PENANGGULANGAN YEHOVA TERHADAP KEPERCAYAAN ISRAEL ATAS MESIR DAN PENANGGULANGANNYA TERHADAP BANGSA-BANGSA MENGHASILKAN KEMBALINYA ISRAEL
KEPADANYA DAN KEMBALINYA DIA KEPADA ISRAEL DENGAN PEMULIHAN
Pembacaan Alkitab: Yes. 30—31
Yesaya memiliki satu cara pemikiran ilahi, satu filsafat ilahi di dalamnya ketika ia menulis kitabnya. Filsafat ilahi ini meliputi penghajaran Allah terhadap Israel, penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa, pemulihan Israel, pemulihan mahkluk ciptaan namun yang telah jatuh, dan membawa masuk Kristus yang almuhit.
Pada mulanya, Allah “menyewa” Israel untuk menjadi kesaksian-Nya, menjadi saksi-Nya. Tetapi Israel telah gagal. Kemudian Allah menyewa banyak bangsa di sekitar Israel untuk menghajar umat pilihan-Nya. Namun, mereka tidak melakukan ini menurut apa yang Allah miliki dalam hati-Nya. Mereka menghajar Israel secara berlebihan, dan hal ini menyakiti Allah. Akibatnya, Allah datang untuk “membakar” baik anak-anak Israel maupun bangsa-bangsa di sekitarnya. Perkara ini sangat terkesan terhadap Yesaya.
Penghajaran Allah terhadap Israel dan penghakiman-Nya atas bangsa-bangsa yang melakukan tindakan secara berlebihan terhadap Israel ini menghasilkan tiga hal: 1) Israel dibawa kembali kepada Allah; 2) makhluk-makhluk ciptaan dipulihkan; 3) Kristus yang almuhit dibawa masuk. Pemulihan makhluk ciptaan yang telah jatuh ini berjalan bersama dengan kembalinya Israel kepada Allah. Allah ingin memulihkan makhluk ciptaan dan hal-hal yang telah jatuh, tetapi Israel perlu dibawa masuk ke dalam pemulihan ini. Ketika Israel berpaling kepada Allah, maka ada pemulihan atas segala sesuatu. Kemudian Kristus yang almuhit akan dibawa masuk. Inilah filsafat ilahi di dalam kitab Yesaya.
Filsafat ilahi ini dapat diterapkan kepada kita pada hari ini. Tidak peduli siapa kita dan ras, kebudayaan, atau kebangsaan apa kita ini, kita semua telah gagal dalam hubungannya dengan Allah. Realisasi yang demikian akan membuat kita berpaling kepada Allah. Kesuksesan kita tidak akan pernah membuat kita berpaling kepada Allah. Tetapi bila kita memandang kegagalan-kegagalan kita, maka kita akan merendahkan diri, dan kita akan sadar bahwa kita memiliki satu keperluan, dan kita akan bertobat, dan mengakui bahwa kita ini tidak ada harapan. Meskipun kita mungkin tidak tahu apa yang kita perlukan, tetapi kita tahu bahwa kita memerlukan sesuatu. Akhirnya, Kristus yang almuhit datang untuk memenuhi keperluan kita ini.
Pemikiran Yesaya dipusatkan pada penghajaran Allah yang menghasilkan kembalinya Israel kepada Allah dan membawa masuk pemulihan dan Kristus yang almuhit terutama dalam tiga puluh sembilan pasal yang pertama dari nubuatnya. Ini adalah filsafat yang logis, rohani, dan surgawi, yang mendominasi kitab Yesaya. Meskipun hal ini tidak secara jelas dituliskan, tetapi ini adalah prinsip dasar dan prinsip yang mengendalikan dari tulisan Yesaya. Saya harap kita semua akan melihat perkara yang penting ini dan mengingatnya sewaktu kita berpaling kepada pasal tiga puluh dan tiga puluh satu, di mana kita akan melihat bahwa penghajaran Yehova terhadap kepercayaan Israel atas Mesir dan penghakiman-Nya terhadap bangsa-bangsa menghasilkan kembalinya Israel kepada-Nya dan kembali-Nya Dia kepada Israel dengan pemulihan.
