MENDAPATKAN KRISTUS DENGAN JALAN MENGEJAR-NYA
Pembacaan Alkitab: Flp. 3:12-14
I. BUKAN SUDAH SEMPURNA,
MELAINKAN MENGEJAR TERUS
Dalam Filipi 3:7-11 Paulus menunjukkan kepada kita jalan untuk mengalami Kristus. Dalam ayat 12-14 Paulus menerapkan hal-hal yang diutarakan dalam ayat 7-11 ke atas dirinya sendiri. Ayat 12 mengatakan, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.” Istilah “sempurna” dalam bahasa aslinya juga berarti menyelesaikan atau matang dalam hayat. Maksud Paulus di sini ialah bahwa ia masih sedang bertumbuh, sebab ia tidak menganggap dirinya sudah matang. Jika Paulus mengatakan dirinya belum memperoleh atau belum sempurna, sekalipun ia sudah sangat bertumbuh dalam hayat dan banyak pengalaman akan Kristus, lebih-lebih kita harus mempunyai sikap yang demikian terhadap diri sendiri!
Dalam ayat 12 Paulus berkata, “Melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.” Kata “menangkap” dapat juga diterjemahkan sebagai mendapatkan, mencengkeram, memiliki, menggenggam. Secara sederhana, dalam berita ini kita gunakan istilah “mendapatkan”. Paulus damba mendapatkan Kristus Yesus seperti ia juga telah didapatkan Kristus Yesus. Pada waktu Paulus bertobat, Kristus telah mendapatkan dia. Tujuan Kristus mendapatkan Paulus ialah agar Paulus mendapatkan Kristus.
Tidak banyak orang Kristen yang menceritakan pertobatan mereka seperti yang dikatakan Paulus. Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata bahwa pada waktu ia bertobat, Kristus telah mendapatkan dia agar dia mendapatkan Kristus? Kita harus nampak bahwa Kristus telah mendapatkan kita agar kita mendapatkan Dia. Lalu kita perlu menggunakan ungkapan Paulus untuk meningkatkan pembicaraan kita tentang pertobatan. Kristus mendapatkan kita tidak hanya untuk pengampunan, penebusan, keselamatan, atau surga. Saya ulangi, Dia mendapatkan kita demi tujuan yang pasti, yaitu agar kita juga mendapatkan Dia.
Tahukah Anda bahwa Anda telah didapatkan Kristus? Pada waktu Anda bertobat, Kristus menangkap, menggenggam, dan memegang Anda. Ketika Anda bertobat kepada Kristus, Dia telah memiliki Anda sepenuhnya. Sekarang Anda tidak mungkin melarikan diri dari genggaman-Nya. Tuhan menggenggam seluruh bumi dalam tangan-Nya. Mana mungkin Anda bisa menghindari-Nya. Tuhan sangat sabar, Dia tidak mudah tersinggung dan marah. Adakalanya orang Kristen salah mewakili Tuhan dan memberi kesan kepada orang lain bahwa Dia bisa segera marah jika mereka bersalah. Padahal Tuhan dapat bersabar terhadap Anda sampai lama sekali tanpa marah terhadap Anda. Dia tidak gelisah melihat upaya Anda untuk melarikan diri dari-Nya. Dia tahu bahwa begitu Dia mendapatkan Anda, Anda tidak mungkin terlepas.
Ketika untuk kali pertama kita menyeru nama Tuhan Yesus bagi keselamatan kita, kita telah “terkail” oleh Tuhan. Berseru kepada nama Tuhan Yesus adalah perkara yang sangat penting, sebab begitu kita menyeru nama-Nya, kita akan didapatkan oleh Dia. Begitu Tuhan mendapatkan kita, tidak mungkin kita terlepas dari-Nya. Ada beberapa saudara saudari pernah bersaksi bahwa bertahun-tahun lamanya mereka mencoba meninggalkan Tuhan, tetapi pada akhirnya mereka harus kembali lagi kepada-Nya.
