Daftar isi Domba Paskah · bab 1/1

DOMBA PASKAH

Teman-teman yang kekasih, bukanlah kebetulan buku ini bisa sampai ke tangan Anda, melainkan karena pengaturan Allah agar Anda memperhatikan keselamatan roh Anda. Kiranya Anda mau dengan rendah hati baik-baik membaca buku ini, sehingga Anda mengerti karunia keselamatan Allah. Saya berdoa kepada Allah, mohon Tuhan dengan RohNya dan melalui firmanNya menggerakkan hati Anda, agar Anda karena percaya, memperoleh hidup yang kekal.

Pembacaan Alkitab:

Keluaran 12

Bertahun-tahun lamanya, bani Israel, umat Allah, menjadi budak di tanah Mesir. Allah mendengar seruan mereka dan melihat penderitaan mereka, lalu menurunkan sepuluh tulah untuk menghukum orang Mesir; dan menolong bani Israel keluar dari tanah perbudakan. Sembilan tulah telah berlalu, tetapi Firaun, raja Mesir, tetap berkeras hati, tidak mau membiarkan mereka pergi. Karena itu, Allah menurunkan tulah yang kesepuluh, tulah terakhir, untuk menyatakan kuasaNya dan menggenapkan penyelamatanNya.

Hari ini, melalui tulah yang terakhir ini, kita akan melihat cara penyelamatan Allah.

MEMBUNUH ANAK SULUNG

DI TANAH MESIR

Keluaran 11:5 mengatakan, "Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati . . . ." Allah telah menetapkan tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati; tak peduli ia orang Israel atau orang Mesir. Tetapi Allah juga menetapkan satu penyelamatan. Allah berpesan kepada bani Israel: tiap-tiap rumah harus menyediakan seekor domba yang tidak bercela. Pada hari keempat belas bulan pertama, domba itu harus disembelih, darahnya ditaruh di dalam pasu, lalu mengambil seikat hisop dan mencelupkannya ke dalam darah, kemudian mengoleskannya pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu. Tengah malam, malaikat Allah akan menjalani seluruh tanah Mesir. Setiap rumah yang pintunya tidak diolesi dengan darah, akan dimasuki oleh malaikat pemusnah itu, dan ia akan membunuh setiap anak sulung dalam rumah itu. Pada hari yang ditetapkan, peristiwa itupun terjadi. Pada hari keempat belas bulan pertama, tengah malam, pada saat bani Israel melewati malam Paskah, Allah membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, karena pintu-pintu rumah mereka tidak diolesi darah. Tetapi di setiap rumah orang Israel, karena mereka menuruti perintah Tuhan, menyembelih domba dan mengoleskan darah untuk keselamatan anak sulung mereka, maka setiap anak sulung mereka selamat. Dalam kisah ini, orang yang tidak dibunuh mengacu kepada orang yang beroleh selamat; yang mati terbunuh mengacu kepada orang yang binasa.

Mengapa semua anak sulung di tanah Mesir harus mati? Dalam potongan ayat Alkitab di atas, "anak sulung" mengacu kepada "orang dosa" (1 Korintus 15:46); "Mesir" mengacu kepada "dunia", dan "Firaun" mengacu kepada "Iblis". Setiap orang dosa yang menjadi hamba Iblis di dalam dunia ini, berada di bawah hukuman Allah; semuanya harus mati! Alkitab mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa"; "upah dosa ialah maut" (Roma 3:23; 6:23). Teman-teman yang kekasih, jangan lupa, Anda adalah orang berdosa. Orang yang berdosa harus menerima hukuman, dan hukumannya ialah binasa selama-lamanya. Teman-teman, Anda harus tanggap terhadap dosa Anda! Anda harus memikirkan hukuman yang akan datang! Bagaimanapun diri Anda, jika Anda tidak diselamatkan dari dosa, murka Allah pasti akan menimpa Anda (Yohanes 3:36). Teman-teman, jangan memandang remeh dosa-dosa Anda. Allah itu adil. Ia pasti menghukum orang yang berdosa.

