BAGAIMANA MEMBANTU BERBAGAI JENIS ORANG
MENERIMA INJIL
POKOK
1 2 3
POKOK PERTAMA
BAGAIMANA MEMBANTU BERBAGAI JENIS ORANG MENERIMA INJIL
A. Dengan mengelompokkan orang:
1.
Orang yang hidup dalam dosa.
2.
Orang yang merasakan kehampaan hidup ini.
3.
Orang yang cenderung rasional.
4.
Orang yang bermoral.
5.
Orang yang membenarkan diri.
6.
Ateis.
7.
Panteis.
8.
Orang yang bosan hidup.
9.
Orang yang mencari kesenangan dan kemuliaan sia-sia.
10.
Realistis.
11.
Orang yang ambisius dan suka bekerja.
12.
Orang yang cinta uang.
13.
Orang yang cinta ilmu.
14.
Orang yang cinta reputasi dan kedudukan.
15.
Antagonis (orang yang suka melawan).
16.
Orang yang skeptis (selalu ragu-ragu).
17.
Orang yang pesimistis (mudah putus asa).
18.
Orang yang keras kepala.
19.
Orang Kristen profesional.
20.
Orang yang acuh tak acuh.
B. Dengan mengenali cara menanggulangi orang :
1.
Orang yang hidup dalam dosa:
a. Yang tidak sadar akan dosa-dosanya.
(1) Jamahlah kepedihan dosa dan hati nuraninya, sadarkan dia akan dosa-dosa, tetapi jangan berlebihan sehingga dia tidak senang.
(2) Berhikmatlah, jangan membuatnya merasa Anda menyalahkannya.
b. Yang sadar akan dosa-dosanya, tetapi tidak dapat menolong diri sendiri:
(1) Prinsipnya, tekankan perasaannya terhadap dosa.
(2) Bantu dia menyadari pedihnya dosa.
(3) Beri tahu dia bahwa Allah menghukum dosa dan buatlah dia merasakan beratnya beban dosa.
(4) Beri tahu dia, bahwa akibat dosa adalah maut; semakin sering berdosa, semakin cepat ia mati; dan setelah mati dihakimi.
(5) Beri tahu dia penebusan dan kelepasan Tuhan.
(6) Jangan tawarkan terlalu banyak jalan keselamatan; bimbinglah dia membuka mulutnya dan berdoa, berjumpa dengan Tuhan, dan menerima Dia.
2.
Terhadap golongan orang yang merasakan kehampaan hidup:
a. Jangan menjamah perasaannya dengan cara Anda menjamah perasaan orang kelompok pertama.
b. Jangan menyinggung latar belakangnya. Bila seseorang memiliki satu kebiasaan, jangan katakan tentang kebiasaan itu; terhadap orang yang ditinggal suaminya, jangan bicara tentang "suami".
c. Beri tahu dia, bahwa Allah adalah kepenuhan atau kepuasan manusia, dan makna hidup manusia, dan alasan manusia merasakan kesia-siaan hidup adalah karena ia tidak memiliki Allah.
d. Perlihatkan kepadanya, bahwa hidup seseorang bisa dipuaskan dengan memiliki Allah.
3.
Orang yang cenderung rasional:
a. Jangan mau berbicara tentang pengetahuan (karena orang kelompok ini senang berbicara tentang pengetahuan). Buatlah dia merasa bahwa Anda tidak menghiraukan pengetahuan.
b. Jangan tunjukkan kekurangannya secara terus terang.
c. Hadapi pengetahuannya dengan kesaksian-kesaksian yang nyata, yaitu sukacita, damai sejahtera, kebebasan yang berasal dari keselamatan dsb, sehingga ia merasa bahwa pengetahuannya tidak lebih dari teori, kekurangan nilai nyata, dan membuat dia merasakan keperluannya yang sebenarnya.
4.
Orang yang bermoral:
a. Beri dia kepercayaan.
b. Buatlah dia merasa bahwa dirinya kekurangan moralitas.
c. Perlihatkan kepadanya, bahwa hanya hayat yang tertinggi yang menghasilkan moralitas tertinggi. Gunakan Roma 7 untuk memperlihatkan kepadanya, bahwa tanpa hayat yang tertinggi, hanya ada kemauan, tetapi tidak ada kekuatan untuk berbuat baik.
d. Beri tahu dia bahwa Kristus mampu menjadi hayat manusia yang tertinggi; dan buatlah dia menjadi sangat mendambakan Kristus.
