← Daftar isi Yesaya · bab 20/54

SATU TELADAN TENTANG MENCARI YEHOVA DAN BERSANDAR KEPADANYA (2)

Pembacaan Alkitab: Yes. 36—39

Dalam berita sebelumnya kita telah melihat, dari pasal tiga puluh enam sampai tiga puluh sembilan, tentang orang yang bagaimanakah Hizkia ini. Kita telah melihat bahwa meskipun Hizkia ini saleh dan dapat berdoa dengan cara yang saleh, tetapi ia bukanlah seorang manusia Allah. Selain itu, ia tidak hati-hati dan penuh dengan pertimbangan, melainkan ceroboh, bukannya bagi Allah dan kerajaan Allah, ia malah hanya untuk dirinya sendiri dan kepentingannya sendiri. Jadi, ia bukanlah seorang yang dapat dipercaya untuk melaksanakan tujuan Allah. Dalam berita ini kita akan melihat banyak rincian dalam empat pasal ini.

I. HIZKIA MENCARI YEHOVA UNTUK SITUASINYA

Yesaya 36:1—37:38 memberi tahu kita tentang Hizkia mencari Yehova untuk situasinya.

A. Serangan Musuh

1. Sanherib Raja Asyur Menyerang Segala Kota Berkubu Negeri Yehuda lalu Merebutnya

Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya, Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar (36:1-2a). Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: “Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini? Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan rencana dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku? Sesungguhnya engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya” (ay. 4-6).

2. Mengucapkan Kata-kata yang Hina tentang Bersandar kepada Yehova untuk Pembebasan

Kemudian berdirilah juru minuman agung dan berserulah ia dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda. Ia berkata: “Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur! Beginilah kata raja: Janganlah Hizkia memperdayakan kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu! Janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada Yehova dengan mengatakan: Tentulah Yehova akan melepaskan kita, kota ini tidak akan diserahkan ke dalam tangan raja Asyur….Siapakah di antara semua allah negeri ini yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga Yehova sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?” (36:13-15, 20). Kemudian hamba Hizkia menghadap kepada Hizkia dengan pakaian yang dikoyakkan memberitahukan kepada raja perkataan juru minuman agung (ay. 22b).

B. Hizkia Mencari Yehova

1. Hizkia Mengoyakkan Pakaiannya dan Menyelubungi Dirinya dengan Kain Kabung

Segera sesudah Hizkia mendengar itu, dikoyakkannnyalah pakaiannya dan diselubungilah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah Yehova (37:1). Ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang saleh.

2. Mengutus Elyakim, Sebna, dan Tua-tua di antara para Imam kepada Nabi Yesaya

Hizkia mengutus Elyakim, kepala istana, Sebna panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya (37:2). Mereka berkata kepadanya, “Beginilah kata Hizkia: Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya. Mungkin Yehova Allahmu, sudah mendengar perkataan juru minuman agung yang telah diutus oleh raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga Yehova Allahmu mau memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Maka, baiklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tinggal ini” (ay. 3-4).

3. Kata-kata Yesaya kepada Pegawai-pegawai Raja Hizkia

Dalam 37:6 dan 7 kita memiliki kata-kata Yesaya kepada pegawai-pegawai Hizkia yang datang kepadanya. Yesaya berkata, “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman Yehova: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya aku akan mengutus suatu roh untuk masuk ke dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.”

C. Serangan Musuh Lebih Jauh

Dalam 37:9-11 kita membaca tentang serangan musuh lebih jauh. Raja Asyur mendengar tentang Tirhaka, raja Ethiopia, berita yang demikian: “Ia telah keluar berperang melawan engkau” (ay. 9). Ketika mendengar itu, disuruhnyalah utusan-utusan kepada Hizkia dengan pesan: “Janganlah Allahmu yang kaupercayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan: Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur. Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?” (ay. 10-11).

D. Hizkia Mencari Yehova Lagi

1. Hizkia Membentangkan Surat itu Di Hadapan Yehova dan Berdoa tentang Serangan Musuh ini

Dalam ia mencari Yehova lagi, Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan lalu membacanya. Kemudian ia pergi ke rumah Yehova dan membentangkan surat itu di hadapan Yehova dan berdoa kepada-Nya tentang serangan musuh lebih jauh lagi ini (ay. 14-20). Hizkia mengakhiri doanya dengan berkata, “O Yehova Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Yehova” (ay. 20).