I. PENANGGULANGAN YEHOVA TERHADAP KEPERCAYAAN ISRAEL ATAS MESIR
Yesaya 30:1-17 dan 31:1 membicarakan tentang penanggulangan Yehova terhadap kepercayaan Israel atas Mesir.
A. Anak-anak yang Memberontak itu Berangkat ke Mesir
Dalam 30:1 dan 2 nabi mengatakan celaka kepada anak-anak yang memberontak, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan daripada Yehova, dan yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh Yehova, sehingga dosa mereka bertambah-tambah; yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan Yehova, untuk berlindung kepada Firaun, dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir. Libation ini adalah kurban curahan yang dicurahkan bangsa Kafir kepada berhala-berhala mereka. Bila dua kelompok atau bangsa membuat satu persekutuan atau membentuk satu perserikatan, maka mereka akan mencurahkan satu libation ke bumi untuk menunjukkan bahwa mereka telah membuat satu persekutuan. Israel telah membentuk satu persekutuan dengan Mesir. Karena itu, perlindungan Firaun akan memalukan mereka, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai mereka. Orang Mesir tidak dapat memberi pertolongan atau faedah kepada mereka melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka (ay. 3-5).
Dalam perlambangan Mesir menandakan dunia. Kapan kala umat Allah berada dalam keadaan yang jatuh atau kedudukan yang rendah, mereka pergi ke Mesir (Kej. 42:10). Abraham melakukan hal ini (Kej. 12:10). Hari ini, ketika orang-orang Kristen merosot, mereka seringkali pergi ke dunia. Pergi ke Mesir, bersandar kepada Mesir, atau membuat satu persekutuan dengan Mesir adalah dosa. Pergi ke dunia, bersandar kepada dunia tidak akan pernah menjadi satu faedah, kemuliaan atau pertolongan bagi kita. Hal itu akan selalu merendahkan, memalukan, dan mengaibkan kita (Yes. 30:5). Saya telah melihat sejumlah besar kaum saleh yang tidak senang dengan kehidupan gereja dan berpaling ke dunia. Kemudian mereka masuk ke dalam dunia, dan akhirnya mereka tinggal di dalam dunia. Banyak dari antara mereka yang tidak dapat kembali lagi dari dunia.
Di sini kita perlu mempelajari satu pelajaran. Tidak peduli betapa rendahnya kita, kita tidak boleh pergi ke dunia. Sebaliknya, kita harus memandang ke atas. Bila kita memandang ke atas, maka Tuhan akan memiliki satu jalan untuk membawa kita naik ke atas.
B. Menjadi suatu Bangsa Pemberontak, Anak-anak yang Suka Bohong, Anak-anak yang Enggan Mendengar Pengajaran Yehova
Yesaya 30:9 mengatakan, “Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong, anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran Yehova.” Di sini pengajaran menunjukkan satu ajaran menurut hukum taurat; ini adalah pengajaran ilahi yang diberikan kepada umat Allah dalam hukum taurat. Di luar hukum taurat ini, umat Allah Perjanjian Lama tidak memiliki pengajaran apapun. Namun, dalam Yesaya 30 mereka menolak mendengar pengajaran dari hukum taurat ini.
Dalam ayat 15 Yehova, Yang Mahakudus Allah Israel berkata, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Jika mereka ingin berpaling kepada Allah dan beristirahat di dalam Dia, maka mereka akan diselamatkan. Hari ini, kita perlu terlebih dahulu berpaling kepada Tuhan dan beristirahat di dalam Dia. Kemudian kita akan menjadi tenang, kita akan percaya, dan kita akan memiliki kekuatan.
