 berkata, “Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka ditulis oleh rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalaem. Dan ketika mereka mendengar in, mereka bersukacita pada penghiburan.” Di sini mengatakan bahwa ketika Paulus dan rekan sekerjanya tiba di Antiokia, mereka berkumpul dengan kaum saleh bersama untuk membacakan kepada mereka surat yang ditulis rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem di bawah pimpinan Roh Kudus. Karena itu, kita boleh juga untuk bertemu bersama-sama kadang-kadang untuk membaca firman Allah dalam Alkitab.

E. Bersidang Untuk Mendengar Berita-Berita

Kisah Para Rasul 20:7 berkata, “Ketika kita berkumpul bersama-sama ... Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokkan harinya.” Pada hari itu, kaum imani di Troas besidang bersama untuk mendengarkan Paulus berbicara dengan mereka mengenai sesuatu yang rohani dari Allah, bahwa mereka dapat dididik dan didirikan. Karena itu, kadang-kadang kita seharusnya juga bersidang untuk mendengar berita-berita rohani pembicaraan Allah oleh pelayan firman Tuhan bahwa kita dapat dididik dan didirikan.

VI. SKALA SIDANG-SIDANG GEREJA

Jalan yang Allah tetapkan untuk sidang orang-orang Kristen memiliki dua perbedaan skala sidang: kecil dan besar. Skala kecil diadakan atau dipraktekkan dalam rumah kaum beriman. Tidak meremehkan sidang-sidang kecil. Anda boleh bersidang dengan keluargamu atau dengan beberapa saudara-saudara atau saudari-saudari yang lain. Dampaknya, demikian suatu sidang kecil tidak berarti. Tetapi Anda harus menyadari bahwa masyarakat sosial terdiri dari rumah kecil dengan keluarga kecil. Suatu komunitas atau sosial dari berjuta-juta orang datang dari keluarga kecil. Tidak ada masyarakat sosial dapat dibangun tanpa keluarga kecil pada rumah kecil mereka. Dalam kumpulan masyarakat sosial yang besar tidak deadakan secara teratur. Sebaliknya suami, istri, dan anak-anak datang bersama pada rimah mereka sendiri setiap hari. Jika setiap keluarga kuat, komunitas dan sosial akan kuat.

A. Dalam Rumah Kaum Beriman

Kaum beriman pertamakali bersidang di dalam rumah mulai pada hari Pentakosta (Kis. 2:46). Tiga ribu orang bersidang dari rumah ke rumah. Kata Yunaninya mengindikasi bahwa mereka bersidang menurut rumah, yang berarti bahwa setiap rumah mempunyai suatu sidang. Di sana bersidang pada setiap kaum beriman yang baru. Ini hanya dapat terjadi oleh Roh Kudus. Lebih jauh, di sana banyak memanggil nama Tuhan (Kis. 2:21).

Dalam sidang perumahan, menurut Kisah Para Rasul 2:46 dan 5:42, mereka memberitakan Injil, mengajar kebenaran, memecahkan roti untuk mengingat Tuhan, dan berdoa. Kaum saleh sekitar waktu pentakosta memecahkan roti setiap hari, bahwa mereka telah mengingat Tuhan melalui mempraktekkan meja Tuhan. Kaum saleh juga berdoa pada rumah mereka. Kisah Para Rasul 12:12 mengatakan kepada kita bahwa ketika Petrus dibebaskan dari penjara, ia pergi ke rumah Maria dimana sekelompok kaum saleh sedang berdoa.

Bersidang dalam rumah kaum beriman bagi semua anggota-anggota Kristus untuk berfungsi. Dalam banyak sidang besar adalah sukar bagi kaum saleh untuk berfungsi. Tetapi dalam sidang kecil dengan empat atau lima, dua atau tiga, bahkan seorang anak lelaki atau perempuan kecil dapat berfungsi. Lelaki atau perempuan dapat berkata, “Tuhan Yesus mengasihi saya, dan ini begitu baik bahwa saya mengasihi Dia.” Ini suatu fungsi yang kecil, tetapi tidak dapat dipisahkan.

Dalam Matius 18:20, dalam pembicaraan tentang kumpulan orang-orang Kristen, Tuhan Yesus menggunakan angka dua atau tiga: “Karena di mana dua atau tiga orang berkumpul bersama dalam namaKu, di sana Aku hadir di tengah-tengah mereka.” Dua atau tiga adalah angka yang mustika dalam alkitab, dan seharusnya angka yang di mulai dari penghidupan gereja. Ketika gereja menjadi besar melalui sidang rumahan, sidang-sidang gereja akan bermakna. Tetapi ketika gereja tidak mempunyai sesuatu dan mengharapkan memiliki sidang yang besar, maka sidang besar akan kosong. Memulai penghidupan gereja dari suatu sidang kecil dari dua atau tiga adalah terbaik.

