KRISTUS DALAM KEKEKALAN
Pembacaan Alkitab
Why. 20:11-12, 15; 2 Ptr. 3:10; Why. 21:1-2; Yoh. 1:29; Mzm. 46:5; Yeh. 47:5-9;
Yoh. 7:38; 6:35, 57; Why. 2:7; 22:14, 19; 21:9; 22:17.
Garis Besar
I. Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru
A. Allah Penebus
B. Sungai air hayat
C. Pohon hayat
II. Roh itu dan mempelai perempuan
Pada akhir kerajaan seribu tahun Satan akan dilemparkan ke dalam telaga api untuk dibakar selamanya. Kemudian, Kristus akan duduk di takhta putih yang besar untuk menghakimi orang-orang tidak percaya yang telah mati dari sepanjang jaman. Di dalam Wahyu 20, Yohanes menulis, "Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab yang lain yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu...Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu" (ay. 11-12, 15).
Setelah penghakiman ini, langit lama dan bumi lama akan berlalu dan kekekalan akan dimulai dengan suatu langit baru dan bumi baru (2 Ptr. 3:10; Why. 21:1). Pada saat itu, Kristus akan telah melenyapkan setiap perkara negatif di alam semesta termasuk Satan, pengikut-pengikutnya, dan dunia. Lalu tujuan dari segala zaman akan sudah digenapi. Melalui pekerjaan Kristus, manusia akan sepenuhnya ditebus, ditransformasi, dimuliakan, dan dibangunkan menjadi ekspresi Allah Tritunggal yang korporat. Itulah Kristus! Betapa penggenapan yang menakjubkan!
I. YERUSALEM BARU DI DALAM LANGIT BARU DAN BUMI BARU
Di dalam kekekalan, Kristus akan meneruskan memerintah, memberi makan, dan menyuplai umatNya. Yang lama akan berlalu. Langit baru dan bumi baru akan datang dan Yerusalem Baru akan turun dari langit dari Allah. Yerusalem Baru bukanlah suatu kota fisik; melainkan melambangkan apa adanya Allah kepada umatNya dan bagaimana umatNya akan dibaurkan sepenuhnya dengan Dia. Di pusat kota simbolis ini ada takhta Allah dan Domba, yang darinya mengalir keluar sebuah sungai air hayat.
A. Allah Penebus
Di dalam Yerusalem Baru kita masih akan mengenal Kristus sebagai Allah penebus kita. Di dalam Wahyu 22:1 kita melihat takhta Allah dan Domba. Hanya ada satu takhta karena Allah di dalam Domba dan Domba di dalam Allah. Domba ini adalah Allah penebus. Karena manusia jatuh, Allah pencipta menjadi manusia (Yoh. 1:1, 14), dan manusia ini disebut Domba Allah (Yoh. 1:29). Allah pencipta menjadi Allah penebus untuk menghapus dosa-dosa dunia. Puji Tuhan karena kita telah diselamatkan oleh Allah penebus! Kita dikutuk untuk masuk ke dalam telaga api yang kekal; tetapi sebaliknya, selamanya kita akan berterima kasih kepada "Domba-Allah" karena Dia telah menyelamatkan kita. Kita akan mempunyai kenangan kekal atas penebusanNya yang besar. Puji "Domba-Allah!"
B. Sungai Air Hayat
Jangan mengira bahwa di dalam kekekalan Allah hanya duduk saja di takhta. Dari takhta mengalir keluar sungai air hayat. Dengan sungai ini, Allah akan terus mendispensikan DiriNya ke dalam kita untuk kenikmatan kekal kita.
Sungai ini, seperti yang dilambangkan oleh sungai-sungai di dalam Kejadian 2:10-14, Mazmur 46:5, dan Yehezkiel 45:5-9, menandakan kelimpahan hayat dalam alirannya. Itu adalah satu sungai, mengalir melalui empat arah dari kota kudus seperti empat cabang dari satu sungai di dalam Kejadian 2:10-14. Sungai yang satu ini dengan kelimpahannya menjadi banyak sungai di dalam pengalaman kita, seperti yang diindikasikan di dalam Yohanes 7:38.
Air hayat adalah lambang dari Allah dalam Kristus sebagai Roh mengalirkan DiriNya ke dalam umat tebusanNya untuk menjadi hayat dan suplai hayat mereka. Itu digambarkan oleh air yang keluar dari batu yang terbelah (Kel. 17:6; Bil. 20:11) dan dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari lambung Tuhan Yesus yang tertikam (Yoh. 19:34). Di sini, air hayat ini menjadi sebuah sungai, mengalir keluar dari takhta Allah dan Domba untuk menyuplai dan menjenuhi seluruh Yerusalem Baru. Maka, kota tersebut akan dipenuhi dengan hayat ilahi untuk mengekspresikan Allah dalam kemuliaan hayatNya.
