← Daftar isi 2 Korintus (2) · bab 3/20

MEMANDANG DAN MEMANTULKAN KEMULIAAN TUHAN DENGAN MUKA

YANG TIDAK BERSELUBUNG,

KARENA KEMULIAAN ITU

DATANGNYA DARI TUHAN ROH,

MAKA KITA SEDANG DIUBAH

MENJADI SERUPA

DENGAN GAMBARNYA,

DARI KEMULIAAN KE KEMULIAAN

(1)

Pembacaan Alkitab: 2Kor. 3:16-18

BERBAGAI ASPEK DARI TELADAN

Dalam berita-berita sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa Paulus adalah satu teladan dari orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Dalam 2Korintus teladan ini diwahyukan dalam berbagai aspek. Kita telah membahas empat teladan dari aspek-aspek ini. Pertama, orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja tidak bersandar kepada dirinya sendiri, tetapi bersandar kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Paulus menunjukkan aspek ini dalam 2Korintus 1:9: “Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” Perkara-perkara yang berhubungan dengan aspek ini adalah perkara-perkara tentang berperilaku bukan oleh hikmat duniawi, melainkan dalam kasih karunia Allah, dan tentang menjadi satu dengan Kristus Allah yang setia yang tidak berubah. Dalam 1:12 Paulus berkata, “Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan anugerah (kasih karunia) Allah.” Dalam 2Korintus 1:18 Paulus mengatakan bahwa Allah itu setia; dalam ayat 19, ia mengatakan bahwa di dalam Kristus hanya ada ya; dan dalam ayat 20, bahwa “Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah.” Karena itu, kita mengatakan inilah Kristus Allah yang setia yang tidak berubah.

Aspek yang kedua melibatkan dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditaklukkan, dan dipimpin untuk menyebarkan keharuman Kristus. Paulus membicarakan mengenai perkara-perkara ini dalam 2Korintus 1:21-22 dan 2:14-16.

Dalam 2Korintus 3:3-6 Paulus sampai kepada aspek yang ketiga dari teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Aspek ini adalah bahwa kita adalah layak dengan Kristus sebagai abjad rohani untuk menulis surat-surat yang hidup dengan Roh pemberi hayat dari Allah yang hidup. Aspek yang keempat dari teladan ini adalah memancarkan kemuliaan dari perjanjian yang baru (3:7-11), dan aspek yang kelima, yang akan kita lihat dalam berita ini dan dalam berita selanjutnya adalah memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan.

Saya mengapresiasi berbagai aspek dari Paulus sebagai teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus dan para rasul lainnya menempuh satu kehidupan yang di dalamnya mereka tidak menaruh kepercayaan kepada diri mereka sendiri. Sebaliknya, kepercayaan mereka mutlak bertumpu pada Allah kebangkitan. Mereka tidak berperilaku dalam hikmat daging, melainkan dalam kasih karunia Allah. Mereka juga menjadi satu dengan Kristus yang tidak berubah dari Allah yang setia, yaitu mereka menjadi satu dengan Kristus yang adalah “Ya”. Selain itu, mereka dilekatkan kepada Dia yang diurapi Allah, mereka diurapi Allah dan dimeteraikan. Sebagai orang-orang yang telah dilekatkan kepada Dia yang diurapi ini, mereka juga ditawan, ditaklukkan, dan dipimpin oleh Allah untuk merayakan kemenangan Kristus. Sewaktu tawanan-tawanan ini pawai di dalam perarakan kemenangan Kristus, mereka menyebarkan keharuman Kristus ke mana saja mereka pergi. Sebenarnya perjalanan ministri rasul-rasul itu bukanlah perjalanan yang biasa; itu adalah satu perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus di alam semesta ini.

Paulus dan sekerja-sekerjanya juga layak dengan Kristus sebagai abjad surgawi untuk menulis surat-surat Kristus yang hidup, dengan Kristus, dan bagi Kristus. “Tinta” yang dipakai dalam menulis surat-surat ini adalah Roh pemberi hayat dari Allah yang hidup. Para rasul menuliskan Kristus ke dalam orang-orang kudus dan dengan cara ini menulis surat-surat yang hidup dengan Roh itu sebagai tintanya. Hasilnya, orang-orang kudus menjadi surat-surat Kristus yang hidup untuk dibaca oleh orang lain.