Tuhan Yesus memiliki kita, agar kita memiliki Dia; inilah tujuan-Nya memegang kita. Kristus menghendaki kita mendapatkan Dia. Sasaran Tuhan dalam keselamatan-Nya ialah menggenggam kita, agar kita mutlak memiliki Dia. Bahkan ketika Paulus menulis Surat Filipi, ia masih belum menganggap dirinya telah sepenuhnya mendapatkan Kristus. Sebaliknya, ia tetap mengejar Kristus agar dapat mendapatkan Dia.
Dalam Filipi 3 Paulus memakai tiga istilah Yunani yang masing-masing diterjemahkan mendapatkan, memperoleh, dan menangkap. Makna istilah-istilah ini sangat dekat, sebab memperoleh berarti mendapat, dan mendapat berarti menangkap. Di antaranya yang terkuat ialah menangkap. Kristus telah menangkap kita, supaya kita pun dapat menangkap Dia. Dia telah mendapatkan kita agar kita mendapatkan Dia. Jadi, kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang mendapatkan Kristus. Sudah berapa banyak Anda mendapatkan Kristus? Ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Kita bertumbuh dalam hayat melalui mendapatkan Kristus. Sampai tingkat mana kita mendapatkan Kristus, sampai tingkat itu pula kita bertumbuh dalam Kristus. Kita semua perlu mendapatkan Kristus, agar hayat kita bertumbuh. Pertumbuhan rohani kita diukur dengan berapa banyak Kristus yang kita dapatkan.
Saya harap kaum saleh bisa memakai 3:12 untuk memperkaya kosakata mereka mengenai pertobatan dan keselamatan. Menurut ayat ini, bertobat berarti Kristus mendapatkan seseorang agar orang itu mendapatkan Dia. Men-dapatkan Kristus merupakan perkara seumur hidup. Dari hari ke hari sasaran kita adalah mendapatkan Dia. Bah-kan dalam penjara, Paulus tetap mengejar Kristus, agar mendapatkan Dia.
Dalam ayat 12 Paulus memakai kata “kalau-kalau”, menunjukkan bahwa ia tidak jelas tentang pertumbuhan hayatnya sendiri. Jelas tentang keselamatan kita itu memang benar, tetapi janganlah kita terlalu yakin tentang pertumbuhan hayat kita. Bila kita menjamin bahwa pertumbuhan hayat kita sudah mencapai tingkat yang lumayan, mungkin kita belum bertumbuh setinggi itu. Kita harus berkata senada dengan Paulus, “Kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya . . .”
Dalam ayat 13 dan 14 Paulus melanjutkan, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Paulus telah benar-benar mengalami dan mendapatkan Kristus, tetapi ia tidak menganggap dirinya sendiri telah sepenuhnya mengalami Kristus atau dengan tuntas telah mendapatkan Dia. Ia masih berusaha sekuatnya berlari kepada tujuan tersebut, mendapatkan Kristus sampai tingkat yang paling penuh.
Dalam ayat 13 Paulus berbicara tentang melupakan apa yang di belakang. Untuk mendapatkan Kristus sampai tingkat yang paling penuh, Paulus bukan hanya meninggalkan pengalaman-pengalamannya dalam agama Yahudi, tetapi juga tidak tinggal dalam pengalamannya yang lampau akan Kristus. Ia telah melupakan hal-hal yang lalu. Bagaimanapun sejatinya pengalaman-pengalaman kita yang lampau, bila kita tidak melupakannya, tetapi tinggal di dalamnya, hal itu akan menghalangi penuntutan kita selanjutnya terhadap Kristus.
Dalam ayat 13 Paulus mengatakan bahwa ia mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya. Dia tahu bahwa Kristus itu kaya tak terduga, masih ada ruang lingkup kekayaan-Nya yang luas untuk dimiliki. Dia berlari ke depan guna mendapatkan kekayaan-kekayaan itu, dan maju lebih ke depan untuk memasuki ruang lingkup tersebut.
Paulus berlari-lari menuju sasaran demi meraih pahala (hadiah). Kristus adalah sasaran dan pahala itu. Sasaran itu adalah kenikmatan dan perolehan yang sempurna akan Kristus, dan pahala ialah kenikmatan yang tertinggi akan Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai pahala bagi pelari-pelari yang menang dari perlombaan Perjanjian Baru. Demi mencapai sasaran mendapatkan pahala ini, Paulus berlatih untuk melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya. Inilah jalan untuk mendapatkan Kristus melalui mengejar Dia.
