← Daftar isi Zakharia · bab 6/15

VISI-VISI PENGHIBURAN DAN JANJI (5)

Pembacaan Alkitab: Za. 5

Dalam lima visi pertama yang Zakharia nampak (1:7---4:14), Allah membicarakan firman yang menyukakan, menghidur dan mendorong Yosua, Zerubabel, dan umat Israel. Allah berkata bahwa Dia akan bersama mereka dan melakukan sesuatu melalui mereka. Dalam cara ini Dia mendorong mereka untuk tidak berhenti dalam pekerjaan pembangunan bait, tetapi lebih melanjutkan sampai menyelesaikan pembangunan bait itu di bawah keimaman Yosua, imam besar, dan di bawah rajani Zerubabel, gubernur. Mengingat lima visi pertama adalah positif, tiga visi terakhir yang Zakharia nampak (5:1---6;8) adalah negatif, karena mereka memperhatikan penghakiman universal Allah pada orang jahat dan negeri yang jahat. Tiga visi ini adalah visi gulungan kitab yang terbang (5:1-4), visi sebuah gantang (ay. 5-11), dan visi empat kereta (6:1-8). Dalam berita ini kita akan membahas dua visi yang dicatat dalam pasal lima.

VI. VISI GULUNGAN KITAB YANG TERBANG

A. Makna Gulungan Kitab yang Terbang

“Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang. Berkatalah ia kepadaku: Apa yang engkau lihat? Jawabku: Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang” (5:1-2a). Gulungan kitab yang terbang melambangkan hukum kebenaran Allah dan keadilannya (penghakiman yang adil). Tanpa penghakiman, mungkin ada keadilbenaran, tetapi tidak akan ada keadilan. Ketika suatu kasus khusus tunduk pada penghakiman yang benar, maka akan ada keadilan.

B. Panjangnya Dua Puluh Hasta dan

Lebarnya Sepuluh Hasta

Panjamg gulungan kitab yang terbang adalah dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta, melambangkan kesaksian hukum Taurat oleh dua kotak sepuluh hasta kali sepuluh hasta. Angka dua adalah angka kesaksian, dan angka sepuluh melambangkan kelengkapan dalam kepenuhan, Oleh karena itu, hukum Taurat Allah adalah satu kesaksian untuk seluruh dunia, dan dua kotak sepuluh hasta kali sepuluh hasta adalah kelengkapan dalam kepenuhan hukum Taurat.

C. Sumpah Serapah

Ayat 3a mengatakan, “Lalu ia berkata kepadaku: Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri.” Sumpah serapah melambangkan penghakiman Allah dalam menghakimi dosa-dosa menurut keadilbenaran-Nya. Hukum Taurat Allah adalah benar, dan hukum kebenaran ini tidak mentoleran ketidakbenaran. Fakta bahwa penghakiman Allah adalah satu sumpah serapah mengindikasikan bahwa ini adalah satu perkara yang sangat serius. Gulungan kitab ini akan menjadi dasar penghakiman saksama Allah atas seluruh bumi.

D. Makna Pencurian

Ayat 3b dan 4b membicarakan mereka yang mencuri. Pencurian melambangkan dosa-dosa terhadap manusia, yang adalah hasil ketamakan. Pencurian adalah hasil dari ketamakan dan keinginan. Hari ini adalah zaman pencurian. Bisnis dan dagang termasuk pencurian. Setiap orang adalah tamak dan penuh keinginan. Rasul Paulus dapat memelihara Sepuluh Perintah, tetapi dia tidak dapat menggenapi perintah mengenai keinginan (Rm. 7:7-8).

E. Makna Bersumpah Palsu demi Nama Yehova

Zakharia 5 juga membicarakan mengenai mereka yang bersumpah palsu demi nama Yehova (ay. 3c, 4c). Sumpah palsu demi nama Yehova melambangkan dosa-dosa terhadap Allah, yang adalah hasil dari satu hubungan yang salah dengan Allah. Mereka yang bersumpah palsu dengan cara ini tidak jujur, setia, dan sungguh-sungguh dengan Allah. Mereka dapat menuntut untuk berbicara dan bertindak dalam nama Allah, tetapi tuntutan mereka adalah satu kepalsuan. Kepalsuan sedemikian sesungguhnya satu kejahatan terhadap Allah.