2. Firman yang Diucapkan Yehova mengenai Sanherib

Dalam 37:22-29 kita memiliki firman yang diucapkan Yehova mengenai Sanherib. Ayat 22 dan 23 mengatakan, “Anak dara, yaitu putri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan putri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? Terhadap siapakah engkau menyaringkan suaramu, dan memandang dengan sombong-sombong? Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!” Dalam ayat 29 Yehova berkata kepada Sanherib, “Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku, dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku, maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu dan kekang-Ku pada bibirmu dan akan memulangkan engkau melalui jalan, dari mana engkau datang.”

E. Hizkia Bersandar kepada Yehova

menurut Jawaban-Nya kepadanya dan Memperoleh Kemenangan

dalam Penggenapan Yehova atas jawaban-Nya

Hizkia bersandar kepada Yehova menurut jawaban-Nya kepadanya dan memperoleh kemenangan dalam penggenapan Yehova atas jawaban-Nya.

1. Yehova Menyelamatkan Yerusalem karena Diri-Nya Sendiri

Yehova mengatakan bahwa Dia akan menyelamatkan Yerusalem karena diri-Nya sendiri dan karena Daud (37:33-35). Perkataan ini menyingkapkan bahwa Hizkia bukanlah seorang yang berbobot, bernilai, atau berharga di mata Allah. Allah akan menjawab doa itu bukan karena Hizkia melainkan demi diri-Nya sendiri dan demi Daud.

2. Malaikat Yehova Menyerang Perkemahan Orang-orang Asyur

Kemudian keluarlah malaikat Yehova dan membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokkan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka (ay. 36). Kemudian berangkatlah Sanherib dan pulang lalu tinggal di Niniwe, Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam rumah allahnya, anak-anaknya membunuhnya dengan pedang (ay. 37-38).

II. HIZKIA MENCARI YEHOVA UNTUK KESEHATANNYA

A. Serangan Penyakit

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Nabi Yesaya datang kepadanya dan berkata kepadanya, “Beginilah firman Yehova: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi” (38:1).

B. Hizkia Mencari Yehova

Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Yehova. Dalam doanya ia berkata, “O Yehova, iangatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menagislah Hizkia dengan sangat (38:3).

C. Hizkia Bersandar kepada Yehova menurut Jawaban-Nya kepada-Nya

Firman Yehova datang kepada Yesaya, katanya, “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman Yehova, Allah Daud bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi” (38:5). Sebagai tandanya, Yehova membuat bayang-bayang matahari mundur ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya (ay. 8-9).

Adalah bermakna bahwa dalam menjawab doa Hizkia, Tuhan menunjukkan diri-Nya sebagai “Allah Daud, bapa leluhurmu.” Ini menunjukkan bahwa dalam pertimbangan Allah, Hizkia hanya memiliki sedikit pujian di hadapan-Nya. Semua pujian diberikan kepada Allah sendiri dan bapa leluhur Hizkia, Daud.

D. Kemenangan Hizkia dalam Penyembuhan Tuhan

Yesaya 38:10-20 adalah tulisan Hizkia, raja Yehuda, ketika ia sakit dan dipulihkan dari penyakitnya. Dalam ayat 21 Yesaya berkata, “Baiklah diambil sebuah kue ara dan ditaruh kepada barah itu, dan ia akan sembuh!”