Meskipun Paulus adalah orang kudus yang matang dan rasul yang sangat berpengalaman, ia mengatakan bahwa dirinya masih belum memperoleh dan belum sempurna. Dia tidak menganggap dirinya telah memperoleh kenikmatan yang penuh akan Kristus, atau telah benar-benar matang dalam hayat. Sudah tentu ia telah memperoleh keselamatan bersama melalui iman bersama (1Tim. 1:14-16), tetapi ia tetap mengejar Kristus demi mendapatkan Dia. Lagi pula, Paulus juga menuntut Kristus demi memiliki bagian ekstra dari kebangkitan. Untuk berbagian dalam kebangkitan ini, yaitu kebangkitan yang unggul, kita harus mengejar, berlari-lari dalam perlombaan, dan menyelesaikan perjalanan kita dengan berkemenangan.
Seperti halnya Paulus, kita telah dilahirkan kembali, tetapi hayat kita belum sempurna atau matang. Pada waktu kita bertobat, kita telah didapatkan oleh Kristus sehingga kita mendapatkan Dia. Kini selaku orang-orang yang be-lum memperoleh dan belum sempurna, kita terus mengejar Kristus.
II. JALAN UNTUK MENGEJAR
Aspek pertama dari jalan untuk mengejar Kristus ialah jangan menganggap diri sendiri telah memperoleh. Selanjutnya, kita perlu melakukan satu hal: melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di depan.
Sasaran yang kita kejar ialah kenikmatan penuh akan Kristus, sedangkan pahala ialah kenikmatan ekstra akan Kristus. Saya percaya bahwa bagian ekstra dari kenikmatan akan Kristus ini akan terjadi dalam Kerajaan Seribu Tahun. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, para pemenang akan menikmati Kristus secara khusus. Kenikmatan khusus akan Kristus ini sepadan dengan kebangkitan yang unggul dalam ayat 11. Kebangkitan yang unggul ini boleh kita ibaratkan dengan pengalaman beberapa murid kelas terakhir dari Sekolah Menengah Atas. Pada waktu “lulus”, beberapa murid yang luar biasa akan menikmati bagian kehormatan yang ekstra. Walau yang lulus pada waktu yang sama berjumlah ratusan, tetapi hanya sejumlah kecil itu yang menikmati bagian yang khusus. Demikian pula, semua orang beriman yang mati sebelum kedatangan Tuhan akan dibangkitkan, tetapi ada beberapa di antaranya yang akan menikmati kebangkitan yang khusus, kebangkitan yang unggul. Paulus menyebutnya kebangkitan yang unggul dari antara orang mati, suatu pahala yang diberikan kepada mereka yang berhasil dalam menempuh perlombaan Perjanjian Baru.
Banyak orang Kristen berpegang pada konsepsi bahwa asalkan mereka dibangkitkan pada waktu kedatangan Tuhan, mereka tidak ada masalah lagi. Konsepsi demikian keliru. Alkitab mewahyukan bahwa semua orang yang tidak percaya akan dibangkitkan. Menurut Yohanes 5:28-29, ada dua jenis kebangkitan: yang pertama ialah kebangkitan untuk beroleh hayat, dan yang kedua ialah kebangkitan untuk menerima hukuman. Semua orang beriman yang telah mati akan dibangkitkan untuk beroleh hayat, yakni beroleh keselamatan, tetapi orang-orang yang tidak beriman akan bangkit setelah Kerajaan Seribu Tahun untuk menerima hukuman, yaitu kebinasaan. Dalam terang prinsip adanya lebih dari satu macam kebangkitan, kita tidak boleh mengatakan asalkan seseorang dibangkitkan, maka ia tidak ada masalah apa-apa lagi. Kaum beriman yang dibangkitkan, seperti halnya orang-orang yang tidak percaya, semuanya masih harus menghadapi satu masalah. Yang berbeda bukan hanya kebangkitan kaum beriman dengan orang-orang yang tak beriman, juga ada perbedaan antara orang-orang Kristen itu sendiri pada waktu kebangkitan kelak. Memang, kita semua akan dibangkitkan, tetapi banyak yang mengambil bagian atas kebangkitan secara umum saja; mereka tidak dapat menikmati kebangkitan yang unggul. Mereka akan seperti mayoritas murid-murid sekolah menengah yang akan tamat sekolah. Tetapi ada sejumlah kecil lainnya yang akan menikmati bagian kebangkitan yang ekstra. Mereka ini seperti sebagian kecil dari murid-murid yang akan lulus dengan istimewa.