Namun, Israel tidak mau berpaling kepada Allah dan beristirahat di dalam Dia. Sebaliknya, mereka berkata, “Tidak, kami mau naik kuda dan lari cepat” (ay. 16a). Karena itu, mereka akan lari sampai mereka ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit (ay. 17).
II. PENANGGULANGAN YEHOVA TERHADAP BANGSA-BANGSA
Setelah Yehova menanggulangi Israel, Dia menanggulangi bangsa-bangsa.
A. Nama Yehova akan Datang dari Tempat yang Jauh
Dalam 30:27 kita diberi tahu bahwa nama Yehova akan datang dari tempat yang jauh, murka-Nya menyala-nyala dan Ia datang dalam awan gelap yang bergumpal-gumpal. Bibir-Nya penuh dengan amarah, dan lidah-Nya, seperti api yang memakan habis. Hembusan nafas-Nya seperti sungai yang menghanguskan, yang airnya sampai ke leher, Ia datang untuk mengayak bangsa-bangsa dengan ayak kebinasaan (ay. 28). Di sini kebinasaan menandakan akibat dari penghancuran. Allah mengayak bangsa-bangsa dengan ayat kebinasaan. Selain itu, ada suatu kekang yang menyesatkan di mulut suku-suku bangsa.
B. Yehova akan Memperdengarkan Suara-Nya yang Mulia
Yehova akan memperdengarkan suara-Nya yang mulia dan akan memperlihatkan tangan-Nya yang turun menimpa dengan murka yang hebat dan nyala api yang memakan habis, dengan hujan lebat, angin ribut, dan hujan batu (ay. 30). Sebab Asyur akan terkejut oleh suara Yehova, pada waktu Ia memukul mereka dengan gada (ay. 31). Setiap pukulan dengan tongkat penghajar yang ditimpakan Yehova ke atasnya, akan diiringi rebana dan kecapi, dan Ia akan berperang melawan mereka dengan tangan yang diayunkan untuk peperangan (ay. 32). Raja mereka akan dibakar dengan api dari tempat pembakaran (Topheth) (ay. 33). Topheth, tempat pembakaran yang tidak jauh dari Yerusalem di mana hal-hal yang kotor dan jahat dibakar, adalah lambang dari telaga api (Why. 20:15).
C. Yehova akan Bangkit Melawan Kaum Penjahat
Menurut Yesaya 31:2 dan 3, Yehova akan bangkit melawan kaum penjahat, yang pergi ke Mesir minta pertolongan, dan yang melakukan kejahatan, dan akan melawan orang yang menolong mereka. Orang-orang Mesir itu hanyalah manusia, bukan Allah, dan kuda-kuda mereka adalah daging, bukan roh. Apabila Yehova mengacungkan tangan-Nya, maka yang membantu itu akan tergelincir, dan yang dibantu akan jatuh, dan semuanya akan habis binasa bersama-sama.
D. Asyur akan Rebah oleh Pedang Tetapi Bukan Pedang Orang
Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia. Mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi (ay. 8). Mengenai Asyur, Yehova yang mempunyai api di Sion dan dapur perapian di Yerusalem, mengumumkan, “Pelindung mereka akan lenyap karena gentar, dan panglimanya akan lari terkejut meninggalkan panji-panji” (ay. 9). Bagi umat-Nya Allah akan menjadi api dan dapur perapian.
III. MENGHASILKAN KEMBALINYA ISRAEL KEPADA YEHOVA
Dalam 30:15 dan 31:6 dan 7 kita memiliki satu firman mengenai penanggulangan Yehova terhadap kepercayaan Israel atas Mesir dan penggulangan-Nya terhadap bangsa-bangsa yang menghasilkan kembalinya Israel kepada Yehova. Seperti yang telah kita lihat, dalam 30:15 Yehova berkata, “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Dalam 31:6 dan 7 Yesaya berkata, “Bertobatlah hai orang Israel kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh! Sungguh pada hari itu kamu masing-masing akan membuang berhala-berhala peraknya dan berhala-berhala emasnya yang dibuat oleh tanganmu sendiri dengan penuh dosa.”
