← Daftar isi Zakharia · bab 2/15

VISI-VISI PENGHIBURAN DAN JANJI (1)

Pembacaan Alkitab: Za. 1:7-21

Dalam berita ini kita akan membahas dua visi penghiburan dan dorongan dalam 1:7-21. Kedua visi ini adalah penghiburan yang menguatkan dan janji yang manis mendorong bagi penderitaan Israel.

I. VISI-VISI SEORANG MANUSIA SEBAGAI MALAIKAT YEHOVA MENUNGGANGI KUDA MERAH DAN BERDIRI

DI ANTARA POHON-POHON MURAD DI DASAR JURANG

A. Seorang manusia

Ayat 8a mengatakan, ”Tadi malam aku mendapat penglihatan: nampak seorang yang menunggang kuda merah.” Seorang manusia ini adalah Kristus dalam keinsanian-Nya. Kepada Daniel, Manusia ini adalah sangat baik; terhadap Zakharia Dia sangat bersimpati.

B. Malaikat Yehova

Seorang manusia di sini adalah Malaikat Yehova (ay. 11a). Malaikat Yehova adalah Yehova sendiri sebagai Allah Tritunggal (Kel. 3:2a, 4-6, 13-15). Malaikat Yehova adalah juga Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal (Kol. 2:9) dan sebagai Sang utusan Allah (Yoh. 5:36-38; 6:38-39). Malaikat Yehova adalah juga Malaikat Allah yang menemani dan menjaga Israel pada perjalanan mereka dari Mesir ke tanah yang dijanjikan (Kel. 23:20; 32:34; Hak. 6:19-24; Yes. 63:9).

C. Menunggangi Kuda Merah

Manusia dalam visi ini menunggangi kuda merah (Za. 1:8a). Dalam Wahyu 6 kuda merah menandakan peperangan, yang selalu melibatkan pencurahan darah, tetapi kuda merah di sini menandakan pergerakkan cepat Kristus dalam penebusan-Nya melalui mencurahkan darah-Nya.

D. Pohon-pohon Murad

Ayat 8b mengatakan, “Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang.” Pohon-pohon murad ini menandakan kehinaan umat Israel di dalam penawanan.

E. Berdiri di antara Pohon-pohon Murad

di Dasar Jurang

Sebagai Kristus yang menunggangi kuda merah, Dia berdiri di antara pohon-pohon murad yang ada di dasar jurang. Ini berarti bahwa Dia tetap tinggal dengan kuat di antara penawanan Israel di bagian terendah dalam kehinaan mereka. Kristus siap untuk melakukan segala hal untuk mempercepat mereka. Kristus, Yang ada di atas kuda merah, adalah pelindung yang memelihara mereka dalam penawanannya.

F. Di belakang Malaikat Yehova, ada Kuda-kuda

yang Merah, Merah Jambu, dan Putih

“Di belakang Dia ada kuda-kuda yang merah, merah jambu dan putih” (ay. 8c). Kristus menunggangi kuda merah, dan yang mengikuti-Nya ada tiga kuda dengan warna yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa penebusan Kristus (kuda merah) memimpin Israel bertobat (kuda merah jambu) dibenarkan dan diterima oleh Allah secara cepat (kuda putih). Meskipun mereka umat tebusan Allah (kuda merah), sebagai kuda merah jambu mengacukan, mereka tidak murni tetapi satu pecampuran. Kata kemerah-merahan menunjukkan penebusan, dan kata coklat menunjukkan satu pecampuran. Akhirnya, seperti dilambangkan oleh kuda putih, ketika umat tebusan Allah menghampiri Allah dan ditanggulangi, mereka akan dibenarkan.

Visi kuda ini menggambarkan situasi Israel dalam penawanannya. Di mata Allah, Kristus sang Penebus, ada bersama mereka mengambil pimpinan, dan mereka, umat tebusan Allah, mengikuti-Nya. Karena mereka sebagai umat tebusan Allah, mereka nampak penglihatan pertama yaitu kuda merah. Tetapi karena mereka tidak murni, mereka juga dilambangkan oleh kuda merah jambu. Mereka perlu mengontak Allah dan ditanggulangi oleh Dia supaya di dapatkan Allah dan dibenarkan oleh Dia dan karena itu menjadi mereka yang dilambangkan oleh kuda putih. Sejak mereka bertobat, mereka akan dengan segera diterima Allah dan dibenarkan oleh Dia.

G. Kuda-kuda yang Merah, Merah Jambu, dan Putih

telah Diutus Yehova untuk Menjelajahi Bumi

“Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku? Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semua ini! Orang yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu mulai berbicara, katanya: Inilah mereka semua yang diutus TUHAN untuk menjelajahi bumi! Berbicaralah mereka kepada Malaikat TUHAN yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu, katanya: Kami telah menjelajahi bumi, dan sesungguhnya seluruh bumi itu tenang dan aman” (ay. 9-11). Di sini kita nampak bahwa kuda-kuda yang merah, merah jambu, dan putih, menandakan di antara umat Israel yang telah ditebus dan dibawa kembali kepada Allah untuk dibenarkan dan diterimanya, telah diutus Yehova untuk menjelajahi bumi; dan mereka menjawab Malaikat Yehova yang berdiri di antara pohon-pohon murad bahwa mereka telah menjelajahi bumi dan telah melihat bahwa seluruh bumi tenang dan aman.

Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa tambahan kepada Kristus, yang telah diutus sebagai Penebus untuk menjaga Israel dalam penawanan mereka, yang lainnya telah diutus Allah untuk menjelajahi bumi untuk melihat situasi bangsa-bangsa. Seperti yang diacukan oleh pergerakkan kuda-kuda itu, umat Allah yang ditawan tidak tenang dan tanpa kedamaian, perhentian, dan menikmati kehidupan. Sebaliknya, bangsa-bangsa tenang dan aman. Ini menunjukkan bahwa, di mata Allah, semua bangsa sekeliling Israel pada waktu itu tenang menikmati kehidupan mereka dalam damai dan aman sedangkan umat Allah menderita.

H. Malaikat Yehova Berdoa Syafaat

Dalam ayat 12 kita nampak bahwa Malaikat Yehova berdoa syafaat bagi Israel. “Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu?”

I. Yehova Menjawab Malaikat

yang Berbicara dengan Zakharia

Dalam ayat 13 sampai 17 kita memiliki jawaban Yehova untuk doa syafaat Kristus bagi Israel. Yehova menjawab malaikat yang berbicara kepada Zakharia dengan perkataan yang baik, dengan kata-kata yang menghibur, dan malaikat itu berkata kepadanya, “Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion” (ay. 14). Karena bangsa-bangsa duduk dengan damai sedangkan Yerusalem dalam keadaan bermasalah, Yehova sangat cemburu bagi Yerusalem. Dia sangat marah kepada bangsa-bangsa, yang merasa dirinya aman (ay. 15a). Dia hanya marah sedikit kepada Israel, tetapi bangsa-bangsa menanggulangi Israel berlebihan (ay. 15b).

Ayat 16 selanjutnya berkata, “Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.” Mengukur adalah untuk memiliki. Yehova bermaksud merentangkan tali mengukur di atas Yerusalem berarti bahwa Dia akan memiliki kota ini. Selama tujuh puluh tahun Yerusalem diserahkan oleh Allah. Sekarang Dia datang lagi untuk memiliki kembali kota itu, sehingga Dia mengutus seseorang untuk mengukurnya. Dalam ayat 17 Yehova selanjutnya mengatakan, “Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghibur Sion dan akan memulihkan Yerusalem pula.” Inilah cara doa Kristus bagi Israel yang dijawab oleh Allah.

II. VISI EMPAT TANDUK DAN EMPAT TUKANG BESI

Dalam ayat 18 sampai 21 kita memiliki visi empat tanduk dan empat tukang besi.

A. Jawaban Doa Syafaat Kristus

Visi ini adalah jawaban doa syafaat Kristus bagi Sion dan Yerusalem (ay. 12-17).

B. Empat Tanduk

“Aku melayangkan mataku dan melihat: empat tanduk. Lalu aku bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: Apakah Arti semuanya ini? Maka ia menjawab aku: Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, Israel dan Yerusalem” (ay. 18-19). Empat tanduk ini adalah empat kerajaan dengan raja-rajanya---Babel, Media-Persia, Yunani, dan Kekaisaran Romawi---dilambangkan oleh patung besar dalam Daniel 2 dan oleh empat binatang dalam Daniel 7:3-8, yang merusak dan menghancurkan umat pilihan Allah.

C. Empat Tukang Besi

“Kemudian TUHAN memperlihatkan kepadaku empat tukang besi. Lalu aku bertanya: Orang-orang ini datang untuk melakukan apa? Maka ia menjawab: Inipun adalah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, sehingga tidak seorangpun berani mengangkat kepalanya. Dan semuanya ini datang untuk mengejutkan mereka, yakni untuk menghempaskan tanduk bangsa-bangsa yang telah mengangkat tanduk terhadap Yehuda hendak menyerakkannya” (ay. 20-21). Empat tukang besi ini adalah orang-orang yang terampil, termasuk batu yang tanpa perbuatan tangan manusia, digunakan oleh Allah untuk menghancurkan empat kerajaan, dengan raja-rajanya, yang telah menghancurkan bangsa Israel. Kristus adalah Dia yang di antara tukang-tukang besi itu yang akan datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia untuk meremukkan patung besar itu.

Tiga kerajaan pertama---Babel, Media-Persia, dan Yunani---dialihkan dengan cara yang mahir oleh kerajaan yang berikutnya. Babel dihancurkan dalam satu malam ketika Darius orang Media datang dan menghancurkan Belsyazar. Betapa mahirnya Darius! Kemudian, seperti Daniel 8 wahyukan, kambing jantan dari Makedonia (Kekaisaran Yunani di bawah Aleksander Agung) datang untuk menginjak-nginjak domba jantan Persia. Sejarah memberitahu kita bahwa Aleksander Agung adalah sangat mahir. Dia adalah seorang tukang yang membereskan empat tanduk. Selanjutnya Kekaisaran Romawi datang untuk membereskan Yunani. Empat kekaisaran ini adalah faktor inti sejarah manusia. Akhirnya, Kekaisaran Romawi yang dipulihkan akan diremukkan sampai hancur oleh Kristus sebagai Tukang yang unggul.

Empat kekaisaran merusak dan menghancurkan Israel. Tetapi mereka semua harus atau, dalam kasus Kekaisaran Romawi yang dipulihkan, akan dihancurkan oleh empat tukang besi yang dibangunkan oleh Allah. Ini adalah firman janji yang menghibur dan mendorong.