ALLAH MENYEDIAKAN PENYELAMATAN

Meskipun demikian, manusia bukannya tidak berpengharapan, juga bukan tidak bisa beroleh selamat, karena Allah telah menyediakan satu penyelamatan bagi manusia. Alkitab mengatakan, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Tuhan Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). Allah menyuruh bani Israel mengambil seekor domba, domba itu menjadilah penyelamat bagi mereka; darah domba itu menyelamatkan mereka dari kematian.

"Domba paskah" di sini mengacu kepada "Tuhan Yesus Kristus". Karena ada tertulis dalam Alkitab, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29). "Sebab Anak Domba Paskah kita . . . yaitu Kristus" (I Korintus 5:7). "Kamu telah ditebus . . . dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tidak bernoda dan tidak bercacat" (1 Petrus 1:18-19). Pada masa itu, Allah menyelamatkan bani Israel melalui anak domba. Hari ini, Allah menyelamatkan manusia melalui Tuhan Yesus. Sebagaimana dahulu bani Israel bersandar anak domba beroleh selamat; demikian juga hari ini kita bersandar Tuhan Yesus baru bisa beroleh selamat.

Jika Anda tahu bahwa diri Anda adalah orang dosa yang berada di bawah hukuman Allah, dan tidak bisa menghindar dari hukuman Allah yang adil, namun Anda mau beroleh selamat, segeralah menerima penyelamatan yang Allah sediakan. Dia dengan senang hati akan menyelamatkan Anda.

Penyelamatan ini ialah: Tuhan Yesus terpaku di kayu salib bagi dosa kita, karunia keselamatan telah genap, barangsiapa mau menerima Dia sebagai Juruselamat, pasti diselamatkan! Bani Israel tidak bisa beroleh selamat dengan cara lain; mereka hanya bersandar darah anak domba. Demikian pula, Anda tidak bisa beroleh selamat dengan cara lain, hanya darah adi Tuhan Yesus yang bisa menyelamatkan Anda.

DOMBA HARUS MATI

Seandainya, Anda dan saya bersama-sama mengunjungi rumah seorang Israel. Melihat dalam rumah ini, ayah dan anak sulungnya dengan tenang-tenang duduk di rumah, lalu bertanya kepadanya, "Kami mendengar, malam ini Allah akan membunuh anak sulungmu, mengapa engkau masih tenang-tenang duduk di sini? Tidakkah engkau takut?" Orang itu menjawab, "Sekarang kami tidak takut lagi, karena Allah telah menyediakan bagi kami seekor anak domba. Anak domba bisa menyelamatkan jiwa anak sulungku. Lihatlah, anak dombaku, betapa gemuk, betapa putih, betapa elok! Dengarlah, betapa indah suara anak dombaku! Anak dombaku paling baik! Anak domba tetanggaku tidak bisa menandinginya. Aku telah mempunyai anak domba yang demikian baik, lembut dan manis, aku takut apa lagi?"

Ya, jawabannya memang cukup baik dan benar. Tetapi, pada tengah malam, ternyata anak sulungnya mati terbunuh oleh malaikat Allah.

Apa sebabnya? Sia-siakah firman Allah? Bukankah di rumah itu telah tersedia anak domba? Benar, dia telah mempunyai anak domba. Tetapi yang Allah kehendaki adalah anak domba yang tersembelih, bukan anak domba yang masih hidup. Demikian pula, Tuhan Yesus yang hidup tidak bisa menyelamatkan kita; hanya Tuhan Yesus yang telah mati yang bisa menyelamatkan kita. Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi, Ia tidak bisa menyelamatkan kita. Setelah Dia dipaku dan mati di kayu salib, Ia baru bisa menebus kita. Betlehem, Nazaret dan Galilea adalah tempat yang menghukum dosa kita, hanya Golgota adalah tempat Dia mengaruniakan hayat kekalNya.

