KRISTUS MENJADI TUNAS YEHOVA DAN HASIL TANAH
Pembacaan Alkitab: Yes. 4:2-6; 7:14; Mat. 1:22-23; Yoh. 1:14; Luk. 1:42; Ibr. 2:14; Yoh. 12:24; Kel. 40:34-35, 38; Bil. 9:15-16; 2 Kor. 12:9
Yesaya adalah sebuah kitab yang kaya tentang Kristus. Dalam seri dari berita-berita ini, kita akan melihat Kristus yang almuhit dalam kitab Yesaya. Kita perlu bersyukur kepada Tuhan, Immanuel kita, bahwa pada hari-hari terakhir ini, Dia telah membuka kedalaman-kedalaman dari kitab ini kepada kita.
Dalam berita ini kita akan membacakan satu terjemahan baru dari Yesaya 4:2-6:
2 Pada watu itu Tunas Yehova akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
3 Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang yang tercatat di Yerusalem untuk beroleh hidup;
4 Apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran putri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya, oleh Roh yang menghakimi dan Roh yang membakar.
5 Yehova akan menciptakan di seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuannya gumpalan awan pada siang hari dan sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam; sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan sebagai tudung.
6 Dan akan ada kemah sebagai tempat perlindungan pada siang hari dari terik matahari dan sebagai persembunyian dan satu tudung dari angin ribut dan hujan.
I. KRISTUS YANG ALMUHIT ADALAH SENTRALITAS DAN UNIVERSALITAS DARI PERGERAKAN TRINITAS ILAHI BAGI PENGGENAPAN EKONOMI ILAHI DENGAN MENDISPENSIKAN DIRINYA SENDIRI KE DALAM UMAT PILIHANNYA
Dalam Yesaya kita dapat melihat bahwa Allah kita adalah Allah yang aktif dan agresif. Dia sedang bergerak. Dia memiliki satu kedambaan pribadi, yaitu kerelaan kehendak-Nya. Sebelum peletakkan dasar bumi Dia membuat satu rencana dalam diri-Nya. Rencana itu adalah ekonomi kekal-Nya untuk menciptakan alam semesta dan manusia agar Dia dapat mendapatkan satu umat yang mengekspresikan Dia secara ajaib. Poin sentral Yesaya adalah memperlihatkan kepada kita bagaimana Allah membuat Kristus menjadi sentralitas dan universalitas dari pergerakan-Nya yang besar bagi penggenapan ekonomi-Nya. Inilah sebabnya mengapa Yesaya mewahyukan begitu banyak butir tentang Kristus. Kristus harus menjadi banyak butir; jika tidak demikian, Dia tidak akan dapat untuk menggenapkan ekonomi Allah.
II. TUNAS YEHOVA DAN HASIL TANAH
Yesaya dapat dianggap sebagai kitab puisi, dan puisi Ibrani ini tersusun dalam berbagai pasangan. Dalam Yesaya 4:2 ada satu pasangan tentang aspek Kristus—Tunas Yehova dan Hasil tanah. Dalam pasangan ini ada satu perbandingan. “Tunas” dibandingkan dengan “Hasil,” dan “Yehova” dibandingkan dengan “tanah.” Sebutan Immanuel meliputi “Yehova” dan “tanah” karena ini berarti Allah menyertai kita, yaitu Allah menyertai manusia. Allah adalah kekal dan manusia berasal dari tanah. Hasil tanah mengacu kepada manusia yang terbuat dari debu tanah (Kej. 2:7). Ibrani 2:14 mengatakan bahwa Tuhan Yesus mengambil bagian dalam darah dan daging manusia. Selain itu, Kristus adalah Allah yang kekal. Yohanes 1:1 mengatakan bahwa pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah. Kemudian ayat 14 mengatakan bahwa Firman itu menjadi daging. Kristus sebagai Allah berasal dari kekekalan, tetapi sebagai manusia Dia berasal dari tanah, maka Dia adalah Tunas Yehova dan Hasil tanah.
