KESELAMATAN YEHOVA TERHADAP UMAT YANG DIKASIHINYA DAN TERHADAP BANGSA-BANGSA (2)
PENGHAJARAN YEHOVA TERHADAP ANAK-ANAK ISRAEL
YANG DIKASIHI-NYA
DAN
NASIHAT KASIH DAN JANJI-NYA
TERHADAP UMAT YANG DIHAJAR-NYA
Pembacaan Alkitab:
Yes. 1:5-9, 24-25, 28-31; 3:1-7; 4:1; 3:17-18, 24-26; 5:5-6, 9-10, 13-17; 24-30; 2:6; 1:16-20, 26-27
Dalam berita ini kita akan meliput penghajaran Yehova terhadap anak-anak Israel yang dikasihi-Nya serta nasehat kasih dan janji-Nya terhadap umat yang dihajar-Nya.
I. PENGHAJARAN OLEH YEHOVA TERHADAP ANAK-ANAK ISRAEL YANG DIKASIHI-NYA
Setelah Allah menyingkapkan keadaan umat-Nya yang sebenarnya, Dia datang untuk menanggulangi mereka, menghajar mereka. Penghajaran-Nya dapat dianggap sebagai satu penanggulangan pemerintahan.
Meskipun umat Allah berbeda dengan bangsa-bangsa dan meskipun dalam Yesaya Allah memiliki kasih tiga ganda untuk umat-Nya, yaitu sebagai seorang Bapa, Ibu, dan Suami, namun Dia tetap perlu menanggulangi mereka. Dalam penanggulangan-Nya Allah seringkali lebih serius daripada dalam penghakiman-Nya. Dia bisa membiarkan orang-orang yang tidak percaya berlalu begitu saja, tetapi Dia tidak akan membiarkan kita. Dia sangat tegas, sangat sempit dan sungguh-sungguh dalam menanggulangi kita karena Dia memiliki pemerintahan ilahi-Nya. Dia bukanlah Allah yang tidak memiliki aturan dan prinsip-prinsip yang mengendalikan.
Sebagian dari judul berita ini memakai kata-kata Penghajaran Yehova terhadap anak-anak Israel yang dikasihi-Nya. Saya memakai ekspresi anak-anak yang dikasihi untuk menunjukkan bahwa Allah menanggulangi kita bukan dengan satu motivasi yang negatif. Melainkan, penanggulangan-Nya terhadap kita sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya pada hari ini selalu dengan satu motivasi yang sangat positif. Meskipun Dia menghajar kita, Dia tidak menghakimi kita atau menghukum kita. Tetapi, ada kaum saleh yang merasa bahwa Allah menghukum mereka dan bahwa mereka tidak bisa menanggung penghukuman ini. Meskipun demikian, saya tetap mengatakan bahwa, Allah tidak menghukum kita, Dia menghajar kita dalam kasih. Dia seperti seorang bapa yang penuh kasih yang mendisiplinkan anak-anaknya untuk kebaikan mereka. Suatu saat bila seorang anak telah bertumbuh dewasa, ia akan sadar bahwa apa yang disangkanya hukuman itu sebenarnya adalah kasih bapanya.
A. Yehova Menghajar Mereka karena Kemurtadan Mereka
Yehova menghajar anak-anak Israel karena kemurtadan mereka. Kata murtad berarti meninggalkan Allah dan berpaling serta melayani allah lain. Kemurtadan Israel sangat serius, dan Allah menghajar mereka karena hal itu.
1. Memukul Mereka Hingga Seluruh Kepala Mereka Sakit dan Seluruh Hati Mereka Lemah Lesu
Yehova memukul mereka hingga seluruh kepala mereka sakit dan seluruh hati mereka lemah lesu (1:5). Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat. Yang ada hanya bengkak, dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak (ay. 6). Ada pukulan tetapi tidak ada kesembuhan dan kelegaan.
2. Membuat Negeri Mereka menjadi Sunyi Sepi, Kota-kota Mereka Habis Terbakar Api, dan Tanah Mereka Dimakan oleh Orang-orang Asing
Karena kemurtadan mereka, Yehova membuat negeri mereka menjadi sunyi sepi. Dia juga membuat kota-kota mereka habis terbakar api dan di depan mata mereka orang-orang asing memakan hasil tanah mereka dan ditunggangbalikkan oleh orang-orang asing itu hingga menjadi sunyi sepi (1:7).