BUKAN MENIRU,

MELAINKAN MATI MENGGANTIKAN

Banyak orang selalu mengatakan, "Yesus adalah teladan kita. PerilakuNya baik, budi pekertiNyapun baik. OrangNya gagah perkasa, kekuatanNya besar." Tetapi baiklah saya katakan kepada Anda, "Semakin baik Tuhan Yesus, semakin menyatakan ketidak-bahkan Anda! KebaikanNya tidak dapat menyelamatkan Anda; sebaliknya malah akan menyatakan Anda berdosa!" Kita mungkin berusaha dengan sekuat tenaga menyerupai Dia, tetapi semakin kita ingin menyerupai Dia, sifat dosa yang di dalam dan perbuatan dosa yang di luar kita semakin menunjukkan ketidakmampuan kita; semakin kita belajar menyerupai Dia, semakin kita menemukan bahwa sebenarnya kita tidak bisa belajar seperti Dia, juga tidak bisa menyerupai Dia.

Bagaimanapun agungnya pribadi dan budi pekerti Kristus, semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan penebusanNya atas manusia. Tujuan Yesus turun ke bumi bukan untuk menjadi teladan manusia, agar ditiru oleh manusia sehingga manusia itu beroleh selamat. Dia datang untuk mati menggantikan manusia yang berdosa, untuk menggenapkan penebusan Allah. Kita tidak perlu berbuat apa-apa lagi, karena Ia telah merampungkan semuanya bagi kita. "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, . . . tetapi dia tertikam oleh kerena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Yesaya 53:4-5).

Kita semua adalah orang dosa yang harus mati. Jika Tuhan Yesus tidak mati, Ia tidak dapat menyelamatkan kita lepas dari dosa. Tetapi puji Tuhan! Untung Ia datang mati menggantikan kita, menanggung dosa kita, menerima/menanggung hukuman kita. Kalau Ia telah mati untuk kita, kita tidak lagi harus mati, kini kita bisa beroleh selamat!

Tidak seorangpun di bumi ini yang bisa meniru Tuhan Yesus, sebab itu tidak seorangpun yang karena belajar seperti Tuhan Yesus lalu bisa beroleh selamat. Hanya orang yang percaya Dia mati sebagai pengganti baru bisa beroleh selamat. Karena Allah berfirman, "Dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibrani 9:22).

BUKAN PENGETAHUAN MELAINKAN PERCAYA

Andaikata lagi, kita datang ke rumah yang lain, bertemu dengan ayah dan anak sulungnya, lalu bertanya kepada mereka, "Kami dengar, malam ini Allah akan membunuh anak sulung di tanah Mesir, mengapa Anda masih tenang-tenang duduk di sini, tidakkah kalian takut?

Mereka menjawab, "Kami tidak takut, karena Allah telah menyediakan penyelamatan. Ia menghendaki kami mengambil seekor anak domba, menyembelihnya, darahnya ditaruh dalam sebuah pasu. Lihatlah anak domba kami sudah mati, darahnya sudah berada di dalam pasu. Kami bangsa Israel sebenarnya berdosa, tetapi anak domba ini telah mati menggantikan kami, maka kami tidak takut lagi."

Tetapi pada tengah malam, anak sulung keluarga inipun dibunuh oleh hukuman keadilan Allah!

Di mana letak kesalahan keluarga ini? Pada keluarga yang pertama, anak sulungnya mati dikarenakan tidak ada darah anak domba. Pada keluarga ini, anak domba sudah disembelih, telah berdarah; mengapa anak sulungnya masih tertimpa kematian? Ya, meskipun mereka telah mempunyai darah, tetapi darah itu masih berada di dalam pasu. Jika darah anak domba tidak dioleskan pada ambang dan tiang-tiang pintu, ia tidak bisa menyelamatkan orang terhindar dari kematian.