B. Di Tempat Sidang Yang Besar

Gereja seharusnya juga memiliki sidang yang besar dalam tempat yang besar bagi semua gereja untuk datang bersama-sama (1 Kor. 14:23). Di sini ada dua jenis sidang: sidang kecil di rumah kaum beriman dan sidang besar di tempat sidang yang besar. Sidang yang besar seharusnya tidak sering diadakan. Memiliki sidang yang besar seharusnya tidak menjadi praktek yang konstan. Jika anda mempraktekkan sidang yang besar secara tetap, anda akan mematikan situasi. Anda harus belajar untuk memiliki dua jenis sidang.

Kita harus seimbang. Rancangan Allah dari tubuh kita adalah simetri. Kita memiliki dua telinga, dua mata, dua2 lubang hidung, bibir dan mulut, dua bahu, dua lengan, dua tangan, dua paha, dua pergelangan kaki, dan dua kaki. Satu pihak, kita perlu memulai sidang di dalam rumah yang kecil, di lain pihak, ketika perlu membangkitkan kita seharusnya mengadakan sidang yang besar di dalam suatu tempat sidang yang besar. Dalam tempat sidang yang besar, kita seharusnya tidak memiliki banyak pembicara tertentu dengan semua perkumpulan pendengar untuk berbicara ini. Kita harus membunuh praktek ini. Dalam suatu sidang yang demikian semua yang hadir seharusnya berpartisipasi dalam membangun gereja melalui fungsi mereka (1 Kor. 14;26). Ketika kita datang bersama seorang mungkin memiliki suatu wahyu, yang lain mungkin memiliki suatu kidung, yang lain mungkin memiliki suatu pengajara, dan yang lain mungkin memiliki bagian yang lain. Setiap orang dapat dan seharusnya meniliki sesuatu dari Kristus untuk sidang itu. Kita semua perlu untuk memiliki sesuatu sehingga kita dapat berfungsi dalam sidang untuk membangun gereja.

VII. CONTOH SIDANG-SIDANG DALAM PERJANJIAN BARU

A. Sidang Pertama Gereja Sebelum Pentakosta

Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan datang untuk bersidang dengan murid-murid-Nya, mulai dari sore pada hari pertama. Lalu dalam kebangkitan-Nya, perkara bersidang dengan kaum saleh adalah penting. Maria Magdalena bertemu Tuahn secara pribadi pada waktu pagi dan mendapatkan berkat (Yoh. 20:16-18), tetapi ia masih memerlukan untuk bersidang dengan kaum saleh pada sore hari untuk bersidang dengan Tuhan dalam suatu jalan korporat untuk mendapatkan lebih dan berkat yang besar (20:19-23). Sidang pertama Tuhan dengan murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya, kita memiliki kehadiran Tuhan, damai, utusan Tuhan, nafas, dan kekuasaan untuk mengikat dan melepaskan. Di sini berkat yang Tuhan bawa kepada murid-murid-Nya dalam sidang gereja. Bagaimanapun persekutuan Maria yang baik dengan Tuhan selama waktu pagi, ia masih memerlukan untuk datang pada sidang sore hari untuk mendapatkan semua berkat. Berkat-berkat ini besar dan lebih penting. Kita mungkin menerima sesuatu dari Tuhan dan bahkan dari Tuhan selama penyegaran pagi, tetapi ini sesuatu yang kita perlukan secara pribadi dan individu. Kita juga harus juga datang pada sidang-sidang untuk menerima sesuatu yang lebih penting. Penyegaran pagi dan sidang-sidang gereja adalah dua aspek. Kita perlu berkat pribadi dari aspek pertama maupun berkat korporat dari yang kedua.

Thomas kehilangan sidang pertama yang Tuhan adakan dengan murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya. Tetapi, ia mengganti rugi kehilangannya dengan menghadiri pada sidang yang kedua (Yoh. 20:25-28). Oh, kita harus tidak kehilangan dari banyak sidang-sidang kita! Kita seharusnya berkata bahwa ini bukan perkara dan kita seharusnya istirahat di rumah. Bila Tuhan datang, kita, seperti Thomas, mungkin kehilangan Dia. Thomas kehilangan penampakan Tuhan. Karena ketidakhadirannya dari sidang gereja, ia benar-benar kehilangan sesuatu. Bab ini penuh dengan wahyu, tetapi Thomas kehilangan itu semua. Ia kehilangan wahyu, tidak ditemukan, dan pengalaman kebangkitan Tuhan karena ia kehilangan penyegaran pagi dan sidang gereja. Ia kehilangan wahyu bahwa murid-murid adalah saudara-saudara Tuhan dan anak-anak Allah. Ia kehilangan kedamaian, hembusan Roh Kudus, amanat ilahi, dan kekuasaan. Ia diselamatkan dan ia adalah seorang saudara, tetapi karena ia tidak menghadiri sidang, ia kehilangan suatu penanggulangan yang besar.