Seperti yang diwahyukan dalam tulisannya, doa Hizkia mengenai penyakitnya ini patut dipuji. Meskipun demikian, berdoa adalah satu hal, tetapi cara kita dalam diri kita mungkin merupakan satu hal yang berbeda. Misalnya, dalam 38:15 Hizkia berkata, “Aku akan berjalan dengan hati-hati sepanjang tahun-tahunku.” Kata hati-hati dalam bahasa Ibrani berarti lambat, lunak, dan rendah hati, dengan banyak pertimbangan. Hizkia memakai kata ini menunjukkan bahwa ia telah mempelajari beberapa pelajaran dari penyerbuan orang Asyur dan penderitannya dalam penyakitnya. Ia sadar bahwa ia terlalu ceroboh di masa lampau dan bahwa hidupnya tidak begitu tepat di pandangan Allah. Maka, dalam doanya ia mengatakan bahwa ia akan berjalan dengan hati-hati sepanjang tahun-tahunnya. Tetapi ketika para utusan Babel datang (39:1-2), ia tidak berjalan menurut cara yang telah ia doakan. Bukannya berjalan dengan hati-hati, ia malah berjalan dengan ceroboh. Dari hal ini kita melihat bahwa berdoa adalah satu hal, sedangkan berjalan adalah hal lainnya lagi. Seringkali kita juga mengatakan satu doa yang baik, rohani, dan surgawi. Tetapi setelah kita berdoa, ketika ujian datang, kita tidak berjalan menurut cara yang telah kita doakan.

Hizkia memang bagi Allah, tetapi dengan cara yang egois. Ia mengatakan satu doa yang baik, tetapi doanya mengandung rasa egois. Dalam 38:18 dan 19 ia berkata, “Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu…Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini.” Di sini Hizkia meminta kepada Yehova dengan cara yang egois untuk menaruh dia di antara orang-orang hidup supaya dia dapat memuji Yehova. Ini menunjukkan bahwa ia bagi Allah dengan cara yang egois, bukan dengan cara yang tepat. Inilah yang kita rasakan dalam doa Hizkia.

III. KEGAGALAN HIZKIA DALAM KENIKMATAN AKAN SITUASI YANG DAMAI DAN SEHAT

Yesaya 39 memperlihatkan kegagalan Hizkia dalam kenikmatan akan situasi yang damai dan sehat.

A. Godaan dari Pemberian Orang

Setelah ia memperoleh kemenangan dalam penyembuhan Tuhan, Hizkia menghadapi ujian, godaan dari pemberian orang. Pada waktu itu raja Babel mengirim surat dan pemberian kepada Hizkia sebab ia mendengar bahwa Hizkia sakit dan telah disembuhkan. Ayat 2 mengatakan, “Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan seluruh daerah kekuasaannya.” Meskipun Hizkia telah melalui penderitaan-penderitaan dari ujian-ujian lainnya dengan baik, tetapi di sini ia gagal. Ia gagal dalam perkara pemberian dan kemuliaan diri sendiri. Tidaklah mudah untuk mengatasi godaan dari satu pemberian. Juga tidak mudah untuk mengatasi kemuliaan diri sendiri. Kita perlu hati-hati tentang menerima pemberian dan juga tentang kemuliaan diri sendiri.

B. Kegagalan Hizkia

1. Yesaya Menanyakan Hizkia

Menurut 39:3 dan 4, Yesaya menanyakan Hizkia tentang para utusan dari Babel itu. Pertama, Yesaya bertanya kepadanya, “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Ketika Hizkia menjawab bahwa mereka datang dari Babel, Yesaya selanjutnya bertanya, “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Hizkia menjawab, “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”

2. Yesaya Mengatakan Firman Yehova kepada Hizkia

Yesaya menyuruh Hizkia untuk mendengar firman Yehova semesta alam. Yehova berkata kepada Hizkia, “Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan…Dan dari keturunanmu yang akan kau peroleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel” (39:6-7).

3. Jawaban Hizkia kepada Firman Yehova

Dalam ayat 8 kita memiliki jawaban Hizkia kepada firman Yehova. Hizkia berkata kepada Yesaya, “Sungguh baik firman TUHAN yang kauucapkan itu!” Ia juga berkata, “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku.” Ini menunjukkan bahwa Hizkia egois, dan hanya memperhatikan dirinya sendiri.

C. Faktor-faktor Kegagalan Hizkia

Faktor-faktor kegagalan Hizkia meliputi: 1) memperlihatkan apa yang ia miliki, menurut dagingnya, 2) tidak berjaga-jaga, 3) tidak mencari Tuhan, 4) tidak berdoa, 5) tidak mempertimbangkan hasilnya, dan 6) hanya memperhatikan dirinya sendiri, tidak memperhatikan kerajaan Allah di bumi. Kiranya kita semua dapat belajar dari faktor-faktor kegagalan Hizkia ini.