Dalam agama Kristen hari ini, banyak orang sama seperti keluarga ini. Mereka telah mendengar Injil Yesus, juga sudah mengetahui bahwa Yesus mati menggantikan orang dosa, tetapi mereka tidak dengan sepenuh hati datang ke hadapan Allah, menerima AnakNya menjadi Juruselamatnya, juga tidak menerima dengan iman untuk bersandar kepadaNya. Mereka telah mendengar, mengetahui, namun berhenti di sana, tidak terus mencari kasih karunia Allah, maka ajaran dan pengetahuan yang mereka dengar tidak berkhasiat di atas diri mereka. Jika pemberitaan yang didengar seseorang tidak berbaur dengan imannya, itu sama seperti darah anak domba yang masih berada dalam pasu, tidak dioleskan di ambang dan tiang pintu. Karena itu, darah tersebut tidak dapat menyelamatkannya. Dia tetap seorang yang binasa! Kalau hanya di dalam otak mengetahui Injil Yesus, tetapi hati tidak percaya, apakah gunanya Injil itu terhadap Anda? Sebab itu, beroleh selamat bukan tergantung pada pengetahuan, melainkan tergantung pada percaya (Yohanes 3:16).

DARAH ADI HARUS DIOLESKAN

PADA PINTU HATI

Apakah pintu hati Anda telah diolesi darah? Apakah hati Anda telah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Anda? Saya tidak bertanya berapa umur Anda? Atau bagaimana keadaan ekonomi keluarga Anda? Juga bukan bertanya berapa tinggi ilmu pengetahuan Anda? Tidak pula bertanya sehat atau tidaknya tubuh Anda. Saya hanya bertanya, "Apakah Anda telah beroleh selamat? Apakah Anda telah mendapatkan hidup yang kekal? Apakah Anda telah mengoleskan darah adi di pintu hati Anda? Inilah pertanyaan yang paling penting!

Jika darah dalam pasu tidak dioleskan di ambang dan tiang pintu, darah itu tidak bisa menyelamatkan orang! Malam segera tiba, malaikat menghukum manusia yang berdosa segera datang! Alam kekal telah di hadapan Anda. Teman-teman yang kekasih, jika sekarang tidak cepat-cepat mengoleskan darah, menunggu kapan? Kiranya sekarang juga Anda berdoa, "Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku mau menerima Dikau sebagai Juruselamatku. Ampunilah semua dosa-dosaku." Demikian, Tuhan pasti menyelamatkan Anda. Cepatlah datang!

Hisop adalah sejenis rumput yang diremehkan orang. Tetapi pada malam itu, bani Israel mengambil hisop, mencelupkannya ke dalam darah, mengoleskannya pada ambang pintu. Jika kita mau bersandar kepada darah adi Tuhan Yesus, kita juga tidak boleh kekurangan hisop. Artinya, kita harus merendahkan diri. Jika kita tidak melihat kita sebagai orang dosa, tidak berdiri pada kedudukan orang dosa, kita tidak mungkin menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita. Karena itu, janganlah Anda sombong lagi, bersujudlah di hadapan Tuhan Yesus sambil mengakui bahwa Anda adalah orang berdosa. Terimalah karunia keselamatanNya, Anda pasti beroleh selamat!

Jika darah hanya ditaruh dalam pasu, bani Israel belum mendapatkan ketenteraman. Begitu darah dioleskan pada ambang pintu, saat itu juga ada ketenteraman. Hanya mengetahui karunia keselamatan, tetapi tidak menerima dengan iman, orang demikian masih berada dalam keadaan bahaya. Begitu dibasuh oleh darah adi Tuhan Yesus, barulah ada ketenteraman. Sayang sekali, banyak orang yang telah percaya Tuhan Yesus, tetapi tidak mengetahui bahwa dirinya sudah aman, tidak lagi terhukum!

JIKA PERCAYA PASTI SELAMAT

Apakah Anda telah percaya Tuhan Yesus? Apakah Anda telah beroleh selamat? Kedua pertanyaan ini sangat menyentuh perasaan! Banyak orang saleh dapat dengan pasti menjawab pertanyaan pertama, "Kami telah percaya." Tetapi terhadap pertanyaan kedua, mungkin ada orang akan berkata, "Aku tidak tahu." "Aku tidak berani mengatakannya." Atau "Aku berharap aku beroleh selamat."