C. Pohon Hayat
Wahyu 22:2 berkata, "Dan di seberang-menyeberang sungai itu ada pohon hayat." Satu pohon hayat ini yang tumbuh pada kedua sisi sungai itu menandakan bahwa pohon hayat adalah pohon anggur, menjalar dan terus merambat bersama aliran air hayat untuk diterima dan dinikmati umat Allah. Ini menggenapi, untuk selamanya, apa yang Allah maksudkan sejak semula (Kej. 2:9). Pohon hayat tertutup bagi manusia karena kejatuhannya (Kej. 3:22-24), tetapi terbuka bagi kaum imani melalui penebus Kristus (Ibr. 10:19-20). Hari ini kenikmatan akan Kristus sebagai pohon hayat adalah bagian kaum imani (Yoh. 6:35, 57). Di dalam kerajaan seribu tahun kaum imani pemenang akan menikmati Kristus sebagai pohon hayat sebagai upah mereka (Why. 2:7). Akhirnya, di dalam langit baru dan bumi baru, untuk selamanya, semua tebusan Allah akan menikmati Kristus sebagai pohon hayat sebagai bagian kekal mereka (22:14, 19).
Pohon hayat adalah Kristus sebagai suplai hayat kita. Mula-mula, Kristus adalah Domba Allah bagi penebusan kita (Yoh. 1:29), dan kemudian sebagai pohon hayat untuk suplai hayat kita (Yoh. 6:35). Kristus menebus kita untuk membagikan DiriNya ke dalam kita sebagai suplai hayat. Dia bukan hanya Domba Allah, tetapi juga pohon hayat.
II. ROH ITU DAN MEMPELAI PEREMPUAN
Wahyu 21:9 berkata," Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Domba (Anak Domba)." Siapakah Domba ini? Domba ini adalah Kristus, Domba-Allah. Dia adalah Mempelai laki-laki dari mempelai perempuan (Yoh. 3:29). Tetapi perhatikan bahwa Wahyu 22:17 berkata, "Roh dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!" Ayat itu tidak menyatakan Domba dan pengantin perempuan; ayat itu mengatakan Roh dan pengantin perempuan. Kedua ayat ini membuktikan bahwa Kristus, Anak Domba itu, adalah juga Roh itu.
Roh ini adalah perampungan dari seluruh Allah Tritunggal. Roh itu sebagai Mempelai laki-laki adalah totalitas dan perampungan dari Allah Tritunggal. Dia bersyarat untuk menjadi suami yang demikian untuk mengawini isteri, yang adalah perampungan dari semua umat Allah yang telah ditebus dan yang telah dilahirkan kembali. Ini adalah suatu pasangan universal dengan keilahian mengawini keinsanian.
Di sini ada dua perampungan. Keilahian telah melalui suatu proses---melalui inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan---untuk menjadi Roh itu, totalitas, perampungan, dari Allah Tritunggal untuk menjadi Mempelai laki-laki. Keinsanian juga telah melalui proses---melalui penebusan, pelahiran ulang, dan transformasi---untuk menjadi perampungan dari umat Allah yang telah dipilih, ditebus, dilahirkan ulang, dan ditransformasi untuk menjadi mempelai perempuan. Perampungan dari Allah Tritunggal dan perampungan umat Allah yang telah dipilih, ditebus, dilahirkan ulang, dan ditransformasi, menjadi satu di dalam suatu perkawinan yang universal. Manusia tiga bagian yang telah terproses akan berpasangan selamanya dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk ekspresiNya yang penuh dan kepuasanNya.
Itulah takdir yang kita miliki! Namun, kita tidak perlu menanti untuk menikmati Kristus sebagai Domba, sungai, dan pohon hayat. Hari ini, selagi kita masih di dalam proses transformasi, kita dapat menikmati pencicipan dari kenikmatan kekal kita. Proses Kristus telah selesai, tetapi proses kita belum. Kita adalah anak-anak Allah, sedang ditransformasi supaya kita bisa dibangun sebagai Tubuh itu untuk mengekspresikan Kristus selamanya. Semoga tiap-tiap hari kita terus maju dalam pengalaman dan kenikmatan akan pekerjaan dan Persona Kristus yang menakjubkan. Amin! Haleluya!
Pertanyaan
1. Persekutukan dengan teman-temanmu tentang macam-macam aspek dari Yerusalem Baru, seperti Allah penebus, sungai hayat, pohon hayat, dan lain-lain.
2. Tuliskan nubuat sepanjang sepuluh menit tentang bagaimana pekerjaan dan Persona Kristus membawa orang-orang dosa seperti kita ke dalam suatu saling huni dengan Allah Tritunggal untuk memproduksi Yerusalem Baru.
?
Buku Pedoman
Bagi Para Pelayan Tuhan
Sepenuh Waktu
(A Guidance for the Full-time Serving Ones)
Mengupas dari A - Z tentang
Visi, Panggilan, Beban, Kehidupan, dan Pelayanan
Para Pelayan Tuhan Sepenuh Waktu
Bab 1 – Kebutuhan akan para full-timer
Bab 2 – Pentingnya menjadi sepenuh waktu
Bab 3 – Panggilan para full-timer
Bab 4 – Konsekrasi para full-timer
Bab 5 – Visi para full-timer
Bab 6 – Iman para full-timer
Bab 7 – Kehidupan para full-timer
Bab 8 – Orangnya full-timer
Bab 9 – Karakter para full-timer
Bab 10 – Penuntutan rohani para full-timer
Bab 11 – Konstitusi para full-timer
Bab 12 – Masalah keuangan