Setelah melihat kenaikkan Tuhan yang terbuka di langit di atas awan, murid-murid tinggal di Yerusalem untuk menunggu kuasa dari atas (Luk. 24:49). Mereka tidak menganggur menunggu tetapi bersidang bersama selama 10 hari untuk berdoa sehati (Kis. 1:14). Di sana tidak ada perpecahan, hanya keesaan di dalam Roh. Sidang mereka membawa tentang tahap utama Ekonomi Allah untuk membangun gereja. Pada hari Pentakosta, Roh itu dicurahkan ke atas diri mereka untuk pembentukkan Tubuh Kristus. Jika mereka tidak bersidang, Roh itu akan tidak memiliki tempat untuk dicurahkan. Bila mereka berdoa di rumah, Roh itu tidak dapat dicurahkan ke atas kaum beriman untuk membentuk Tubuh. Karena mereka bersidang bersama, Roh itu dicurahkan ke atas diri mereka. Sekali memperlihatkan kepada kita pentingnya bersidang. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan memperlihatkan diri-Nya kepada lebih dari 500 saudara-saudara pada sauatu kali (1 Kor. 15:6); tetapi, banyak saudara-saudara tidak hadir. Mereka mungkin memiliki “lebih penting” sesuatu untuk dilakukan. Sangat disayangkan, mereka kehilangan salah satu berkat terbesar dari sejarah gereja.

B. Sidang Pertama Gereja Setelah Pentakosta

Pada hari Pentakosta, setelah pencurahan Roh Kudus, murid-murid memberitakan Injil dan 3000 orang dibaptis. Penghidupan gereja di Yerusalem telah mulai.

Menurut Kisah Para Rasul 2:46, dari hari ke hari kaum beriman memecahkan roti bersama dari rumah ke rumah. Awalnya kaum beriman mengingat Tuhan melalui memecahkan roti setiap hari dalam rumah mereka. Ini memperlihatkan kasih mereka dan antusias kepada Tuhan.

Kata bahasa Yunani “dari rumah ke rumah” juba berarti “di rumah” berlawanan dengan “ di dalam bait suci”. Cara orang- orang Kristen bersidang bersama menyesuaikan dengan Ekonomi Perjanjian Baru Allah, berbeda dari cara Yudaisme yang bersidang dalam rumah ibadat (Kis 6:9). Cara bersidang orang-orang Kristen dalam rumah menjadi suatu kebiasaan dan praktek yang umum dalam gereja-gereja (Cf. Rm. 16:5; 1 Kor. 16:19; Kol. 4:15; Fil. 2).

Dalam Kisah Para Rasul 2:46 kita melihat bahwa kaum beriman “mengambil makanan mereka dengan gembira dan tulus hati.” Kata Yunani untuk “tulus hati” juga berarti hati yang tunggal. Di sini menggambarkan hati yang sederhana, tunggal, dan biasa, memiliki satu kasih dan hasrat, dan satu tujuan untuk mencari Tuhan. Di sini kaum beriman awalnya adalah sederhana, tunggal, tulus, dan murni dalam hati.

Menurut Kisah Para Rasul 2:47a, kaum beriman pada awal penghidupan gereja memuji Allah dan memilki cita rasa dengan semua orang. Mereka memperhidupkan suatu hayat untuk mengekspresikan atribut Allah dalam kebajikan insani, sebagai mana yang dilakukan oleh Yesus Manusia-Penyelamat (Luk. 2: 52)

VIII. BAGAIMANA BERSIDANG

A. Berkumpul Dalam Nama Tuhan

Matius 18:20 berkata, “ Jika di mana... berkumpul bersama dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.” Sesuatu yang penting dalam kaum beriman bersidang berkumpul dalam nama Tuhan. Ini berarti bahwa kita harus bersidang dalam nama Tuhan. Karena kita adalah miliki Tuhan dan diselamatkan oleh nama-Nya, kita seharusnya berkumpul hanya masuk dalam nama itu dan bersidang dalam nama itu. Kita tidak harus berkumpul dalam dan bersidang dalam nama yang lain, entah itu dalam nama individu, tubuh yang korporat, satu misi, atau satu denominasi. Ketika kita bersidang dalam nama-Nya, kita sedang bersidang dalam persona-Nya, karena nama mengacu pada persona. Sekarang Tuhan adalah Roh itu. Jadi, bersidang dalam nama-Nya berarti memanggil nama-Nya dan dalam roh di mana Roh-Nya tinggal.