Jawaban yang demikian itu tidaklah benar. Karena Alkitab mengatakan, "Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau pasti selamat" (Kisah Para Rasul 16:31 Tl.). Jika Anda telah percaya kepada Tuhan Yesus, Anda pasti selamat. Ini adalah firman Tuhan. Jika telah percaya Tuhan Yesus namun masih tidak beroleh keselamatan, bukankah ini berarti firman Allah sia-sia? Tidakkah Allah berdusta? Alkitab mengatakan, "Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang AnakNya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang AnakNya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (I Yohanes 5:9-13). Dalam ayat-ayat ini dikatakan, orang yang percaya Tuhan Yesus, adalah orang yang telah memilikiNya; dan orang yang telah memilikiNya, memiliki hidup yang kekal. Membaca sampai di sini, kita dapat mengetahui dengan pasti, bahwa orang yang percaya kepada Tuhan telah memiliki hidup yang kekal. Orang yang tidak percaya bahwa Allah dapat mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, tidak percaya bahwa jika kita memiliki AnakNya berarti memiliki hidup yang kekal, itu menyatakan bahwa ia menganggap Allah sebagai pendusta! Kita tidak patut menganggap Allah sebagai pendusta. Kalau kita telah percaya, telah memiliki Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita, kita pasti telah beroleh selamat.

Pernah sekali, ketika saya memberitakan Injil di Singapura, saya berkata kepada para hadirin, "Siapa yang dengan sepenuh hati percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, silakan angkat tangan." Hampir semua hadirin mengangkat tangannya. Saya bertanya lagi, "Siapa yang mengetahui bahwa dirinya telah beroleh selamat, silakan angkat tangan." Ternyata tak ada seorangpun yang mengangkat tangannya. Di tempat lain, saya juga mengalami hal yang sama.

Orang yang percaya Tuhan Yesus banyak, tetapi yang mengetahui bahwa dirinya telah beroleh selamat sedikit! Saya tidak mengerti, bagaimana mungkin seseorang percaya kepada Tuhan Yesus tapi tidak beroleh selamat. Bukankah Alkitab dengan jelas telah memberitahu kita bahwa "Barangsiapa yang percaya Tuhan Yesus beroleh hidup yang kekal?" Bagaimana mungkin setelah percaya kepadaNya, namun tidak memperoleh hidup kekal? Apakah Allah adalah pendusta? Jika orang mempunyai pikiran demikian saja, ia telah menghujat Allah; terlebih lagi dengan secara terang-terangan mencurigai firmanNya. Dia berfirman, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:36). Kita percaya, kita pasti beroleh hidup yang kekal. Firman Allah dapat dipercaya!

MENGAPA MASIH BERSEDIH HATI?

Sekarang mari kita datang ke rumah yang ketiga. Baru sampai di pintu luar rumah, tampak ambang pintunya telah diolesi darah anak domba. Masuk ke dalam rumah, terlihat pula anak domba yang tersembelih, pasu dan hisop di sana. Seisi keluarga ini sedang berkerumun dan menangis. Terlebih anak sulungnya, badannya gemetaran, mukanya pucat, menangis pedih seperti akan menghadapi bencana besar. Saya masuk dan bertanya kepada mereka, "Mengapa kalian demikian sedih?" Jawab mereka, ''Tidakkah tuan tahu, bahwa malam ini akan ada bencana besar? Tengah malam ini, Allah akan membunuh semua anak sulung di tanah Mesir. Anakkupun termasuk di dalamnya . . . ." Menjawab sampai di sini, mereka menangis lagi.

Saya segera memberitahu mereka, "Bukankah Allah telah menyediakan satu penyelamatan? Bukankah Ia memerintahkan kalian untuk menyembelih anak domba dan rnengoleskan darahnya pada ambang dan tiang pintu? Kalau kalian telah melaksanakan perintahNya, mengapa kalian masih bersedih hati?"