Selain itu, Paulus dan sekerja-sekerjanya memancarkan Kristus yang telah dimuliakan dan bangkit. Dalam hidup mereka, Kristus yang mekar, yaitu Kristus dalam kebangkitan, dapat dilihat. Mereka memancarkan Kristus yang adalah Roh pemberi hayat. Pada mereka ada cahaya yang demikian, kemuliaan yang demikian.

DIUBAH SETIAP HARI

Setiap hari dan bahkan setiap jam, mereka juga berada di dalam proses pengubahan ke dalam gambar yang sama, yaitu gambar Kristus yang telah dimuliakan. “Tetapi kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan.” Pengubahan ini bukan terjadi sekali untuk selamanya, ini adalah perkara yang berkembang secara perlahan-lahan. Para rasul diubah dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan lainnya, mereka diubah dari kemuliaan ke kemuliaan, karena itu datangnya dari Tuhan Roh.

Kata “karena itu datangnya dari” dalam 3:18 menyatakan bahwa para rasul sedang diubah dari kemuliaan ke kemuliaan adalah dari Tuhan Roh. Mereka sedang diubah menjadi serupa dengan gambar Tuhan adalah dari Tuhan Roh.

Menurut Surat 2Korintus, teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja mencakup aspek pengubahan setiap hari. Siapa pun yang memperhidupkan Kristus bagi gereja pasti adalah orang yang setiap hari diubah. Jika kita tidak berada di dalam proses pengubahan ini, maka ada sesuatu yang tidak beres dengan kita di dalam kehidupan kristiani kita. Hari demi hari kita perlu diubah.

PROSES METABOLIK

Kata diubah adalah satu kata yang baik, namun kata ini kurang menyampaikan makna yang penuh dari bahasa Yunaninya. Menurut bahasa aslinya, kata “diubah” di sini lebih baik diterjemahkan “ditransformasi”.

Kita perlu mengenal perbedaan antara diubah (secara umum) dengan ditransformasi. Transformasi melibatkan proses metabolisme. Namun, sesuatu dapat diubah tanpa dipengaruhi secara metabolik. Banyak hal dapat diubah secara luaran tanpa transformasi metabolik yang di dalam.

Dalam proses metabolisme ada satu unsur baru yang disuplaikan kepada satu organisme. Unsur yang baru ini menggantikan unsur yang lama dan membuatnya terbuang. Karena itu, sewaktu proses metabolisme ini berlangsung di dalam satu organisme yang hidup, sesuatu yang baru dihasilkan di dalamnya untuk menggantikan unsur yang lama yang akan dibuang. Karena itu, metabolisme meliputi tiga hal: pertama, penyuplaian satu unsur yang baru; kedua, penggantian unsur yang lama dengan unsur yang baru; dan ketiga, pengeluaran atau penyingkiran unsur yang lama supaya sesuatu yang baru dapat dihasilkan.

Pencernaan dan asimilasi makanan yang kita makan berkaitan dengan metabolisme. Pertama-tama makanan dibawa ke dalam lambung kita. Kemudian makanan itu dicerna secara metabolik untuk menyuplai diri kita supaya unsur-unsur yang baru dapat ditambahkan guna menggantikan yang lama dan sel-sel yang baru dapat dibentuk. Melalui proses metabolisme ini kita bertumbuh dan dikuatkan. Juga melalui metabolisme yang tepat ini kita dapat disembuhkan dari penyakit-penyakit tertentu. Secara konstan di dalam tubuh jasmani kita terjadi kesembuhan melalui proses metabolisme ini. Kesembuhan ini bukan disebabkan oleh obat yang diberikan oleh dokter; ini adalah kesembuhan yang disebabkan oleh fungsi yang tepat dari tubuh itu sendiri. Setiap hari oleh proses metabolisme ini kita dapat mengalami kesembuhan.