B. Bersidang Dengan Faktor-faktor Dan Elemen-elemen Dasar—Firman, Roh , Doa, dan Berkidung

Dalam semua sidang kita seharusnya memiliki empat faktor dan elemen dasar: firman, roh, doa, dan berdidung. Bila kita berpegang pada 4 elemen dengan tepat dan hidup, maka akan ada penampilan dan ekspresi Kristus yang kaya di dalam setiap sidang-sidang kita.

Firman adalah firman kudus yang terwahyu dalam alkitab, baik firman yang tetap atau firman yang seketika. Jika ingin menjadi pembicara yang berbicara dalam sidang-sidang kita, kita harus membiarkan firman Kristus tinggal dalam kita dengan kayanya (Kol. 3:16). Kekayaan Kristus ada dalam firmann-NyA. Firman Tuhan harus memiliki tempat yang cukup dalam diri kita sehingga firman itu dapat beroperasi dan melayankan kekayaannya ke dalam seluruh diri kita. Lalu pembicaraan firman kita dalam bersidang akan menjadi pameran Kristus yang limpah.

Ketika kita kembali ke dalam roh, kita sedang mengikuti pernyataan rasul Paulus yang mengatakan bahwa roh kita di huni oleh dan berbaur dengan Roh Kudus. Menurut Perjanjian Baru, Roh ilahi dan roh insani kita dibaurkan bersama sebagai satu roh. Barangsiapa yang mengikatkan diri pada Tuhan menjdai satu roh dengan Tuhan (1 Kor. 6:17; 2 Kor. 3:17). Dalam persona yang dilahirkan kembali, roh ilahi dan roh insani bukan dua roh yang terpisah. Roh Tuhan dan roh dalam kita menjadi satu roh.

Warisan orang-orang Kristen hari ini ada dua hal- Firman dan Roh itu. Kita memiliki Firman di luar dan Roh itu di dalam, dan kedua ini adalah satu. Firman adalah Roh dan Roh adalah Firman. Ketika saya memilki Firman di tangan saya, ini adalah Firman yang di luar saya, tetapi saya mendoabacakan Firman itu, Firman itu masuk ke dalam saya dan menjadi Roh. Ketika saya membicarakan keluar Roh itu ke dalam Anda, Roh itu menjadi firman, dan ketika Anda menerima firman ini ke dalam Anda, firman ini menjadi Roh. Tatkala saya membicarakan Firman, Anda menerima Roh itu. Tetapi ada satu perkara yang aneh yaitu- kita dianggap menjadi orang-orang yang berbicara bagi Allah, tetapi kita tidak berbicara. Kita perlu belajar bagaimana berpegang pada Firman dan Roh itu. Perhatian saya dan beban saya adalah kaum saleh akan belajar bagaiman untuk membicarakan Kristus keluar dengan tepat, membicarakan dakam Roh itu dan dengan Roh itu.

Faktor dan elemen dasar yang lain dalam sidang kita adalah doa. Kita harus belajar untuk berdoa. Firman dan Roh itu harus menghasilkan doa kita. Dalam sidang kita seharusnya banyak pendoa. Akhirnya, sidang kita perlu di penuhi dengan doa-doa yang spontan dan hidup. Kita memanjatkan terlalu banyak doa- doa dalam keagamaan, doa-doa pemenuhan pekerjaan. Doa-doa kita buakan spontanitas, nyata, asli, atau benar. Mereka bukan di dalam roh kita. Kita seharusnya tidak merencanakan apa yang akan di doakan pada waktu itu. Doa-doa kita seharusnya keluas secara spontanitas dari kita seperti cara kita bernafas. Sidang-sidang kita mati karena kita mengurangi kehidupan doa-doa yang spontanitas.

Faktor dan elemen dasar yang lain dalam sidang kita adalah berkidung. Baik berbicara dan berkidung adalah hasil dari pemenuhan roh kita. Jika kita dipenuhi dalam roh kita, sesuatu akan mengalir keluar dari kita dalam pembicaraan dan kidung. Dalam Efesus 5:18-19, Paulus mengatakan kepada kita untuk “ dipenuhi dalam roh, membicarakan satu sama lain dalam mazmur dan kidung puji-pujiandan nyanyian rohani, Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”

KESIMPULAN

Sidang-sidang gereja adalah penting bagi Allah, gereja, diri kita sendiri, dan yang lain. Tanpa bersidang, tidak ada praktek yang mengekspresikan gereja, dan pembicaraan Tuhan dibatasi. Tanpa sidang, Ekonomi Allah tidak dapat dilaksanakan dan gereja tidak dapat dibangun. Karena itu, kita harus memberikan diri kita sendiri pada Tuhan bagi setiap sidang dalam gereja. Kita seharusnya tidak pernah memaaafkan diri kita sendiri dari sidang, tanpa memperhatikan alasan; jika tidak, kita mungkin memaafkan diri kita sendiri dari penghidupan gereja dan pahala kerajaan.