5.
Orang yang membenarkan diri:
a. Mulailah dengan membicarakan Allah, seperti pemberesan Allah terhadap Ayub.
b. Buat dia melihat keagungan, keunggulan, dan kebesaran Allah.
c. Tunjukkan kepadanya standar yang diminta Allah, dan kehidupan Tuhan sebagai manusia; buat dia menggunakan hal-hal itu untuk mengukur dirinya sendiri.
6.
Ateis:
a. Jangan berdebat dengannya tentang eksistensi Allah, tetapi jamahlah perasaannya, karena apa yang dapat diketahui tentang Allah dapat ternyata dalam diri manusia (Rm. 1:19). Ateis yang paling buruk tetap mempertanyakan ateisme jauh di lubuk hatinya.
b. Jamah hati nuraninya. Perasaan hati nurani adalah moralitas, dan sumber moralitas adalah Allah.
7.
Panteis:
a. Jangan salahkan dia, berdasarkan teori. Tetapi buktikan atau tunjukkan akibat panteisme kepadanya.
b. Buktikan kepadanya bahwa "kesatuan" adalah hal paling sah di alam semesta, seperti satu bapa, satu ibu, satu suami, satu istri, satu kepala, satu matahari, sebab itu, hanya ada satu Allah.
8.
Orang yang bosan hidup:
a. Jangan menakut-nakuti dia dengan neraka, tetapi perlihatkan kepadanya bagaimana Allah menilai dan mengasihinya. Dia adalah satu domba yang hilang dari antara seratus domba. Ceritakan kepadanya ketiga perumpamaan dalam Lukas 15.
b. Beri tahu dia bahwa Allah tidak dapat kekurangan dia, dan sudah menetapkan dirinya untuk mewarisi berkat yang paling baik.
9.
Orang yang mencari kesenangan dan kemuliaan sia-sia:
a. Beritahu dia bahwa dia memerlukan Allah di dalam dirinya; karena tidak mendapatkan Allah, ia jatuh ke dalam perbuatan mencari kesenangan dan kemuliaan sia-sia.
b. Perlihatkan kepadanya, bahwa Allah patut dikasihi juga ada sukacita dan kemuliaan sejati di dalam diri-Nya. Perlihatkan kepadanya apa yang terbaik, dan ia akan meninggalkan yang nomor dua.
10.
Orang yang realistis:
a. Perlihatkan kepadanya bahwa hanya orang yang memiliki Tuhan, baru benar-benar realistis, karena hanya Tuhanlah realitas yang sesungguhnya.
b. Lalu, dengan menunjukkan kesaksian dan kehidupan orang yang beroleh selamat, perlihatkanlah kepadanya bahwa manusia hanya bisa riil dengan beroleh selamat.
11.
Orang yang ambisius dan suka bekerja:
a. Beri dia kepercayaan lebih dulu.
b. Tunjukkan kepadanya bahwa kekuatan manusia terbatas, dan gunakan Filipi 2:13 untuk menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar berkuasa membuat manusia berkemauan dan melakukan sesuatu.
c. Allah menciptakan manusia untuk melakukan sesuatu, tetapi manusia hanya bisa melakukannya dan memiliki hidup yang layak, bila ia memiliki hayat Allah.
12.
Orang yang cinta uang:
a. Bagi orang kaya yang sakit parah, Mat. 16:26 dapat dipakai untuk membuat dia merasakan dengan tegas, bahwa uang tidak memiliki kuasa.
b. Bagi orang kaya yang hidup senang dan lancar, pakailah kata-kata yang menyiratkan bahwa uang bukanlah "bisa melakukan apa saja", tetapi dalam beberapa hal tidak memiliki kuasa. Tanpa maksud buruk, tunjukkan kepadanya bahwa uang tidak bisa membeli damai sejahtera hayat, atau keselamatan Allah.
13.
Orang yang cinta ilmu:
a. Temukan dulu motivasinya untuk belajar.
b. Bagi orang yang menganggap belajar sebagai kesukaannya, tunjukkan bahwa Allah lebih baik atau menarik (enak) daripada belajar, dan paling sesuai dengan selera manusia.
c. Bagi orang yang ingin memecahkan problem hidup manusia dengan jalan belajar ilmu pengetahuan, tunjukkan bahwa jalan hidup yang paling baik adalah di dalam Allah; dan Allah adalah jalan hidup yang paling tinggi.