Saya ingin menekankan fakta bahwa transformasi adalah satu proses metabolik, satu perubahan metabolik. Kita dapat mendefinisikan transformasi ini sebagai metabolisme rohani. Mengenai hal ini, saya mengapresiasi perhatian Paulus dalam memilih kata-kata. Paulus, penulis yang menakjubkan ini, selalu tepat dalam pilihan kata-katanya. Dalam 3:18 ia dengan penuh pertimbangan memilih satu kata Yunani yang paling baik diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan kata ditransformasi.

KEMULIAAN TUHAN

Kita telah menunjukkan bahwa transformasi ini melibatkan metabolisme dan metabolisme itu mencakup penyuplaian unsur-unsur yang baru untuk menggantikan unsur-unsur yang lama. Sekarang kita harus bertanya, di dalam konsepsi Paulus, apakah unsur baru yang disuplaikan kepada kita sewaktu kita mengalami transformasi ini? Menurut pemahaman Paulus, unsur yang baru ini adalah kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan sebenarnya adalah Kristus yang bangkit. Kita telah melihat bahwa kemuliaan Tuhan dalam 2Korintus 3:18 adalah kemuliaan Tuhan Yesus sebagai Dia yang telah bangkit dan naik, Dia yang adalah Allah dan manusia dan yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit yang berhuni di dalam roh kita. Betapa kayanya Kristus yang bangkit ini! Kristus yang bangkit dengan semua kekayaan-Nya ini adalah unsur baru yang ditambahkan kepada kita bagi transformasi kita. Unsur ini, yaitu Kristus yang bangkit dengan semua kekayaan-Nya, adalah kemuliaan Tuhan. Ini bukan hanya daging dari firman itu, bahkan adalah daging pilihan.

Kata ditransformasi menyiratkan suplai Kristus yang kaya yang tidak terduga. Bila kita menerima suplai ini, maka suplai ini akan menggantikan unsur usang di dalam kita dan membuatnya dikeluarkan dan disingkirkan. Hasilnya, sesuatu yang baru akan terbentuk di dalam kita, sama seperti sel-sel dan jaringan-jaringan baru yang dihasilkan di dalam tubuh kita melalui proses metabolisme. Inilah konsepsi Paulus tentang transformasi dalam 3:18. Kalau tidak demikian, Paulus tidak akan mengatakan bahwa kita sedang ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan, dari Tuhan Roh. Kita sedang ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan, yaitu, dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan lainnya.

DARI TUHAN ROH KEPADA TUHAN ROH

Selama bertahun-tahun saya telah berusaha untuk memahami frase “dari kemuliaan ke kemuliaan” yang dipakai dalam 3:18. Saya telah memeriksa sejumlah buku, tetapi saya gagal menemukan penjelasan yang memuaskan. Kita tidak boleh menganggap perkara ini memang seharusnya demikian atau menganggap kita telah memahaminya. Apakah yang dimaksud kemuliaan di sini, dan apakah arti “dari kemuliaan ke kemuliaan”? Dari kemuliaan ke kemuliaan berarti dari Tuhan Roh kepada Tuhan Roh. Setelah ada Tuhan Roh ditambah lagi Tuhan Roh. Ini berarti bahwa Tuhan Roh sebagai suplai yang kaya ditambahkan ke dalam diri kita secara berkesinambungan.

Kita dapat memakai ilustrasi makan untuk memahami penambahan Tuhan Roh yang berkesinambungan ke dalam kita. Misalnya Anda diundang untuk tinggal bersama satu keluarga yang suka makan ayam. Hari demi hari mereka menyajikan santapan yang mengandung ayam. Dalam makanan Anda selalu ada ayam. Akhirnya, dengan makan begitu banyak ayam, Anda akan disusun dengan unsur ayam. Unsur ini akan meresapi jaringan-jaringan dan sel-sel Anda. Di satu arti, tubuh jasmani Anda akan ditransformasi menjadi daging ayam. Hari demi hari dan jam demi jam, Kristus, “ayam surgawi” ini, ditambahkan kepada kita, dan kita sedang ditransformasi ke dalam gambar-Nya. Transformasi ini adalah dari kemuliaan ke kemuliaan, yaitu dari Tuhan Roh kepada Tuhan Roh.