Jawab mereka, "Memang benar, Allah telah demikian berfirman, kamipun telah melaksanakan perintahNya, tetapi kami belum merasa aman."

Dengan sekuatnya saya menganjuri mereka untuk tidak bersedih lagi; tidak perlu menangis, karena mereka telah mengoleskan darah pada tiang pintu, mereka sudah berada di atas kedudukan yang aman. Tetapi bagaimanapun aku menasihati, mereka tetap bersedih hati; mereka tidak bisa mempercayai fakta begitu mengoleskan darah, pasti selamat.

Mungkin Anda berpikir, keluarga ini sebenarnya tidak perlu bersedih hati. Mungkin Anda malah menganggap mereka itu bodoh, karena Anda tahu, begitu darah dioleskan, berarti aman/tenteram! Kalau masih bersedih, gelisah, itu berarti mencari susah sendiri!

Teman-teman, sebetulnya Anda sendiri juga sering demikian. Anda telah percaya Tuhan Yesus, telah menerima Dia sebagai Juruselamat, juga telah mengoleskan darah adiNya pada pintu hati Anda. Anda telah masuk ke dalam kedudukan aman dan damai, Anda telah beroleh selamat, tidak lagi binasa! Masih takut apa lagi? Masihkah Anda bersedih hati? Alkitab dengan jelas mengatakan, "Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup" (Yohanes 5:24). Jika Anda masih belum menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat Anda, Anda patut bersedih, menangis, sebab Anda berada di bawah hukuman dosa (Yohanes 3:18). Tetapi jika Anda telah percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati di kayu salib sebagai pengganti, maka tidak ada alasan lagi untuk bersedih hati dan menangis. Anda adalah orang yang telah beroleh selamat! Anda harus bersukacita dan bersorak-sorai, karena Allah telah menyelamatkan Anda. Bukan Anda yang menolong diri Anda sendiri, melainkan Allah yang menyelamatkan Anda. Inilah kasih karunia! Anda harus membuka mulut memuji karunia Allah, jangan bersedih lagi! Anda adalah orang yang telah beroleh selamat!

BEROLEH SELAMAT

TIDAK BERDASARKAN PERASAAN

Banyak orang tidak mengetahui bahwa begitu mereka percaya Tuhan Yesus, mereka segera beroleh selamat. Kesulitan mereka tak lain karena mereka tidak merasa bahwa dirinya telah beroleh selamat. Sering orang berkata kepada saya, "Aku sungguh sudah percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamatku, namun di dalamku aku tidak merasa telah beroleh selamat." Untuk menjawab pertanyaan ini, lihatlah kitab Keluaran 12:13, "Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu." Siapa yang melihat darah ini? Allah! Bukan anak sulung. Darah yang dioles di ambang dan tiang pintu, tidak terlihat oleh anak sulung, walaupun terlihat juga tidak ada gunanya. Tetapi Allah berfirman, "Ia akan melihat". Bila Ia melihat darah itu, maka Ia tidak akan memusnahkan kita. Meskipun kita tidak tahu berapa nilai darah Tuhan Yesus, juga tidak tahu bagaimana Allah memandang darah Tuhan Yesus; tetapi Allah berfirman, "Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewatinya." Dia akan menyelamatkan semua orang yang memiliki darah adi AnakNya.

Sebab itu teman-teman yang kekasih, janganlah percaya kepada perasaan Anda yang tak menentu. Percayalah kepada Tuhan Yesus yang telah mengucurkan darah bagi Anda di kayu salib! Begitu Allah melihat darah ini, Ia pasti menyelamatkan Anda. Baik Anda merasakan atau tidak, itu tidak bisa diandalkan, hanya firman Allah yang dapat diandalkan. Siapa dari bani Israel yang berada dalam rumah dapat melihat darah yang mereka oleskan? Meskipun Anda tidak merasakan, namun Allah melihat. Bila Dia melihat Anda telah percaya Tuhan Yesus, Dia pasti menyelamatkan Anda. Anda masih takut apa lagi? Masihkah Anda ragu bahwa Anda telah beroleh selamat?