Ada sementara orang Kristen mungkin tidak setuju dengan penjelasan kita bahwa sasaran dan pahala dalam 3:14 berkaitan dengan Kerajaan Seribu Tahun. Tetapi tidak peduli bagaimana kita menafsirkan ayat ini, faktanya tetap, yaitu ada satu sasaran yang harus kita capai, dan ada satu pahala yang harus kita dapatkan. Saya tidak mempertahankan penjelasan saya atas ayat ini, tetapi saya ingin Anda memperhatikan sasaran dan pahala tersebut. Untuk mencapai sasaran dan mendapatkan pahala, Anda harus berlari dengan wajar. Jika tidak, Anda akan kehilangan sasaran, dan gagal meraih pahala.
Janganlah merasa puas dengan fakta bahwa sebagai orang beriman Anda pasti dibangkitkan. Ya, Anda memang akan “lulus” dalam kebangkitan, tetapi apakah Anda akan beroleh bagian ekstra dari kebangkitan itu? Jangan terpengaruh oleh ajaran yang disukai orang-orang Kristen hari ini, yaitu yang menganggap semua orang beriman kelak akan menjadi raja dalam Kerajaan Seribu Tahun. Semua orang beriman yang sejati memang telah beroleh selamat selama-lamanya. Akan tetapi, tidak semua orang Kristen dapat berada pada tingkatan yang sama dalam hal menerima pahala. Kedatangan Kristus adalah saat orang menerima pahala. Dapat tidaknya kita menerima pahala dari-Nya tergantung pada bagaimana kita menempuh perlombaan kita hari ini.
III. SASARAN BAGI PAHALA
DARI PANGGILAN SURGAWI
Kita telah menunjukkan bahwa sasaran itu ialah kenikmatan penuh akan Kristus, mendapatkan Kristus; pahala itu ialah kenikmatan yang sepenuhnya akan Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai pahala para pemenang lomba lari Perjanjian Baru. Pahala ini adalah pahala dari panggilan surgawi dari Allah di dalam Kristus Yesus. Dalam bahasa Yunani kata “surgawi” berarti yang di atas. Panggilan surgawi adalah panggilan Allah dari atas, dari surga, yaitu panggilan surgawi (Ibr. 3:1), yang sepadan dengan kewargaan surgawi dalam ayat 20, bukan yang bumiah seperti yang dimiliki oleh bani Israel di dalam daging. Panggilan surgawi ini adalah untuk memiliki Kristus, sedangkan panggilan bumiah kepada bani Israel ialah untuk memiliki tanah fisik.
Yang telah kita terima bukan panggilan bumiah, melainkan panggilan dari atas, panggilan surgawi. Allah telah memanggil kita untuk mendapatkan Kristus sebagai tanah yang sejati. Dalam perlambangan, Allah memanggil bani Israel dengan panggilan bumiah untuk memperoleh tanah yang permai. Sekarang, Allah memanggil kita dengan panggilan surgawi untuk memperoleh Kristus.