A. Tunas Yehova
1. Satu Pengembangan Yang Baru dari Alah Yehova bagi Pertambahan-Nya dan Penyebaran-Nya melalui Inkarnasi-Nya
Tunas Yehova adalah satu pengembangan yang baru dari Allah Yehova bagi pertambahan dan penyebaran-Nya melalui inkarnasi-Nya (Yes. 7:14; Mat. 1:22-23). “Tunas Yehova” menunjukkan bahwa Yehova adalah sebuah pohon yang besar, sebuah tanaman yang besar. Tunas dari tanaman ini adalah satu pengembangan yang baru bagi Yehova untuk bertambah dan menyebar melalui inkarnasi-Nya.
2.Bagi Pengembangan Allah Yehova, dalam Keilahian-Nya ke dalam Keinsanian
Kristus sebagai Tunas Yehova adalah bagi pengembangan Allah Yehova, dalam keilahian-Nya ke dalam keinsanian (Yoh. 1:14). Ketika Allah Yehova mengembangkan diri-Nya, Dia melakukannya dalam keilahian-Nya untuk mengembangkan diri-Nya ke dalam keinsanian. Sebelum Yesus lahir, Allah kita yang tidak terbatas hanya berada dalam wilayah keilahian-Nya. Dia tidak memiliki keinsanian sebelum inkarnasi-Nya. Dalam inkarnasi itu, Dia mengembangkan diri-Nya dalam keilahian-Nya ke dalam keinsanian. Sejak tahun kelahiran Kristus, Allah kita berada dalam keilahian dna keinsanian. Inilah perbedaan antara Allah orang Yahudi yang tidak percaya dengan Allah kita. Allah mereka hanya berada dalam keilahian tanpa adanya elemen keinsanian, tetapi Allah yang kita miliki sebagai orang-orang Kristen adalah Dia yang berada dalam keilahian dan keinsanian. Yesus adalah Allah yang berinkarnasi, Allah yang lengkap, dan Manusia yang sempurna.
Yesus adalah gelar ilahi yang diberikan oleh Allah. Yesus berarti Yehova Penyelamat, atau Yehova keselamatan. Immanuel berarti Allah menyertai kita, adalah nama yang disebut oleh manusia. Menurut pengalaman kita terhadap Yesus, kita harus menyebut Dia Immanuel, yang berarti Allah menyertai kita. Yesus kita adalah manusia-Allah. Dia adalah Allah dan manusia, ilahi dan insani. Bagi Allah berada dalam keinsanian adalah penyebaran-Nya, pengembangan-Nya, dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Hari ini Allah kita berada dalam dua wilayah—keilahian dan keinsanian. Allah kita hari ini adalah ilahi dan insani.
3. Dia, dalam Keilahian-Nya, akan Menjadi Kepermaian dan Kemuliaan Umat Pilihan Allah pada Hari Pemulihan itu
Allah yang berinkarnasi ini, dalam keilahian-Nya akan menjadi kepermaian dan kemuliaan umat pilihan Allah pada hari pemulihan itu. Karena Kristus hidup di dalam kita, maka kita adalah orang-orang yang mengambil bagian dalam sifat ilahi (2 Ptr. 1:4). Dalam hal ini, kita bukan hanya insani melainkan juga ilahi. Sifat ilahi adalah kepermaian kita dan kemulaan kita. Ketika perempuan-perempuan duniawi pergi ke satu tempat khusus, mereka mendandani diri mereka sendiri dengan barang-barang materi dan perhiasan yang paling baik. In adalah untuk kecantikan dan kemuliaan mereka. Seragam jenderal-jenderal dalam sebuah pasukan penuh dengan bintang dan lencana. Ini juga adalah kecantikan dan kemuliaan mereka. Keindahan dan kemuliaan kita bukanlah pada perhiasan lahiriah seperti ini. Allah kita dengan sifat ilahi-Nya adalah keindahan kita dan kemuliaan kita. Pada hari pemulihan itu, jika kita setia kita akan menjadi makhluk yan gpaling cantik dan paling mulia di alam semesta ini karena kita akan memiliki Allah kita sepeuhnya sebagai kecantikan kita dan kemuliaan kita. Bahkan hari ini juga jika kita memperhidupkan Kristus, maka orang-orang disekeliling kita akan melihat bahwa kita ini berbobot dan terhormat. Ketika seseorang memperhidupkan Kristus, orang-orang akan menganggap bahwa ia adalah seorang yang berbobot, seorang yang memiliki daya tarik, seorang yang cantik/elok dan mulia yang sulit dilukiskan. Apa saja yang ktia lakukan dan katakan di dalam Kristus akan penuh dengan keanggunan dan daya tarik. Kita tidak boleh melupakan silsilah ilahi kita. Kita adalah putra-putra Allah dalam keluarga Allah. Keilahian-Nya adalah kecantikan dan kemuliaan kita.