3. Putri Sion Tertinggal Sendirian seperti Pondok di Kebun Anggur, seperti Gubuk di Kebun Mentimun, seperti Kota yang Terkepung
Yehova meninggalkan kota Sion seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun, dan seperti kota yang terkepung (1:8). Seandainya Yehova semesta alam tidak meninggalkan pada mereka sedikit orang yang terlepas, maka mereka sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomorah (ay. 9). Untuk menjaga agar mereka tidak dimusnahkan semuanya, maka Allah meninggalkan sejumlah kecil yang terlepas pada mereka.
4. Tuhan Yehova Semesta Alam, Yang Mahakuat Pelindung Israel, akan Melampiaskan Dendam-Nya kepada para Lawan-Nya dan Melakukan Pembalasan kepada Para Musuh-Nya
Tuhan Yehova semesta alam, yang Mahakuat pelindung Israel, akan melampiaskan dendam-Nya kepada para lawan-Nya dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Nya (1:24). Lawan dan musuh ini adalah anak-anak Israel. Mereka telah memberontak terhadap Allah sampai sedemikian rupa sehingga mereka bukan hanya menjadi lawan, di dalam bangsa Allah, melainkan juga musuh, di luar bangsa Allah. Allah melampiaskan dendam-Nya dan melakukan pembalasan dengan menghajar anak-anak-Nya yang memberontak ini. Selain itu, Allah akan melakukan tindakan melawan Israel. Dia akan memurnikan perak mereka dengan garam soda dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya ((ay. 25).
5. Menghancurkan Orang-orang yang Memberontak dan Orang-orang Berdosa Bersama-sama dan Melenyapkan Orang-orang yang Meninggalkan Yehova
Yehova akan menghancurkan orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa bersama-sama dan akan melenyapkan orang-orang yang meninggalkan Dia (1:28). Dia akan membuat mereka menjadi seperti pohon-pohon keramat yang daunnya layu dan seperti kebun yang kekurangan air (ay. 29-30). Allah juga akan membuat orang yang kuat menjadi seolah-olah kapas dan pekerjaannya menjadi seolah-olah bunga api, dan keduanya menimbulkan api dan tidak ada yang dapat memadamkan (ay. 31).
6. Menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda Segala Macam Penopang
Yehova akan menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda segala macam penopang—segala persediaan makanan dan minuman (3:1). Dia juga akan menjauhkan dari mereka semua pemimpin, seperti hakim, nabi, tua-tua, dengan tidak meninggalkan penguasa-penguasa kepada mereka (ay. 2-4). Maka bangsa itu akan desak mendesak seorang kepada seorang, yang satu kepada yang lain, dan tidak ada yang mau menjadi pemimpin, karena tidak ada makanan dan pakaian (ay. 5-7; 4:1).
Sebagai bagian dari penghajaran-Nya terhadap umat-Nya, Allah menjauhkan dari mereka semua pemimpin mereka, dan tidak meninggalkan penguasa-penguasa kepada mereka. Tidak memiliki penguasa/pemerintah adalah hajaran Allah. Jika satu keluarga tidak mempunyai seorang penguasa, maka keluarga itu akan kacau balau. Dalam keluarga yang demikian tidak ada yang menjadi bapa atau ibu, maupun saudara tua maupun saudari tua. Tidak akan ada yang bisa melakukan pengaturan, dan keluarga itu akan berada dalam situasi yang sangat kasihan. Demikian juga, jika dalam satu gereja tidak ada orang-orang yang memimpin, maka gereja itu akan kacau.
Adalah bermakna bahwa Yesaya menghubungkan penguasa dengan suplaian makanan. Jika ingin menjadi seorang penguasa, maka Anda harus memberi makan orang. Jika Anda tidak bisa memberi mereka makan, maka mereka akan memberontak. Dalam gereja, jika tidak ada yang memberi makan, maka tidak ada yang berkuasa; dan tidak adanya penguasaan/pengaturan itu berarti tidak ada makanan. Menguasai dan memberi makan berjalan bersama-sama sebagai satu pasangan. Pengaturan menghasilkan pemberian makanan, dan pemberian makanan menghasilkan pengaturan. Jika satu gereja terawat dengan baik, maka pasti ada pengaturan yang tepat dalam gereja itu. Tetapi bila ada peperangan dalam gereja, maka ini menunjukkan adanya kekurangan makanan dan pengaturan. Pengaturan dan pemberian makanan bukan hanya satu pasangan—melainkan juga bekerja bersama-sama dalam satu sirkulasi dan saling membangun. Jadi, jika ada pemberian makanan, maka ada pengaturan; dan jika ada pengaturan, maka ada pemberian makanan. Kapan kala ada pemberian makanan yang tepat dalam kehidupan gereja, maka segala sesuatunya akan teratur.