KESAKSIAN TENTANG TRANSFORMASI

Dalam berita sebelumnya saya telah menunjukkan bahwa para orang tua dari anak-anak muda di dalam gereja bisa saja membaca Kristus yang telah dituliskan ke dalam anak-anak mereka. Setelah berita itu disampaikan, banyak yang bersaksi bahwa setiap kali mereka mengunjungi orang tua mereka, orang tua mereka membaca mereka, menaruh perhatian kepada perubahan di dalam mereka karena mereka telah memiliki Kristus yang dituliskan ke dalam mereka. Saya percaya bahwa pada akhirnya, beberapa dari para orang tua itu akan memberikan kesaksian di mana mereka mengatakan sesuatu seperti ini: “Dulu ketika anak perempuan kami masuk ke dalam kehidupan gereja, kami menentangnya. Tetapi ketika ia pulang mengunjungi kami, kami menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. Setiap kali ia datang menengok kami, kami memperhatikan ada perubahan hidup yang semakin besar. Bagi kami perubahan itu ajaib. Akhirnya, setelah ia mengunjungi kami beberapa kali, kami tidak dapat lagi menentang apa yang telah terjadi padanya. Kami tunduk, dan sekarang kami ada di sini di dalam sidang menyaksikan bahwa kami telah membaca Kristus yang telah tertulis di dalam anak perempuan kami.” Jika para orang tua dari anak-anak muda ini memiliki pemahaman yang memadai, maka mereka bukan hanya akan mengatakan perubahan, melainkan mengatakan tentang transformasi. Mereka akan berkata, “Kami sadar bahwa selama bertahun-tahun anak perempuan kami telah mengalami transformasi. Ia ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan, dari Tuhan Roh kepada Tuhan Roh.”

Dalam salah satu berita dari berita-berita sebelumnya kita telah mengatakan bahwa kemuliaan dalam 3:18 ini adalah Kristus yang mekar dalam kebangkitan. Kita meng-gambarkan kemuliaan ini dengan mengacu kepada mekarnya bunga anyelir. Kebangkitan Kristus adalah mekarnya Dia. Kristus yang mekar ini, Kristus yang bangkit ini, adalah kemuliaan. Sekarang kita berada di dalam proses ditransformasi dari satu kemuliaan ke kemuliaan lainnya. Kemuliaan ini adalah suplai kita hari demi hari. Inilah sebabnya hal ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan ini jauh melampaui perbaikan perilaku lahiriah berdasarkan ajaran agama atau etika.

TEMBAGA ATAU EMAS

Kong Hu Cu sering mengatakan mengenai etika. Pengajaran etika dari Kong Hu Cu ini dapat dibandingkan dengan tembaga, tetapi apa yang diwahyukan Alkitab mengenai kehidupan Kristen dapat dibandingkan dengan emas. Kadang-kadang dalam penampilannya tembaga dapat dibuat menjadi serupa dengan emas. Inilah sebabnya orang-orang dapat memalsukan emas dengan memakai tembaga, sama seperti mereka memalsukan anggur dengan air.

Beberapa misionaris yang pergi ke China tidak dapat membedakan pengajaran etika dari Kong Hu Cu dengan pengajaran Alkitab mengenai kehidupan orang Kristen.