Hukum Taurat Allah diberikan kepada Musa ada dua bagian. Satu bagian memperhatikan hubungan antara manusia dan Allah, dan yang satunya memperhatikan hubungan antara manusia. Allah membutuhkan bahwa kita benar dengan-Nya dan juga benar dengan orang lain. Menjadi benar dalam cara ini adalah menjadi kebenaran. Mereka yang tidak benar dengan Allah dan manusia akan menderita penghakiman Allah.

F. Penghakiman Allah atas Dosa-dosa Mencapai Rumah Orang-orang Berdosa

dan Penginapan Mereka

Membicarakan penghakiman Allah, ayat 4 mengatakan, “Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya.” Dari sini kita nampak bahwa pelaksanan penghakiman atas dosa-dosa akan menjadai sangat serius dan sangat saksama.

VII. VISI SEBUAH GANTANG

Ayat 5 sampai 11 menggambarkan visi sebuah gantang, yang adalah bejana penakar, suatu wadah yang dapat menampung satu efa, digunakan untuk jual beli dalam bisnis.

A. Penampakan di Seluruh Negeri

“Tampillah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: Cobalah layangkan matamu dan lihatlah apa yang muncul itu! Lalu tanyaku: Apa itu? Jayabnya: Yang muncul itu sebuah gantang! Lagi katanya: Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri” (ay. 5-6). Persentase populasi dunia yang besar adalah sibuk dalam bisnis atau perdagangan. Penampakan bisnis tidak begitu baik; lebih-lebih, di seluruh negeri perdagangan kelihatannya memiliki satu penampakan yang baik. Tetapi seperti yang akan kita lihat, sesungguhnya perdagangan hari ini adalah keseluruhan kejahatan.

B. Seorang Perempuan Duduk di dalam

Sebuah Gantang

“Dan seorang perempuan duduk di dalamnya! Kemudian berkatalah ia: Itulah kefasikan!” (ay. 7b-8a). Ini mewahyukan bahwa perempuan yang duduk di dalam sebuah gatang melambangkan isi kefasikan dalam perdagangan, seperti ketamakan, penipuan, dan mengasihi mamon. Mengasihi uang dan mencoba untuk merogok uang dari kantong pembeli; pembeli juga mengasihi uang dan mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dengan harga murah, dengan demikian menghemat uangnya.

Visi dalam Zakharia 5 berhubungan dengan Babel Besar dalam Wahyu 18. Visi ini memperlihatkan kepada kita bahwa dipandangan Allah kefasikan dalam perdagangan adalah sejenis penyembahan berhala dan perzinahan. Bisnis adalah perempuan zina yang mendambakan untuk mendapatkan uang.

C. Dibantingnyalah Tutup Timah itu

ke Mulut Gantang

Dalam Zakharia 5:7 dan 8 kita nampak bahwa dibantingnyalah tutup itu, dibanting dengan keras, ke mulut gantang itu. Ini melambangkan pembatasan kefasikan dalam perdagangan oleh kedaulatan Allah. Kefasikan tersembunyi dan menyembunyikan dalam perdagangan internasional. Bila perdagangan, khususnya perdagangan internasional, dapat dibatasi, maka seluruh bumi akan kudus.

D. Tampil Dua Perempuan

“Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua perempuan (ay. 9a). Satu perempuan menjadi dua perempuan melambangkan pengaruh ganda sejak perdagangan ini bebas dari pembatasan.

E. Dua Perempuan Mengangkut Gantang itu

di antara Bumi dan Langit

Dua perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit (ay. 9b). Semuanya ini melambangkan laju kecepatan penyebaran kefasikan perdagangan.

F. Mendirikan sebuah Rumah bagi

Perempuan itu di Sinear

“Bertanyanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: Ke mana mereka membawa gantang itu? Jawabnya kepadaku: Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan” (ay. 10-11). Ini melambangkan bahwa kedaulatan Allah akan menyebabkan kefasikan dan bisnis, yang umat Israel pelajari dari Babel dalam penawanan mereka, kembali ke Babel (tanah Sinear). Biarlah kefasikan ini kembali ke Babel. Semua orang di antara umat Allah seharusnya jujur dan sederhana dalam penghidupannya.