B. Hasil Tanah
Kristus juga adalah Hasil tanah (Yes. 4:2b). Ketika Maria datang ke Elizabet, Elizabet berkata kepada Maria, “Diberkatilah engkau di antara perempuan dan diberkatilah buah dari kandunganmu” (Luk. 1:42). Buah dalam kandungan Maria adalah Yesus. Dia berada dalam kandungannya sebagai Hasil tanah.
1. Seorang Manusia yang Lahir dari Darah dan Daging Insani dari Tanah
Sebagai Hasil tanah, Kristus adalah seorang manusia yang lahir dari darah dan daging insani dari tanah (Ibr. 2:14). Tanah adalah sumber keinsanian Kristus, sama seperti kekekalan adalah sumber dari keilahian-Nya.
2. Bagi Perbanyakan dan Reproduksi Hayat Ilahi dalam Keinsanian
Kristus sebagai Hasil tanah adalah bagi perbanyakan dan reproduksi hayat ilahi dalam keinsanian (Yoh. 12:24). Allah dalam diri-Nya sendiri, yaitu dalam keilahian-Nya, tidak mempunyai cara untuk diperbanyak. Kristus sebagai Hasil tanah adalah bagi perbanyakan. Dia adalah sebutir gandum yang mati supaya banyak butir gandum dapat dihasilkan. Bagi perbanyakan dan reproduksi-Nya ini, Dia memerlukan keinsanian. Keinsanian adalah tanah, bumi, bagi Allah Tritunggal untuk diperbanyak dan direproduksikan.
3. Manusia yang Demikian ini, dalam Keinsanian-Nya, Yang Mengekspresikan Keindahan dan Kemuliaan Hayat Ilahi-Nya, akan Menjadi Kebanggaan dan Kehormatan bagi Umat Pilihan Allah pada Hari Pemulihan itu
Manusia ini, yaitu Manusia Yesus, dalam keinsanian-Nya yang mengekspresikan keindahan dan kemuliaan hayat ilahi-Nya, akan menjadi kebanggaan dan kehormatan dari umat pilihan Allah pada hari pemulihan itu. Bahkan hari ini dalam zaman kasih karunia, kita perlu mengalami kesempurnaan dan kehormatan Yesus dalam keinsanian-Nya. Di satu pihak, seorang Kristen yang tepat harus memiliki keindahan dan kemuliaan ilahi Yesus. Di pihak lain, ia juga harus memiliki kesempurnaan dan kehormatan insani Yesus. Seorang Kristen haruslah ilahi dan insani. Kesempurnaan dan kehormatan insani kita sendiri itu sangat rendah, tetapi ketika kita memperhidupkan Kristus, kesempurnaan dan kehormatan insani yang kita perhidupkan itu sangat tinggi. Kita harus menempuh satu kehidupan yang mengekspresikan keindahan dan kemuliaan Kristus secara ilahi dan kehidupan yang mengkespresikan kesempurnaan dan kehormatan Kristus secara insani. Kita mungkin tidak begitu menyadari tentang hal ini pada hari ini, tetapi ketika waktu pemulihan tiba, orang-orang dari antara kita yang menang akan diangkat, ditransformasi, dan dimuliakan. Kemudian kita akan menyadari sepenuhnya bahwa kita memiliki keindahan dan kemuliaan ilahi Yesus dan kesempurnaan dan kehormatan insani Yesus.