7. Yehova akan Membuat Batu Kepala Wanita Sion penuh Kudis dan akan Menjauhkan segala Perhiasan Mereka
Yehova akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis, menyingkapkan bagian dalam mereka dan akan menjauhkan segala perhiasan mereka (3:17-18). Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung dan tanda selar sebagai ganti kemolekan (ay. 24).
8. Membuat Laki-laki Sion Tewas oleh Pedang dan Pahlawan-pahlawan Mereka oleh Perang
Yehova membuat laki-laki Sion tewas oleh pedang dan pahlawan-pahlawan mereka oleh perang. Dia juga membuat pintu-pintu gerbangnya mengaduh dan berkabung dan kota itu akan seperti perempuan bulus yang duduk di bumi (3:25-26).
9. Menebang Pagar Duri Israel sebagai Kebun Anggur Yehova Sehingga Kebun itu Dimakan Habis dan Melanda Temboknya Sehingga Kebun itu Diinjak-injak
Yehova akan menebang pagar duri Israel sebagai kebun anggur Yehova sehingga kebun itu dimakan habis dan melanda temboknya sehingga kebun itu diinjak-injak (5:5). Dia akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, dan Dia juga akan memerintahkan awan supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya (ay. 6). Selain itu, Dia akan membuat banyak rumah menjadi sunyi sepi, rumah-rumah yang besar dan yang baik tidak akan ada penghuninya (ay. 9). Hasil kebun anggur dan tanah itu akan berkurang sampai jumlah yang paling rendah (ay. 10).
10. Memasukkan Mereka ke dalam Pembuangan
Dalam 5:13-17 kita melihat bahwa Yehova memasukkan umat itu ke pembuangan. Orang-orang mulia mereka akan mati kelaparan dan khalayak ramai akan menderita kehausan. Sebab itu, dunia orang mati akan membuka kerongkongannya lapang-lapang dan akan mengangakan mulutnya lebar-lebar dengan tiada terhingga. Segala kesemarakan dan keramaian Yerusalem akan lenyap ke dalamnya. Maka, manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, dan orang-orang sombong akan direndahkan. Tetapi Yehova semesta alam akan ternyata mahatinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang Mahakudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya (5:16). Jika kita tidak benar, maka kita tidak dapat menjadi kudus. Tanpa kebenaran maka tidak ada dasar untuk menjadi kudus. Kebenaran adalah dasar bagi kekudusan, dan di atas dasar ini, kekudusan dipamerkan. Maka, kekudusan lebih tinggi daripada kebenaran. Dengan kebenaran-Nya sebagai dasar, Allah menunjukkan diri-Nya sebagai Allah yang kudus. Dalam kebenaran ini Dia memamerkan kekudusan-Nya.
Allah hanya bisa mengharapkan kebenaran dari bangsa-bangsa karena mereka bukanlah putra-putra Allah. Terhadap putra-putra-Nyalah Allah berharap dapat melihat kekudusan (Ibr. 12:5-11). Hajaran Allah dan pendisiplinan-Nya adalah untuk meninggikan kita dari kebenaran kepada kekudusan. Dalam keselamatan-Nya, Dia terlebih dulu membenarkan kita untuk membuat kita menjadi benar dalam Kristus. Setelah ini, kita selanjutnya perlu dikuduskan, untuk dibuat menjadi kudus. Benar adalah sesuai dengan cara Allah melakukan hal-hal secara luaran, sedangkan kudus adalah sesuai dengan sifat Allah secara batini. Sebagai putra-putra Allah, kita perlu melanjutkan dari kebenaran untuk mencapai kekudusan, untuk menunjukkan bahwa diri kita kudus dalam kebenaran.
11. Akar Orang-orang yang Tidak Benar akan menjadi Busuk dan Kejahatan akan Habis dan Kuntumnya akan menjadi seperti Abu
Seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk dan kuntumnya akan menjadi seperti abu (Yes. 5:24a). Karena umat Allah menolak pengajaran Yehova semesta alam dan menista firman yang Mahakudus Allah Israel, murka Yehova akan membakar mereka dan Dia akan mengacungkan tangan-Nya atas mereka dan memukul mereka (ay. 24b-25a). Gunung-gunung akan gemetar dan mayat-mayat mereka akan seperti kotoran di tengah jalan; sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut dan tangan-Nya masih teracung untuk menghajar mereka (ay 25b).