Saya dengar ada misionaris yang mengatakan bahwa apa yang diajarkan Alkitab sebenarnya sama dengan apa yang ditulis dalam buku Kong Hu Cu. Jika benar demikian, lalu mengapa orang-orang China perlu Alkitab, mengingat mereka telah memiliki tulisan-tulisan Kong Hu Cu? Lalu untuk apa, para misionaris pergi ke China mengajarkan etika? Dalam Efesus 5 Paulus membicarakan tentang istri harus taat kepada suaminya. Tetapi Kong Hu Cu mengajarkan bahwa perempuan memiliki tiga ketaatan: pertama kepada ayahnya, lalu kepada suaminya, dan kemudian bila suaminya meninggal, kepada putranya. Kelihatannya Kong Hu Cu mengajarkan lebih banyak hal daripada Alkitab. Tetapi, saya tidak peduli berapa banyak perkataan tentang ketaatan; saya mempertanyakan substansi ketaatan itu. Ketaatan “tembaga” atau ketaatan “emas”? Ketaatan yang diajarkan oleh Paulus dalam Efesus 5 adalah emas, sedangkan ketaatan tiga ganda yang diajarkan oleh Kong Hu Cu adalah tembaga. Apakah Anda menginginkan ketaatan emas atau tembaga? Tentu saja, kita semua lebih suka emas.

Jika kita tidak memiliki Alkitab, saya tentu akan memustikakan karya-karya Kong Hu Cu. Tetapi puji Tuhan karena kita memiliki Alkitab dan bahwa Alkitab ini penuh dengan emas! Sewaktu saya membaca Alkitab, saya ingin memperoleh lebih banyak emas dan melupakan tembaga dari pengajaran etika mengenai perbaikan perilaku kita. Di dalam pemulihan Tuhan, kita tidak mengajar orang lain sekadar memperbaiki perilaku mereka secara lahiriah. Pengajaran semacam itu hanya bisa membantu orang-orang kudus memoles tembaga mereka dan membuatnya bercahaya lebih terang lagi. Kita di sini bukan untuk pengajaran agama atau pengajaran etika semacam itu. Dalam pemulihan, kita mengganti tembaga kita dengan emas. Semakin banyak kita menerima suplai Tuhan, semakin banyak tembaga kita yang diganti dengan emas.

Hari ini banyak dari antara kita merupakan percampuran antara tembaga dengan emas. Beberapa orang mungkin emasnya dua puluh lima persen dan tembaganya tujuh puluh lima persen. Tetapi tidak peduli berapa persen tembaga dan emas yang ada saat ini, secara perlahan-lahan persentase tembaga akan berkurang dan persentase emas akan bertambah. Emas sedang ditambahkan ke dalam kita untuk menggantikan dan membuang tembaga.

Mari kita mengambil contoh seorang muda yang berada dalam kehidupan gereja yang patuh dan taat kepada orang tuanya. Ia adalah seorang yang berperilaku baik. Meskipun demikian, kita perlu mengajukan satu pertanyaan penting kepadanya: kepatuhan dan ketaatan ini tembaga atau emas? Apakah hal itu berasal dari sekadar usaha untuk berperilaku dengan tepat sebagai seorang manusia, atau dari melatih roh yang telah dilahirkan kembali untuk memperhidupkan Roh yang menghuninya? Mungkin perilakunya yang baik, kepatuhan, dan ketaatannya itu, semuanya berasal dari dirinya sendiri. Jika demikian, ia adalah anak laki-laki “tembaga”. Kepatuhannya, ketaatannya, dan bahkan kasihnya semuanya adalah tembaga. Tembaga tidaklah mulia, karena itu bukanlah Kristus yang bangkit. Perilakunya mungkin sangat baik, tetapi tidak mulia.

MENGALAMI TRANSFORMASI

Apa yang harus kita lakukan bila kita sadar bahwa perilaku kita adalah tembaga, bukan emas? Kita harus datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berkata kepada-Nya, “Tuhan, sekarang aku memperoleh wahyu ini. Aku telah nampak apa adanya diri-Mu dan apa adanya diriku. Aku hanya bisa menjadi tembaga yang mengkilap. Tetapi, Tuhan, Engkau adalah emas. Bila aku membandingkan diriku dengan Engkau sebagai emas, aku membenci perilaku tembagaku. Aku benci kepatuhanku, ketaatanku, dan kasihku sendiri. Tuhan, aku perlu Engkau menjadi kepatuhanku. Tuhan, aku ingin mengalami Engkau sebagai ketaatan dan kasihku. Tuhan, jika Engkau tidak mengasihi di dalamku, aku juga tidak mau mengasihi. Tuhan, aku tidak mau melakukan apa-apa tanpa diri-Mu. Tuhan, Engkau hidup di dalamku. Masuklah, gantilah tembagaku dengan emas-Mu. O, Tuhan Yesus, gantilah aku!” Kemudian, sepanjang hari kita harus mengontak Tuhan dengan berseru kepada-Nya dan membiarkan Dia menggantikan kita dengan diri-Nya sendiri. Secara perlahan-lahan, kita akan mengalami Tuhan hidup di dalam kita. Kita akan sadar bahwa perilaku kita tidak lagi berasal dari diri kita sendiri, melainkan Kristus yang bangkit itu sendiri. Inilah kemuliaan.