BEROLEH SELAMAT

BERDASARKAN KARUNIA

Masih ada beberapa orang, meskipun telah percaya Tuhan Yesus, namun karena dirinya sering jatuh dan lemah, lalu merasa gelisah; semakin melihat pada diri sendiri, semakin merasa dirinya tidak bisa beroleh selamat, juga tidak patut beroleh selamat. Mereka benar-benar percaya Tuhan Yesus adalah Juruselamatnya, mereka juga tahu bahwa kasih karunia Tuhan itu besar. Tetapi karena sering mengalami kegagalan, mereka sulit mempercayai bahwa diri mereka telah beroleh selamat. Ketahuilah, perasaan manusia itu sia-sia; firman Allah barulah realitas. Allah berfirman, "Apabila Aku melihat darah itu, Aku akan melewatinya." Mengapa Allah menyelamatkan kita? Apa yang Allah lihat? Tak lain adalah darah! Allah menyelamatkan kita, bukan karena perubahan kita atau kelakuan baik kita, melainkan karena darah adi Tuhan Yesus, yaitu darah adi AnakNya. Allah tidak berfirman, "Apabila Aku melihat kalian telah berubah, aku akan melewati kalian", melainkan berfirman, "Apabila Aku melihat darah ini, Aku akan melewatinya." Jadi, kita harus menghargai darah ini! Allah bukan melihat manusia kita, bukan pula melihat perbuatan baik kita. Yang Allah lihat adalah darah! Perbedaan beroleh selamat atau binasa adalah tergantung pada ada atau tidaknya darah. Kalaupun Anda adalah orang yang terbaik di dunia ini, jika Anda tidak percaya kepada darah adi Tuhan Yesus, Anda tetap adalah orang yang binasa. Sebaliknya, meskipun Anda adalah orang yang terburuk di dunia ini, jika Anda demi iman telah diolesi darah adi Tuhan Yesus, Anda segera menjadi orang yang beroleh selamat. Darah adi dapat menyelamatkan orang dosa! Darah adi khusus menyelamatkan orang dosa!

Alkitab mengatakan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Kita beroleh selamat berdasarkan kasih karunia Allah, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelakuan/perbuatan kita. Bila Anda makin melihat diri sendiri, Anda akan makin merasa diri Anda tidak layak beroleh selamat, dan karenanya Anda kehilangan damai sejahtera. Sebab itu, Anda harus hanya menengadah kepada Tuhan Yesus, bersandar kepadaNya, dengan demikian barulah hati Anda penuh sukacita dan damai sejahtera. Anda memang tidak bisa diandalkan, namun Dia patut diandalkan! Lagi pula, semakin Anda menengadah kepadaNya, Anda akan semakin dikuduskan.

Anak sulung bani Israel beroleh selamat, bukan karena mereka mempunyai suatu jasa, melainkan karena mereka bersandar kepada darah adi anak domba. Sebaliknya, anak sulung bangsa Mesir binasa, bukan karena mereka berkelakuan jahat, melainkan karena mereka tidak mempunyai darah adi anak domba. Kita beroleh selamat atau tidak, itu tergantung pada apakah kita bersandar kepada darah adi. Jika bersandar kepada darah adi, pasti selamat! Jika tidak, pasti binasa!

TIDAK BISA BEROLEH SELAMAT

BERSANDAR KEBENARAN DIRI SENDIRI

Terakhir, marilah kita meninggalkan bani Israel dan melihat orang Mesir.

Begitu kita masuk ke dalam satu rumah orang Mesir, melihat mereka sedang bersenang-senang. Saya bertanya kepada mereka, "Mengapa Anda masih demikian bersenang-senang, bukankah Allah berfirman, bahwa malam Ia akan membunuh anak sulung Anda?"

Ia menjawab, "Tuan, anakku tidak seperti orang lain, dia tidak pernah membunuh, tidak pernah membakar rumah orang, dia jujur dan benar, dalam segala hal ia mengikuti hati nuraninya. Orang yang demikian baik, masihkah Allah akan menghukumnya?"