12. Melambaikan Panji-panji kepada Bangsa yang Dari Jauh dan Memanggil Mereka Datang untuk Menangkap Israel sebagai Mangsanya dengan Tangkas, Kuat, dan Menakutkan
Akhirnya, Yehova akan melambaikan panji-panji kepada bangsa yang dari jauh dan memanggil mereka datang untuk menangkap Israel sebagai mangsanya dengan tangkas, kuat dan menakutkan (5:26-30a). Kemudian orang akan memandang negeri itu dan akan melihat kegelapan dan kesesakkan, dan terang menjadi gelap oleh awan-awan (ay. 30b). Orang-orang Babel melakukan hal-hal yang digambarkan dalam ayat ini.
B. Yehova Membuang Umat yang Dikasihi-Nya, yakni Keturunan Yakub
Menurut 2:6, Yehova membuang umat yang dikasihi-Nya, yakni keturunan Yakub, sebab mereka penuh dengan tenung seperti yang di timur (bangsa-bangsa). Umat-Nya telah meninggalkan hukum dan perintah-perintah Allah yang diberikan melalui Musa dan mengambil banyak kebiasaan dari bangsa-bangsa lain, yaitu orang-orang Kafir.
II. NASIHAT KASIH DAN JANJI YEHOVA KEPADA UMAT YANG DIHAJAR-NYA
Setelah hajaran Yehova terhadap anak-anak yang dikasihi-Nya, kita memiliki nasihat kasih dan janji-Nya kepada umat yang dihajar-Nya ini.
A. Nasihat Kasih Yehova terhadap Umat yang dihajar-Nya
Nasihat kasih Yehova memiliki aspek negatif dan aspek positif (1:16-17).
1. Pada Aspek Negatif
Pada aspek negatif, Allah memerintahkan umat itu untuk membasuh diri mereka, membersihkan diri mereka, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat dari depan mata-Nya, dan berhenti berbuat jahat (ay. 16).
2. Pada Aspek Positif
Pada aspek positif, Allah memerintahkan mereka untuk belajar berbuat baik, mengusahakan keadilan, mengendalikan orang kejam, membela hak anak-anak yatim, dan memperjuangkan perkara janda-janda (ay. 17). Orang-orang kejam adalah orang-orang yang menindas orang lain. Umat itu akan dilepaskan dari penindasan yang dilakukan oleh orang-orang yang kejam ini. Allah memperhatikan orang-orang yang tertindas, anak-anak yatim, dan janda-janda. Karena itu, Dia memberi tahu umat-Nya untuk menjaga tangan mereka terhadap yang tertindas, membela hak anak-anak yatim, dan memperjuangkan perkara janda-janda.
B. Janji Kasih Yehova terhadap Umat yang Dihajar-Nya
Janji kasih Yehova adalah janji pengampunan dan pemulihan.
1. Pengampunan
a. Undangan Yehova
Mengenai janji pengampunan, Yehova terlebih dulu memberikan satu undangan: “Marilah, baiklah kita berperkara!” (1:18a). Allah mengundang umat itu untuk berbicara dengan-Nya tentang dosa-dosa mereka.
b. Pengampunan Yehova melalui Pembasuhan
Undangan ini diikuti dengan pengampunan Yehova melalui pembasuhan. Yesaya mengatakan tentang hal ini di dalam 1:18b. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Meskipun umat-Nya penuh dengan dosa, namun Allah berkenan untuk mengampuni mereka.
c. Hasil dari Ketaatan Umat itu
Dalam 1:19 dan 20 kita memiliki hasil dari ketaatan umat itu. Jika mereka menurut dan mau mendengarkan, maka mereka akan memakan hasil yang baik dari negeri itu. Tetapi jika mereka melawan dan memberontak, maka mereka akan dimakan oleh pedang.
2. Pemulihan
a. Memulihkan para Pemimpin
Pertama-tama, untuk menyelamatkan umat itu dari situasi mereka yang kacau balau, Allah akan memulihkan para pemimpin. Dia berjanji akan mengembalikan hakim-hakim mereka seperti dahulu dan para penasihat mereka seperti semula (ay. 26a). Belas kasihan dari Allah ini akan membuat situasi mereka kembali kepada keadaanya yang semula.
b. Memulihkan Kota Sion dan Umat-Nya
Juga ada janji untuk memulihkan kota Sion dan umat-Nya. Kota itu akan disebut kota keadilan, dan kota yang setia (ay. 26b). Sion akan dibebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan dibebaskan dengan tindakan yang benar (ay. 27). Mereka menjadi kacau karena mereka menanggalkan keadilan dan kebenaran. Tetapi pemulihan Allah akan membawa mereka kembali kepada keadaannya yang semula.