IV. MENGHASILKAN KEMBALINYA YEHOVA KEPADA ISRAEL
A. Yehova Menanti-nantikan Saatnya Menunjukkan Kasih-Nya kepada Israel
Yehova menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada Israel. Karena itu, Dia bangkit hendak menyayangi mereka; karena Dia adalah Allah yang adil. Berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia (30:18).
B. Yehova akan Turun Berperang di Gunung Sion
Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah Yehova semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya. Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah Yehova akan melindungi Yerusalem. Dia akan melindungi dan menyelamatkannya; Dia akan memelihara dan menjauhkan celaka (31:4-5). Sebagaimana ada waktu ketika Yehova membuang Israel, demikian juga ada waktu di mana Dia, seperti burung yang melindungi anak-anaknya, kembali kepada Israel dan melindunginya.
C. Api Yehova Ada di Sion dan Dapur Perapian-Nya Ada di Yerusalem
Api Yehova ada di Sion dan dapur perapian-Nya ada di Yerusalem bagi perlindungan Israel (ay. 9b).
V. DENGAN PEMULIHAN
Ketika Yehova kembali kepada Israel, Dia akan kembali dengan pemulihan.
A. Satu Bangsa di Sion yang Diam di Yerusalem
Satu bangsa akan ada di Sion di Yerusalem, dan mereka tidak akan menangis lagi. Yehova akan mengasihani mereka, apabila mereka berseru-seru. Pada waktu Dia mendengarnya, Dia akan menjawab mereka (30:19).
Walaupun Tuhan memberi mereka roti dan air serba sedikit, tetapi Pengajar mereka tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi mata mereka akan melihat Pengajar mereka. Demikian juga ketika mereka berpaling ke kanan atau ke kiri, telinga mereka akan mendengar perkataan ini dari belakang mereka, katanya, “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya” (ay. 20-21). Pengajar di sini adalah Kristus. Sebagai Pengajar kita, Kristus tidak akan menyembunyikan diri lagi di sudut jalan, yaitu, di seberang jalan, yaitu tempat di mana kita berpaling. Ketika kita sesat atau mengambil jalan yang salah, Dia membiarkan kita pergi. Tetapi ketika kita sampai di sudut jalan, Dia ada di sana. Di seberang jalan kita memiliki pilihan untuk pergi ke kanan atau ke kiri (ay. 21). Di seberang jalan inilah Kristus memberi tahu kita jalan yang perlu kita ambil.
Menurut ayat 22, umat itu akan menganggap najis patung-patung mereka yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas. Mereka akan membuangnya seperti kain cemar, sambil berkata kepadanya, “Keluar!” Kemudian Yehova akan memberi hujan bagi benih yang baru mereka taburkan di ladang mereka, dan dari hasil tanah itu mereka akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Ternak mereka akan makan rumput di padang rumput yang luas, dan sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Selain itu, dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai dan arus air deras (ay. 23-25). Dalam pengalaman rohani kita pada hari ini, kita mungkin mengalami Roh itu seperti hujan, seperti sungai, dan akhirnya seperti arus.
Dalam ayat 26 Yesaya selanjutnya membicarakan tentang terang benda-benda di langit. Terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu Yehova membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan-Nya.
B. Umat itu akan Memiliki satu Nyanyian dan Bersuka Hati
Dalam ayat 29 kita melihat bahwa umat itu akan memiliki satu nyanyian seperti pada waktu malam ketika orang menguduskan diri untuk perayaan. Mereka juga akan bersuka hati seperti pada waktu orang berjalan diiringi suling hendak naik ke gunung Yehova, ke gunung Batu Israel. Ini menunjukkan bahwa ketika Yehova berpaling kepada umat-Nya dengan pemulihan itu, kegembiraan dan kenikmatan mereka akan sangat luar biasa.