14.
Orang yang cinta nama (reputasi) dan kedudukan:
a. Tanggulangi atau hadapi dia seperti menghadapi orang yang mencari kesenangan dan kemuliaan sia-sia.
b. Tunjukkan kepadanya, bahwa selain daya tarik dunia, ada Satu yang jauh lebih menarik. Paparkan dihadapannya, Allah dan semua yang disediakan-Nya bagi manusia, dan biarkan dia membandingkan Allah dengan semua yang dari dunia.
15.
Antagonis (orang yang suka melawan):
a. Abaikan sikapnya yang antagonistis, tetapi hadapilah dia berdasarkan fakta.
b. Jelaskan sedikit, jika sikap antagonistisnya berasal dari kesalahpahaman terhadap gereja.
16.
Orang yang skeptis (selalu ragu-ragu):
a. Tunjukkan kepadanya bahwa kesulitannya berada di dalam benaknya. Walaupun ia skeptis terhadap Tuhan Yesus dalam benaknya, namun di dalam hatinya ia masih merasa perlu Tuhan.
b. Bimbinglah dia keluar dari rasa cemas dalam kepalanya, dan memperhatikan perasaan dalam hatinya.
17.
Orang yang pesimistis (mudah putus asa):
a. Perkenalkan Tuhan kepadanya, agar dia tahu bahwa semua sakit (kepedihan) manusia timbul karena tidak memiliki hadir Allah.
b. Beri tahu dia, bahwa hanya Allah yang dapat menyelesaikan kesulitannya.
18.
Orang yang keras kepala:
a. Hadapi dia dengan lembut.
b. Jangan berdebat dengan alasan yang hanya membuatnya lebih keras. Tunjukkan kepadanya kasih Allah, karena kasih Allah adalah lembut dan berkuasa.
19.
Orang Kristen profesional:
a. Beri tahu dia bahwa keselamatan Tuhan adalah suatu realitas, mampu memberikan hayat-Nya kepada manusia, dan bukan doktrin kosong, maka ia harus berusaha memiliki hayat Tuhan, dan tidak boleh hanya menjadi pendengar doktrin. (Jangan katakan hal ini terlalu datar atau biasa).
b. Bimbing dia menyentuh Tuhan, dan menerima Dia dengan hati dan rohnya.
20.
Orang yang acuh tak acuh:
a. Ciptakan kebutuhan di dalam dirinya dan buatlah ia menyadarinya.
b. Pimpin dia untuk menjamah Tuhan.
POKOK KEDUA
BAGAIMANA BERPERILAKU SEBAGAI
MANUSIA YANG WAJAR
(Kita perlu menghafal setiap butir, memberi contoh, dan secara praktis melatih diri dalam setiap butirnya setiap hari)
A. Karakter:
1. Benar, tepat, ketat.
2. Rajin, lapang, cermat.
3. Stabil, sabar, dalam.
4. Murni, seimbang, tenang.
5. Tulus, umum, terbuka.
6. Akrab, gairah, tenggang rasa.
7. Teguh, lembut, taat.
8. Tekan, rendah, miskin.
9. Tekun, derita, tahan.
10. Cerah, tebal, dan bobot.
B. Perkataan yang harus ditanggulangi:
1. Perkataan yang tidak boleh diucapkan:
a. Yang tidak sesuai dengan posisi (kedudukan) Anda.
b. Yang tidak sesuai dengan keadaan Anda.
c. Yang tidak sesuai dengan kedudukan pendengar.
d. Yang tidak sesuai dengan keadaan pendengar.
e. Yang tidak sesuai dengan waktunya.
f. Yang tidak sesuai dengan tempatnya.
g. Dengan karakter yang salah.
h. Yang tidak bermanfaat.
i. Yang tidak perlu.
j. Yang tidak bisa diterima oleh pendengar.
k. Yang melibatkan orang lain.
l. Yang tidak sesuai dengan perasaan batin.
2. Terlalu banyak perkataan:
a. Yang tidak perlu.
b. Gosip.
3. Kata-kata yang bengkok.
4. Kata-kata dengan makna yang tersembunyi.
5. Kata-kata yang tidak tepat.
C. Kemampuan mendengar:
1. Harus objektif.
2. Mendengar sampai akhir/habis.
3. Mendengar perkataan yang memang hendak dikatakan — untuk urusan.
4. Merasakan atau meraba roh orang lain untuk hayat.
D. Peringatan:
1. Jangan terburu-buru mengadakan hubungan dengan orang.
2. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan dalam hal apa saja (termasuk jangan tergesa-gesa mempercayai perkataan orang lain).