III. SATU TUDUNG KEMULIAAN YANG MENUDUNGI DAN SATU KEMAH KASIH KARUNIA YANG MENAUNGI
Ada dua pasangan dari apa adanya Kristus dalam Yesaya4. Pasangan yang pertama adalah Tunas Yehova dan Hasil tanah. Pasangan yang kedua ada di dalam ayat 5 dan 6 di mana Kristus nampak sebagai satu tudung kemuliaan yang menudungi dan satu kemah kasih karunia yang menaungi. Pasangan yang kedua ini adalah hasil dari pasangan yang pertama dan dihasilkan oleh pasangan yang pertama. Tudung menudungi dan kemah menaungi. Tudung adalah kemuliaan ilahi, dan kemah adalah kasih karunia Kristus dalam keinsanian-Nya. Ketika Kristus berinkarnasi, Dia penuh dengan kasih karunia dan murid-murid melihat kemuliaan-Nya (Yoh. 1:14).
A. Tunas Yehova dan Hasil Tanah, sebagai Manusia-Allah dalam Keilahian-Nya dan juga Keinsanian-Nya, untuk Menjadi satu Tudung Kemuliaan Ilahi yang Menudungi dan menjadi satu Kemah Kasih Karunia yang Menaungi dalam Keinsanian
Tunas Yehova dan Hasil tanah, sebagai manusia-Allah dalam keilahian-Nya dan juga keinsanian-Nya, akan menjadi satu tudung kemuliaan ilahi yang menudungi dan menjadi satu kemah kasih karunia yang menaungi dalam keinsanian.
B. Satu Tudung Kemuliaan yang Menudungi
1. Adalah Kemuliaan Ilahi yang Menudungi Semua Kepemtingan Allah Yehova dalam Gunung-Nya yang Kudus
Kristus sebagai satu tudung kemuliaan yang menudungi adalah kemuliaan ilahi yang menudung semua kepentingan Allah Yehova dalam gunung-Nya yang kudus (Yes. 4:5). Gunung kudus ini adalah Gunung Sion. Bait Allah ada di Gunung Sion, dan umat Allah di sana mempunyai berbagai macam pertemuan. Pertemuan-pertemuan ini, yaitu sidang-sidang umat Allah ini, adalah kepentingan Allah di bumi. Kepentingan Allah di bumi ini memerlukan tudung kemuliaan yang menudungi demikian.
2. Adalah Gumpalan Awan sebagai Tempat Bernaung dari Terik Matahari dan Sinar Nyala Api yang Menyala-nyala pada Waktu Malam, yang Keduanya ini Diciptakan oleh Allah
Tudung kemuliaan yang menudungi ini juga adalah gumpalan awan sebagai tempat bernaung dari terik matahari pada siang hari dan sinar nyala api yang menyala-nyala pada malam hari terhadap kegelapan. Gumpalan awan dan sinar nyala api yang menyala-nyala ini diciptakan oleh Allah (Kel. 40:34-35, 38; Bil. 9:15-16). Ketika hari pemuliha tiba, aakan ada gumpalan awan yang atas Gunung Sion pada siang hari dan ada sinar nyala api yang menyala-nyala pada malam hari. Kita tidak boleh berpikir bahwa gumpalan awan dan sinar nyala api yang menyala-nyala ini adalah hal-hal yang fisik. Yesaya memberi tahu kita bahwa Yehova akan menciptakannya. Ini berarti bahwa keduanya itu akan menjadi sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, sesuatu yang akan diciptakan oleh Allah. Kemuliaan Allah sebagai gumpalan awan dan sinar nyala api yang menyala-nyala akan tetap ada di Gunung Sion sepanjang waktu. Pada hari itu, kemuliaan-Nya akan menjadi seperti satu gumpalan awan yangmenudungi untuk menjadi satu tempat bernaung dari terik matahari. Pada malam hari kemuliaan-Nya akanmenjadi seperti sinar api yang menyala-nyala untuk mejauhkan umat Allah dari kegelapan. Allah sendiri sebagai kemuliaan yang terekspresi dalam Kristus akan tetap ada sebagai satu tudung di atas Gunung Sion untuk menudungi kepentingan-kepentingan-Nya, yan gmeliputi bait kudus-Nya, umat kudus-Nya, dan semua pertemuan kudus-Nya.