Jika kita mempraktekkan hal ini hari demi hari, kita akan ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan. Selain itu, orang lain akan memperhatikan perbedaan di dalam kita. Mereka akan melihat satu perbedaan di dalam kepatuhan, ketaatan, dan kasih kita. Ya, kita memang patuh, tetapi kepatuhan ini berbeda sifatnya. Sebelumnya, perilaku kita adalah tembaga; sekarang adalah emas. Karena perilaku ini adalah emas, maka jauh lebih cemerlang daripada sebelumnya, bahkan mulia.

Saya harap kita semua akan melihat perbedaan antara tembaga dengan emas. Dulu kita beralih dari tembaga ke tembaga, tetapi sekarang kita ditransformasi dari emas ke emas, yaitu dari kemuliaan ke kemuliaan. Selama bertahun-tahun saya sering mengatakan kepada diri saya sendiri, “Kamu masih merupakan percampuran antara tembaga dan emas.” Namun, saya dapat bersaksi bahwa tembaga itu terus berkurang dan emasnya terus bertambah.

MAKNA TRANSFORMASI

Kita semua perlu terkesan dengan apa yang dimaksud dengan ditransformasi. Ditransformasi adalah Kristus ditambahkan ke dalam diri kita untuk menggantikan apa adanya kita supaya Kristus dapat bertambah dan hayat alamiah kita dapat berkurang. Sewaktu proses transformasi ini terjadi di dalam kita, unsur yang lama dari alamiah kita disingkirkan, dan kemuliaan, Kristus yang mekar, yaitu Kristus yang bangkit sebagai Roh pemberi hayat, ditambahkan ke dalam kita untuk menggantikan unsur alamiah ini. Hari ini berbeda dengan kemarin, dan besok akan berbeda dengan hari ini, karena setiap hari unsur alamiah kita berkurang dan unsur Kristus bertambah. Inilah yang dimaksud dengan ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan.

Saya tidak memperoleh pemahaman tentang transformasi ini hanya dari membaca buku-buku. Tidak ada satu pun dari buku-buku yang telah saya baca membantu saya memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang “dari kemuliaan ke kemuliaan”. Dari tahun ke tahun, saya telah belajar dari pengalaman saya sendiri dan dari penyelidikan saya dalam kehidupan gereja apa yang dimaksud dengan ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan. Tahun 1960-an, saya tidak dapat menyampaikan satu berita seperti ini. Pada waktu itu saya masih belum memiliki pemahaman yang jelas mengenai ungkapan Paulus “dari kemuliaan ke kemuliaan”. Sekarang saya nampak bahwa kemuliaan di sini adalah Kristus yang mekar, yaitu Kristus dalam kebangkitan. Lagi pula, Kristus ini sebagai kemuliaan adalah Roh pemberi hayat. Karena itu dari pengalaman dan penyelidikan saya, saya dapat bersaksi bahwa kemuliaan dalam 3:18 ini sebenarnya adalah Roh pemberi hayat.

Semakin kita hidup dan berjalan di dalam Roh pemberi hayat ini, semakin banyak kemuliaan ditambahkan ke dalam diri kita. Karena itu, kita memperhidupkan kemuliaan ke kemuliaan. Kita sedang ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan, yaitu, dari Tuhan Roh kepada Tuhan Roh. Inilah pengalaman dari setiap orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus adalah teladan dari kehidupan semacam ini, dan ini adalah pengalamannya.