Aku berkata, "Pada pintu rumah Anda tidak ada darah. Allah pasti tidak akan melewatkan Anda, bahkan akan menghukum."

Mereka berkata, "Orang lain mungkin perlu darah anak domba, tetapi orang yang baik seperti kami ini, tidak perlu darah anak domba." Pada tengah malam, anak sulungnya mati.

lnilah akhir dari orang yang bersandar kepada kebenaran sendiri, dan tidak bersandar kepada darah adi Tuhan Yesus, yaitu binasa selamanya. Teman, meskipun Anda lebih baik dari tetangga Anda, Andapun jujur terhadap orang lain, tetapi dapatkah sedikit kelebihan Anda itu melepaskan Anda dari hukuman keadilan Allah? Semua kebenaran kita tidak terpandang oleh Allah, Allah melihat kita adalah orang berdosa! Semua orang yang tidak tertebus oleh darah anak domba, pasti binasa. Meskipun di antara bani Israel ada yang jahat, namun karena mereka mempunyai darah anak domba yang menebus dosa mereka, mereka beroleh selamat. Walaupun di antara orang Mesir ada yang baik, namun karena tidak ada darah anak domba yang menebus dosa mereka, mereka binasa. Beroleh selamat atau binasa bukan tergantung pada diri sendiri; juga bukan tergantung pada perbuatan kita, melainkan tergantung pada percaya dan menerima Juruselamat yang menggantikan kita mati dan menebus dosa kita. Di dalam kitab Wahyu, kita bisa tampak orang-orang yang beroleh selamat bisa berada di surga, karena mereka "telah mencuci jubah dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba" (Wahyu 7:14).

MENERIMA FAKTA KEMATIAN PENGGANTI ANAK DOMBA

"Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir" (Keluaran 12:29). Inilah akhir dari orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus! Lihatlah zaman sekarang ini, betapa gelapnya, seperti tengah malam, saat hukuman Allah akan tiba! Karena itu, saya menganjuri Anda, jangan lagi bersandar pada perbuatan diri sendiri, jangan menolak, jangan menunda, cepat-cepatlah percaya kepada Tuhan Yesus. "Saat inilah saat perkenanan, hari inilah hari penyelamatan!" Mumpung masih ada hari ini, segeralah datang.

". . . kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian" (Keluaran 12:30). Di setiap rumah orang Mesir ada kematian. Malam itu dalam keluarga Israel dan Mesir ada satu yang mati. Namun yang mati dalam keluarga Israel ialah domba, sedang dalam keluarga Mesir adalah manusia. Di setiap rumah ada yang mati, kalau bukan domba tentu manusia. Betapa mengerikan! Betapa seriusnya perkara ini!

Teman-teman yang kekasih, saya tidak tahu, siapakah yang mati dalam keluarga Anda? Apakah Anda sendiri yang mati menanggung dosa Anda, atau Anda percaya dan bersandar kepada Tuhan Yesus serta membiarkan Dia mati menggantikan Anda? Puji syukur kepada Allah, karena "Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8). Sebab itu, sekarang Anda tidak perlu mati lagi; Anda tidak lagi binasa karena dosa-dosa Anda. Allah telah merampungkan semuanya, sekarang hanya menunggu Anda menerima. Jika Anda masih binasa, itu salah Anda sendiri, karena Anda tidak percaya kepada nama Anak Tunggal Allah (Yohanes 3:18), juga tidak mau datang kepadaNya untuk memperoleh hidup itu (Yohanes 5:40).

Saya sangat mengharapkan Anda sekarang juga datang. Datanglah ke hadapan Allah dengan hati yang percaya dan berdoa, "Ya Allah, aku adalah orang berdosa yang seharusnya binasa, tetapi aku percaya AnakMu telah mati menggantikan aku. Ampunilah semua dosa-dosaku yang dulu, agar aku sejak hari ini menjadi orang yang beroleh selamat."