Terjemahan Yesaya 4:5 kita yang telah diperbaiki menyampaikan makna rohani yan tepat tentang Kristus yang menjadi satu tudung kemuliaan yang menudungi. Ayat ini mengatakan, “Maka, TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang ada di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung.” Tanda koma dalam frase “di atas semuanya itu, akan ada kemuliaan sebagai tudung” ini sangat penting. Jika tanda koma in idisingkirkan dari frase ini, maka ini akan berarti bahwa tudung itu menudungi dan melindungi kemuliaan Allah. Ini berlawanan dengan prinsip rohani. Kemuliaan Allah tidak memerlukan sesuatu untuk menudungi dan melindunginya. Sebalinya, kemuliaan-Nya itu selalu menudungi hal-hal lain. Versi Konkordansi Yesaya juga meletakkan tanda koma di antara “semuanya ini” dan “kemuliaan.” Menurut terjemahan kita yang telah diperbaiki ini, di atas gunung Sion, di atas bait, dan di atas pertemuan-pertemuan kudus, kemuliaan ini akan menjadi satu tudung.”
C. Kemah Kasih Karunia yang Menaungi dalam Keinsanian
Kristus juga akan menjadi kemah kasih karunia yang menaungi dalam keinsaian (Yes. 4:6, Yoh. 1:14).
1. Adalah Kristus dalam Keinsanian-Nya yang Mengekspresikan Keilahian-Nya
Kemah kasih karunnia yang menaungi ini adalah Kristus dlam keinsanian-Nya yang mengekspresikan keilahian-Nya (Yoh. 1:14b).
2. Menaungi Kaum Beriman-Nya dalam Kasih Karunia-Nya sebagai satu tempat Bernaung pada Siang Hari terhadap Terik Matahari dan sebagai Tempat Persembunyian dan satu Tudung terhadap Angin Ribut dan Hujan
Dia menaungi kaum beriman-Nya dalam kasih karunia-Nya sebagai satu tempat bernaung pada siang hari dari terik matahari dan sebagai satu tempat persembunyian dan satu tudung terhadap angin ribut dan hujan (2 Kor. 12:9). Kristus adalah tudung untuk menudungi kepentingan Allah, dan dia juga adalah satu kemah untuk menjadi tempat bernaung dan tempat perlindungan kita. Kemah adalah satu tempat bernaung, tempat perlindungan, dan satu tudung. Pengalaman kita terhadap hal ini sepenuhnya dijelaskan di dalam 2 Korintus 12:9, yang menggambarkan Kristus yang menaungi kaum beriman-Nya dalam kasih karunia-Nya sebagai kekuatan mereka. Tunas Yehova dan Hasil tanah merupakan satu pasangan dari butir tentang Kristus dalam Yesaya 4. Pasangan ini menghasilkan pasangan lainnya—Kristus sebagai tudung kemuliaan yang menudungi dan sebagai kemah kasih karunia yang menaungi dalam keinsanian.
Menurut Yesaya 4, Kristus kita adalah perkembangan Allah yang baru. Dia berkembang dari Allah dalam keilahian-Nya ke dalam keinsanian. Sebagai Dia yang demikian ini, Dia akan menjadi kepermaian dan kemuliaan umat pilihan Allah pada hari pemulihan. Kemuliaan ini akan menjadi stu tudung yang besar untuk menudungi semua kepentingan Allah di bumi. Kristus juga adalah Hasil tanah bagi perbanyakan dan reproduksi hayat ilahi dalam keinsanian. Reproduksi Hasil tanah ini akan menjadi keunggulan dan kemegahan umat pilihan Allah. Kristus juga adalah satu tempat kita bernaung dari terik matahari dan satu tempat perlindungan dan persembunyian untuk melindungi kita dari angin ribut dan hujan. Pernahkah kita memikirkan bahwa Kristus adalah begitu banyak butir dalam Yesaya 4? Kristus adalah perkembangan Allah, pengembangan Allah, dan Hasil bagi reproduksi Allah; Dia memiliki keindahan ilahi dan kemuliaan ilahi dengan keunggulan dan kemegahan insani. Karena itu, Dia dapat menudungi kita sebagai satu tudung dan menaungi kita sebagai satu kemah untuk menjadi tempat bernaung dan tempat perlindungan kita. Yesaya 4 memperlihatkan bahwa Kristus adalah segala sesuatu bagi kita.