3. Jangan berhubungan atau mendekati orang lain dengan perasaan.
4. Hindari menilai/menghakimi orang lain benar atau salah.
5. Jangan berlagak pandai, menghindari kesulitan, tetapi berlakulah bijaksana, mengenal kehendak Tuhan untuk menghadapi kesulitan.
6. Jangan membicarakan kesalahan seseorang kepada pihak ketiga.
7. Jangan memuji orang.
8. Jangan menyanjung-nyanjung orang.
9. Jangan dingin dan keras.
10. Bersikaplah hangat, agar orang merasa senang terhadap Anda.
11. Jangan bergaul tanpa ketulusan.
12. Jangan bermain politik.
13. Jangan tergesa-gesa membuat janji.
14. Jangan terlalu banyak bergaul dengan orang.
15. Jangan memandang orang dari kekayaannya, pengaruhnya, dan namanya.
16. Jangan menghindari kesulitan, dan memilih kemudahan.
17. Jadilah pelopor dalam mengambil yang pahit dan biarkan orang lain yang mengecap kemanisan lebih dulu.
18. Jangan tunjukkan kemiskinan Anda.
19. Jangan berbicara dengan lawan jenis berduaan.
20. Jangan menonjolkan kemampuan dan kekuatan Anda.
21. Jangan membocorkan rahasia seseorang di muka umum.
POKOK KETIGA
BAGAIMANA MELAKUKAN PEKERJAAN
(Perlu menghafal setiap butirnya, beri contoh, dan Iatihlah diri Anda dalam segala hal berdasarkan prinsip ini).
A. Tujuan:
(1) Memuliakan Allah.
(2) Membina orang.
(3) Merampungkan sesuatu.
B. Maksud:
(1) Murni.
(2) Benar, lurus.
(3) Tidak ada unsur ego.
C. Motivasi:
(1) Dari Allah.
(2) Menggenapkan kehendak Allah.
D. Sikap:
(1) Akurat.
(2) Rendah Hati.
(3) Terhormat.
(4) Penuh kasih.
E. Metode:
(1) Sesuai dengan kebenaran.
(2) Menjaga terang.
F. Garis pemikiran:
(1) Berdasarkan fakta.
(2) Mengajukan kesempatan menyingkapkan fakta.
(3) Rinci
(4) Mempertahankan butir (hal) yang utama.
G. Prinsipnya:
(1) Lapang.
(2) Rohani.
H. Hal-hal khusus:
(1) Praktis.
(2) Halus.
I. Peringatan:
(1) Jangan percaya diri sendiri, percayalah kepada Tuhan.
(2) Jangan demi hikmat, tetapi demi bimbingan.
(3) Berdasarkan kebenaran, bukan pribadi.
(4) Bersikaplah jujur – tidak berbelit-belit, tidak licik.
(5) Sungguh-sungguh dalam bekerja -- tidak ceroboh, tidak sembarangan.
(6) Bertanggung jawab – tidak gampang berjanji, tidak memberikan jawaban (menyanggupi) tetapi tidak memenuhinya.
(7) Memiliki tujuan yang tidak memiliki tujuan yang muluk, tidak menginginkan terlalu banyak.
(8) Lakukan pekerjaan secara sembunyi --jangan pamer diri, jangan menonjolkan diri.
(9) Lakukan tanpa banyak bicara --banyak kerja, sedikit bicara.
(10) Ada awal dan akhir – konstan (ajek) dan tahan.
(11) Bersikap positif tetapi tidak tergesa-gesa.
(12) Memiliki pemikiran yang subjektif, tetapi bukan opini.
(13) Mendengar dan menerima ide atau pendapat orang lain.
(14) Peka terhadap perasaan orang lain.
(15) Sanggup berbaur dan berkoordinasi (kerja sama) dengan orang lain.
(16) Tidak kolot, juga tidak mudah berubah.
(17) Memiliki (menaati) aturan dan urutan.
(18) Belajar sambil melakukan.
(19) Kerjakan sendiri, dan pimpin (ajak) orang lain bekerja bersama Anda.
(20) Mampu mendengar dan mengeluarkan perintah.
(21) Menjaga kedudukan.