Saya tekankan sekali lagi, kita perlu memperhatikan beberapa fakta dalam 3:14. Tidak peduli bagaimana penjelasan kita atas perkataan Paulus mengenai sasaran dan pahala, kita tidak mungkin menyangkal bahwa keduanya itu adalah fakta yang mengandung butir-butir tertentu. Sekalipun Anda tidak setuju dengan penjelasan bahwa pahala tersebut ditujukan kepada kenikmatan akan Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun, Anda tetap harus memperhatikan fakta adanya satu pahala yang akan Anda peroleh. Untuk memperoleh pahala, kita harus mencapai sasaran, dan untuk mencapai sasaran kita harus menempuh per-lombaan. Fakta-fakta ini sangatlah penting. Ketika kita membahas fakta-fakta ini, kita harus menerapkannya pada situasi kita menurut konteks Filipi 3. Dalam pasal ini Paulus menerangkan kepada kita tentang perlunya mendapatkan Kristus. Kristus merupakan sasaran dan juga pahala. Janganlah kita diselewengkan oleh usaha untuk memahami pahala macam apa yang akan Anda peroleh ketika Anda mencapai sasaran. Yang paling penting ialah Anda harus menyadari bahwa menurut wahyu ilahi, Allah telah menentukan Kristus sebagai sasaran dan pahala Anda. Selain itu, Dia juga telah memanggil Anda untuk mengarahkan diri kepada sasaran ini.
Ada orang Kristen mungkin membantah bahwa pahala dalam 3:14 bukan ditujukan kepada kenikmatan dalam Kerajaan Seribu Tahun. Saya ulangi, sekalipun Anda tidak setuju dengan penjelasan ini, Anda tidak dapat menghindari fakta bahwa Allah memberikan pahala kepada kita. Menurut konteks Filipi 3, sasaran dan pahala kedua-duanya adalah Kristus itu sendiri. Jika tidak, mengapa Paulus me-ngatakan Kristus mendapatkan dia supaya dia juga mendapatkan Kristus? Dalam ayat 12 Paulus berkata, “Aku menge-jarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.” Dan dalam ayat 13 dan 14 ia menyambung, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Saya anjurkan Anda memperhatikan fakta bahwa Allah telah menetapkan satu sasaran dan telah menyediakan satu pahala. Saya juga menganjurkan Anda memperhatikan perlunya menempuh perlombaan dengan baik dan mengejar Kristus dengan melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di depan. Saya percaya bahwa apa yang di depan adalah hal-hal mengenai Kristus dan Tubuh-Nya, gereja. Marilah kita semua melupakan apa yang di belakang dan memperhatikan masa depan kita yang cerah di depan kita, suatu masa depan di mana kita dapat memperoleh Kristus dan mengalami Dia dengan sepenuhnya di dalam Tubuh-Nya.
Jangan merasa puas hanya dengan memiliki pengenalan Alkitab saja, bahkan dengan memiliki pengenalan akan Filipi 3 sekalipun. Kita harus sungguh-sungguh mengejar Kristus. Istilah “mengejar” dalam bahasa aslinya dapat juga diterjemahkan “menganiaya”. Sebelum Paulus diselamatkan, ia menganiaya Kristus; setelah ia diselamatkan, ia mengejar Kristus sedemikian rupa sehingga boleh kita katakan ia menganiaya Kristus, tetapi dengan cara yang sangat positif. Menganiaya seseorang berarti mengganggunya dan tidak mau melepaskan dia pergi. Sebelum Paulus diselamatkan, ia merusuhi Kristus, tidak melepaskan Dia pergi, dan menganiaya Dia secara negatif. Tetapi setelah ia beroleh selamat dan didapatkan Kristus, ia tetap menganiaya Dia, tetapi secara positif, sebab ia tidak mau membiarkan Kristus pergi. Kita juga seharusnya menganiaya Kristus secara demikian. Ini berarti mengejar Kristus agar dapat mendapatkan Dia. Janganlah membiarkan Kristus pergi, rusuhilah Dia, aniayalah Dia, agar mendapatkan Dia. Menganiaya Kristus secara demikian ini memang melelah-kan Anda. Ketika Anda menganiaya Kristus, kita harus mengerahkan seluruh diri kita. Seluruh diri kita serta seluruh kekuatan kita harus kita kerahkan dalam mengejar Kristus. Saya harap banyak di antara kita yang terkesan dengan perlunya kita mengejar Kristus, dan terdorong untuk menuntut Dia bahkan dengan cara menganiaya. Jangan biarkan Kristus meninggalkan Anda, carilah Dia, kejarlah Dia, aniayalah Dia secara positif. Dengan demikian Anda akan mendapatkan Dia.