IV. TUNTUTAN-TUNTUTAN UNTUK MENGAMBIL BAGIAN DALAM KRISTUS
Yesaya 4:2-4 mewahyukan tuntutan-tuntutan untuk mengambil bagian dalam Kristus.
A. Tuntutan-tuntutan ini Adalah Syarat-syarat bagi Umat Pilihan Allah
untuk Mengambil Bagian dalam Kristus pada Zaman Pemulihan
Empat tuntutan berikut ini adalah syarat-syarat bagi umat pilihan Allah untuk mengambil bagian dalam Kristus pada zaman pemulihan.
1. Diselamatkan, dan Dibebaskan dari Penawanan
Tuntutan yang pertama adalah bahwa mereka telah diselamatkan, dan dibebaskan dari penawanan (Yes. 4:2b). Kita harus menjadi umat yang telah diselamatkan dari segala macam belenggu atauperbudakan. Kita harus memiliki kelepasan yang mutlak dari penawanan ini.
2. Hidup dan Tetap Tinggal dalam satu Kehidupan yang Kudus di dalam Tempat yang Dipilih Allah—Sion dan Yerusalem
Tuntutan yang kedua adalah hidup dan tetap tinggal dalam satu kehidupan yang kudus di dalam tempat yang dipilih Allah—Sion dan Yerusalem (ay. 3a). Hari ini gereja lokal adalah Sion, dan Tubuh Kristus adalah Yerusalem. Kita harus hidup dan tetap tinggal dalam gereja untuk menempuh satu kehidupan yang kudus. Ini adalah satu syarat bagi kita untuk mengambil bagian dalam Kristus.
3. Dipilih oleh Allah Menurut Catatan Hayat-Nya
Ketiga, kita harus dipilih oleh Allah menurut catatan hayat-Nya (ay. 3b). Dipilihnya kita oleh Allah melayakan kita untuk mengambil bagian dalam Kristus.
4. Kekotorannya telah Dibersihkan dan Noda Darahnya telah Dihapus oleh Tuhan dengan Roh-Nya yang Menghakimi dan Membakar
Keempat, kekotorannya harus dibersihkan dan noda darahnya harus dihapus oleh Tuhan dengan Roh-Nya yang menghakimi dan membakar (ay. 4). Roh yang menghakimi dan membakar ini harus bekerja di dalam kita untuk membersihkan kekotoran kita da menghapus noda darah kita. Kita “membunuh” kaum saleh melalui gosip kita dan melalui menyebarkan desas desus. Kita memerlukan Roh yang menghakimi dan membakar untuk membersihkan kita secara bathini dari noda-noda darah ini.
B. Zaman Kasih Karunia Adalah satu Pencicipan dari Zaman Pemulihan;
C. Maka, Tuntutan-tuntutan Di Atas Juga Adalah Syarat-syarat bagi Kaum Beriman untuk Mengambil Bagian dalam Kristus dalam Ekonomi Perjanjian Baru
Zaman kasih karunia ini adalah satu pencicipan zaman pemulihan; maka tuntutan-tuntutan di atas juga adalah syarat-syarat bagi kaum beriman untuk mengambil bagian dalam Kristus dalam ekonomi Perjanjian Baru. Zaman kasih karunia adalah satu pencicipan dari zaman pemulihan, dan kita adalah orang-orang yang menikmati pencicipan yang demikian. Kita mempunyai hak untuk mengambil bagian dalam Kristus jika kita memenuhi tuntuta-tuntutan, dan syarat-syarat itu.